Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 241 Salman Bertanya.


__ADS_3

Bima dan Nur cukup kaget. Mendengar keduanya sahabatnya itu akan menikah diwaktu dekat. Dan Bima berniat akan bertanya secara detail. Kepada dua sahabatnya itu. Setelah sampai di rumah rumah kontrakan.


Setelah semua barang turun .Para pria berkumpul di ruang tamu . Sedang Nur membuat teh hangat .Untuk teman ngobrol.


" Kak Salman ginap disini saya. Kan bisa dikamar biar kita disini disofa " kata Andra menawarkan.


" Ya lihat nanti dra, kakak ingin menanyakan sesuatu dulu pada Nur " kata Salman yang ingin memastikan sesuatu.


" Jadi apa maksudnya kalian ingin cepat menikah min ?" kata Bima yang dari tadi penasaran .Atas pengakuan Andra.


" Lah dari pada kita hilap mending menikah halalkan. Kata kamu kalo punya istri itu rezekinya akan bertambah. Kaya kamu tuh sekarang sudah bisa mapan " kata Amin


" Iya Bim lagi pula kami juga sudah kerja nyambi kuliah dan gajinya lumayan. Trimakasih ya Bima sudah bantu kita carikan kerja " kata Andra senang


" Ya ampun ....kalian pikir segampang membalikan telapak tangan " kata Bima menatap kedua temannya.


" Insyaallah Bim kalo niatnya baik ngak masalah. Toh orang tua nya Amel juga sudah setuju. " Kata Amin.


" Hah.......serius ?" tanya Bima


" Iya Bim. karna ibunya Amel sakit sakitan .Dan kakak Amel dan istrinya diluar kota. Ayahnya sudah meninggal jadi Ibunya memintaku ku untuk menikahi Amel. Agar ada yang jaga Amel. Walau cuma akad tapi Amel dan ibunya ngak masalah kok " kok kata Amin menjelaskan.


" Huh.....syukurlah ......kalo begitu ngak masalah. trus kamu dra ?" tanya Bima.


" Orang tua Mila melarangnya pacaran. Lalu Mila pun bilang kalo menikah dulu ngak masalah. Dari pada jadi fitnah. Kalo orang tua Mila sering keluar kota. Dan dirumahnya hanya sang kakak. Itu pun jarang pulang. kadang Mila seorang diri dirumah. Dan orang tuanya mengizinkan kami untuk menikah. Tapi menunda kehamilan sampai selesai kuliah. " kata Andra panjang lebar.


" Alhamdulilah. itu lebih baik, dari pada berzina. zina mata dan syahwat " kata Salman menimpali.


" Iya by. Lagi pula Amel dan Mila juga buka wanita yang suka menuntut materi " kata Nur .Yang membawakan teh hangat.


" Duduk sini de , kak Salman mau bertanya sesuatu sama Nur. Dan kak Salman berharap Nur jujur sama kakak ya. " kata Salman menatap Nur. Sambil menunggu sang adik menaruh nampan dimeja.


" Iya kak , apa yang mau kakak tanyakan " kata Nur. Lalu menatap Bima sejenak . Bima pun mengangguk .Mengerti apa yang ingin ditanyakan kak Salman pada adiknya itu.


Sedangkan Amin dan Andra tegang. Ingin tahu apa yang ingin ditanya kan. Kak Salman pada Nur.


" Apa waktu Nur pergi ke bandara dulu naik taxi Nur kabur dari rumah kakek ?" tanya Salman


" Iya kak, karna ......

__ADS_1


" Cukup ......kak Salman mengerti. kau pasti dijodohkan kakek dan umi sama Radit kan " kata Salman.


" Bukan cuma itu kak. Umi juga menyuruh Nur menandatangani surat cerai .Agar Nur meninggalkan Bima kak " kata Nur dengan mata berkaca kaca.


" Astagfirullah aladzim " kata Salman . Yang kini mengerti kenapa adiknya itu kabur .Walau dengan kondisi yang saat itu .Nut dengan kondisi tidak baik.


Sedangkan Amin dan Andra cukup kaget. Bima yang mendengarkan hanya diam .Dan menghela nafas kasarnya. Karna ia sudah tahu lebih dulu.


" Maafkan Nur kak." kata Nur terisak.


" Tak perlu minta maaf ,Nur ngak salah " kata Salman yang mendekati Nur dan merengkuh tubuh adiknya itu dalam pelukannya.


