
Maya duduk termenung setelah Desi Vani dan Sinta pulang..Karna kini sedikit demi sedikit kepingan memorinya tersusun rapi.
Walau itu sulit Tapi bagi Maya ia hanya mengikuti alur hidup. Bahwa takdir hidup sedang menuntunnya.
"' Aku akan membantu Sinta dengan membujuk Evan tapi bagaimana caranya. Ya " Bathin Maya. Tapi ia harus bicara dulu dengan Ryan.
Cek lek
"Em.........dehem seseorang membuat Maya menoleh kearah pintu.
" Abang " Kata Maya yang melihat Ryan pulang .
" Kenapa kok melamun " kata Ryan yang lalu memeluk istrinya.
" Ngak cuma mikirin abang yang belum pulang " kata Maya
" Oh ya nggak mikirin yang lain kan " goda Ryan sambil menoel hidung Maya.
" Gimana Maya bisa mikirin yang lain orang otak Maya penuh wajah abang "kata Maya
" Oh ya , berarti Maya cuma ingat abang nih nggak ada yang lain " goda Ryan.
" Iyalah satu aja May bingung ngak habis habis " kata Maya Yang lalu memeluk suaminya itu dengan manja.
"' Masa memang abang makanan kok bisa habis " kata Ryan terkekeh .
" Ya ngak perumpamaan saja bang oh ya apa Aska telp abang hari ini " kata Maya
" Iya dia bertanya apa mamahnya yang cantik ini kangen ?" kata Ryan .
" Alhamdulilah jadi kangen nih , kapan mereka pulang bang " jawab Maya
" Minggu depan kita bisa kasih kejutan buat mereka Karna mamahnya sudah tak sabar menunggu " kata Ryan.
" Iya bang May kangen meluk mereka " kata Maya yang lalu menarik Ryan untuk duduk disisi ranjang .
" Kok narik narik abang, abang masih belum mandi lho " kata Ryan tersenyum penuh arti. Seraya menatap Maya
" Dih abang geer aja orang Maya cuma ngajak duduk aja kok " kata Maya .
" Ngajak lebih dari duduk juga ngak pa pa kan mumpung masih sore nanti sekalian mandi gimana " kata Ryan yang memainkan alisnya . Yang membuat wajah Maya langsung merona merah karna malu.
" Pipi May kenapa kok Merah gini " kata Maya menoel hidung Maya .
" Malu bang " kata Maya jujur.
" Duh malu sudah punya anak empat juga masih malu malu segala . kan sudah lihat semua juga " kata Ryan mengoda Maya .
" Abang apaan sih " kata Maya langsung mencubit perut Ryan pelan.
__ADS_1
" Auw .......... wah mulai genit ya " kata Ryan yang langsung memeluk Maya dan menciumnya. hingga keduanya bergulat diatas ranjang
" Hahaha geli bang " gelak Maya tertawa Karna Ryan menggelitik perutnya ..
" Habisnya nakal sih , hayo siapa yang duluan mulai" kata Ryan terkekeh.
Keduanya saling menggelitik dan terkekeh yang membuat Maya senang dan rileks bisa bercanda dengan suaminya. Karna tadi sempat tegang memikirkan Sinta. Sedang Ryan bahagia bisa bercanda lagi dengan istrinya. sampai akhirnya keduanya berhenti dan saling tatap satu sama lain..
" Abang mencintai May sampa kapan pun " kata Maya.
Deg...........
" Abang juga sangat sayang sama May " kata Ryan yang lalu mencium bibir Maya.
Yang seketika memory otak Maya tertata rapi Dan mengingat semuanya . Bahkan ia memejamkan matanya ketika Ryan ******* dalam bibirnya Mengingat setiap sikap mesra perlakuan Ryan padanya juga kemarahannya. Maya langsung membenam kan Kepala Ryan didadanya Yang sibuk mencari sesuatu. Sedang Maya menyusun memory kenangannya. Seraya menikmati apa yang Ryan lakukan padanya.
Pergumulan panas itu berakhir ketika menjelang magrib keduanya mandi bersama . Dan lalu sholat berjamaah .
Setelah itu keduanya makan malam .
