
Ada rasa bahagia dihati Frans ketika bermain dengan Aska. Bocah itu menjadi hiburan tersendiri bagi Frans. Karna Aska sangat periang dan juga mudah diajak bercanda Keduanya pun cepat akrab. Karena Frans juga menyukai anak kecil..
" Om ayo kok lemas sih ayo tendang" teriak Aska pada Frans .Yang membuat Frans terkekeh.
" Iya , kau ini ngak sabaran " kata Frans yang merasa di tantang.
Frans pun menendang bola pelan. Lalu kedua nya pun bermain kembali .Nia yang melihat kedua pria beda usia itu bermain . Hanya tersenyum. Karna keduanya sambil tertawa ceria.
" Awas......hore.....gol.. om kalah " teriak Aska berlari senang.
" Yah kalah deh " kata Frans yang sengaja mengalah. Untuk keponakannya itu.
" Om harus semangat , biar ngak kalah " kata Aska tertawa .
" Ok om semangat " kata Frans lalu mengusap kepala Aska dan lalu memeluk keponakannya itu.
Frans merasa bahagia andai Aska anaknya sendiri. Apalagi Aska terlihat pintar dan lincah.
" Pastinya Ryan sangat bahagia, apalagi anak anaknya tumbuh sehat " bathin Frans yang lalu mengendong Aska dipundaknya.
" Hahaha......om jangan tinggi tinggi om, nanti Aska jatuh " kata Aska tertawa
" Ngak lah kan om pegang " kata Frans tertawa.
Nia yang melihat nya hanya tersenyum. Begitu juga Ryan yang baru saja hendak bermain dengan putranya itu.
" Nia suruh bi Marni untuk menyiapkan cemilan atau buah " kata Ryan menyuruh Nia.
" Baik tuan " kata Nia lalu bergegas pergi.
" Seperti nya tuan Gee terlihat senang tuan" kata Lim menatap Ryan.
" Itu pasti Lim dia sangat ingin punya keturunan, tapi sayang Mey tak menggubrisnya " kata Ryan .
" Pasti nya ia kecewa tuan muda, padahal tuan Gee sangat menyukai anak kecil " kata Ryan .
" Pantas saja ia ingin memperistri nona muda kalo tuan tiada " kata Lim mengoda.
Yang membuat Ryan memicingkan matanya menatap Lim.Mendengar penuturan Lim yang membahas Maya.
" Hahaha......saya hanya bercanda tuan " kata Lim tertawa senang .Karna bisa mengerjai tuan mudanya itu.
__ADS_1
" Apa kau ingin aku memotong gaji mu Lim " kata Ryan mengancam.
" Tidak tuan maaf " kata Lim terkekeh.
" Kau senang sekali rupanya bisa membuat ku emosi " kata Ryan melengos lalu melangkah mendekati Frans dan Aska yang bermain .
Sedang kan Lim tersenyum. Sambil mengikuti bos nya itu berjalan di belakangnya.
" Apa kalian bersenang senang " tanya Ryan ketika sudah di taman.
" Papah........." kata .Aska yang berlari ke arah Ryan ketika melihat sang papah.
Lalu Ryan pun mengulurkan tangannya dan memeluk putra sulungnya itu. Dan lalu menggendongnya.
" Apa kalian senang bermain" tanya Ryan.
" Senang pah, om Frans kalah Aska yang menang. om lemes katanya " Adu Aska tersenyum.
" Berarti om Frans harus minum vitamin biar sehat dan kuat kaya Aska ya " Kata Lim .
" Iya om Lim, harus itu " kata Aska tersenyum.
" Tak masalah kalo kau ingin , kau juga om nya " kata Ryan.
" Iya kita masih bersaudara kan ?" kata Frans yang merasa cangung karna ia sering mencurangi Ryan.
" Iya kita tetap bersaudara " kata Ryan yang tak pernah tega pada kerabatnya itu.
" Tuan Gee pasti sangat senang kalo punya anak sendiri. Apalagi anak kandung sendiri." Kata Lim ikut bicara.
" Iya Lim, aku juga ingin Mey memberikanku seorang anak walau hanya satu " kata Frans lirih. Yang berharap bisa hidup normal seperti Ryan.
