Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 351


__ADS_3

Ketika malam makin larut keduanya pun kembali kekamar. Ryan kini merasa lega


Karna Maya bisa mengingat sedikit demi sedikit .Walau harus menunggu lama tapi paling tidak istrinya bisa sembuh.


" Abang kenapa kok melamun " kata Maya ketika melihat Ryan yang sempat termenung. di dalam kamar.


" Ngak melamun, abang cuma mikirin May .Abang mau ngajak May jalan jalan keliling dunia tapi menunggu Abang menyelesaikan pekerjaan dulu.." kata Ryan.


" Hah ......benaran bang May mau .Emang mau kemana bang " Kata Maya senang .


"Ya terserah May maunya kemana?" tanya Ryan.


" Kemana aja bang terserah yang penting jalan jalan " kata Maya.


" Ok, tapi May harus sabar ya . Abang juga harus menyiapkan semuanya Biar waktu kita pergi semuanya berjalan lancar " kata Ryan yang lalu. memeluk istrinya .


Keduanya seperti menikmati bulan madu tampa ada gangguan ..Karna anak anak belum mau pulang Karna Liburan mereka sebulan penuh . Dan nenek dan omanya tak keberatan mengurus cucu cucu mereka.


*"******


Di sebuah apartemen kecil Sinta sedang memasak makanannya. sendiri. Sudah seminggu ini ia seorang diri .Menunggu panggilan kerja .Namun belum ada tawaran.


"'Oek.......oek......kok rasanya ngak enak ya .Kenapa kepala ku jadi pusing. " kata Sinta. bingung.


" Ya mungkin karna capek saja paling " kata Sinta Yang lalu mematikan kompor karna merasa mual lagi. Dan lalu kembali kekamarnya


" Oh ya besok aku coba telp Maya lagi Karna sepertinya ia orang barada .Siapa tahu dia punya kenalan Yang bisa membantu ku untuk bisa bekerja " kata Sinta yang mengingat Maya terlihat anggun juga punya suami tampan .


Sinta lalu rebahan diatas ranjangnya . Karna uang nya makin menipis Dan tak mungkin ia pulang ke tantenya. sekarang Dalam kondisi susah Pasti akan jadi beban bagi sang tante yang sudah pensiun apalagi beliau cuma seorang PNS..


Lama berpikir Sinta pun ketiduran ,sampai pagi. " Ya ampun aku ketiduran sampai pagi


" kata Sinta yang melihat Jam menunjukan angka 06 Lalu ia beranjak dari tempat tidurnya untuk mandi Dan membuat sarapan Untuk dirinya sendiri.


" Oh ya hampir lupa . Aku telp Maya dulu mumpung masih pagi " kata Sinta yang lalu kekamarnya mengambil gawainya.


Tut .....tut ....tut.........


Cukup lama Sinta menunggu namun belun juga diangkat. Lalu ia pun menunggu sebentar dan lalu menghubungi Maya lagi


" Halo .....Assalamualaikum " sahut Maya.


" Walaikum salam May , maaf menganggu Apa kamu sibuk. Apa boleh kita bertemu " kata Sinta.


" Ngak sibuk sih , mau bertemu dimana ? " tanya Maya


" Dimana ya enaknya ?" kata Sinta bingung karna ngak mungkin ia boking tempat karna uangnya menipis.

__ADS_1


" Oh ya gini aja Sin, temanku mau kerumah nah kamu serlok aja Nanti kamu bisa kerumah ku bareng mereka..gimana ? mau ngak biar aku telp temanku dulu buat menjemput mu.." kata Maya


" Ya boleh May . kalo ngak repot aku serlok lokasinya. ya sekarang " kata Sinta yang lega bisa bertemu Maya.


" Ok..... ya sudah kamu siao siap aja, biar aku hubungi temanku dulu " kata Maya.


" Ya May trimakasih " kata Sinta senang dan memeluk gawainya lalu buru buru berganti pakaian sambil mengirim alamat untuk teman Maya.


*****


Sedang kan Desi dan Vani baru mau berangkat kerumah utama Lee .ketika


Maya menelpon.


"' Hah......... berarti kita jemput dia nih, apa lho kenal baik May. " kata Desi.


" Iya dia nolong aku ,Waktu di mall Van ketiban barang jatuh Jadi ngak pa pa kan kalian jemput Nanti pulangnya biar dia diantar Alan atau Jhon " kata Maya.


