Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 431


__ADS_3

Cia duduk termenung menatap nanar keluar jendela.


" Ibu apa kau bahagia di sana " kata Cia menatap bulan . Mengingat sang ibu yang meninggal Seminggu sebelum ia pergi. Dan ayah nya menjualnya pada seorang pria untuk modal menikah lagi


Flash back....


" Ayah biarkan Cia bekerja jangan jual Cia ayah " kata Cia memohon pada sang ayah waktu itu


" Tidak kau harus pergi dari rumah ini Kau tak berguna. Dan dan berhenti sekolah Karna ibu mu sudah tak ada lagi.." kata sang ayah.


" Tapi biarkan Cia ikut ayah " kata Cia menangis memohon pada ayahnya


" Tidak kau tak bisa apa apa . Pergilah


kau akan bekerja jadi pelayan dan melayani majikan mu .Makanya jangan pernah kembali karna ayah akan menjual rumah ini .


" Tapi ayah Cia masih ingin sekolah " kata Cia. menangis


" Tidak ayah tak mau menyekolahkan mu " kata ayah Cia yang lalu menyeretnya keluar rumah Hingga pingsan .Dan malam itu ketika ia sadar ia sudah berada di rumah yang sangat berisik Dan penuh dengan orang yang bergoyang goyang membuat Cia pusing.


Flash off


" Ibu Cia baik baik saja. Majikan Cia baik dia memberi makan Cia dan juga memberi Cia pakaian . Tapi Cia rindu ibu dan Cia rindu teman teman " kata Cia yang seumur hidupnya hanya tinggal didesa bersama sang ibu. Ibu yang slalu menyayanginya


" Nona Cia..... nona di panggil kemeja makan untuk makan malam ." kata Yen Yang membuyarkan lamunan Cia.


" Iya tapi aku tidak tahu meja makannya dimana bi " kata Cia.


" Baik lah sekarang nona ikut dengan bibi saja nona " kata Yen .


" Ya bi Yen " kata Cia tersenyum Yang lalu mengikuti Yen ke luar dari kamar


" Ya ampun tuhan mimpi apa tuan muda Tan bertemu gadis polos seperti ini Yang tak mengerti apa apa " kata Yen mengelengkan kepala nya .


Sesampainya dimeja makan Cia terpaku Ketika seorang pelayan menarik kursi untuknya .


" Silahkan duduk nona " kata pelayan


" Ayo kita makan .Jangan menunggu Tan ia akan pulang malam " kota Oma Lily


" Apa Cia boleh memakan ini semua oma " kata Cia


" Ya kau bisa memakan nya semua " kata Oma Lily tersenyum . Melihat kepolosan Cia. Yang membuatnya gemas .

__ADS_1


" Ya tuhan Lee mimpi apa kau sampai punya menantu sepolos ini ." kata oma Lily Yang mengingat cucu bungsunya Maira.


Sedangkan Tian dan Queen sedang berjalan menuju ruang kerja sang papah. .Tian tak menyangka ia bisa memasuki kantor milik Lee group Yang pernah ia dengar lewat sang papah Yang merupakan perusahaan besar yang cukup disegani.


" Nona " kata sekertaris Rey yang melihat Queen datang.


" Apa papah ada ?" kata Queen


" Ada nona silahkan beliau sudah menunggu dari tadi " kata sekertaris Rey mempersilahkan Queen dan Tian masuk keruangan Ryan


" Pah kak Rey " kata Queen ketika masuk ruangan papah nya


" Hai sayang kemarilah " kata Ryan yang langsung memeluk ratu Lee itu.


" Tian sini nak " kata Ryan ketika melihat Tian terpaku berdiri Melihat sang istri dipeluk papah mertuanya.


" Iya pah " kata Tian yang ikut menyalami sang papah dan memeluk nya.


" Kalian sudah makan ?" tanya Ryan


" Belum pah " kata Queen jujur


" Kalo gitu suruh Mina pesan buat kita makan di sini saja Rey " kata Ryan.


