
Cindy pun menatap tajam Alex. Karna jengkel pada kedua asisten Ryan itu Yang iterlalu banyak ikut campur.
" Tapi benarkan wanita seperti mereka layaknya sampah " kata Cindy.
" Kau dengar baik baik. istri kami wanita baik baik. Tak menjual tubuhnya sana sini seperti dirimu. Cin. Yang memasang wajah lugu tapi murahan nih lihat " kata Didi .Yang mengambil semua foto foto mesum Cindy dengan tiap laki laki berbeda. Lalu melemparnya ke arah Cindy.
" Lihat itu " kata Didi jengkel.
Cindy pun luar biasa kaget .Karna melihat beberapa fotonya yang tidur dengan pria lain. Yang juga jatuh di kaki seseorang. Pria itu pun mengambilnya. Dan melihat foto calon istrinya tidur dengan pria lain.
Cindy pun memungutinya dan ketika berbalik. Wajahnya langsung kaget melihat pria itu. Ada dibelakangnya.
" Salman..........." kata Cindy kaget.
" Apa ini usaha mu hasil menjadi model atau menjual diri " tanya Salman lirih . Kecewa mendengar dan melihat fakta lain calon istrinya itu
" Aku........itu bukan seperti yang kau lihat man.. aku bisa jelaskan " kata Cindy gugup.
" Pa Altaf " kata Didi dan Alex kaget.
" Suruh masuk Lex " kata Ryan .
" Pulanglah kami ada urusan disini " kata Salman dengan wajah mendung.
" Tapi man, kita perlu bicara "kata Cindy.
"'Tak ada yang perlu dibicarakan Cin . Semuanya sudah jelas." kata Salman.
" Pulang lah Cin atau kau ingin bertambah di permalukan " kata Alex memperingatkan.
Cindy pun menatap tajam Alex .Lalu cepat cepat pergi dari ruangan Ryan. Sambil matanya berkaca kaca. Antara malu dan marah .Karna kini ia tak akan bisa lagi menyembunyikan aibnya . Yang sudah diketahui Calon suaminya itu.
" Maaf tuan Lee apa anda mengenal nona cindy " kata Salman bertanya.
" Bukan kenal lagi. Dulu ia teman kuliahku dan.......
" Dan mantan kekasihnya yang selingkuh dengan tuan Gee. Lalu pergi keluar negri untuk bersenang senang dan tidur dengan pria mana pun asal dapat uang " kata Alex yang melanjutkan perkataan Ryan.
" Astagfirullah " kata Altaf . Seraya menatap Salman.
" Bukankah besok kalian menikah ?" tanya Ryan menatap Salman.
" Iya " jawab Salman datar .
Semua orang yang ada di ruang itu pun terdiam. saling tatap tampa bicara. Karna kini Salman sudah tahu aib Cindy .
" Bisakah kalian jelaskan secara detail lagi. Agar Salman bisa mengambil keputusannya malam ini " kata Altaf.
__ADS_1
Alex dan Didi juga Ryan salin tatap . Lalu Ryan mengangguk. Dan Didi pun akhirnya menceritakan semua tentang Cindy. Salman Altaf dan Ahmad mendengarkan semua cerita Didi. Sedangkan Ryan dan Alex duduk tenang menyimak semua apa yang didengar. Lalu setelah selesai bercerita Didi pun menatap Salman.
" Apa ustad yakin ingin menikahinya setelah tahu semuanya " kata Didi
" Man batalkan jangan buat hidupmu terperosok ke jurang yang paling dalam lagi " kata Altaf memberi saran.
" Trimakasih mas Didi ini akan menjadi pertimbangan saya besok.Dan saya akan bicara baik baik dengannya malam ini " kata Salman.
" Ya itu jalan yang terbaik man, agar kau tak mempermalukan abi " kata Ahmad.
" Baiklah kalo begitu mari kita bicara bisnis. Biar itu dilanjut nanti " kata Altaf
" Baiklah silahkan dimulai " kata Ryan yang duduk tenang .
Mereka pun akhirnya tetap sepakat. Untuk menjadi relasi bisnis. Dan melupakan urusan pribadi sesaat. Untuk mengurus usaha mereka agar tetap lancar Dan bisa berjalan semestinya.
................................
Tangis Cindy pecah ketika Salman datang. Untuk membatalkan pernikahan mereka. Sepulangnya dari kantor tuan Lee. Salman langsung menemui Cindy.
" Kenapa kau tega man, Aku sudah banyak berubah " kata Cindy.
