
Bima kembali masuk kekamar setelah puas ngobrol . Dan lalu membangun Nur ketika waktu ashar hampir habis
" Nur bangun sayang sudah hampir magrib sholat dulu ya " kata Bima.
" Eugh ...... jam berapa by kok aku ngak dibanguni dari tadi " kata Nur yang melirik Jam yang hampir setengah ,6 .
" Maaf , aby lupa " kata Bima .
Nur pun lalu duduk sebentar. Setelah itu masuk kamar mandi dan berwudhu lalu sholat ashar karna sudah hampir masuk magrib .Bima pun bersiap siap. untuk sholat.
Setelah selesai sholat Nur dan Bima makan malam yang di siapkan bi nah.
" Sepi ya bi ngak ada Kak May dan anak anak " kata Nur yang membantu bi Inah membereskan meja makan.
" Iya non , terasa banget suasananya ngak enak gitu. Sepi selama nona May ngak ada. Di tambah anak anak juga ikut sedih " kata bi Inah.
" Iya bi , Nur juga merasa begitu. Ya mudah mudahan kak May cepat sembuh Dan cepat pulang kerumah ini .bisa berkumpul lagi seperti dulu "kata Nur Yang setiap sholatnya slalu berdoa. Berharap kakak iparnya itu sembuh total. Karna Maya sangat baik padanya." kata Nur
" Ya non bi juga berharap begitu. Sudah non , biar bibi saja sana temani den Bima saja " kata bi Inah Yang tak enak dibantu.
" Iya non Nur, kan sudah ada Ratih yang bantu bi inah "kata Ratih yang mengantikan Mumun. karna sekarang sudah melahirkan dan ikut mertuanya Orang tua Alan.
**********
Maya tertidur pulas dipelukan Ryan..Tubuh polosnya terlihat masih seksi Walau Maya hampir kepala tiga . Ryan menyelimuti istrinya itu . Ada kebahagiaan tersendiri baginya ketika ia bisa menggauli Maya dengan bebas . Tampa harus sembunyi sembunyi lagi.
" Mulai sekarang abang akan menjagamu May, Abang tak mau kehilangan mu "Kata Ryan yang lalu mengecup pucuk kepala Maya berkali kali Namun Maya masih terlelap karna lelah Entah berapa Kali Ryan melakukannya. Maya sudah lebih dulu terlelap.
Ryan lalu beranjak dari atas ranjang dan masuk kamar mandi untuk membersihkan diri.nya . Lalu sholat Magrib karna waktu ashar sudah lewat.
Maya menggeliat ketika Ryan selesai sholat..Yang melipat sajadahnya.
" Abang kenapa ngak bangunin May sih " kata Maya yang kaget melihat jam sudah waktu magrib Padahal mereka bergumul ria Mulai jam 3 sore
__ADS_1
" Abang ngak tega bangunin May kan nggak tiap hari besok bisa di qodo " kata Ryan..
" Ih abang ngak boleh kalo ngak darurat " kata Maya Yang beranjak bangun dan buru buru mandi. membersihkan dirinya dengan air hangat.
Ryan hanya tersenyum. .Karna melihat istrinya panik..Karna walau pun Maya bukan muslim fanatik tapi ia slalu sholat tepat waktu.Karna itu kewajiban sebagai seorang muslim Dan rak perlu diingat kan karna wajib hukumnya
Setelah selesai .mandi Maya sholat berjamaah bersama Ryan ..Setelah itu kedua nya makan malam bersama Kim dan Alan juga bi Marni diruang tengah sambil menonton acara televisi.
"' Tuan , Apa tuan tidak ingin mengajak nona liburan ke Taiwan mumpung anak anak disana " kata Kim ketika acara makan malam selesai . Dan Maya membantu bi Marni merapikan bekas makan mereka.
" Sebenarnya ingin Kim tapi pekerjaanku sedang menumpuk. Dan lagi Maya tak boleh terlalu lelah " kata Ryan.
" Cih tuan .....bilang ngak boleh lelah . Seharian dikamar ngapain Kan sama saja bikin lelah " Sindir Alan
" Hehehe........itu beda lan, lelahnya maksudnya pikirannya . Lagi pula nona mu baru mengingat sedikit Belum terlalu banyak " kata Ryan terkekeh.
" Ya..... mudahan saja nona cepat pulih tuan, Karna rumah utama terasa sepi sekali tak ada nona . Serasa mansion yang kosong tak berpenghuni " kata Kim..
