
Gea bergegas mengambil amplok yang disodorkan Maya .Dan memasukkannya ke dalam tas .Lalu membawa pesanan yang sudah dibayar Maya.
Gea bergegas masuk mobil . Setelah menutup pintu mobil. Ia pun ingat amplok yang Maya berikan. Lalu mengambilnya. dan membukanya
" Astaga , ini betulan atau gue salah lihat " kata Gea . Yang terbelalak melihat cek Seratus juta yang Maya berikan.
" Apa dia ngak salah kasih " guman Gea seraya menghidupkan mesin mobil.
Tapi memang Maya yang memberikannya langsung Karna Gea tak pernah meminta harga kasus yang ia tangani.
" Yah mungkin memang rezeki gue" kata Gea lalu membawa mobilnya meninggalkan parkiran restoran.Karna senang.
Sedangkan disisi lain. Maya baru saja sampai rumah. Sambil turun dari taxi dan membayarnya . Lalu Maya pun membawa banyak kresek makanan menuju pintu rumah.
" Assalamualaikum " kata Maya memberi salam.
" Walaikum salam " sahut semua orang dari dalam .Lalu pintu pun terbuka
" Wah kakak banyak beli makanan buat Bima ya " kata Bima senang melihat kakaknya itu pulang.
" Iya nih, bawa masuk sana " kata Maya memberikan semua kresek pada Bima.
Bima pun menyambutnya dengan senang hati. Apalagi makanannya cukup banyak.
" Wah ada martabak juga" kata Bima senang karna itu memang makanan kesukaannya. Yaitu martabak asin dan martabak manis.
" Kok kak Maya tahu Bima mau datang " kata Bima sumringah.
" Iyalah masa kakak ngak tahu " kata Maya tersenyum sambil melirik sang ibu yang memangku bayi Aska.
" May bersih bersih dulu baru pegang anakmu " tegur ibu.
" Iya bu Maya cuci tangan dulu dan ganti baju" Kata Maya. Sambil berlalu menuju kamar mandi.
" Bu ayo makan nih banyak banget dibelikan kak Maya " kata Bima.
" Kan kita mau makan bareng bareng Bim" Kata Vani yang baru selesai mandi. Dan sudah rapi dengan baju rumahan.
" Oh iya ka Desi mana ?" kata Bima bertanya.
" I am coming Bim " kata Desi tersenyum. Sambil membawa sendok dan piring untuk makan lesehan bersama.
" Wah mantap ini " kata Vani sambil mencomot martabak manis.
" Iya kak makan besar kita " kata Bima yang sangat senang. .Karna ia jarang makan enak .Namun sejak kakaknya bekerja Bima jadi merasa senang karna ada Maya yang slalu memenuhi kebutuhan jajannya.
" Ayo bu kita makan " kata Desi .
" kalian duluan saja biar ibu tunggu Maya " Kata Ibu yang memangku bayi Aska.
__ADS_1
Tak lama Maya pun sudah selesai berganti pakaian. Lalu mengambil Aska dari pangkuan sang ibu dan menyuruh ibunya untuk makan.
" Maya ngak makan nak " tanya ibu pada Maya.
" Sudah kenyang bu tadi, itu buat kalian saja "
Kata Maya
" Berarti di habiskan ni kak " tanya Bima sambil mengunyah makanannya.
" Terserah kali kuat menghabiskan ngak masalah " kata Maya tersenyum .Sambil memangku bayi Aska
" Tenang kak Bima sanggup kok, menghabiskannya " kata Bima.
" Hebat kamu Bim, mba Vani sudah menyerah nih " kata Vani yang sudah kekenyangan.
" Hahaha....tumben Van, biasanya lho makan banyak " sindir Desi.
" Lah tadi gue sudah makan martabak manis duluan.Jadinya perut sudah penuh nih " kata Vani.
" Pantasan tuh perut sudah buncit gitu " kata Desi .Sambil menunjuk perut Vani.
" Hahaha............Kaya orang hamil tuh kak, ha ha.... korban rayuan nasi padang " kata Bima tergelak.
" Korban rayuan makan banyak Bim , jadi perutnya buncit kaya orang hamil " ledek Desi
" Emang kalian ngak tuh lihat perut tuh " kata Vani yang juga mengoda balik.
