Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 152 Ketika Cinta Di Uji.


__ADS_3

Maya terbangun ketika suara azan. Sayup sayup terdengar . dari jauh Dan merasakan tangan suaminya masih erat memeluknya.


Maya pun dengan perlahan bangun. Dan pelan pelan memindahkan tangan sang suami. Yang memeluknya


" May...."


" Bang abang sudah bangun " kata Maya kaget menatap wajah tampan suaminya itu walau masih ada bekas memar membiru.


" May mau sholat bang , apa abang mau sholat juga " tanya Maya seraya menatap Ryan..


" Iya sayang " kata Ryan yang lalu beranjak bangun ke sisi ranjang. Maya pun lalu mendekatkan kursi rodanya itu. Lalu Ryan pun turun duduk dikursi rodanya. dengan perlahan


Maya pun mendorong kursi rodanya Ryan memasuki kamar mandi dengan pelan. Lalu berwudhu.


Maya telaten mengurusi suaminya itu dengan sabar . Setelah selesai ia pun mendorong kursi roda Ryan keluar. Dan bergantian berwudhu.


" Abang tunggu May ya " kata Maya yang kembali kekamar mandi.


Keduanya sholat berjamaah. Maya yang membawa pakaian Ryan sebagian .Memang sengaja membawakan baju koko suaminya itu. Jadi tak perlu membeli lagi.


Selesai sholat , kedua nya kembali keatas ranjang karna hawa masih terasa dingin.


" Bang biar Maya pijat ya kakinya " tawar Maya


" Ngak usah sayang, nanti siang tabib akan kesini untuk mengobati abang lagi." kata Ryan lekat wajah istrinya itu.


" May...........boleh abang tanya ? " kata Ryan serius.


" Abang mau tanya apa sama May " kata Maya. Menatap wajah Ryan.


" Kalo abang tidak sembuh dan tetap lumpuh apa May tetao akan mau bersama abang . Apa May tidak malu kalo abang cacat " tanya Ryan.seraya menatap.manik mata Maya.


" Abang bicara apa " jawab Maya lirih dan menatap dalam manik mata Ryan.


" Abang iklas kalo mau meninggalkan abang " Kata Ryan serius.


" Abang ngak boleh ngomong gitu, sampai kapan pun abang suami Maya. Maya mencintai abang .Abang ayah anak anak May . Tak ada terbesit sedikit pun May ingin meninggal kan abang " kata Maya dengan mata berkaca kaca.


" Malah Maya takut kalo Abang yang meninggalkan May " kata Maya yang terisak. Lalu memeluk suaminya.

__ADS_1


" Itu tak akan terjadi , abang mencintai May.Jangan menangis " kata Ryan yang lalu menghapus air mata istrinya itu.


" Maafkan abang bila abang buat May menangis " kata Ryan.


Maya pun mengangguk. Lalu tersenyum membuat hati Ryan lega bahwa istrinya bisa menerima keadaan dirinya yang lumpuh. Lalu mencium bibir mungil istrinya i Yang sudah seminggu ini di rindukannya. Maya pun membalas kecupan Ryan. Karna memang ia merindukan suaminya itu. Baginya Ryan tetaplah suaminya. Apa pun yang terjadi ia akan tetap menyayangi Ryan .Selama Ryan tak berselingkuh dan menyakiti hatinya.


" Apa May pengen " tanya Ryan menatap Maya dengan mimik serius.


" Apa abang juga kangen May " jawan May balik menatap.


" Abang sangat rindu dengan May., apa abang boleh melakukannya." tanya Ryan.


" Kenapa ngak kan kaki abang yang tak bisa bergerak tapi itunya.........


" Shut ...... " kata Ryan tersenyum yang menaruh telunjuknya di bibir Maya.


Maya pun tersenyum. Tak ada yang salah bila mereka saling mencintai. Walau pun Ryan lumpuh tak mengurangi rasa cinta. Maya pada Ryan yang sudah menerima dirinya apa adanya. Begitu juga dengan Maya. Rasa cintanya tetap hanya untuk Ryan tak berubah sampai kapanpun .Walau pun yang terjadi . Kecuali maut memisahkan keduanya


Lalu Ryan pun melakukan apa yang ia mau. Karna sudah menjadi haknya. kedua nya memadu kasih dengan rasa sayang. Bahkan Ryan semakin mencintai istrinya itu. Karna Maya tak berubah walau tahu keadaannya seperti sekarang ini.


