Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 270 Bercanda Bersama.


__ADS_3

Ryan duduk tenang di kursi Setelah tadi sempat emosi. Menghajar Diaz karna marah. Untung Maya datang tepat waktu..Yang tak sengaja mampir untuk membawakan makan siang.


" Abang jangan gampang emosian.Cepat tua belum jadi kakek kakek lho " kata Maya . Yang sudah membeli banyak makanan dari restoran.


" Dia yang sudah memancing kemarahan abang " kata Ryan.


" Memang dia bikin ulah apa sampai bikin suami tampan May ini marah ?" tanya Maya heran Karna setahunya suaminya itu jarang marah.


"Cie ......cie ....mamah lagi rayu papah ya " kata


Queen .Yang membuat Maya tersenyum.


" Kan biar papah ngak marah de " kata Aska .Yang sempat melihat papahnya memukul Diaz tadi.


Ryan tak menjawab karna masalah itu tak baik didengar anak anaknya. Apalagi tentang penculikan .Maya . Ryan memilih diam. Lalu Maya yang mengerti maksud suaminya itu. langsung mengalihkan pembicaraannya


" Ayo kita makan " tuh mamah sudah pesan banyak Ayo Kita makan bareng bareng .Aska tolong panggilkan om Didi dan om Alex nak " kata Maya.. Yang menyuruh putra sulungnya itu.


" Ok mah ayo Rey ikut " kata Aska.


" Ok .....ayo Tan ikut panggil om om " ajak Rey


" Ayo....." kata Tan bangkit dari duduknya.


Sedangkan Maya menata makanan diatas meja .Yang dibantu Queen. Sedangkan Ryan hanya tersenyum melihat dua wanita beda usia kesayangan itu sibuk.


" Tara........sudah siap pah " kata Queen.


" Ayo makan "kata Queen tersenyum.


" Kita tunggu om Didi sama om Alex dulu ya " kata Ryan yang lalu meraih tubuh mungil Queen dan memangku nya lalu mencium pipi putri bungsunya itu.


" Hehehe.....geli pah " kata Queen terkekeh.


Sedangkan Aska Tan dan Rey. Sudah berdiri didepan pintu ruang Alex.


"'Om sudah ditunggu makan siang " kata Aska pada Didi dan Alex.


" Eh om nya kenapa ? om Di , kok mukanya jadi jelek " kata Tan yang melihat Diaz.

__ADS_1


" Dia habis dipukul papah , pasti om nakal ya sampai bikin papah marah gitu " kata Aska .Yang membuat Tan dan Rey kaget.


Diaz yang menatap ketiga bocah itu pun hanya diam . Karna apa yang dikatakan Aska benat adanya. Ryan jarang sekali marah. Bahkan selama ia bekerja dengan Ryan pun Ryan terlihat santai. Tapi kalo ini. Memang Diaz tak menduga. Bahwa bosnya itu terlihat sangat mengerikan bila marah.


" Betul ..... kata .bang Aska. Om ini nakal dan usil makanya papah kalian marah. Ngak tahu diri dan tidak bersyukur " kata Alex menyindir.


" Kok bisa om " kata Rey yang melihat wajah Diaz memar dan bibirnya bengkak.


" Bisa lah, kan nakal " kata Didi menambah kan membuat Diaz melotot kan matanya pada Alex dan Didi.


'"Hehehe........kalo melotot gitu tambah serem om. Kaya hantu mata besar dan merah . Yang di film film gitu om. Matanya melotot mau keluar untung lidahnya ngak terjulur "kata Tan berkomentar.


Hahaha.......... Didi dan Alex pun tergelak Mendengar perkataan Tan yang nyeleneh Karna melihat Diaz yang melototi mereka


" Mampus lho yas , makanya jangan nakal " kata Alex terkekeh.


"' Om ngak nakal cuma ngak sengaja " kata Diaz membela diri .Karna dia memang tak tahu sama sekali . Kalo Maya adalah istri bosnya . Dan lagi ia baru tahu kalo bosnya itu sudah punya anak.


" Yah......payah om, makanya kalo mau bertidak mikir dulu " kata Aska .Yang berdiri dekat Diaz .Yang memberikan betadine untuk Menghapus memar yang perih.


