Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 286 Persiapan untuk Queen


__ADS_3

Setelah selesai merapikan kamarnya Maya pun keluar kamar menuju dapur untuk menemui bi Marni . Namun langkahnya terhenti. Ketika mendengar pembicaraan Didi yang berada di samping teras sisi taman Hendak menuju kamar bi Marni . Maya pun terdiam sesaat mendengarkan pembicaraan Didi .


"'O jadi begitu cerita nya , untung lah dia diselamatkan Lim dan dinikahi Lim " Kata Didi santai.


Entah dengan siapa Didi bicara . Maya tak tahu. Lalu kembali melangkah menuju dapur. Setelah sedikit mendengar percakapan itu.


" Kasihan " guman Maya.


" Siapa yang kasihan May " tegur Desi yang muncul dari kamar belakang.


" Hei ku pikir belum bangun ,Didi dan Alex belum berangkat ?"tanya Maya.


" Belum baru juga sarapan tuh mereka. Tumben laki lho rajin banget .Asistennya aja masih dirumah " kata Desi.


" Bang Ryan ngantar anak anak dulu tadi. Trus mau ketemu relasi bisnisnya pagi ini dengan Kim jadi baru kekantor siang " kata Maya .


" Oh .....gitu kupikir langsung kekantor " kata Desi.


" Ya ngak lah Des, kan ada jadwalnya sendiri.Orang laki kita aja masih malas malasan. Kan beda alur, kalo hari biasa harus langsung dikantor. Laki Maya lagi ketemu relasi bisnisnya. Tapi ngak ngajak para asisten karna Klein nya ingin bertemu secara pribadi di hotel. Jadi cuma Kim yang ikut " jelas Vani.


" Kok kamu tahu Van " kata Desi.


" Tahu tadi mas Didi cerita, aku bilangin Bosnya sudah bangun kok malas malasan. Alasannya Tuan Lee ke kantor nya siang " jelas Vani lagi.


" Pantasan laki gue ikutan bangun siang gue pikir libur. Eh malas berangkat siang." kata Desi.


" Kalian sudah sarapan ?" tanya Maya


" Belum " kata Desi dan Vani bersamaan.


" Ini baru mau May, lho mau kemana ?" tapi tanya Vani.


" Mau ke kamar bi Marni. Oh ya kalo waktu kalian longgar aku minta tolong kalian ya . Kan Queen mau ulang tahun 4 hari lagi..Jadi aku mau belanja untuk bikin bingkisan anak anak panti. Queen mintanya dirayakan disana makanya di persiapan sekarang takut ngak keburu " kata Maya.


" Santai May bakal kita bantu kok, sekalian aja kita bungkus kan mumpung kita disini. nanti tinggal di masukan dus dan tinggal dibawa pas hari nya " usul Desi

__ADS_1


" Boleh kalo kalian ngak repot." kata Maya.


" Ngak May, kan disini semua dilayani..Kita ngak perlu masak dirumah tinggal makan gratis " kata Desi.


" Iya May, malah kita senang bisa bantu lho, kan sekalian ngumpul bete juga dirumah bengong ya kan Des " kata Vani yang memainkan kedua alisnya.


" Yoi .....lagian kan ada kan kita bisa nemani lho belanja May " kata Desi


" Bagus lah , berarti pergi nya sama kalian aja biar bi Marni masak buat kita. " kata Maya


" Iya bu bos, kan mumpung anak anak sekolah jadi bisa cepat membungkusnya dan juga kita bisa shoping shoping " kata Vani senang.


" Hadeh kesempatan aja lho Van " kata Desi


" Dih sewot aja lho Des, orang bu bos aja ngak keberatan noh......" kata Vani santai.


Maya hanya tersenyum .Karna sudah biasa dengan kelakuan konyol dua temannya itu. Dan Maya juga bisa memaklumi. Toh uangnya juga ngak bakal habis kalo cuma untuk mentraktir dua temannya itu


" Sudah ngak ribut santai aja, tinggal gesek kok, kalian juga bisa milih kok " kata Maya tersenyum.


" Tuh Des, bu bos aja ngasih lampu hijau jadi santai .. .... mudahan rezeki mu nambah ya May menyantuni kita " kata Vani terkekeh.


