
Bagi Bima membantu keluargga itu ngak masalah selagi ia punya. Tapi tak melebihi batas. Dan juga apa kebutuhannya.
Karna menolong keluargga lebih baik dari pada orang lain asal kan semuanya memang saat pas butuh. Dan Bima bukan orang yang perhitungan . Karna ia juga punya gaji yang lumayan besar. Lagian ia juga sudah memberi rumah. Dan masih punya tanah warisan didesa.
Setelah ngobrol banyak Salman pun pulang . Dan akan menanyakan pada sang kakek berapa yang mereka butuhkan.
****"**
Sedangkan dirumah utama Maya sedang asyik ngobrol dengan Ryan yang baru saja habis berolah raga malam.
" Abang ngelamun ya " kata Maya yang melihat suaminya itu terdiam.
" Ah ...ngak sayang cuma tadi kepikiran pekerjaan " kata Ryan Yang memikirkan Rara yang hampir bunuh diri Ketika menemuinya tadi siang. Tapi ia tak mau bercerita pada Maya.
" Ada masalah bang ?" tanya Maya menatap lekat suaminya itu
" Tidak cuma masalah kecil " kata Ryan . Yang mengingat Jhon bercerita kalo Rara kena kanker stadium 3 bahkan dalam kondisi hamil anak Diaz .
" Tidur lah abang mengantuk " kata Ryan yang memeluk Maya . Karna tak mau memikirkan Rara..Walau iba tapi kalo Rara butuh uang ia akan membantunya. Karna kasihan dengan bekas temannya itu.
" Ya bang May juga ngatuk " kata Maya yang menenggelamkan kepalanya . Didada suaminya.
Lalu keduanya pun memejamkan mata. Sambil tidur berpelukan . Bermimpi indah untuk menyambut esok pagi
Sedang kan disebuah rawat inap . Seorang wanita baru saja terbangun dan melihat tangannya sedang di perban kain kasa.
" Sialan ..... aku gagal lagi padahal aku sudah mengiris tanganku sendiri agar ia iba padaku. Dan menolong ku " bathin Rara yang melihat sekeliling kamar dan melihat Diaz tertidur menunggunya.
" Astaga kenapa dia ada disini ?" kata
Rara dalam hati . Yang melihat Diaz sambil membuang nafas kasar nya.
" Akh..... mana perutku lapar " kata Rara Yang lalu mengambil roti diatas meja dan memakan nya habis karna ia sangat lapar.
" Kau sudah bangun " kata Diaz mengagetkan Rara .
" Kenapa kau bisa ada disini bukanya kau bekerja " kata Rara menatap Diaz.
" Kau lapar " kata Diaz tampa menjawab pertanyaan Rara.
" Iya sangat lapar " kata Rara. Tampa bada basi
__ADS_1
" Ya sudah jangan kemana mana aku akan membelikan mu makanan " kata Diaz Yang tahu Rara sedang hamil anaknya dan tak mungkin ia membiarkan nya kelaparan.
Diaz pun lalu beranjak dari sofa dan menunju pintu .Untuk mencari makanan dikantin. Sedang Rara yang masih ngatuk karna pengaruh obat. Hanya bisa berbaring menunggu Diaz membawakan makanan untuknya.
Tak lama Diaz kembali dengan membawa pop mie hangat dan nasi bungkus untuk Rara. Dan Rara memakan nya dengan lahap. Yang membuat Diaz iba pada wanita simpanan. itu Yang bagaimana tidak bahwa ia tahu kondisi Rara Dan ia tak tega menceritakan nya pada Rara.
********
Subuh Maya sudah bangun dan mandi Lalu ia membangun kan Ryan untuk mandi dan sholat.
"' Bang ayo bangun abang mau sholat berjamaah atau sendiri May sudah mandi bang " kata Maya.
" May duluan aja nanti keburu batal " kata Ryan. Namun belum lagi Ryan beranjak dari ranjang Pintu kamar diketuk dari luar
" Siapa yang ngetuk " kata Maya bingung
" Entahlah buka saja mungkin ada hal penting " kata Ryan yang mengambil baju kimononya untuk menutupi tubuh polosnya .
