
Vino meringis ketika tangan nya di beri cairan Alkohol
" Auw ...perih " kata Vino meringis
" Tahan ya mas ini sakit sebentar kok " kata " dokter muda mengobati Vino
" Auw aduh yang ini pelan ya dok " kata Vino
" Ya mas, kenapa sih mas sebelum berangkat mobilnya ngak di cek dulu " kata dokter itu
" Bukan ngak di cek dok , ada orang sengaja ngerusak mobil saya pas di parkiran pas pulang tadi " kata Vino menjelaskan .
" Wah bahaya tuh mas, lapor polisi saja biar kapok " kata dokter itu menatap Vino .
" Ya dok biar Polisi nya nangkap polisi juga ya dok " kata Vino tersenyum.
" Hah .... maksudnya gimana mas ?" kata dokter cantik itu bingung
" Yang memotong kabel rem saya itu seorang polisi dok , terus lapor polisi gitu lalu polisinya bilang wow.... gitu kan ngak lucu dok " kata Vino manyun
" Kok bisa sih mas masa sih gitu" kata
dokter cantik itu bingung .
" Ya emang begitu dok ..Kan dokter jahat sama dokter baik dua kubu kan . Nah kalo dia memang baik ya pasti pasiennya sembuh Tapi kalo dokternya jahat malah pasien nya jadi tambah parah. " kata Vino .
" Lalu gimana mas tahu " kata dokter itu .
" Nih .... saya sengaja merekam nya biar ada bukti." kata Vino yang memperlihat kan vidio rekaman nya .
" Astaga itu polisi benaran atau gadungan sih mas " kata dokter itu heran
" Mana aku tahu makanya ini biar jadi bukti dok, kalo mereka menyalahkan saya
Saya punya bukti bisa jadi tuh polisi kerjasama " kata Vino yang memang beberapa hari ini jadi intel
" Ya baguslah mas kan biar mereka juga tahu ada aparat yang tak jujur " kata dokter itu
" Ya dok trimakasih saya harus bayar berapa duit nih " kata Vino.
" Eh ...ngak usah mas ini gratis " kata dokter itu tersenyum setelah itu merapikan peralatannya.
" Dok boleh minta no ponselnya buat saya konsultasi boleh " kata Vino
" Oh ini mas " kata dokter itu memberikan
kartu nama nya pada Vino.
" Ya sudah ya permisi ya mas " kata dokter cantik itu .
__ADS_1
" Ya dok trimakasih hati hati " kata Vino tersenyum penuh arti . Dan melihat beberapa polisi sedang mengaman kan Tkp tempat kejadian.
***********
Di rumah Damar. Damar baru saja bangun ketika jam menunjukan angka 09 20 pagi .
" Astagfirulah .......kok ngak ada yang bangunin sih " kata Damar kaget melihat hari sudah siang .Sedang Zi masih terlelap karna memang berhalangan .
" Astaga gue kesiangan, kalo perempuan sih bisa libur , nah gue masa cuti haid juga " dumel Damar yang lupa memasang alarm
Lalu beranjak dari ranjangnya...Dan membiarkan Zi masih tertidur karna lelah .
" Ah ... biarkan dulu Zi tidur " kata Damar Yang turun kebawah ..
" Mar sudah bangun nak, mana Zi kok jam segini belum turun sarapan " kata mamah.
" Masih tidur mah , Damar kesiangan maaf Damar lupa pasang alarm " kata Damar
" Kau ini mar, kasihan Zi . Tuh sudah mamah siapin. Bawa gih ke atas " kata mamah .
" Ya mah Damar sarapan dulu, Zi masih tidur capek bantu bantu Damar mah " kata Damar .
" Kau ini jangan di biasakan nak.. kasihan istrimu itu " kata Mamah .
" Ya mah maaf " kata Damar bergegas sarapan lalu mandi. Setelah itu membawakan sarapan untuk Zi. Karna ia juga tak tega melihat nya.
Damar lalu meletakan nampan sarapan diatas meja .Dan menatap istrinya itu dengan perasaan gemas. Zi yang terlelap seperti bayi Terlihat mengemaskan yang membuat Damar tersenyum melihat nya.
