
Malam sekitar jam 12 Didi pun sampai di villa . Dimana tuan mudanya itu tinggal . Penjaga pintu villa pun membukakan pintu pagar untuk kedatangan Didi dan Vani.
" Pasti sudah pada tidur ya pa "tanya Didi
" Itu jelas mas , oh ya cuma sendiri ya den " Kata pa penjaga.
" Ngak sama istri pa itu lagi tidur " kata Didi.
" Oh ya sudah monggo dibawa masuk mas istirahat di ruang tamu . Depan sini yang sudah di siapkan tadi sama mas Alan " kata penjaga Villa.
" Ya pa terimakasih " kata Didi yang lalu mengendong tubuh istrinya itu kekamar ruang tamu.
Setelah meletakan Vani dengan perlahan
Didi pun kembali mengambil barang barang mereka dari mobil .Setelah semuanya beres ia pun ikut berbaring di sebelah Vani .Karna lelah menyetir. Untung istrinya baru tidur sejam yang lalu. Jadi dalam perjalanan Didi tak ngantuk sama sekali. Baru setelah sampai ia baru merasa ngantuk.
Didi pun lalu melepaskan semua pakaiannya. dan hanya memakai kolor dan kaos lalu menarik selimut .Dan tidur sambil memeluk tubuh Vani dan tak lupa berdoa. Sebelum berbaring dan memejamkan matanya.
Sedang di kamar Maya terbangun mendengar rengekan bayi .Dengan perlahan ia turun melihat boks bayinya.
" Haus apa penuh Pampers nya ya " kata Maya yang meraba pampers bayinya yang rewel. Namanya Queen nama yang diberikan Ryan pada putrinya itu.
" Oek..... "
Maya pun membuka nya dengan perlahan.Untuk mengecek Pampers nya..
" O .....lagi eo nya " kata Maya tersenyum pada putrinya itu. Yang mungkin risih karna kotorannya sendiri. Lalu membersihkannya dengan cepat. Setelah selesai Maya pun mengangkatnya untuk disusui. Tak lama kemudian baby Queen pun kembali tertidur.
" Pintar anak mamah tahu aja kotor ngak nyaman ya " kata Maya mencium baby Queen. Dan meletakkannya kembali kedalam boks.
Sedang kan dua kakaknya tertidur pulas.
Maya pun kembali ke atas ranjang. Untuk melanjutkan tidur. Namun tangan kekar suaminya langsung memeluknya erat.
" Apa mereka bangun " kata Ryan dengan suara serak menaruh kepalanya dicaruk leher Maya.
" Cuma eo bang, sudan May bersihkan lalu bobo lagi. " jawab Maya yang mengusap tangan suaminya yang memeluk dirinya.
" Ya sudah tidurlah " kata Ryan yang kembali diam.
Maya pun ikut memejamkan matanya seraya mendengar dengkuran halus sang suami. Yang membuatnya larut dalam mimpi indah.
................................
" Auw..........kata Ima yang hendak.turun dari ranjang merasa kan sakit .
__ADS_1
" Apa sakit " kata Kim yang lalu ikut bangun lalu mengendong tubuh mungil istrinya itu Kekamar mandi.
" Kak, Ima bisa jalan pelan pelan " kata Ima malu. Karna digendong sang suami.
" Ngak.apa apa, sekarang mandilah " kata Kim yang mengelus kepala ima. Dengan rasa sayang yang luar biasa.Apalagi setelah kejadian tadi malam yang membuat Kim tersenyum bahagia.
" Kakak keluar dulu ya, ima malu " kata ima dengan polosnya.
" Baiklah , harusnya Ima ngak usah malu kakak sudah lihat semuanya kok " kata Kim.
Yang malah membuat Ima semakin malu saja mendengan ucapan suaminya itu
Kim yang melihat wajah istrinya itu langsung tersenyum
" Ya sudah kakak keluar " kata Kim.lalu menutup.kamar mandi. Dan membiarkan istrinya untuk membersihkan diri.
Sedangkan Vani yang lapar di kamar langsung terbangun dengan terkejut. ketika melihat sekelilingnya.