" Ku doakan Mey cepat hamil Frans dan kalian bisa hidup bahagia." kata Ryan.
" Trimakasih bro, ya aku pun berharap begitu " Kata Frans .
Sedangkan Lim hanya menjadi pendengar setia. Karna bisa melihat tuan mudanya itu bisa berdamai. Mengingat ada masalah masa lalu yang tak mengenakan. Namun Lim tahu bahwa Ryan orang yang tulus dan juga baik.
Ketiga nya pun lalu mengajak Aska untuk bermain. Mereka tertawa bersama. Nia dan bi Marni datang membawakan minuman dan cemilan. Untuk teman ngobrol ketika selesai bermain bola.
" Nia Letak kan disini saja " kata bi Marni.
__ADS_1
" Iya bi" Kata Nia .Yang lalu menata cemilan yang dibawanya.
Setelah selesai Nia pun langsung memberi tahu tuannya . Lalu pergi kembali masuk ke dalam rumah bersama bi Marni
..................................
Sedangkan di kamar mami Lily sibuk bermain dengan cucu cucu kecilnya. Karna kebahagian terbesar baginya. Bisa melihat sang putra tunggalnya itu bahagia bersama istri dan anak anaknya.
" May mereka sangat lucu " kata Mami senang.
" Tentu saja mereka cicit cicit ku yang mengemaskan " kata Opa yang baru masuk.kekamar Maya
" Opa dari mana ?" tanya Maya menatap sang kakek. datang.
" Opa bermain catur bersama Alex dan Kim. Sedangkan cucu tertuaku sedang bermain bola " kata opa .Yang Lalu duduk sambil memperhatikan cicit cicitnya.
" Apa papi ngak ingin istrirahat ?" tanya Mami Lily.
" Nanti biarkan aku menikmati hariku melihat mereka " jawab opa yang memegangi tangan Rey yang tersenyum padanya.
" Iya pi, Lily tahu pasti Papi sangat senang melihat mereka ." kata mami tersenyum.
" Iya aku merasa masih muda saja rasanya. Aku berharap mereka cepat tumbuh dewasa " Kata tuan Choi tersenyum.
" Iya opa biar bisa merecoki opa kan " kata Maya terkekeh.
" Hahaha........ iya seperti bang Aska iyakan .. ayo kalian cepat besar " kata Opa tertawa sambil mengajak tiga bayi kembar itu berinteraksi Walau ketiganya belum mengerti apa pun.
Mereka bertiga hanya diam menatap sang buyut dengan sesekali mengoceh. Mami Lily hanya tersenyum melihat sang ayah yang bisa tertawa lepas. Ketika melihat cicit cicitnya.Yang membuat hati Mami Lily terharu. Mengingat sang suami yang begitu cepat pergi. Yang tak sempat melihat anak mantunya. Dan juga cucu cucunya.
" Mi seperti opa sangat bahagia " kata Maya tersenyum.
" Iya May, bahkan ia semangat sekali ketika tahu kau sudah melahirkan. Dan ia tak bisa tidur karna ingin datang kesini menemui kalian " kata Mami Lily.
" Ya mungkin nanti kalo bang Ryan sudah ngak sibuk kami akan kesana mi. Bang Ryan bilang kami perlu suasana baru agar bisa melihat suasana luar " kata Maya.
" Itu harus May, karna Mami dan opa mu akan merindukan kalian slalu. Apalagi ketika mereka sudah bisa mengoceh seperti Aska" Kata Mami tersenyum. Seraya mengusap bahu menantu kesayangannya itu. Karna Maya sudah memberi kan banyak cucu untuknya . Yang membuat mami Lily bangga .
Sedang opa Choi asyik bercengkrama dengan si kembar. Entah bagaimana reaksi mereka bertiga. Hingga membuat tuan Choi terkekeh sendiri dengan kelucuan para cicit cicitnya . Yang menjadi pewaris keluarga Lee.
" Kalian tahu. Ketika opa suatu saat pergi. opa tak pernah menyesal. Karna sudah merasa bahagia bisa melihat kalian " kata tuan Choi tersenyum.
__ADS_1