
Didi makan dengan lahap bersama pa Rusli disebuah warung makan pasar .karna memang lapar. Begitu juga pa Rusli yang jarang makan enak.
" Bu tolong bungkusin itu ikan gorengnya, sama sayur ini dan itu juga dan itu apa namanya " kata Didi bingung.
" Mangut mas" kata ibu penjual .
" Iya bu tolong di bungkus semua sama balado telur dan Nasinya sepuluh bungkus " kata Didi..
" Hah..... semua ini mas " kata ibu penjual itu kaget Karna memang sepagi ini belum banyak pelangan.
" Iya bu kenapa ?" kata Didi heran
" Baik mas " kata Ibu penjual itu lalu buru buru membungkus semuanya..Sedang pa Rusli hanya diam memperhatikan Didi.
Setelah menunggu agak lama ibu itu pun memberikan satu kresek besar makanan yang tadi dibungkus .
" Ini mas total nya semua 430 ribu " kata ibu penjual yang merasa senang dagangan laris.
" Didi pun mengeluarkan uang lembaran ratusan dan menyerah kan pada ibu pemilik warung itu .
" Sebentar kembalian mas " kata ibu itu.
" Ngak usah bu buat ibu saja " kata Didi.
" Jangan mas, nih saya tambahi sayur dan nasi ya biar saya bisa cepat pulang " kata ibu pemilik warung tersenyum senang karna diborong Didi.
" Baiklah" kata Didi Yang memang menunggu sampai mobil Alex datang.
" Banyak sekali nak, apa ngak mubasir " kata Pa Rusli karna sudah makan kenyang.
" Buat teman teman saya pa, takut mereka juga belum makan. apa bapa punya piring dirumah " kata Didi.
" Ada nak, beberapa buah " kata pa Rusli .
" Bapa tunggu sini biar saya beli piring dan sendok sebentar " kata Didi.
" Baik nak " kata pa Rusli. Didi pun lalu meninggalkan bungkusan makanan disebelah pa Rusli dam mencari piring plastik dan sendok untuk makan.
.,..............................
" Apa ini desanya " kata Alex menatap Alan.
" Iya bang ini sesuai serlok desa Makmur " kata Alan. Sambil melihat sekelilingnya.
Sepertinya itu pasar bang , ayo kita kesana bukannya tadi Didi bilang dia dipasar " kata Ali.
" Ayo kita cari , biar sambil ku hubungi " kata Alex. Seraya menghubungi Didi kembali.
Mobil pin melaju perlahan mendekati pasar yang cukup ramai. Lalu berhenti dimana banyak mobil bak terbuka terparkir.
Beberapa pasang mata melihat kearah mobil mewah yang Alan bawa ketika Alan turun dari mobil dan bertanya.
" Pa benar ini desa Makmur kel Xxx dan rt xx " kata Alan bertanya.
__ADS_1
" Benar nak , mau belanja ya nak saya jual.ikan nak nih banyak tinggal goreng murah " kata Bapa itu balik menawarkan dagangannya.
" Iya pa bentar " kata Alan ,yang tak mau ribet menjawab.
Tak lama setelah menelpon Didi .Alex pun turun dari mobil bersama Ali. Untuk melihat dan mencari Didi.
" Bang lapar " kata Alan yang lalu memberi jajanan pasar juga membeli ikan yang tadi ditawarkan.
" Sama " kata Ali yang ikut mendekati jajanan itu.Lalu duduk menunggu Didi.
" Wah lapar juga ya " kata Didi yang melihat Ali dan Alan duduk.
" Didi " kata Alex mendekati Didi dan mendekapnya.
" Lex syukurlah kalian datang ayo kita menjemput tuan muda , karna tadi ku tinggal belum sadar. kan diri " kata Didi.
" Ayo kita berangkat " kata Alex.
" Tunggu bang beli ini dulu bang lapar " kata Alan yang membeli kue kue pasar.
" Borong aja nanti makan disana " teriak Alex.
" Ya bang " kata Ali . Sambil mengambil beberapa kue dan menyuruh penjualnya membungkusnya.
Sedang Didi sudah masuk mobil. Didi menyuruh pa Rusli duluan pulang naik sepeda dan membawa barang dan makanan yang Didi beli karna ia harus menunggu Alex.
Setelah Ali dan Alan masuk mobil .Mobil pun berputar arah menyusuri jalan .Dan Didi sebagai penunjuk jalannya. Dan mobil pun berjalan pelan ketika melihat bapak tua naik sepeda.
" Itu pa Rusli yang menolong kami, kita ikuti dia saja " kata Didi.