" Baik lah tapi yakin nih dia orangnya baik" kata Vani ikut bicara


" Insyaallah Des aku yakin ngak mungkin dia mau nolong sampai kepala sobek kan " kata Maya.


" Ok..... kami jemput sekarang kirimkan no nya " kata Vani.


" Ok ini aku kirim " kata Maya. Yang lalu mengirimkan serlok dari Sinta untuk Desi..


Desi dan Vani lalu berhenti di parkiran gedung apartemen kelas menengah dan menelpon Sinta untuk segera turun.


Sinta yang sudah menunggu pun bergegas menemui Desi dan Vani.


Tok ....tok......


Desi menurun kan kaca mobil dan melihat orang yang mengetuk pintu.


" Aku Sinta " lKata Sinta memperkenalkan diri.


" Oh iya ayo masuk kita langsung berangkat" kata Desi.


" Ya terimakasih " kata Sinta yang lalu masuk ke dalam mobil dan duduk ditengah.


Setelah masuk mobil pun lalu berangkat . Menuju rumah utama. Tapi ditengah jalan Sinta minta mampir ke toko roti untuk membeli oleh oleh buat Maya. Karna ia tak enak sudah bertamu kerumah Maya pagi pagi.


" Namaku Vani " kata Vani yang mengenalkan diri pada Sinta ketika mereka turun untuk membeli roti.


" Aku Sinta senang bisa berteman dengan kalian " kata Sinta ramah.


" Sama sama " kata Desi yang tersenyum pada Sinta.

__ADS_1


Lalu ketiganya masuk toko roti . Dan membelinya untuk Maya. Sedang kan Desi memilih brownies dan pie kesukaan Maya.


Karna Desi tahu selera Maya . Vani lebih memilih membeli cake dan puding. Sedang Sinta memilih roti keju dan tiramisu untuk buah tangannya. Setelah selesai ketiga pun lalu kembali kemobil dan menuju rumah utama Lee.


Ketika masuk gerbang rumah utama Lee Sinta cukup kaget melihat penampakan rumah Maya.


" Apa ini rumah Maya " kata Sinta kaget. Karna ia belum pernah memasuki mansion besar . Rumah orang tua Evan pun belum semewah rumah utama Lee.


" Jangan kaget " kata Vani yang tersenyum Melihat Sinta kaget.


" Masyaallah aku pikir rumahnya hanya dikalangan elit , nyatanya membangun sendiri " kata Sinta.


" Iya lah orang suami nya tajir " kata Vani.


" Syukur lah , pasti dia jadi wanita yang beruntung. Karena suaminya sangat sayang pada Maya " kata Sinta


" Itu pasti tapi apa kau pernah bertemu Ryan ....eh...maksudku tuan Lee.


" Pernah sih waktu suaminya menjemput nya pulang dan suami nya sangat tampan Mereka pasangan yang serasi " kata Sinta .


" Tentu saja Karna Maya juga cantik ." kata Vani.


" Iya Maya sangat cantik dan cantiknya Sangat alami ." kata Sinta. memuji Maya.


" Iya karna itulah Maya disayang suaminya ngak perlu repot dandan dan ke salon " kata Vani.


"' Hahaha itu jelas , makanya banyak pria yang klepek klepek . Sampai jadi rebutan " kata Desi


" Oh ya wah ...berati dia wanita ideal yang jadi incaran para pria dong " kata Sinta


" Itu jelas malah Evan pengusaha muda yang naik daun pun ditolak sama dia " kata Vani


" Hah.........apa kalian juga kenal Evan . Evan Triadi " kata Sinta kaget


" Ya kenal lah . Memang nya kenapa dia dulu kakak tingkat kita waktu kuliah " kata Desi


" Oh jadi kalian adik tingkat Evan waktu kuliah " kata Sinta. kaget .


" Iya apa kau kenal sama Evan Sin " tanya Vani ..Seraya melirik Sinta.


" Iya .... dia mantan pacarku " jawab Sinta lirih.


" Hah........cit.............."


Mobil pun mendadak berhenti karna Desi mengerem mendadak. persis dihalaman depan rumah utama


Bug........Desi.........!!!!" teriak Vani kaget.

__ADS_1


.


__ADS_2