Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
142 Mimpi itu jadi Nyata.


__ADS_3

Lalu keduanya pun keluar mencari dimana Ryan melompat. Karna seingat Didi memang itu lah tempatnya.


" Sudah ketemu nak " tanya bapa tua itu.


" Belum pa, mungkin disebelah sana." kata Didi yang mencari di semak semak belukar.


Dan benar saja Didi menyenggol sesuatu.


Lalu langsung melihat dengan senter yang ia digunakan.


" Pa disini " kata Didi .Yang langsung memeluk tuan mudanya itu sambil terisak.


" Tuan bangun ....ini Didi tuan, bangun....." Kata Didi lirih sambil memeluk tubuh Ryan.


" Dia masih hidup ayo kita angkat dan kita bawa pulang " kata Bapa tua itu.


" Iya pa " kata Didi yang lalu mengangkat tubuh Ryan yang tak sadar kan diri. Lalu di bantu bapa tua itu .Keduanya pun memapah Ryan dengan perlahan menuju rumah kecil. Milik sang bapa yang memang sepi dan jauh dari keramaian penduduk.


" Ayo baringkan di dalam saja " kata bapa tua itu yang membuka pintu bilik kamarnya


Karna disana ada kasur tipis yang bisa untuk tiduri .Lalu keduanya pun meletakan tubuh Ryan yang penuh luka . Didi langsung melepas kan ransel yang dibawanya. lalu menaruhnya dekat kepala Ryan.


" Kita obati dulu lukanya , biar bersih tapi bapa hanya punya pakaian jelek nak " kata bapa tua itu.


" Tunggu pa, di dalam ransel ada pakaian buat ganti " kata Didi. yang lalu kembali mengambil ransel bosnya itu.


Dan benar saja ada dua pasang pakaian yang yang lalu dikeluarkan Didi dan cepat menganti baju Ryan. dan mengobati lukanya.


" Trimakasih pa sudah menolong kami ,maaf saya menganggu istirahat bapa " kata Didi yang melap luka luka Ryan dengan air hangat. Yang dibawakan bapa tua itu.


" Sama sama nak, tidak apa apa saya tinggal seorang diri disini cukup jauh dari permukiman penduduk. karna hanya ini yang saya punya " kata bapa tua itu.


" Trimakasih pa " kata Didi. sambil membenarkan posisi tubuh Ryan dan melihat lututnya memar.


" Besok harus dibawa ke puskemas biar bisa diperiksa lebih lanjut " saran bapa tua itu.


" Apa disini tak ada rumah sakit pa?" tanya Didi menatap bapa tua itu.


" Ada nak, tapi jauh sekitar 10 km " kata Bapa tua itu.


" Astaga, apa bapa tinggal disini sorang diri " kata Didi bertanya.


" Iya nak " kata bapa tua itu lirih.

__ADS_1


Didi pun lalu diam. Setelah membersihkan luka Ryan dan bersih .Didi lalu mengangkat tubuh Kim agar bisa dekat dengan Bosnya. di bantu bapa tua itu untuk membersihkan luka dan menganti baju kotor karna darah.


" Maaf pa, kalo kami merepotkan bapa. Lalu bapa tidur dimana?" Kata Didi yang tahu bilik bapa tua itu mereka pakai.


" Biar bapa tidur di bale bale saja, dan kau bisa menjaga teman teman mun nak disini " kata bapa tua itu. Lalu ingin beranjak keluar.


" Trimakasih banyak pa " kata Didi yang lalu berbaring dekat Ryan. Sambil merasakan lukanya yang terasa masih sakit.


Bapa tua itu pun lalu keluar dari bilik. Dan membaringkan tubuhnya di bale bale . Dengan selimut tipis. karna mengantuk. dan juga malam semakin larut dan dingin.


Begitu juga dengan Didi yang langsung terlelap karna lelah. Sehabis menolong tuannya dan temannya itu.


Sedang di rumah utama . Maya menangis tersedu sedu karna bermimpi buruk dan sempat histeris. Membuat sang ibu yang mendengat langsung menuju kamarnya.


" May, sadar nak....ayo sholat malam .jangan menangis terus " kata bu risma menenangkan.


Sedang kan Bima membangun bi Marni untuk menyiapkan teh hangat buat Maya.


" Itu nyata bu, mobil bang Ryan terbakar " kata Maya. Yang membuat bi Marni yang membawa nampan. Dengan cepat meletakkannya di atas meja. Karna gemetar mendengar apa yang dikata Maya.


" Non, ayo diminum " kata bi Marni. Sambil mengambil teh hangat dan memberikannya pada Maya. Untuk diminum agar maya tenang.


