Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 163 Perhatian Ryan.


__ADS_3

Maya terbangun ketika mendengar rengekan ketiga anaknya. Dan bergegas melihatnya.


" Uluh uluh kenapa ko pada ribut , ketindihan abang nya " kata Maya yang mengangkat putrinya yang tidur ditengah kakak kembarnya.


" Sedang dua kembar lainya pun ikut menangis karna lapar.


" Bentar ya ka Rey ka Tan taruh ade Queen dulu sama papah biar gantian menyusu " kata Maya yang menyusui putrinya sebentar lalu meletakkannya dekat Ryan.


" Bang titip ade dulu ya " kata May yang mengelus lengan Ryan yang lalu membuka matanya melihat putri cantiknya itu dibaringkan di sebelahnya.


Sedangkan Maya mengambil anak kembar pertamanya. Dan dengan cepat memberikan wadah gizinya. Yang langsung di hisap Rey si sulung dari kembar tiga.


Bayi Rey menghisap susunya dengan tenang .Maya yang menyusui sambil mengusap kepala sang putra sambil komat kamit membacakan doa. Sedangkan si kembar kedua sedang tenang menunggu di boks bayi menunggu antrian menyusu.


"'Apa Tan sudah bangun " tanya Ryan yang duduk sambil menatap bayi Queen.


" Sudah bang dia tahu harus gantian jadi main sendiri " jawab Maya sambil mengusap kepala Bayi Rey.


" Ryan pun lalu melangkah mendekati boks bayi. Benar saja Tan sedang asyik mengisap jempolnya sendiri.


" Hai sayang, lapar ya sebentar ya Biar gantian bang Rey lagi lapar juga " kata Ryan yang meraih tubuh bayi Tan lalu menggendongnya Sambil melihat Bayi Queen yang tidur lagi setelah menyusu duluan.


" Putrimu kenapa duluan bangun " tanya Ryan yang menatap Maya.


" Tadi mungkin abang abangnya sengaja mengganggunya .Jadi dia sedikit rewel lalu May susui duluan bang " kata Maya.


" Wah bang Rey sama bang Tan usil ya sama ade " kata Ryan tersenyum seraya menatap Tan di gendongannya.


" Oek.....oek.......oek......" kata bayi tan langsung menangis.


" Eh kok nangis, maaf papah ngak marah cuma bilang jangan usil sama ade cantik " kata Ryan yang membuat Tan menangis lagi.


Maya tersenyum lalu menaruh Bayi Rey karna sudah selesai menyusu


" Sini bang mungkin lagi posesif dia abang bilangin usil " kata Maya yang lalu mengambil Bayi Tan dari tangan sang suami.


" Oek....oek.....," tangis bayi Tan.


" Waduh kok gitu, marah sama papah ya. Lalu Maya menyodorkan ****** susunya untuk di isap bayi Tan yang langsung terdiam seketika. Setelah mendapatkan apa yang ia mau.

__ADS_1


" Oh lapar pah, kelamaan ya bang Rey. Maaf mamah harus bikin giliran Tan paling terakhir karna tadi ade Queen kejepit " kata Maya yang menatap bayi Tan yang masih menyesap gizinya.


Ryan langsung mendekati Maya dan mencium pipi putranya itu. Karna yang dua sudah tidur kembali.


" Sabar ya nak, kan gantian sayang " kata Ryan mengelus pelan kepala bayi Tan yang lalu menatap Ryan.Yang lalu menggenggam jari tangan Ryan dengan tangan mungilnya.


" Kenapa pengen digendong papah lagi ya, nanti ya kalo sudah kenyang. Papah mau ambil susu dulu buat Mamah " kata Ryan yang melepas tangan mungil Tan .


Ryan pun mencium istrinya itu .Dan meninggalkan kamar untuk membuatkan susu buat Maya ke dapur . Karna Ryan tahu istrinya itu butuh nutrisi buat ketiga putranya


" Pagi tuan muda " sapa Didi yang lagi makan bersama Alan ketika Ryan muncul.


" Nyampe kapan di ? , bagaimana keadaan kantor " Kata Ryan bertanya.


" Alhamduliliah aman tuan, penyelidikan terus berlanjut . Kita sudah mendapatkan titik terang " kata Didi.


" Bi Marni tolong buatkan susu untuk istriku ya bi" kata Ryan ketika bi Marni menyiapkan roti untuk tuannya itu.


" Iya tuan akan bibi antar juga sama rotinya, pasti nya non Maya lapar disedot si kembar " kata bi Marni yang lalu memisahkan roti bakar untuk Maya sebelum sarapan.


