Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 63 Malam indah.


__ADS_3

( Harap membaca dengan bijak ya maaf ada adegan 21 + untuk dewasa )


Maya baru saja selesai menyusui Aska ketika Ryan masuk .


" Sudah tidur " tanya Ryan sambil menatap Aska yang terlelap.


" Sudah bang baru saja " kata Maya yang lalu meletakan bayi Aska di tempat tidurnya.


Maya pun membereskan pakaian Aska. Yamg tadi berantakan. Setelah habis mandi dan mengumpulkannya di keranjang.


Sedang kan Ryan berbaring dikasur .Diam menunggu sang istri merapikan semua barang. Yang berantakan.karna kamarnya cukup sempit.


Untungnya Maya tak memakai dipan. Kalau tidak akan tambah sempit karna kamarnya. hanya berukuran 2x 3 meter luasnya. Dan itu sangat sempit bagi Ryan.


" Abang kenapa " kata Maya yang melihat Ryan berbaring sambil menatapnya.


" Abang sedang menunggu mu, ayo tidur sudah malam " kata Ryan datar.Karna di desa sudah terasa sepi bila sudah lewat jam 8 malam.


" Iya bang sebentar " kata Maya. .Sambil memasukan baju baju Aska kedalam keranjang bersih. Yang kering siang tadi.



Sedangkan Ryan hanya menatapnya dengan tidur telungkup


Maya pun keluar sebentar. Untuk kekamar kecil. menuju dapur.


" Mau kemana?" tanya Ryan


" Sebentar bang mau kebelakang " kata Maya .yang lalu pergi kedapur.


Setelah itu kembali lagi kekamarnya .Lalu menutup pintu dan mengunci kamarnya.


Entah mengapa Maya merasa gugup .Dan tidak tenang. Mungkin ini malam pertamanya tidur bersama Ryan suaminya.


Lalu Maya pun berbaring disebelah Ryan .Yang sedari tadi masih diam memperhatikannya.


" Abang kenapa ?" tanya Maya yang menatap suami tampannya itu.


" Ryan pun langsung mendekati Maya lalu langsung mencium bibir Maya. Yang slama ini sangat ingin diciumnya.


" Mpt.........


" Bang berdoa dulu " kata Maya yang gugup.


" Hah.....berdoa, oh iya aku lupa " kata Ryan lalu berpikir sejenak .


" Kenapa?" kata Maya.


" Abang lupa doanya " kata Ryan jujur.


" Hah......lupa ya bang " kata Maya tersenyum. Karna memang Ryan baru belajar .Karna baru kemaren Ryan menjadi seorang muslim.

__ADS_1


" Doanya begini bang, Allahuma Janibnasyatana wa janibnisyatana marazaqtana " Kata Maya pelan.


Lalu Ryan pun melafad kan dengan pelan .


Allahuma janibnasyatana wa janibnisyatana marazaqtana." kata Ryan pelan


" Apa sudah benar " kata Ryan menatap lekat Maya .Hingga membuat Maya makin gugup.


"Apa abang boleh mulai " kata Ryan lagi. Yang sudah tidak sabar.


" I...iya bang " kata Maya yang gugup. mungkin ini bukan yang pertama kali baginya.Tapi entah mengapa Maya merasa gugup. bukan main.


" Kenapa " kata Ryan yang melepaskan baju kaosnya.Yang semakin membuat Maya semakin tegang.


Lalu Ryan melempar baju kaosnya ke sembarang arah .Lalu mendekati Maya lagi.


Mata keduanya pun saling bertemu .Dada Maya semakin deg degan. Menatap wajah Ryan yang semakin dekat dengan wajahnya.


Ryan pun lalu mencium kening Maya lalu matanya dan hidungnya .Lalu turun ke bibir merah Maya. Maya hanya diam tak bersuara. Ia hanya membiarkan .Ryan melakukannya dengan sesuka hati.


Perlahan Ryan ******* bibir Maya yang terasa manis. Sambil tangannya pelan menggerayangi tubuh Maya.


Maya mulai mendesah pelan.


Ryan pun makin memburu. hasratnya tak bisa ditahan. karna memang selama dekat dengan Maya Ryan tak pernah lagi bermain perempuan.


" Bang ........" desah Maya.


Ryan semakin larut dan menutut .entah berapa lama ia mencoba sampai keduanya berkeringat.Namun Ryan masih belum puas


Ryan yang sudah tak bisa menahan nya lagi langsung menuntaskannya dan setelah puas lalu istirahat sebentar


" Apa yang kau lakukan May, kau sangat berbeda dari yang lain " bisik Ryan pelan ketika Ryan berbaring disamping Maya dan memeluknya.