" Iya kak habis itu kita sholat malam, biar abang selamat " kata Bima yang ikut sedih.


" Sudah terasa tenang " kata Ibu yang lalu mengusap bahu Maya dengan mata yang masih sembab. Namun tak ada jawaban.Maya hanya diam membisu.


" Bi coba kita cari tahu " bisik Bima pelan .


" Iya den ayo , Non bibi tinggal dulu ya " kata bi Marni


" Iya bi , biar saya yang menemani " kata Ibu Risma. Sambil mengusap punggung bahu maya yang meletakan tubuhnya dipangkuan sang ibu.


Sedangkan bi Marni dan Bima bergegas ke belakang untuk menemui Jhon.


" Tok....tok....tok..... nak Jhon ini bibi " kata bi Marni .Mengetuk pintu kamar Jhon .


Cek lek.....


" Bi Marni ada apa ?" tanya Jhon sambil menguap. Yang melihat Bi Marni dan Bima didepan pintu.


" Bisa hubungi tuan Alex , tadi bibi hubungi Didi tapi hpnya nonaktif . Coba tolong hubungi Kim nak Jhon. " kata bi Marni.


" Memang ada apa bi, kan bisa besok pagi " kata Jhon heran.

__ADS_1


" Kak Maya menangis histeris bang, mau mendengar kabar bang Ryan. Dia bilang bang Ryan kecelakaan " kata Bima yang ikut bicara.


Deg........


Jhon pun kaget dan dejavu . Lalu setelah beberapa menit .Dia langsung mengambil Ponselnya dan mencoba menghubungi Kim namun tak aktif. . Dan menghubungi Didi tapi juga tak aktif sampai no tuannya sendiri. Namun nihil dan jhon pun terpaksa menelpon Alex.


Suara serak Alex pun terdengar ketika Jhon mengatakan untuk menghubungi proyek


" Iya aku akan menelpon kesana " kata Alex yang bergegas memakai pakaian pada tubuh polosnya. Lalu sambil mengelus punggung Desi untuk menyuruhnya bangun.


"Alex cukup terkejut mendengar kabar dari kantor proyek . Karna sejam yang lalu mendengar ada dua mobil yang kecelakaan dan salah satunya milik bosnya. Alex langsung terduduk lemas dilantai seketika.


" Bang abang kenapa ...!! teriak Desi yang langsung bangun ketika suaminya itu terduduk begitu saja di lantai.


" Kita kerumah utama de, kasihan nona muda lagi histeris. Mobil yang di bawa Kim bersama Didi dan Tuan muda mengalami kecelakaan.


" Apa bang ....." kata Desi tergagap lalu ikut lemas terduduk di pinggir ranjang.


" Ayo berpakaian kita kerumah utama sekarang " kata Alex.


" I.....Iya bang " kata Desi .Yang ikut merasa terkejut mendengar kabar itu.Lalu keduanya pun bergegas menuju rumah utama .


Vani menangis dan memeluk bi Marni. Ketika Alan mengabarkan pada Jhon. Bahwa ia baru saja menonton berita kecelakaan. Yang terjadi di sebuah wilayah. Dengan plat mobil milik tuannya. Dan dengan korban 9 nyawa yang tak selamat.


" Jhon .........gimana apa kita kesana " kata Alex yang sudah membangunkan semua keamanan di rumah utama.


Jhon lalu berpikir sejenak .Lalu menatap bi Marni. Karna Ryan sempat berpesan pada bi Marni.


" Tuan alex, tuan muda sempat berpesan sebelum.berangkat. Bila ada apa apa terjadi tolong tutup pintu gerbang dan pastikan nona Maya dan den Aska aman " kata bi Marni.


" Baik Jhon tolong kau jaga nona Maya dan rumah utama. Pa Ali, Alan ikut dengan ku menuju tempat kejadian ." kata Alex.


" Baik tuan Alex " kata pa Ali dan Alan.


" Vani , bi Marni , Bima tolong jaga nona Maya disana sudah ada istriku. " Kata Alex.


" Baik bang " kata Vani dengan terisak.


" Jhon setelah kami keluar jangan ada siapapun boleh masuk dan keluar dengar " perintah Alex.


" Baik bang " kata Jhon. Yang memang ALex biasa di panggil abang.


" Ayo kita berangkat, oh ya sebentar aku ambil pakaian ganti. Kalian juga ayo cepat " kata Alex yang melangkah pergi menuju kamar belakang yang biasa ia tempati di Villa belakang rumah utama.

__ADS_1


__ADS_2