" Ya ampun kenapa aku nggak tahu kalo sudah sampai " kata Vani .Yang lalu bangun dengan pelan agar tak menganggu suaminya yang pasti lelah karna menyetir tampa pengganti
Vani membuka pintu kamar dengan perlahan Lalu mencari kemana arah dapur. Lalu melangkah menuju meja makan.
" Ada makanan ngak ya " kata Vani yang memang tadi malam lapar tapi karna ngatuk ia pun tidur tampa makan.
" Ya ampun banyak makanan " kata Vani lalu mengambil nasi dan duduk menarik kursi untuk makan .Dan menikmati makannya dengan lahap.
" Lapar ya non " kata bi Marni yang mengagetkan Vani.
" Ih bi Marni bikin Vani kaget aja " kata Vani.
" Iya bi lapar banget nih tadi malam ngak makan malas mampir mampir " kata Vani.
" Ya ngak pa pa , kebetulan tuh banyak gulai juga mau bi Marni hangatkan biar enak pas hangat hangat " kata bi Marni.
" Mau bi Vani sambil nunggu ya bi " kata Vani tampa sungkan karna sudah terbiasa dengan bi Marni.
" Lah lagi makan toh pantas mas.cari cari rupanya disini" kata Didi yang ikut bangun.
" Mas lapar juga , Vani ambil kan nasi ya " kata Vani yang berdiri mengambil piring.
" Ya boleh mas juga lapar " Kata Didi Yang ikut duduk di depan meja makan . Menunggu istrinya mengambilkan nasi.
" Nih gulainya non Vani " kata bi Marni yang membawa semangkuk besar gulai kepala kambing.
" Wah mantap bi " kata Didi yang tergiur karena mang lapar.
__ADS_1
" Makan lah " kata bi Marni yang lalu ikut duduk menemani sepasang suami istri itu yang tak lain keponakannya juga
" Lah sudah datang mas Didi " kata Alan yang baru bangun karna ingin mengambil air minum.
" Tadi malam lan, mau gabung lapar nih " kata Didi menawarkan.
" Boleh, wah masih panas lagi gulainya" kata Alan yang lalu ikut bergabung makan.
" Iya lan , sudah bibi hangatkan pas azan subuh. Jadi tadi bibi sholat dulu sambil menghidupkan kompor " kata bi Marni.
"Oh ya Alan yang salah nih , malah makan dulu baru sholat " kata Alan tertawa.
" Santai bro ,habis ini sholatnya." kata Didi uang menikmati makannya dengan lahap.
" Tumben banyak banget. nih makanan " kata Vani yang heran karna ngak dari biasanya bi Marni masak banyak.
" Iyalah kita kan ada acara kemaren " kata Alan.
" Hah acara apaan ?"tanya Didi menatap Alan penasaran.
" Aqiqah tuan muda kembar sama nikahan Kim " kata Alan.
" Hah.......Kim nikah.....yang benar lho bro " Kata Didi kaget
" Lah emang kau pikir aku bercanda tanya aja bi Marni kalo ngak percaya" kata Alan .
" Iya bi " tanya Didi menatap bi Marni.
" Iya Kaya kamu dulu sama Alex juga serba dadakan. " kata bi Marni tersenyum.
" Sama siapa lan.?" tanya Didi lagi.
" Sama Delima gadis asistennya koh Alung." Kata Alan.
" Gila benar pantasan aja dia nikah diam diam. Lumayan cantik bisa aja tuh Kim diam ngak pake ngomong sama kita " kata Didi .
" Iya bro, aku juga kaget ya ku pikir Kim bercanda doang . eh besoknya nikah. kaget dong bro orang kita semua yang di Villa pada ngak tahu kapan pacarannya tahu tahu langsung mendadak nikah aja.
" Wah berarti malam pesta dia bro " kata Didi tersenyum .
" Itu jelas bro, pasti Jeff kaget setengah mati kalo tahu Kim sudah nikah " kata Alan terkekeh.
" Itu jelas.....kalah set si Jeff " kata Didi tersenyum.
Bi Marni dan Vani hanya saling pandang mendengarkan obrolan kaum adam itu. Yang membuat Vani malu. Lalu bergegas sholat setelah selesai makan.
__ADS_1