" Eugh...... kak " kata Zi yang melihat suaminya itu terlihat tampan.
" Sudah bangun kak Damar sudah bawa kan sarapan tuh " kata Damar menunjuk nampan yang dibawanya tadi .
" Heh...... Zi kesiangan ya kak .
" Ngak pa pa kan Zi lagi bocor bocor " sindir Damar
" Hehehe...... maaf " kata Zi tersenyum.
" Kenapa minta maaf Zi ngak salah " kata Damar mengecup bibir Zi.
" Ih .... kak Damar nanti pengen kan Zi lagi bocor " kata Zi
" Hahaha....... ngak papa Kak Damar masih bisa minta di cium " kata Damar terkekeh..
Zi tersenyum di manja suaminya itu
Karna Damar sangat perhatian dan juga baik. Zi tak pernah terpikir bisa menikah dengan Damar . Karna dulu ia memang tak pacaran seperti saudaranya yang lain . Dan Zi merasa seperti pacaran setelah pernikahan .
" Bangun lah sarapan dulu " kata Damar
__ADS_1
" Tapi Zi belum mandi kak." kata Zi
" Ngak pa pa sayang , nih sudah kak Damar siapin " kata Damar yang lalu mengambil nampan berisi makanan dan memberikannya pada Zi..
" Kak Damar sudah sarapan " kata Damar yang mengusap rambut Zi dengan sayang Lalu mencium kening Zi.
" Terimakasih kak " kata Zi tersenyum . Lalu sarapan. Karna ia memang lagi lapar...
Zi menikmati sarapan nya ditemani Damar. pertemuan nya dengan Damar yang tak disengaja saat menolong nya ..Membuat Zi terkagum kagum pada Damar Yang bisa ilmu beladiri . Mengingatkan Zi pada sang ayah Yang hanya seorang pengawal pribadi papahnya..Yang membuat Zi yakin Damar pasti bisa menjaganya. Apalagi saat Damar serius melamarnya. Tampa mengajaknya pacaran Dan juga dekat dengan kakak nya.
" Mau lagi ?" tanya Damar.
" Cukup kak Zi sudah kenyang " kata Zi.
Damar lalu mengusap bibir Zi yang kotor dengan tissue. Dan mencium nya.
" Sini kak Damar bawa turun Zi bisa mandi " kata Damar meraih nampan bekas makan Zi.
Zi pun tersenyum dan membiarkan Damar mengambil nya . Lalu bergegas masuk kamar mandi.
" Trimakasih tuhan aku kau berikan suami yang lembut dan baik. seperti cerita di novel novel " kata Zi yang tersenyum sendiri dikamar mandi. Karna senang suaminya bisa perhatian seperti ayah dan papahnya. Yang slalu membuat Zi iri pada bunda dan mamahnya. Bisa hidup bahagia tampa mengharapkan yang lain.
******
Sedang kan Ryan hari ini sedang ada pertemuan dengan Alex juga Didi di Cafe untuk membahas perusahaan Gee yang kini berpindah tangan pada Ryan karna bangkrut
.
" Hai..... maaf telat " kata Ryan yang baru tiba karna macet.
" Santai bos " kata Alex
" Kita juga baru nyampe bos " kata Didi
Yang memang tahu akhir pekan pasti jalanan macet.
" Oh ya apa tuan Gee masih bekerja sama dengan perusahaan di Taiwan" kata Alex.
" Entah lah kami lost kontak . Setelah kejadian itu dia menghilang . Hanya sesekali Mami mendengar kabar putrinya yang sedang berkuliah di amerika " kata Ryan santai.
" Gimana nasibnya?" kata Didi penasaran.
" Entahlah dia juga tak pernah menghubungi ku lagi " kata Ryan.
" Yah .kasihan aku turut prihatin padanya " kata Didi yang sempat mengenal Frans cukup baik .
" Lalu siapa yang mengajukan penjualan ini " Kata Ryan
" Aku...... " kata suara bariton pria yang membuat Ryan Alex dan Didi kaget
__ADS_1
.