" Trimakasih , siapa namamu ? " tanya Diaz pada Aska


" Dia putra sulung tuan Lee " kata Alex menjelaskan.


" Iya aku tahu , kau tampan mirip ibu mu " kata Diaz menatap Aska.


"Trimakasih om. om juga tampan kalo mukanya ngak dibogem papah. Untung cuma sedikit kalo banyak bisa parah banget " kata Aska.


"'Iya om , jadi hilang deh kegantengan nya.. bagaimana bisa dekatin cewek " kata Tan.


" Hah .......eh iya juga " kata Diaz.


Yang membuat Alex dan Didi tersenyum melihat temannya itu.Seperti orang bodoh menghadapi bos kecil mereka itu.


" Ayo om makan sudah ditunggu mamah dan papah lho .Om jelek juga boleh ikut kita makan kok. " kata Rey


" Iya ayo, yas ayo .kalo mau gabung mumpung bos tenang .Lho bisa minta maaf sekalian " kata Didi.


" Ya .....".kata Diaz yang juga ikut berdiri dan mengikuti Didi dan Alex bersama anak anak tuan Lee itu

__ADS_1


Sedang kan Maya menyodorkan piring dan gelas pada Queen yang ingin makan . Tadi Maya sempat meminjam piring dan gelas pada OB kantor untuk makan.


"'Siang Nona " kata Alex yang muncul bersama Diaz dan anak anak bosnya itu.


" Eh bang Alex mas Didi ayo makan dan itu siapa mas Diaz juga " kata Maya menawar kan .Sehingga membuat Ryan memicingkan matanya menatap Diaz.


" Bang ......" kata Maya mengelus lengan suaminya itu. Yang tak mau Ryan emosi.


" Ayo makan " kata Maya yang mengambil kan Nasi dan lauk juga sayur kesukaan Ryan .


Diaz pun ikut duduk Walau merasa tak enak namun ia harus gentleman. Karna ia memang tidak tahu sama sekali . Kalo wanita yang dikaguminya itu istri bosnya. Karna Diaz tak pernah brani bertanya Masalah kehidupan pribadi bosnya itu .Hingga ia cukup terkejut melihat anak anak bosnya itu sudah besar besar.


"'Ayo om makan , Papah sudah ngak marah kok. Ya kan pah " kata Aska .


"'Iya om, kecuali om nakal nanti bisa disunat lho " kata Tan .


" Kak Tan apa hubungannya nakal sama disunat . Hadeh......lagian kalo sudah besar alot kalo disunat perlu pakai kampak motongnya lho " kata Queen protes.


Alex dan Didi yang mendengar itu pun langsung ngakak.... geli mendengar perkataan Queen .Yang memang slalu senang berdebat . Apalagi sambil bercanda .Yang membuat semua orang tertawa.


"Hust...Queen sudah ayo makan .ngak boleh ngomong gitu . " tegur Maya . Yang kaget dengan perkataan putrinya. itu.


" Iya tuh belajar dari mana tuh ade ?" tanya Rey.


" Teman win lah, katanya gitu .Yang ngomong abangnya .Kalo sudah besar sunatnya pake kampak .Makanya dia sudah sunat duluan " jelas Queen bercerita.


" Sudah ......ngak usah dibahas lagi. " kata Ryan tak senang mendengarnya. Dan lalu mulai makan. Karna tak mau mendengar hal hal yang tak berfaedah.


" Ya pah maaf " kata Queen. Yang lalu menyuap nasinya pelan.


Maya pun ikut makan . sesekali ia melihat anak anaknya yang makan dengan lahap.


" Abang mau tambah " tanya Maya.


" Boleh " kata Ryan yang memang duduk disamping istrinya.


Sedang Diaz tak bersuara sedikit pun . Ia makan dengan tenang. Ryan bukan orang yang kejam. Yang tega mengusir orang lain. Apalagi Diaz pernah bekerja dengannya cukup lama. Walau hubungan mereka tidak baik. Namun Ryan tak pernah kasar dengan bawahannya. Sebab itulah Diaz cukup segan dengan Bosnya .itu.


"

__ADS_1


__ADS_2