Maya pun lalu berjalan menuju pintu dan membuka pintu.
Ceklek.
" Mamah......." kata keempat anaknya yang muncul langsung memeluknya ketika pintu terbuka lebar .Yang membuat Maya terkejut dipeluk anak anaknya.
" Papah " kata Aska yang lalu berlari kearah Ryan dan memeluk tubuh Ryan
Begitu juga Tan dan Rey . Hanya Queen yang tidak Karna ia masih memeluk Maya Karna ia sangat rindu pada mamahnya.
" Kok ada yang kurang satu ya " sindir Ryan karna putrinya itu belum menghampirinya
" Win masih pengen peluk mamah " kata Queen yang masih erat memeluk Maya Yang membuat mata Maya berkaca kaca karna juga rindu pada putri bungsunya itu.
" Mamah juga kangen " kata Maya yang lalu menciumi semua wajah Queen bertubi tubi Yang membuat Ryan menghampiri keduanya bersama Aska Tan juga Rey.
" Papah juga kamgen. sini kita berpelukan bersama " kata Ryan yang lalu memeluk istri dan juga anak anaknya . Karna bahagia bisa berkumpul lagi.
Mereka pun berpelukan bersama layaknya Teletubbies yang sedang berkumpul Yang membuat bi Marni dan Kim yang membawa barang tertegun melihat keluargga tuan mudanya itu bahagia. Dan bisa berkumpul lagi . Seperti yang sudah sudah. Walau Maya nya belum pulih sepenuhnya.
" Sudah ayo mandi dan sholat apa kalian sudah sholat " kata Maya yang mengingat kan Ryan yang belum sholat .
" Belum mah kita baru nyampe. Ayo sholat dulu. trus kita sarapan bersama " kata Maya .
__ADS_1
" Iya bang " kata Maya yang melirik Ryan. Lalu Ryan pun bergegas masuk kamar mandi. Sedangkan Maya mengantar anak anaknya ke kamar.
Setelah semua rapi mereka pun berkumpul di meja makan . Karna rindu pada sang mamah mereka berebut minta dilayani sang mamah. Yang membuat Ryan mengalah.
" Yah kok papah dicuekin ya " Sindir Ryan
" Kan papah sudah sering telpon. Hari ini khusus buat mamah. Oh ya mah kita punya oleh oleh buat mamah " kata Queen..
" Wah ..... asyik dong kok nenek di lupain nih " kata bi Lastri yang lalu menarik kursi disebelah karna tadi mandi agak lama.
" Ibu " kata Maya yang menatap ibunya itu yang tersenyum sambil mengusap punggung Maya.
" Ya nak kau sehat kan " kata bu lastri yang kini bisa tersenyum bahagia melihat putrinya itu sembuh walau belum mengingat semuanya.
" Alhamdulilah bu sehat " kata Maya
" Ibu sudah dengar kabar besan ibu ?" tanya Maya .
" Sudah Bima sudah telp ibu kemaren sebelum pulang. Nanti ibu kesana minta diantar nak Ali ya nak " kata bu Lastri menatap Ryan.
" Iya bu " kata Ryan.
" Trimakasih nak " kata bu Lastri Yang lalu mengisi piringnya untuk sarapan.
Mereka pun makan bersama sambil bercerita tentang liburan Selama di Taiwan dan apa saja yang mereka lakukan.
******
Dirumah Abi Nur .Salman baru saja keluar untuk sarapan . Ketika sang kakek memanggilnya
" Salman " kata kakek
" Iya kek , kakek mau sarapan ya ayo bareng " kata Salman basa basi .
" Kapan Bima dan Nur datang kesini " kata kakek yang berjalan dengan tongkat
" Huh ....... Salman ngak tahu kek, kakek butuh uang berapa ? Untuk keperluan kakek itu pesan Bima " kata Salman
To the point tampa basa basi .
" 2: milyar untuk menebus rumah kakek yang digadaikan " kata Kakek
__ADS_1
" Prank.............terdengar suara piring pecah didapur yang membuat Salman dan kakek menoleh .