Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 42 Senyuman Maya.


__ADS_3

Maya berjalan menyusuri pantai dengan perasaan bahagia. Entah mengapa ada kebahagian tersendiri yang tak bisa ia rangkai dengan kata kata. Maya tersenyum menatap laut .Mungkin karna lama ia tak rehat dari kepenatan kerja. Hingga Maya lupa membahagiakan dirinya sendiri.


Maya pun berjalan dan menatap laut .Yang sesekali menghempaskan ombak ke pinggir pantai .Sambil mengejar kepiting kecil yang berlomba masuk sarangnya.


" Yah masuk deh " kara Maya .ketika tak berhasil menangkap anak kepiting kecil itu.


" Baiklah aku menyerah " kata Maya yan bicara sendiri.


Lalu ia pun mengambil sebatang kayu intuk membuat lukisan diatas pasir .Namun ketika ombak datang lukisan itu terhapus.


" Yah hilang deh " kata Maya.tertawa lepas.


Maya seperti anak kecil yang asyik bermain sendiri. Ya mungkin begitulah.Karna selama ini ia sibuk belajar dan bekerja. Tapi hari ini ia punya kesempatan untuk mengeluarkan segala kegelisahan hatinya.


Deburan ombak datang menghampiri Maya .Maya berlari untuk menghindarinya. Sambil tertawa sendiri dengan apa yang ia lakukan.


Sedang dari kejauhan Ryan tersenyum sendiri melihat tingkah wanita yang ditolongnya.Entah mengapa ia bisa terkekeh melihat tingkah konyol Maya dari kejauhan.


" Tuan muda ini teh hijaunya " kata bi Marni.


" Terimakasih bi Marni." kata Ryan tampa menoleh.


" Tuan siapa sebenarnya nona Maya ?" tanya bi Marni.


" Bukan siapa siapa bi ,dia cuma orang yang tak sengaja masuk mobilku untuk minta pertolongan." kata Ryan.


" Tapi tuan muda terlihat senang dia disini " Kata bi Marni .


" Iya karna dia wanita polos dan lucu yang belum pernah kutemui " kata Ryan jujur.


" Sepertinya memang begitu tuan muda ,apa tuan muda ingin yang lain " kata bi Marni.yang ingin kembali kebelakang.


" Cukup bi, buatkan saja buat Maya , dan siapkan makan siang kami " kata Ryan.


" Baik tuan muda " kata bi Marni yang berlalu meninggalkan Ryan duduk sendiri.


Bi Marni tersenyum melihat tuan mudanya itu.Karna lama ia tak melihat anak majikannya itu tersenyum. Setelah patah hati di khianati sang kekasih. Lima tahun yang lalu. Ryan hanya menampakan wajah dinginnya dan sikap cueknya .Pada setiap orang.Apalagi pada para wanita yang mendekatinya.


" Bibi takut kau jatuh cinta tuan muda " guman bi Marni sambil berkutat di dapur.

__ADS_1


Kembali untuk menyiapkan beberapa sayuran dan ikan, juga daging untuk makan siang.


Disisi lain Maya pun kembali pulang setelah puas bermain air. Ia kembali karna panas matahari sudah mulai naik .Maya menuju villa Ryan. Dan tampa sengaja ia melihat pria tampan itu Sedang duduk tersenyum memandangnya.


" Tuan sedang memperhatikan saya " sapa Maya yang naik sudah naik ke teras dan mencuci kakinya.


" Mhem , apa sudah puas?" tanya Ryan menatap Maya.


" Belum tuan, nanti sore lagi .Karna matahari sudah naik terasa panas menyengat " kata Maya yang lalu ikut duduk disebelah Ryan.


" Kau bisa bermain lagi nanti sore " kata Ryan melirik Maya.


" Iya tuan disini serasa sangat nyaman. Tuan pintar mencari villa yang bagus " kata Maya.


" Oh ya kenapa?" tanya Ryan datar.


" Ya karna kita bisa bebas bermain dan tertawa walau kita kesepian. Oh ya , apa tuan tidak bekerja ?" tanya Maya melirik Ryan.


" Mungkin besok , aku ada meeting dikantor " jawab Ryan santai.