Queen pun memesan makanan favoritnya Dan begitu juga Tian . Ryan dan Rey lebih memilih ayam goreng Dengan sambal lengkap dengan lalapan dan sop butut. Setelah memesan dan menunggu Pesanan pun datang. Mereka pun makan di kantor sambil ngobrol . Dan Ryan menawarkan Tian untuk sementara membantu Rey


Sambil menunggu wisuda. Setelah itu mereka akan dikirim ke Amerika .Dan itu membuat Tian senang karna ia bisa bertemu sang mami disana.


" Jadi kalian ngak masalah kan tinggal disana . Nanti Papah akan menyuruh Leo mencari kan apartemen untuk kalian Agar tak jauh tinggal dari kantor " kata Ryan .


" Trimakasih pah . Tian malu belum bisa hidup mandiri seperti Rey " kata Tian


" Hei bro santai aja kita saudara. Yang penting kau bisa fokus untuk mengejar impian mu Ayo semangat " kata Rey


" Trimakasih Rey Pah Tian janji akan semangat bekerja " kata Tian.


" Ya nak kau harus semangat pindah lah sementara kerumah . Agar kau bisa belajar dengan Rey dan juga Ken " kata Ryan merangkul bahu menantunya itu..


" Tapi pah ...." kata Tian


"Ngak ada tapi tapian kau akan aman di rumah papah .Karna tak akan ada orang yang akan mengusik mu " kata Ryan. .Yang tahu menantunya itu Putra relasi bisnis nya. Namun Ryan tak ikut campur dalam urusan keluargga Tian. Karna itu bukan urusannya. Kecuali putrinya itu dalam bahaya Maka ia akan turun tangan.


*********

__ADS_1


Sedangkan dirumah tuan connor . William baru saja kedatangan relasi bisnisnya.


Yang tak lain papi dari Angela.


" Apa kau belum menemukannya " kata Mark menatap relasi bisnisnya itu.


" Aku belum bisa menemukannya . Kenapa Angela tak mau dengan Andrew dia juga anakku .


" Dia mencintai putramu Tian..Dan dia bilang ia bertemu Tian dengan kekasihnya " kata Mark.


" Oh ya tapi ngak mungkin ia masih kuliah Karna semua kredit card sudah terblokir semua Dan lagi ia tak membawa apapun dari rumah " kata William.


" Kenapa kau terlalu kejam dengan nya. " kata Mark.


" Agar ia tak bisa seenaknya. Karna dia sudah berani menentang ku " kata Wiliam Yang ingin putra putra nya sukses.


" Aku yakin Tian pasti akan kembali padaku lihat saja nanti " kata Wiliam.


" Aku tak tahu apa yang terjadi dengan mu Wil Tapi andai Tian tak kembali Apa yang akan kau lakukan " kata Mark


" Entah lah " kata Willie Yang membuang nafas kasarnya Karna putri relasinya itu menolak dengan Andrew . Tetap memilih menunggu Tian .Sedangkan Tian belum juga terlacak sampai hari ini.


" Baiklah kita lihat saja nanti Aku memilih Tian sebagai menantu ku Wil. Karna Angela tak mau dengan Andrew .Dan aku berharap ia bisa kembali Dan menyesali apa yang ia lakukan dengan Angela. Karna putriku sangat berharga untuk disakiti " kata Mark.


" Ya aku mengerti maaf bila putraku mempermalukan mu Aku akan menghukum nya nanti bila ia kembali " kata Willian .


" Terserah kau saja aku pulang dulu , Semoga Tian cepat pulang kerumah " kata Mark.


" Ya pasti dia akan pulang. dia tak akan bisa bertahan lama di luar sana Karna tak mungkin ia mau jadi gelandangan " kata William yang mengenal putranya itu sedari kecil.


Sedangkan Tian dan Queen langsung pulang ke kontrakan untuk mengambil pakaiannya Setelah itu mereka pulang kerumah utama Lee. Yang membuat Tian kaget . Memasuki rumah papah mertuanya itu.


" Queen apa ini rumah papah ?" kata Tian yang tak percaya melihat mansion ditengah kota itu


" Hehehe ..... ini memang rumah papah ku " kata Queen terkekeh.


" Ya tuhan ......semoga aku bisa punya istana seperti ini suatu hari nanti " kata Tian


" Aamiin " kata Queen mengamini doa suami nya itu


"


"

__ADS_1


__ADS_2