Ryan pun melepaskan semua rasa rindu nya. Dan bercampur rasa haru. Bahwa Maya benar benar wanita yang paling tulus yang pernah ia cintai.


Setelah pelepasan beberapa kali. Keduanya pun lalu mandi. Dengan telaten Maya memandikan suaminya itu. Tanpa rasa risih atau jijik. Dan Ryan makin mengagumi sosok istrinya itu.Yang slalu bisa membuatnya hatinya tersentuh dengan kelembutan hati seorang Maya .


" Sudah bang ayo kita keluar, pasti Aska dan ibu menunggu kita " kata Maya.


" Trimakasih sayang " kata Ryan yang sudah terlihat tampan. Setelah Maya mengurusnya.


Lalu keduanya pun keluar kamar . Dan menuju ruang tengah.


" Papah mamah .....!!! teriak Aska yang berlari menuju kedua orang tuannya.


" Pagi sayang , mba Nia Mana ? kok ngak kelihatan " tanya Maya.


" Lagi didapur masak sama nenek dan om Bima " kata Aska .


" Ya sudah , Aska disini saja sama papah ya, mamah mau bantu nenek dan mba Nia " kata Maya.


" Iya Aska sama papah ya " bujuk Ryan.

__ADS_1


" Iya pah, tapi Aska pengen lihat taman boleh " Kata Aska. Menunjuk taman samping.


" Boleh dong ayo om temani , ayo bang " kata Bima yang mendadak muncul dari dapur.


" Bukannya tadi kau menemani ibu memasak Bim " tanya Ryan pada adik iparnya itu.


" Iya tapi kak Maya nyuruh Bima menemani abang saja sama Aska " kata Bima.


" Lalu Kemana Jhon , apa mereka belum bangun " tanya Ryan.


" Tadi mereka kepasar tradisional bang , di suruh bang Kim buat belanja, Takut kehabisan jadi berangkat habis subuhan..Karna kata ibu kalo kesiangan sudah tak ada yang jualan "jelas Bima.


" Lalu Kim kemana?" tanya Ryan lagi.


" Bang Kim lagi di depan sama Alan tadi melihat lihat sekeliling villa kata nya " kata Bima lagi.


" Ya sudah ayo kita ke taman samping saja " Kata Ryan.


" Ok pah ayo om " jawab Aska.


" Apa Aska mau di sama papah " tawar Ryan.


" Mau ...mau ...." kata Aska tersenyum pada papahnya. Lalu Ryan pun mengangkat tubuh mungil Aska ke pangkuannya. Bima pun lalu mendorong kursi Ryan menuju taman samping . Sambil menunggu sarapan pagi.


Sedangkan didapur Ibu memasak nasi goreng dan telur ceplok yang dibantu Nia


" Masak apa bu, apa cukup buat kita semua " tanya Maya.


" Cukup May, ibu juga bikin mie goreng tuh sama telur. Karna seadanya yang ada " kata ibu.


" Iya bu, ini cukup kok, kan pa jhon dan pa Ali baru kepasar jadi nanti kita bisa masak banyak. " kata Nia


" Iya Ni .....untung kamu ikut bisa bantu bantu kita " kata Maya.


" Yah kalo saya tinggal kan kasihan den Aska bu, tadi malam aja Aska bilang jangan jauh jauh sama Aska mba. kasihan mamah. " cerita Maya.


" Trus Aska tidur sama siapa tadi malam Ni" tanya Maya.


" Sama den Bima bu , setelah baca dongeng minta panggilkan den Bima trus saya tidur sama nyonya ibu " kata Nia bercerita. Karna Nia memanggil bu Risma dengan nama Nyonya ibu.

__ADS_1


" Iya May, karna kamarnya ngak cukup jadi tidur sama Nia. Karna kalo Nia tidur di kamar atas sendirian katanya ngak enak " kata ibu menjelaskan.


" Ya ngak pa pa bu kan besok Bima sudah pulang jadi Aska bisa tidur sama Nia lagi " kata Maya. Yang tahu putranya itu terbiasa tidur di temani Nia. Karna sejak tahu Maya hamil Aska takut menendang dede bayi kata nya. Karna tidurnya kadang berubah ubah.Dan semaunya.


__ADS_2