" Maaf kan Kakak dan Aby bila kami tak tahu apa yang terjadi. Dan terlambat untuk mencegah semuanya. Sampai kalian kehilangan anak yang tak berdosa " kata Salman .Yang mendekap Nur dengan erat.


" Kak Salman tak salah. Itu semuanya kehendak Allah. Nur sudah iklas. juga Aby.


Ya kan by " kata Nur . Yang lalu memeluk Bima. Dan Bima pun juga memeluk Nur


" Kami sudah melupakannya kak " kata Bima yang tak ingin mengingatnya Dan juga tak mau menyimpan dendam.


" Ya ampun so sweet..........." celutuk Andra


Yang membuat Salman yang tadi sedih langsung tersenyum


Sedangkan Nur melepaskan pelukannya pada Bima .Karna malu jadi tontonan. Nur baru sadar kalo ada Amin dan Andra.


" Hadeh kau ini dra , menganggu adegan romantis saja . Jarang jarang lihat. Malah di Cut. ......" kata Amin.


" Sabar ....kan kalian juga bakal nikah. Jadi ngak usah ngiri " kata Salman tersenyum.


"Oh ya ayo diminum.By oleh oleh yang buat Andra dan Amin mana.?" sekalian buat kak Salman juga " kata Nur.


" Oh iya ayo kita buka " kata Bima yang lalu menarik tangan Nur. Untuk membantunya mengambil oleh oleh untuk sahabatnya.Di kamar yang dulu mereka tempati. Dan kamar itu ngak berubah sedikit pun.


Sedangkan Salman memberikan wejangan buat Amin dan Andra.untuk akad nikah besok. Ketiganya pun ngobrol santai .Sambil menikmati kue yang dibawa Nur dari Dubai.


...................................


Mobil Salman berhenti diteras rumah. Lalu ia pun turun dari mobil . Didalam rumah masih ada para tetangga yang belum pulang.Dan terlihat abi Rahman masih duduk diruang tengah.

__ADS_1


" Salman kok baru pulang Nak? " tanya abi. Yang ngobrol dengan Altaf dan juga umi Rabiah sang kakak ibu Altaf.


" Iya bi ,ini oleh oleh Nur untuk abi " kata Salman yang menyodorkan satu tas oleh oleh.


" Alhamdulilah. jadi Nur sudah pulang. Lalu dia di mana sekarang man " tanya abi.


" Lagi dirumah kontrakannya besok dia pasti ke sini. Salman sudah memberi tahukannya Karna besok akad tetap akan terlaksana " kata Salman.


" Apa kau tetap mau menikahinya man Setelah kau tahu semuanya " kata Altaf .Yang menatap lekat Salman tak percaya.


" Tidak bang tapi dengan wanita Lain " kata Salman.


" Alhamdulilah ." kata Abi dan umi Rabiah juga Altaf bersamaan.


" Dengan siapa ?" tanya Altaf penasaran. lalu menautkan kedua alisnya.


" Kenapa kepo sih bang .Besok juga tahu siapa orangnya " kata Salman.


" Cih......lebay.....pake rahasia segala. Emang sudah ditanya apa dia mau ?" tanya Altaf memastikan.


" Sudah .....malah dengan abi nya langsung " kata Salman tersenyum.


Abi Rahman pun tersenyum. Tapi dia tahu benar siapa yang dimaksud. Namun ia masih penasaran dengan Menantunya yang lain..Yaitu suami Nur. Yang belum sempat bertemu muka sama sekali. Bahkan selama 1 tahun Nur menikah.


" Oh ya besok juga ustad Abdullah dari jawa timur juga datang. Mereka mau sowan sekalian ikut menghadiri penikahan mu man.Tadi beliau menelpon. Karna mengantarkan Ibnu yang sedang membuka bisnisnya disini " kata Abi Rahman.


" Ustad muda yang dulu sempat ingin di jodoh kan dengan Nur itu paman ?" kata Altaf.


" Iya yang kuliah di Turki." kata abi.


" Wah sayang ngak berjodoh dengan Nur ya de Padahal anak itu sangat pintar dan juga sholeh " kata umi Rabiah.


" Belum jodoh umi. Tapi Nur juga mendapatkan pria yang baik " kata Salman yakin .Karna ia melihat sinar kebahagian di mata Nur . Ketika bersama suaminya.


" Syukurlah. Apa besok mereka benar benar mau datang kesini " kata umi Rabiah .


" Iya umi " kata Salman.


" Alhamdulilah........berarti kita bisa berkumpul lagi " kata abi Yang bahagia sambil berdoa dan menepuk bahu Salman.

__ADS_1


__ADS_2