" Maafkan aku , tapi aku tak bisa..Karna sejak awal kau sudah berbohong Cin. Andai kau jujur lebih dulu. Aku tak mendengar dari orang lain. Mungkin aku bisa menerimanya. Tapi kini semuanya berakhir. Aku kecewa " kata Salman lirih.
" Man bisa kah kau memberiku kesempatan sekali lagi " rengek Cindy.
" Maafkan aku man " kata Cindy terisak.
Cindy menyesal tidak jujur dari awal. Sejak mereka menjalani ta'aruf . Yang kini semuanya berakhir dengan kekecewaan.
" Aku juga minta maaf Cin., Karna belum bisa menerima mu apa adanya..Tapi aku berdoa semoga kau dapat jodoh yang terbaik. Untuk mu suatu hari nanti " kata Salman .Lalu bergegas pergi meninggalkan rumah Cindy.
Kini Salman duduk termenung disebuah taman . Menyesali i semua kemauan sang umi. Mungkin ini juga yang terjadi dengan Nur.
Deg......
Hati Salman seperti tersentak. mengingat sang adik. Jangan jangan........
Kini Salman tahu alasan kenapa Nur pergi .Karna ia pasti tak mau dijodohkan dengan Radit adik Cindy. Yang lalu karna gagal menjodohkan Nur. Kakek dan uminya . Menjodohkannya dengan Cindy.
" Astagfirulah........" kata Salman beristigfar . Mengingat sang adik kabur dari rumah sang kakek. Ya kabur. itulah kenapa Nur lari dari rumah sang kakek. Karna tak mau dipisahkan dari Bima.
,Salman pun lalu terisak. Ingat akan adik nya Nur yang kini jauh disana . Yang tak pernah bisa ia temui.
" Umi dan kakek keterlaluan " kata Salman kecewa. Untung hari ini ia kekantor tuan Lee . Kalo tidak ia tak kan pernah tahu aib calon istrinya itu.
Lalu Salman pun melarikan mobilnya kesebuah rumah makan.sederhana Untuk mengisi perut nya. Yang lapar karna belum makan sejak pulang dari rumah Cindy. Ia hanya sempat mampir masjid untuk sholat .
__ADS_1
" Lho min bukannya itu kak Salman . Kakaknya Nur " kata Andra.
" Iya dra, yuk kita samperin " kata Amin.
" Ayo ...." kata Andra .
Keduanya yang tak sengaja ingin membeli makanan sepulang kerja. Dan melihat Salman Yang mereka ingat itu adalah kakaknya Nur.
" Kak Salman kan " kata Andra menyapa Salman yang duduk dimeja sendiri sambil menunggu pesanan datang .
" Iya siapa ya, maaf saya lupa " kata Salman menatap Amin dan Andra.
" Kami temannya Bima kak , yang dulu melerai Kakak waktu menghajar Bima " kata Andra jujur.
" Astagfirullah. maaf kakak lupa . Bagaimana kabar kalian " kata Salman.
" Baik kak. kebetulan kami mau makan . Pas lihat kakak lalu kami hampiri " kata Amin.
" Oh ya makan disini aja bareng bareng. Biar nanti kakak yang bayar sekalian " kata Salman.
" Wah rezeki nih. " kata Andra.
" Alhamdulilah rezeki anak sholeh " kata Amin tersenyum.
Lalu ketiganya pun tersenyum. Dan ngobrol banyak . Sampai akhirnya Salman menanyakan tentang Bima dan Nur.
" Wah kebetulan sekali kak . Minggu minggu ini Bima dan Nur kan libur . Mereka akan pulang kesini. Jadi kak Salman bisa ketemu." Kata Amin.
" Kapan min. beritahu kakak biar kaka jemput " kata Salman senang ingin segera memeluk sang adik.
" Kalo kapannya kurang tahu. kak, coba ku kirim pesan dulu ya kak " kata Amin .
Yang memang Amin dan Bima masih saling menghubungi . Dan juga saling bertukar kabar satu sama lain.
" Alhamdulilah " kata Salman yang bisa menemukan titik terang sang adik satu satunya itu.
Sedangkan Bima dan Nur baru saja sampai dan menuju tempat pengambilan barang.
Drt.......drt... ...
Bima pun lalu melihat pesan yang masuk . Dan senyum nya langsung mengembang melihat pesan Amin .
" Tahu aja nih anak kita pulang " kata Bima.
" Siapa by ?" tanya Nur. Menatap suaminya . Yang sedang tersenyum.
" Amin nanyain kapan kita pulang. Sudah nyampe belum nih lihat " kata Bima memperlihatkan pesan Amin pada Nur.
__ADS_1
" Telp aja bang pasti mereka senang . Dan bisa jingkrak jingkrak mereka tancap gas kesini " kata Nur. tersenyum.