" Dan kau dimana kau bekerja " tanya Ryan sambil menyeruput tehnya.


" Wijaya golden group tuan " kata Maya


" Kok tuan tahu, memang itu perusahaan yang bagus dan bonafit, cukup susah untuk bisa masuk bekerja disana. Tapi fasilitas karyawannya sangat terjamin tuan " kata Maya bangga karna bisa bekerja diperusahaan itu.


" Oh ya kau pernah bertemu bos nya " tanya Ryan.


" Belum tuan saya sudah hampir 3 tahun lebih disana , Tapi belum pernah melihat bosnya karna sibuk dan sering keluar negri." Kata Maya.


" Tapi teman teman saya bilang ceo nya masih muda dan tampan .Dan juga masih lajang tuan " kata Maya datar.


" Oh ya apa kau menyukainya?" tanya Ryan melirik Maya.


" Hahaha....tuan ada ada saja , bagaimana saya bisa menyukainya melihat dan kenal saja tidak. Dan juga kalaupun dia tampan mana mungkin saya brani berharap . saya hanya karyawan rendahan " kata Maya terkekeh .


" Siapa bilang , kau cantik bisa menarik perhatiannya " kata Ryan memancing.


" Hehehe.....saya tak brani tuan, terlalu tinggi bermimpi takut jatuh , untuk yang ada saja saya disakiti .bagaimana yang tampan " jawab Maya terkekeh.

__ADS_1


" Lalu apa rencana mu kedepan " tanya Ryan datar.


" Yah mungkin saya hanya fokus untuk berkerja saja dan merawat anak tuan " jawab Maya lirih.


" Kau wanita hebat, aku percaya masih banyak lelaki yang mau dengan mu dan bisa mencintai dengan tulus.Juga menerimamu apa adanya " kata Ryan tulus


" Aamiin trimakasih tuan, tuan baik hati sekali " Kata Maya polos.


"Hahaha......kau ini , sana ganti bajumu nanti kau kedinginan minta tolong bi Marni menyiapkan nya Dia sedang ada didapur " Kata Ryan.karna tak mau melihat Maya kedinginan.


" Oh ya trimakasih tuan, ini hampir kering kok tuan " kata Maya tersenyum dan berlalu mencari bi Marni dibelakang.


...............................


Bi Marni sedang asyik membersihkan ikan ketika Maya menghampirinya.


" Bi Marni sedang apa ?" tanya Maya yang mendekati bi Marni.


" Ini sedang menyiapkan bahan masakan untuk makan siang non " jawab bi Marni.


" kok basah basah sudah puas lihat pantainya " Kata bi Marni pada Maya.


" Sudah bi, mau Maya bantuin ngak bi Maya bisa masak sedikit sedikit " kata Maya yang lalu mendekati bi Marni.


" Boleh ini goreng ikan , sama bikin sambal .Tapi nona Maya ngak ganti Baju dulu non" tanya bi Marni.


" Nanti saja bi sekalian biar kotor, selesai bantu masak bi Marni Maya baru mandi " Kata Maya. Yang lalu menyiapkan wajan penggorengan dan menuang minyak untuk menggoreng.


" Ya sudah hati hati kecipratan " kata bi Marni mengingatkan Maya.


" Iya bi " kata Maya.


Keduanya pun memasak dengan cepat. Setelah selesai bi Marni menyiapkan semuanya dimeja .Sedangkan Maya pergi mandi. Untuk berganti pakaian.Tapi kali ini ia hanya mengunakan dress pendek. karna bi Marni tak punya banyak baju untuk anak gadis. itupun milik putrinya yang mengikuti sang suami pindah ke Surabaya.


" Tuan makanannya sudah siap " kata bi Marni yang memanggil Ryan yang sedang fokus dengan laptopnya


" Ya bi sebentar " kata Ryan. Pria tampan blasteran China korea itu terlihat masih sibuk mengecek email yang masuk.


Karna Ryan jarang kekantor tapi ia tetap mengawasi kantornya dari belakang. Dan setiap hari ia rutin untuk mengecek hasil kerja para anak buahnya.

__ADS_1



Ryan sedang santai dirumah.


__ADS_2