********
Sedangkan Evan baru saja pulang kerumah orang tuanya ..Karna ia tak mungkin pulang keapartemen Ryan karna disana di jaga ketat Apalagi tadi Maya tidur dengan Ryan
" Mana Jasmine van, kata nya mau di ajak kesini " kata Mami ketika Evan masuk rumah sepulang kerja
" Dia lagi sibuk mi, jadi di cancel mungkin lusa saja " kata Evan . Yang terlihat lelah. Karna bekerja keras sambil pikirannya bercabang memikirkan Maya.
" Ya sudah mami harap dia cepat datang kesini dan kalian cepat menikah " kata Mami Yang mengharapkan Maya jadi menantunya.
" Ya mi " kata Evan lalu melangkah menuju kamarnya. Dan menghempaskan diri diatas ranjang. Setelah menutup pintu kamar .
" Aku harus bagaimana ? , apa aku buat Maya lupa permanen saja Dan menyuruh Suti Untuk memasukkan obat di makanannya." kata Evan Mendapatkan ide curang nya
" Tapi kalo Lee tahu bagaimana ya .... Aish......kenapa aku jadi bingung. Aku tak bisa menyakinkan nya kalo masih .ada Lee Atau aku lenyapkan Lee saja tapi resikonya berbahaya kalo dia masih selamat. " kata Evan berpikir..
__ADS_1
Huh............
Aku harus berpikir..... berpikir jalan yang terbaik Untuk bisa merebut Maya . Dan kudengar Maya juga menguasai separuh kekayaan Lee Kalo Lee meninggal otomatis harta Lee jatuh ke tangan Maya setelah itu
sisanya buat anak anaknya. " kata Evan bicara sendiri. Sambil melihat langit langit kamar.
" Tapi aku juga harus mencari orang yang bisa ku percaya. " kata Evan Yang punya rencana licik . Lalu tersenyum sendiri membayangkan Ia dan Maya hidup bahagia.
"***********
Dikamar apartemen Ryan Maya sudah terlelap setelah tadi sempat ngobrol sebentar dengan suaminya Sedangkan Ryan masih fokus dengan laptopnya . Memeriksa pekerjaannya yang kian menumpuk Untung Alex dan Didi sangat bisa diandalkan. Kalo tidak ia akan keteteran. Karna pekerjaannya sudah terbengkalai beberapa hari Setelah Maya menghilang ketika kecelakaan .
" Aku harus cepat menyelesaikannya Sebelum anak anak pulang " kata Ryan Yang tahu perhatiannya akan pecah terbagi
Karna urusan nya banyak. Dan bercabang kemana mana Bila ia santai terlalu lama maka akan semakin menumpuk. Apalagi Maya dan anak anaknya butuh perhatian khusus darinya Bahkan Bima belum bisa membantunya walau berada disini karna di Dubai masih dalam pengawasan Bima Dan lagi Nur akan melahirkan .dalam waktu dekat .
Setelah semuanya selesai Ryan mematikan laptopnya Dan lalu ikut berbaring disamping Maya. Ikut memejamkan mata Untuk melepaskan rasa penatnya
Subuh Maya sudah terbangun seperti biasanya Lalu ia juga membangun Ryan untuk sholat bersama. Lalu pergi kedapur untuk membantu bi marni
.
Dan ketika Maya dan bi Marni menata Meja . Kim dan Alan datang..Ryan yang hari ini diantar Kim sudah siap dengan stelan jas rapi. Yang terlihat sangat tampan
" Sayang Alan akan mengawal mu mulai hari ini Kemana pun kau pergi Jadi abang menyiapkan mobil khusus untuk mu Agar Alan bisa mengantar mu kemana pun kau pergi " kata Ryan.
" Apa itu tidak berlebihan bang " kata Maya. menatap Ryan.
" Tidak sayang itu demi keamanan mu juga " kata Ryan yang tidak mau kecolongan lagi tampa pengawasan . Karna ia tak menjamin Apa yang akan terjadi . Bila ada orang yang ingin berniat membuat dirinya dan Maya celaka..Demi sebuah obsesi atau pun tujuan tertentu..
" Iya bang tapi bisakah jangan terlalu dekat. Karna May merasa tak nyaman di awasi " kata Maya jujur.
" Baiklah " kata Ryan
__ADS_1