" Ti...tidak ada bang, kenapa? " kata Maya tergagap dan heran dengan pertayaan Ryan.


Ryan pun diam dan mengecup bibir Maya.


" kau tahu ini sungguh luar biasa,hal yang paling nikmat kurasakan. " kata Ryan Lalu ingin memulainya lagi.


" Maksud abang " kata Maya heran.


" kau seperti gadis yang masih perawan " kata Ryan jujur.


" Akh.....bang .bisa saja " kata Maya yang tersipu malu.


" Aku bicara jujur " kata Ryan. Yang membuat wajah Maya merah jambu.


" Kenapa malu ? " tanya Ryan.


" Ah tidak bang " cicit Maya .Lalu Ryan pun mulai lagi menyerang Maya.

__ADS_1


Malam itu Maya melayani Ryan sampai puas. Entah beberapa kali mereka melakukanya. .Sampai Maya kelelahan. Dan Ryan masih belum mau melepaskannya. Hingga Ryan berbalik ingin yang lebih.


" Bang sudah larut besok lagi "bisik Maya pelan.karna merasa lelah.


" Biarkan begini " kata Ryan yang tak mau Maya jauh darinya..Dan membiarkan penyatuan itu berlanjut lagi . Maya tak bisa berbuat apa apa. Entah mengapa baru kali ini ia juga merasakan nikmat berkali kali. Berkat ramuan jamu bi Marni yang diminumnya rutin setelah melahirkan.Hingga Ryan belum mau melepaskannya begitu saja.


Maya tertidur di pelukan Ryan karna lelah.Begitu juga dengan Ryan yang terlelap karna terkuras tenaganya. Namun masih memeluk tubuh Maya. Karna bau wangi yang membuatnya betah memeluk tubuh istrinya itu.Entah mengapa ia sangat merasa sangat puas.Malam ini dilayani dengan servis terbaik Maya yang membuatnya ketagihan.


..............................


Maya bergegas bangun ketika azan subuh .Lalu mandi bersih .Lalu merebus air hangat untuk Ryan .Takut Ryan butuh karna cuaca sangat dingin.


" Bang ayo mandi lalu sholat " kata Maya . Yang memang beberapa hari ini mengajari Ryan untuk belajar sholat


" Mhem....bentar Lagi ya sayang " kata Ryan..


" Maya pun hanya bisa bersabar Karna Maya tahu .Ryan baru dua hari ini menjadi seorang muslim.jadi ia harus banyak bersabar pada suaminya itu.Seperti yang Ustad Hadi ajarkan padanya.


Setelah selesai sholat Maya pun kembali membangun kan Ryan.


" Sayang ayo bangun , ini sudah hampir siang " Kata Maya pelan sambil mengusap pipi Ryan lembut.


" oek....oek..."


Terdengar suara Aska lebih dulu bangun .Lalu Maya pun mendekati bayi Aska yang memang sudah bangun tapi hanya diam sedari tadi.


" Eh anak mamah sudah bangun." kata Maya yang lalu mengedong Aska..


" Bang Ryan ayo bangun ,masa kalah sama Aska sih " kata Maya yang mengelus gelus pungung suaminya itu.


Akhirnya Ryan pun membuka matanya lalu duduk .Untuk mengumpulkan nyawanya


agar terkumpul. Dan beranjak dari ranjang.


" Bang Ryan " Kata Maya


.


" Hah ....kenapa sayang " kata Ryan heran


" Abang kok ngak pake handuk " kata Maya Yang langsung membalikan tubuhnya karna malu melihat tubuh suaminya.


" Astaga " kata Ryan yang buru buru meraih handuk..Lalu langsung melilitnya pinggang.


Lalu mendekati Maya dan mencium pipi Maya dan Aska.


" Kenapa malu, kan sudah abang lihat semuanya. dan Maya juga sudah lihat semuanya punya abang " kata Ryan lalu mencium Maya lagi.


" Tapi jangan disini bang , kalo Bima dan ibu lihat gimana " kata Maya .


" He...he....Eh iya juga ya " kata Ryan yang malu. Karna menang mereka bukan dirumah pribadinya. Tapi dirumah sang mertua .Lalu Ryan pun bergegas untuk mandi.

__ADS_1



Rumah Maya dikampung.


__ADS_2