" Malam bang kak May " kata Bima Yang mendekati meja makan
" Bima .. Ya Allah kamu sudah pulang de " kata Maya yang beranjak dari kursinya Dan langsung memeluk Bima
" Iya kak , Kak May sehat kan ?" kata Bima senang karna kakaknya itu mengingatnya walau sedikit. Karna Ryan sudah menceritakan semuanya.
" Bima Juga Kak " kata Bima memeluk sang kakak cukup lama sampai Nur mengusap punggugnya .
" Maaf aby lupa diri karna bahagia " kata Bima yang menoleh ke Nur yang tersenyum Lalu mengurai pelukannya
" De Nur , sehatkan " kata Maya memeluk adik iparnya itu lalu mengusap perut Nur dengan lembut
" Alhamdulilah sehat kak.
" Kak May sehat juga kan " kata Nur lirih dan mengurai pelukannya dengan mata berkaca kaca
"Alhamdulilah de Kak May sehat kalian juga kan ayo kita makan " kata Maya lalu kembali duduk dikursinya
" Nur besok tugas mu menemani kak Maya dirumah . Karna Bima mungkin akan ke Amerika besok siang bersama Alex ..Sayang ngak pa pa kan Nur menemanimu " kata Ryan..
"' Ya bang " kata Nur mengangguk.
" Ya bang malahan May senang ada Nur biar May ngak kesepian oh ya besok bolehkan teman Maya Sinta yang menolong May mau ginap disini Biar ia tinggal dibelakang dan bisa berteman dengan i Ima
" Ngak masalah, terserah May asal jangan keluar dari rumah tampa seizin abang ya " kata Ryan yang tak mau kecolongan lagi .
" Ya bang " kata Maya. Yang mengerti kini suaminya cukup ketat mengawasinya
" Ayo kita makan Bim pimpin doa " kata Maya
__ADS_1
" Ya kak " kata Bima Yang lalu memimpin doa makan .
Mereka pun menyantap hidangan dengan lahap . Apalagi Ryan yang menambah makannya Yang membuat Bima keheranan Karna tenaganya terkuras sore tadi Setelah olah raga sore bersama Maya
"'Bang emang kuat segitu banyaknya " kata Maya menegur Ryan yang menambah makanya.
"' Lapar sayang , kan tenaga abang terkuras " kata Ryan Seraya mengigit dada ayam.
" Emang habis ngapain bang sampai kelaparan " kata Bima
" Biasa olah raga Bim " kata Bima
" Olahraga dimana bang " kata Bima.
" Ya di kasur lah " jawab Ryan frontal yang membuat Nur menyenggol lengan Bima.
" Abang apaan sih " kata Maya dengan wajah merona
"Hahaha........... Ryan pun tergelak membuat Bima tersenyum Melihat dua wanita dengan wajah tersipu malu.
" Emang kamu ngak olahraga Bim itu bagus lho untuk pintu jalan keluar bayi " kata Ryan
" Bang " kata Maya dengan mata mendelik membuat Ryan makin terkekeh..
" Kan sudah tahu juga kan sayang ,lagian juga ngak ada anak kecil wajar lah . Ya kan Bim " kata Ryan memainkan kedua alisnya.
Sedangkan Bima hanya tersenyum sedang kan Nur menunduk karna malu Ulah Ryan yang membicarakan hal vulgar membuat
Maya dan Nur tak bisa bicara .
" Ya gampang itu bang " kata Bima Sambil menyuap makanannya.
" Nur jangan diambil hati ya , bang Ryan cuma bercanda " kata Maya.
" Ngak lah kak, ya kan sayang " kata Bima. yang melirik Nur Sedang yang dilirik tersenyum malu malu.
" Hahaha ...... biasa Nur nggak usah malu
Nanti malah jadi malu maluin . Kan sudah menikah juga Lagian .juga sudah pada dewasa . Berteman dengan Desi dan Vani
Itu malah lebih frontal dari ini ya kan sayang " kata Ryan
" Ih abang apaan mana ada gitu " kata Maya
" Masa " goda Ryan
" Tahu ah " kata Maya malu..
.
__ADS_1