Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 195 Rebutan


__ADS_3

Maya baru saja selesai mandi keramas. Ketika putri kecilnya itu masuk dan langsung memeluk nya.


" Mah abang nakal " kata Queen yang bersembunyi di balik baju Maya yang dikejar kedua putranya. Sedangkan Ryan masih dikamar mandi.


" Emang kenapa abang nakal, pasti ade usil kan " kata Maya menatap putri bungsu itu.


" Ngak win cuma pinjam bukunya abang " kata Queen yang memberi namanya Win .karna tak bisa menyebut nama Queen.


" Dia usil mah , tadi gangguin abang lagi ngerjain pr " kata Aska yang masuk kekamar Maya yang di susul Rey dan Tan.


" Sudah. bang, ade win minta maaf " kata Queen cemberut.


" Ya bang kan ade sudah minta maaf , ya kan sayang " kata Maya lalu mengendong putrinya itu ketempat tidur.


" Mah , Rey besok boleh main tempat Kelvin ya " kata Rey yang ikut naik ketempat tidur.


" bilang dulu sama papah ,kalo mamah kasih izin tapi papah ngak tahu kan tetap ngak boleh pergi " kata Maya yang slalu mengingatkan anak anaknya.


" Iya nanti Rey bilang sama papah " kata Rey sambil tiduran.


" Kenapa ngak ajak kesini aja sih Rey kita bisa main di taman " kata Tan yang ikutan naik di susul Aska yang ikut berbaring di sebelah Rey. yang rebahan..


Ceklek....


" Loh kok pada ngumpul disini " tanya Ryan yang melihat anak anaknya berkumpul diatas kasur yang masih berantakan. Untungnya kegiatan panasnya sudah selesai. kalo tidak akan ada gangguan .


" Pah Rey mau izin kerumah Kelvin besok boleh Kan " kata Rey..Ketika Ryan memasang baju kaosnya dekat tempat tidur.


" Kenapa ngak diajak kesini saja, kan kalian bisa berbas bermain di taman. Disana rumah agak sepi . Bilang om Alex papah ngak kasih izin. Kecuali main dirumah " kata Ryan yang ngak pernah membiarkan anak anak nya bermain bebas dirumah orang lain.


" Tuh kan sudah Tan bilang suruh kesini aja. Karna pasti papah ngak kasih izin " kata Tan.


" Iya lagian kita bisa main bola di taman belakang Sekalian berenang, bila perlu Kelvin dan Via ginap di sini . Jadi bisa main sepuasnya " kata Aska.


Maya hanya diam mendengan obrolan anak anak dan suaminya. Karna Maya tak pernah mempermasalahkan mereka bermain dimana pun selagi aman Lagian di rumah Desi juga aman. Karna sudah seperti saudaranya sendiri. Bahkan Desi ingin besanan dengan Maya. Yang berusaha menjodohkan Kelvin dan Queen

__ADS_1


Namun Maya tak ambil pusing. Karna anak anak mereka masih kecil. Dan lagi waktunya masih jauh untuk membahas tentang perjodohan. Jadi Maya bersikap santai saja.


.................................


" Pah, besok libur Win mau shoping ya pah " Kata Queen pada sang papah. Sambil bergelayut manja di punggung papahnya yang asyik memeriksa email di laptop.


" Win perginya sama mamah aja ya, papah kan ngak bisa milih milih " kata Ryan datar.


" Iya tuh, masa papah di suruh ikut shoping.nanti papah bisa di kira waria " kata Tan menyindir sang adik.


" Hahaha.....berarti papah pake baju perempuan dong " kata Rey tertawa


" Hust.....Tan ngak boleh ngomong gitu. Papah bukan teman kalian " kata Maya yang menegur anak anaknya untuk bersikap tak sopan pada orang tua . Yang membuat Rey dan Tan terdiam. Sedangkan Aska sedang asyik bermain ponsel.


" Iya tuh pah ngak sopan " cibir Queen pada dua kembarannya itu yang langsung terdiam.Setelah ditegur sang mamah.


Sedangkan Ryan tak bersuara. Karna Maya sudah menegur anak anaknnya.Ryan sudah tahu maksud anak anaknya bercanda. Namun Maya mengingatkan. slalu ada waktu untuk bercanda dan ada waktu untuk serius.