" Ya sudah kalian serapan dulu sana, biar aku siap siap . Kita berangkat sama jhon " kata Maya.


" Ok bu bos " kata Keduanya yang lalu kemeja makan untuk sarapan. Karna sudah biasa mereka sarapan dirumah Maya. . Namun tetap menunggu tuan muda Lee berangkat lebih dulu . Baru mereka sarapan. Karna rikuh dengan bos suami mereka. Walau Maya baik dan tak pernah membedakan mereka. Tapi Vani dan Desi tetap menghormati Maya. Dan semua keluargganya. Dan tidak berbuat seenaknya.


Karna Maya sudah banyak menolong mereka.Dan juga tampa perhitungan .


Maya lalu berdandan ala kadarnya . Karna ia tak pernah berdandan terlalu menor. Karna Maya sudah cantik alami. Setelah selesai Maya pun memilih pakaian yang simpel dan santai. Dan lalu menemui jhon untuk bersiap siap. Lalu duduk santai sambil mengirim pesan kepada suaminya . Untuk izin keluar bersama teman temannya.


" Lagi santai mba May " Sapa Mischa yang baru dari depan mengantar Lim ikut kekantor pusat bersama Alex dan Didi.


" Iya dari mana ?" tanya Maya ramah.


" Dari depan mengantar suami. " jawab Mischa santai.

__ADS_1


" Oh ....bukan nya Lim libur kenapa kekantor " kata Maya heran


" Biasa ada urusan sama bos " kata Mischa seakan merendahkan Maya.


" Oh begitu" kata Maya yang lalu kembali sibuk membalas pesan.


" Wah enak ya jadi istri bos, bisa santai oh ya bagaimana mba Maya bisa merayu tuan lee. Padahal tuan Lee itu wanitanya dulu kelas selebritis " kata Mischa menyindir.


" Hah .....apa maksudnya " kata Maya ,yang kaget dengan ucapan Mischa seakan merendahkannya.


" Bukan nya kau dulu pelayan cafe May aku baru ingat itu " kata Mischa mencibir.


Deg.........


Maya tertegun dengan ucapan Mischa yang sepertinya ingin menjatuhkannya. Namun Maya tahu sesuatu untuk membalasnya


" Kenapa memang kalonya aku pelayan cafe " kata Maya menatap mischa.


" Yah pastilah kau.....


" Woi......... jaga ya tuh mulut, hati hati kalo bicara. dia istri bos lho. Dan ingat suamimu cuma asisten " kata Desi yang tak terima Mischa seenaknya merendahkan Maya.


" Tapi kalian memang pelayan cafe kan dulu " kata Mischa


" Iya benar, tapi buktinya kita sederajat " kata Desi sambil menujuk dada Mischa dengan telunjuknya .


" Kau istri Lim tapi statusnya sama dengan kami . Dan ingat yang kau tuding itu istri bos suami mu " kata Desi .


" Dan kau harus tahu, tuhan itu adil .Walau kau orang kaya dan kami miskin kami tidak mengemis tapi kami bekerja. Lepas kami cuma pelayan .Tapi kami tidak menjual diri. Dan lagi kami bekerja halal tidak mencuri. " kata Desi lagi . Yang membuat Mischa tersudut. Hingga tak bisa bicara lagi.


" Maaf bila itu menyingung kalian"' kata Mischa yang langsung merasa kalah. karna ucapan Desi yang menohok. Apalagi ucapan Desi benar. Karna orang lain tak bisa menilai pekerjaan seseorang. Toh kita tak pernah tahu takdir seseorang kedepan nya


" Sudah ayo ngak usah dibahas lagi , ayo pergi nanti keburu kesiangan " kata Maya yang tak mau ribut.


"Ya bu bos ayo Van, berangkat , ngak guna meladeni tamu yang sombong " sindir Desi

__ADS_1


" Yuk lets go " kata Vani .


Lalu ketiganya pun pergi ke halaman depan. Pintu rumah utama . Karna Jhon sudah menunggu pergi. Sedangkan Mischa hanya diam karna merasa bersalah . Sambil melihat pungung ketiganya yang masuk kedalam mobil .


__ADS_2