
Maya hanya tersenyum melihat tingkah polah anak anaknya . Yang mengingat kan Maya sewaktu mereka masih kecil kecil Bercanda bersama dan saling menjahili saudaranya. Ketika mereka berkumpul bersama
Tak terasa kini anak anaknya sudah menikah semuanya Dan Maya bisa lega
Melihat buah hatinya sudah mempunyai pasangan masing masing .Yang membuat nya sadar kalo suatu saat nanti ajal menjemput nya Tak akan jadi masalah baginya..Kini Maya hanya ingin fokus beribadah bersama Ryan. Sambil menikmati masa tua Sambil menimang cucu cucu nya
Hidup setiap orang punya ujian nya masing masing Yang harus bisa disikapi
Dengan bijak dan juga dihadapi dengan kepala dingin .Susah senang silih berganti
datang dan pergi tampa permisi. Hingga
Kita tak sadar waktu terus berjalan .
Dan Maya menikmati setiap tahap dari proses hidup nya dari susah dan senang ia rasakan Dari kuliah dan sambil bekerja Semua nya berawal dari nol. Untuk menapaki hidup yang penuh liku liku Karna tak ada yang gratis hidup di dunia ini Semuanya penuh pengorbanan dan perjuangan Yang akhirnya di ganti Allah dengan imbalan yang sepantasnya.
Ya nasip dan takdir seseorang akan berubah sesuai sekuat ia sanggup menjalaninya tiap tahap hidupnya Dan merubahnya lewat harapan dan keinginan .
Dari sabar melewati dari level bawah dan ke level yang lebih tinggi
.
" Mhem .....kok melamun sayang " kata Ryan Ketika Maya melepas para besan nya pulang dan mengantarnya sampai teras rumah utama mereka
" Hanya senang bang tadi ramai dan meriah kini sepi lagi Apalagi nanti kalo anak anak sudah pulang Akan terasa makin sepi Lagi " kata Maya
" Ya mereka sudah dewasa dan menikah wajar lah mereka datang dan pergi karna itulah takdir hidup kita...Trimakasih sayang kau sudah membuat mereka menjadi anak anak yang baik . Dan abang yakin mereka slalu mendoakan kita " kata Ryan tersenyum dan mengandeng Tangan Maya dan masuk kedalam rumah.
" Ayo istirahat abang ingin tidur memeluk
May " kata Ryan.
" Ya bang " kata Maya tersenyum yang lalu merangkul tangan Ryan menuju kamar .
" Apa kita bikin ade Maira lagi biar nambah " kata Ryan
" Abang apaan sih sudah tua juga " kata Maya yang mencubit Ryan.
" Auw sakit sayang " kata Ryan terkekeh
__ADS_1
Tampa mereka sadari Dua belas pasang mata memperhatikan kemesraan pasangan itu .Yang mengintip di balik pintu Lalu berjalan pelan mengikuti keduanya.
Aska yang keluar melihat kelakuan para adik adiknya itu pun berkacak pinggang
" Kalian mau ngapain sih pada ngintip ngintip Papah mamah " kata Aska
" Bang masa papah mamah mau bikin ade lagi " kata Rey.
" Papah ..... mamah...... " Teriak Aska kaget Yang menghentikan langkah Ryan dan Maya yang hendak masuk kamar Dan menoleh kearah anak anaknya.
" Lah kalian ngapain disitu " kata Ryan
melihat anak dan menantunya berkumpul.
" Mereka lagi ngintip mamah dan papah " kata Aska.
" Pah jangan bikinin ade buat Maira ya , Maira ngak mau punya ade bayi .Nanti kalo Maira hamil punya anak masa manggil om bayi " kata Maira yang langsung memeluk Ryan
" Hahaha......kalian ini , papah itu cuma bercanda mana ada bikin ade bayi Mamah sama papah sudah tua masa bisa bikin bayi lagi " kata Maya tergelak lalu mengusap usap kepala Maira
" Ih...... papah ...menyebalkan .." kata Maira Yang langsung memukul mukul pelan dada Ryan .
" Yah papah bikin kita jantungan aja " kata Tan yang tegang karna bakal punya ade bayi.