" Aku belum tahu Lex, tuan muda belum sadar ketika aku tinggal kepasar. Oh ya bagaimana kalian bisa tahu kami kecelakaan " kata Didi bertanya.
" Nona Maya yang tahu bang , dia histeris dan menangis hingga membuat semua orang terbangun tadi malam " kata Alan
" Lalu ?" tanya Didi.
" kami langsung ke proyek di, tapi di jalan macet ketika evakuasi kecelakaan itu di mulai. Ali hampir pingsan melihat mayat yang terbakar " kata Alex.
" Aku hanya shock Di, membayang kalian bertiga seperti itu " kata Ali jujur.
" Iya bang di, aku juga dan untungnya ketika kami ingin kekantor polisi untuk konfirmasi bang Didi telpon dan bilang selamat semua" kata Alan.
" Iya di, aku juga ngak bisa bayangan wajah Vani dan nona Maya andai kalian mati seperti itu mengenaskan sekali " kata Alex ngeri.
" Kami selamat karna Kim sudah waspada dari awal Lex, ada yang berniat mencelakai tuan muda " kata Didi lirih.
" Hah.......jangan bercanda di, kamu serius " kata Alex yang menoleh ke Didi.
" Aku serius Lex , itulah sejak awal Kim sudah berhati hati. Kau bisa bayangkan bila mobil di apit dua tronton besi yang cukup besar .Pasti lah remuk tulang mu tak bersisa Lex " kata Didi serius.
" Gila tuh orang , siapa sih mereka brani banget ingin membunuh tuan Lee " kata Alex emosi.
" itulah yang kita harus kita cari tahu Lex. Untuk sementara jangan pernah mengatakan apapun tentang tuan muda selamat " kata Didi.
__ADS_1
" Ya di itu benar, kita perlu buat perhitungan " Kata Ali. Yang ikut emosi karna tuan nya ingin dibunuh
" Siapa pun orangnya pasti dia bukan orang sembarangan kita harus hati hati . Untuk sementara ini. kita rahasia kan dulu tentang keadaan tuan muda " kata Alex.
" Apa ini tempatnya kita sudah sampai" kata Alan.
" Iya ayo turun " kata Didi.
Sedangkan didalam Ryan baru sadar. Dan merasakan perih di punggungnya.
" Kim ........" panggil Ryan ketika melihat Kim sedang duduk melamun.
" Tuan muda " kata Kim. Yang duduk bergeser lalu mendekati Ryan.
" Haus .....air......air .....kim " kata Ryan .
" Iya tuan " kata Kim lalu mengambil gelas dan menuangkan air putih . Lalu mengangkat kepala tuan mudanya dan mendekatkan gelas.
Ryan minum dengan perlahan karna merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Dan merasakan kakinya tak bisa digerakkan
" Kim kaki ku " kata Ryan .
" Tenanglah tuan Didi sedang mencari pertolongan " kata Kim untuk menenangkan bosnya itu.
Air mata Ryan pun menetes mengingat Maya. istrinya yang membayangkan kecelakaan maut tadi malam yang hampir menewaskan mereka bertiga.
" Tuan harus kuat, bukan kah tuan sudah tahu sebelumnya bahwa nona Maya sudah memperingati tuan muda " kata Kim mengingatkan
Ryan pun diam. mengingat rengekan Maya malam itu ketika ia ingin pergi dan itu pertanda hal yang sama waktu terjadi dengan chow dan Han.
" Iya Kim , dia benar kita hampir saja mati terpanggang " kata Ryan yang sempat melihat mobil terbakar besar sebelum terjatuh.
" Tuan muda sudah siuman " kata Didi yang masuk ke bilik.
" Di gimana ?" kata Kim bertanya.
" Kami sudah disini Kim " kata Alex yang muncul dengan diikuti Alan dan Ali.
" Tuan muda " kata Ali langsung mendekati Ryan dan memeluk.
" Saya bersyukur anda selamat " kata Ali menangis .Karna ia adalah sopir pertama Ryan dan ketika sang papi masih hidup.
" Kenapa kalian bisa tahu kami kecelakaan " Kata Ryan menghapus air matanya. yang heran melihat anak buahnya bisa sampai begitu cepat.
Semua saling pandang. Namun Didi yang ingin cepat membawa Ryan ke puskemas pun langsung bicara.
" Tuan kita makan dulu. , pasti tuan lapar " Kata Didi. Yang lalu menyuruh pa Rusli membantunya membuka bungkusan yang tadi Ia beli di pasar tradisional.
" Iya kami juga lapar di " kata Alan.
Lalu ikut membantu membuka semua bungkusan makanan di kresek.
__ADS_1
*****Makan dulu ya buat tenaga ....