Mereka pun tertawa bahagia saling lempar candaan . Dan menghabiskan makanan yang lumayan banyak. Yang dibelikan Maya tadi. Ketika pergi keluar Sekalian membayar Gea untuk menolongnya mengurus perceraian.
.... ............................
Pagi harinya Ryan menjemput Maya dan Aska untuk membawa keduanya kerumah utama. Setalah Desi dan Vani berangkat kerja Sedang ibu tinggal bersama Bima dirumah .Dengan alasan tak enak. Namun Ryan sudah banyak membawakan oleh oleh buat Bima. Calon adik iparnya itu.
" Kita akan kemana Bang " tanya Maya menatap calon suaminya itu.
" Kerumah utama " kata Ryan santai. Menatap Maya dengan senyuman manisnya.
" Abang senang semua sudah selesai jadi kita sudah bisa mengurus surat surat untuk pernikahan nanti " kata Ryan.
" Ya bang, semoga semuanya berjalan lancar" Kata Maya. tersenyum. Membuat Ryan membuang nafas kasar. Karna belum bisa mencium bibir Maya.Yang terlihat seksi di mata Ryan.
Mobil pun memasuki Perkarangan yang luas.Membuat mata Maya terpana melihat rumah mewah . Rumah yang begitu besar dan indah
" Ayo turun " kata Ryan ketika membukakan pintu untuk Maya.
" Iya Bang " kaya Maya yang sambil mengendong Aska .
Lalu Ryan pun mengandeng Maya untuk masuk kerumahnya.
__ADS_1
" Ini Rumah abang?" tanya Maya menatap Ryan.
" Iya tersenyumlah , itu nanti juga akan menjadi rumah mu " kata Ryan tersenyum.
Lalu keduanya pun melangkah masuk. Kedalam rumah. Semua para pelayan berdiri berbaris menunggu keduanya . Karna Bi Marni mengatakan Maya adalah istri Ryan. Karna Ryan meninta untuk menutup rapat rahasia Maya. Dan menganggap Aska sebagai anaknya sendiri.
" Siang tuan muda , sian nona muda " kata pelayan yang memberi hormat pada Ryan dan Maya.
" Siang semuanya "jawab Ryan. Sedangkan Maya tersenyum manis karna sapaan para pelayan padanya.
Maya merasa tersanjung . Sangat bahagia yang tak bisa Maya ungkapkan lewat kata kata. Karna Ryan memperlakukannya dirinya bak seorang putri. Padahal ia bukan siapa siapa. dan juga bukan dari kelas terpandang.
" Ayo masuk " kata Ryan mengandeng Maya .Sedang Aska diserahkan pada bi Marni.
Maya pun mengikuti Ryan. Membawanya. ke ruang tengah yang terlihat mewah .Dan itu membuat Maya sedikit cangung. karna ia berasal dari kampung .Rasa tak pantas bila ia bersanding Dengan pria seperti Ryan.
" Kenapa ? ada apa ?" kata Ryan menatap Maya.
" Ah bukan apa apa bang " kata Maya yang tergagap.
" Kalian akan tidur disini " kata Ryan sambil membuka pintu kamar tidur yang akan ditempatinya
" Ini terlalu besar bang, apa ngak ada yang lebih kecil " kata Maya ketika melihat kamar yang terlihat mewah.
" Apa kau mau tidur bersamaku " bisik Ryan
" Hah ....." kata Maya terkejut
" Kita bisa tidur bersama kalo ini terlalu besar untuk mu " kata Ryan tersenyum mengoda Maya
Yang membuat wajah Maya merona merah menahan malu. Mendengar yang Ryan Katakan barusan.
Kamar buat Maya
" Ng ngak bang Maya sama Aska saja " kata Maya gugup.
" Baiklah " kata Ryan yang lalu memeluk tubuh Maya.
Maya sedikit gugup. Karna Ryan memeluknya dan ada rasa getar aneh menyelinap masak dalam hatinya.
" Bang kita belum sah " kata Maya.
" Aku tahu, biarkan begini aku hanya ingin memelukmu sebentar " kata Ryan. Yang menaruh kepalanya dicaruk leher Maya.
Maya merasakan hembusan nafas Ryan ada perasaan bahagia di lubuk hatinya. Tapi ia harus bersabar beberapa minggu lagi untuk bisa menikah.
__ADS_1
Ruang tengah dekat kamar Maya.