" Aish kalian ini, papah cuma godain mamah . Dah sana pergi papah sama mamah mau istirahat dulu ya " kata Maya. Yang lalu menarik tangan Ryan.
" Ya sayang ayo dah ......" kata Ryan yang lalu masuk kamar bersama sang istri menutup dan menguncinya. Yang membuat Aska Maira Kelvin Tan Cia juga Rey dan Tian melongo melihat pasangan bucin itu.
" Hahaha...... kasihan deh kalian di kerjain " kata Queen yang muncul bersama Aisyah.
Yang tersenyum melihat saudara saudaranya bengong
" Ih menyebalkan " kata Maira yang lalu menarik tangan Kelvin dan pergi kekamar mereka.
" Hahaha..... lagian siapa suruh ngintip mamah papah " kata Aisyah menepuk pungung Rey.
" Ya sudah yuk sayang kita kekamar " kata
Tian yang mengengam erat tangan Cia lalu menuju kamar.nya Dan semua nya pada bubar kembali ke kamar masing masing.
__ADS_1
Sedangkan Zi dan Damar baru saja melakukan pelepasan Setelah lama menahan rindunya selama 2 bulan tak bertemu sang istri . Karna Zia sedang menyelesai kan skripsinya . Dan akan ikut ke Taiwan karna sudah setelah sidang dan tinggal menunggu wisuda.
" Kak Damar kangen banget sama Zi " kata Damar yang mendekap istrinya dan menghapus keringat di kening Zi
" Zi juga kangen kak Damar " kata Zi tersenyum menatap lekat wajah suaminya itu dan mengecup bibir nya.
Damar hanya membiarkan Zi ******* bibir nya .Karna ia tahu istrinya juga rindu padanya.
Sedangkan Ryan baru saja menyelesai kan dua rondenya dan memeluk Maya erat Dan mengecup kening Maya berkali kali.
"' Abang jangan bercanda lagi didepan anak anak May malu " kata Maya
" Dih kenapa malu kan sama suami sendiri lagian mereka cuma protes doang bisa buat ngerjain mereka " kata Ryan menoel hidung Maya
" Iya bang tapi mereka juga kaget dikira benaran " kata Maya
" Hahaha.... hei jangan di ambil hati kalo benaran pun juga ngak masalah kan " goda Ryan.
" Ih abang sudah tua bang masa masih mau punya anak lagi May sudah ngak kuat ngejan " kata Maya terkekeh
" Yah ...... payah masa istri abang loyo biasa nya di genjot juga masih mau nambah " kata Ryan terkekeh.
Yang membuat Maya tersenyum lalu mengecup bibir suaminya itu . Maya tahu Suaminya itu hanya bercanda Karna Ryan tahu Maya sudah di sterilkan setelah melahirkan Maira Karna sempat pendarahan Dan Ryan sendiri yang meminta dokter melakukannya. Agar Maya tak hamil lagi. Karna sudah punya lima anak Dan itu sudah cukup bagi Ryan
" Abang mencintai mu May " kata Ryan memeluk dan mencium Maya
" May juga trimakasih abang slalu menyayangi May " kata Maya .
" Ya trimakasih juga sudah slalu setia menemani perjalanan hidup abang..Abang bahagia May hadir dalam hidup abang Dan bisa membesarkan anak anak abang dengar sabar " kata Ryan.
" Mereka juga anak anak May. Anak anak kita bang dan sekarang kita sudah punya cucu. ya bang Rasanya baru kemaren May merasa mengantar mereka sekolah Dan bermain bersama. Tampa terasa waktu berjalan cepat " kata Maya.
" Iya abang ngak nyangka kita sudah melewatkan banyak hal " kata Ryan
" Ya bang jadikan bulan depan kita ibadah haji " kata Maya menatap Ryan .
" Ya sayang " kata Ryan yang kini banyak menghabiskan hari tuanya banyak mengaji dan ikut belajar pada Altaf Salman dan Ustad Rahman Juga pergi majelis taklim bersama Maya bersama para asistennya Untuk persiapan akhiratnya kelak . Dan berharap bisa berkumpul lagi bersama orang orang tersayang nya di surga.
.
__ADS_1