" Iya bi , pasti sangat lapar karna mereka bertiga slalu rebutan kalo mau menyusu " kata Ryan.


" Iya kembar tiga di, makanya nona muda mu kewalahan harus giliran ngasih jadwal Asi nya " kata bi Marni menjelaskan.


" Iya lah pasti bi ,gimana ngak kewalahan kembar tiga gantian lagi nyedotnya " kata Alan.


" Tuan hebat sekali bikin dapat tiga " kata Didi memuji Ryan.


" Kau ini bisa saja di, itu mungkin bonus .Untuk ku yang ku pikir hanya dua eh teryata ada tiga. Dan sejak awal saja memang kembar dua yang terlihat .Tapi rupanya ketika lahir kembar tiga " kata Ryan senang. Sambil tersenyum sumringah.


" Iya tuan muda beruntung sekali tuan, bisa langsung dapat tiga. Dan tuan Aska bilang ia pengen punya banyak teman. Doanya rupanya terkabul " kata Alan menimpali.


" Itu sudah jadi rezekinya tuan muda , mengingat non Maya juga sangat baik dan dermawan " kata Bi Marni yang tahu nona mudanya itu banyak menolong orang lain.


" Trimakasih bi, saya bersyukur bisa punya istri yang baik seperti Maya " kata Ryan bangga . Karna memang selama ini ia tahu sendiri bagaimana sifat dan kebaikan istrinya itu Yang juga tak pendendam Dengan orang orang yang menyakitinya.


" Iya tuan, bibi benar nona Maya sangat baik dan juga royal dan ramah dengan siapapun " kata Didi.


" Ya sudah tuan ini kopinya dan rotinya. Biar saja antar buat non Maya dulu " kata bi Marni yang membawa nampan berisi susu dan roti . Menuju kamar Maya.

__ADS_1


" Iya bi trimakasih " kata Ryan yang memang ingin ngobrol dengan Didi.


...........................


" Non......ini susu dan rotinya " kata bi Marni yang mendorong pintu pelan bertepatan dengan Vani yang juga ingin masuk kekamar Maya. Lalu mengikuti bi Marni masuk.


" Ya Allah May, kok lucu lucu banget mereka ,jadi benaran kembar tiga ya" kata Vani yang melihat bayi Maya.


" Vani kamu sudah nongol aja kapan datang, kok aku ngak tahu" kata Maya kaget.


" Bi taruh sini aja " kata Maya yang lalu mengambil susu dan sepiring roti untuk ganjal perutnya.


" Iya non, apa mereka sudah bangun." tanya bi Marni lalu berdiri disebelah Vani.


" Sudah tadi bi, tapi sekarang sedang bobo lagi " kata Maya.


" Vani sudah sarapan " tanya Maya.


" Sudah May, sana gih dimakan dulu tuh roti biar gizinya nambah biar ngak kurus di isap 3 krucil tuh Mana pada imut gitu lucu banget " Kata Vani yang gemas melihat bayi bayi Maya.


" Non Vani juga lagi mau lahiran kan 4 bulan lagi " kata bi Marni.


" Iya bi, nih bingung sama mas Didi ngak boleh pulang " kata Vani.


" Kan ibumu bisa disuruh kerumah Van, sekalian bapa juga " Kata Maya memberi saran pada sahabatnya itu.


" Iya non Vani , nanti pas lahiran biar mertua nya juga bisa datang. Dan bantu sesama besan " kata bi Marni.


" Rencananya gitu bi,tapi mas Didi bilang tabungannya lagi menipis habis beli rumah kemaren cash dan juga mobil baru " kata Vani.


" Lah kan apartemen bisa dijual Van" kata Maya mengingat Didi punya dua apartemen.


" Ngak boleh itu lagi di sewakan May, buat tambahan " kata Vani.


" Wah berarti ngak menipis malah menumpuk dong " goda Maya.


" Idih tapi juga banyak pengeluaran May, ngak kaya kamu yang tinggal gesek suami punya perusahaan banyak ya jelas istrinya terima bersih " kara Vani cemberut.


" Ya di syukuri aja non , lagian non Vani juga sudah enak makan tidur dan tinggal minta jajan kan masih diturutin " kata bi Marni.

__ADS_1


" Iya tuh ngak bersyukur mau dibalikkan ke Tania aja " goda Maya.Yang membuat Vani mendelikkan matanya. Mendengar ucapan Maya.


__ADS_2