Dan Ryan mendukung tindakan istrinya. agar anak bisa menghormati orang tuanya atau orang yang lebih tua.


" Maaf pah ya " kata Rey yang langsung mendekati sang papah dan yang memeluk lengan Ryan.


" Papah sudah maafin kalian sekarang papah sedang sibuk. Main nya sama abang dulu ya " kata Ryan mengelus kepala dua putranya itu.


" Iya nih ganggu papah aja, main sana " kata Queen menyuruh Tan dan Rey. Karna ia duduk dipangkuan sang papah.


" Dih pelit Tan juga mau duduk disini " kata Tan yang ikut duduk . Membuat ketiganya menjadi ribut karna rebutan ingin dekat sang papah.


" Akh......kak Tan.....kak Rey nih nakal pah " Kata Queen yang mulai mewek.


" Ini juga papah Tan kok " kata Tan tak mau kalah


" Sudah ngak usah rebutan papah, siapa yang mau ikut mamah cari martabak , ayo bang kita cari martabak " kata Maya yang merangkul Aska dan melangkah berjalan menuju pintu.


" Ikut.....ikut....." kata Tan dan Rey yang lansung bangkit dan menyusul Maya dan Aska. Begitu juga dengan Queen yang turun dari pangkuan Ryan dan menyusul kembarannya.

__ADS_1


Ryan yang melihat anak anak menyusul Maya Hanya Menggelengkan kepala nya sambil tersenyum. Karna ada saja cara dan akal bulus sang istri. Untuk menarik perhatian anak anaknya.Apalagi saat ia sibuk.


...............................


Ryan baru saja hendak berbaring. Ketika Maya masuk ke kamar. Lalu menutup pintu kembali dan menguncinya.


" Abang belum tidur " tanya Maya yang lalu ikut naik keatas tempat tidur.


" Abang nungguin istri abang, apa mereka sudah tidur " tanya Ryan.


" Baru saja bang, tadi sehabis makan martabak . Kekenyangan langsung masuk kamar dan langsung tidur " kata Maya.


" Tak terasa mereka semakin besar dan semakin usil. Ada saja sesuatu yang membuat mereka jadi ribut " kata Ryan.


" Biasa bang nanti kalo besar dan berpisah jadi kangen. Ingat waktu bayinya mereka lucu banget. slalu rebutan Dan sekarang ada aja yang bikin ulah. Nanti kalo berpisah pasti kangen ya bang " kata Maya .


" Iya itu pasti., orang abang aja ngak lihat May kangen. Apalagi nanti bila mereka berpisah pasti . Pada kangen saudara saudaranya. " kata Ryan yang senang anak anaknya punya saudara.Tak seperti dirinya yang hidup sendiri . Dan kesepian bila tak ada teman yang menemaninya


" Abang akan ke Dubai minggu depan. Titip anak anak ya sayang. " kata Ryan yang memiringkan badannya menghadap Maya dan mengelus pipi Maya pelan.


" Apa abang lama disana ?" tanya Maya menatap manik mata Ryan.


" Sekitar seminggu." kata Ryan .Lalu mengecup kening Maya.


"Abang hati hati disana dan jaga diri ya " kata Maya menatap.lekat wajah Ryan.


" Iya sayang , abang pasti akan merindukan istri abang ini " kata Ryan yang membelai rambut belahan jiwanya itu. Istri yang slalu setia menunggu nya. Dan menemaninya dikala dalam suka dan duka.


" Maya pun lalu memeluk suaminya itu. Dan mencium bibir Ryan . Yang membuat Ryan tersenyum.


" Kau mengoda abang " tanya Ryan.


" Ngak bang , May hanya ingin mencium abang saja " kata Maya tersenyum manis.


Yang membuat Ryan mengecup bibir isterinya itu yang terasa manis.Dan menjadi candu bagi Ryan.

__ADS_1


" Trimakasih sudah menjadi bagian hidup abang dan ibu dari anak anak abang " kata Ryan lembut.


" Sama sama bang . Terimakasih juga abang slalu mencintai Maya " kata Maya yang menyusupkan kepalanya ke dada bidang Ryan. Dada kokoh Pria yang sudah memberikan Maya kebahagian .Yang tak bisa diukur dengan uang. Atau pun harta


__ADS_2