Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 314


__ADS_3

Evan lalu meminta ponsel Sheila dan juga Desi dan Vani Lalu mengetik nomornya. Sedang kan giliran Maya paling terakhir


" Ini no mu May " kata Evan yang melihat no baru. Karna Maya tak.mungkin memberikan no lamanya.


" Iya kak " kara Maya santai.


" Aku juga May kali aja suami lho mau beli mobil baru tinggal hubungi gue " kata Sheila..


":Ya boleh " kata Maya. yang lalu bertukar no dengan Sheila. juga Evan.


Evan tersenyum . sambil minum minuman soda yang dibawanya ." May mau dansa ngak yuk temani " kata Evan . Membuat ketika temannya menatap kearah Maya..


" Wah kak maaf saya ngak bisa dansa maklum orang desa " kata Maya menolak dengan sopan


" Ngak masalah coba dulu aja." kata Evan


" Nah sama sheila aja kak, lebih jago " kata Maya yang tahu dulu sangat suka menari .


" Boleh tapi lama juga ngak pernah lagi kak takut encok " kata Sheila terkekeh.


" Apa mau sama saya kak " tawar Vani .


" Heh ......eh boleh. Eh sebentar ada telp " kata Evan yang lalu bicara sambil menjauh dari meja untuk menerima panggilan dan sesekali melihat Maya yang tertawa.


" Alasan lho shel bilang aja takut digosipin kan " kata Desi menyindir.


" Tuh tahu , sampai ke telinga suami ngak enak sama atasannya " kata Sheila.


" Wih......berarti kak Evan bosnya " tanya Vani menatap sheila.


" Iya makanya ngak enak. kalian aja yang bebas Bisa jadi kesempatan buat naik pangkat dari pada jualan cilor " kata Sheila.


' Cih......Lho kali Sel , kita mau santai ngak masalah jualan cilor yang penting halal " kata Desi.


" Yoi...... lagian juga banyak tuh yang masih nganggur dari ngelihatin kita .Takut ke saing " kata Vani.


Setelah menelpon Evan langsung kembali kemeja " Eh pamit duluan ya .kakak mau ketemu relasi bisnis " kata Evan .


" Ya kak kita juga mau pulang kok kak" kata Desi. yang memberi kode pada Maya dan Vani.

__ADS_1


" Oh ya sudah kakak duluan ya , kalo gitu sampai ketemu lagi " kata Evan tersenyum lalu pergi meninggal keempat wanita itu


" Ya sudah shel kita duluan ya, May mau dijemput atau kita antar " kata Desi. menawarkan tumpangan


" Boleh antar sampai rumah ya " kata Maya.


"Siap bu bos "kata Vani terkekeh Lalu ketiga nya pun berpamitan dengan yang lain Karna memang sudah hampir magrib.Setelah itu mereka menuju parkiran mobil untuk pulang.


" Vani nanti mampir masjid dulu ya biar ngak sholat nyampe rumah " kata Maya .


"Ok May kita juga mau sholat sekalian " kata Vani. Yang lalu menghidupkan mesinnya mobilnya. Sedang Desi memilih duduk di kursi tengah.


*******


Di Cafe Ryan dan Alex juga Didi sedang menunggu relasi bisnisnya. Sambil ngopi setelah magrib selesai.


" Bos sebaiknya bos hubungi Kim lagi .biar bos tahu ceritanya kalo Si Rara lah yang sengaja menjebak Kim , dan kami sudah punya bukti cctv dari rumah sakit dia dan temannya itu bersekongkol untuk menyingkirkan Kim. " kata Alex. menjelaskan semua kejadian itu.


Ryan terdiam . Merasa bersalah Karna sempat memukul Kim di depan orang banyak " kenapa aku menjadi bodoh percaya dengan Rara " kata Ryan yang mengenal Kim 12 tahun tampa Cela


" Karna bos terlalu sayang dengan Rara, untuk nona Maya bertindak , kalo tidak kacau semuanya tuan " kata Didi. karna tahu Kim tak mungkin melakukan hal serendah itu Apalagi sudah mempunyai istri .


Tak lama kemudian, orang yang ditunggu datang " Malam tuan Lee ini tuan Evan dan Irvan mereka yang mempunyai perusahaan mobil yang paling besar. " kata Pria yang bernama Yuda klein bisnis Ryan yang akan berkerjasama pada group Lee.


" Senang bertemu pebisnis seperti anda tuan Lee kata Irvan dan Evan menjabat tangan Ryan


" Sama sama saya , juga sangat senang bisa bekerjasama dengan kalian para generasi muda yang hebat " kata Ryan memuji . Karna walau mereka masih muda tapi tak bisa dipandang sebelah mata. Karna bisnis mereka juga cukup berpengaruh besar. untuk kalangan pebisnis


Lalu mereka pun membahas tentang kerjasama dan keuntungan yang mereka dapat. Dan memberikan keuntungan yang sama sama tak merugikan satu sama lain. Yang membuat Ryan lega ketika semua bisa berjalan dengan baik.


*****


Sedangkan Maya dan Desi juga Vani baru saja keluar dari masjid dekat supermarket dan pom bensin . Ketiganya pun lalu mampir untuk membeli makanan ringan ..Tampa sengaja Desu menyenggol seseorang


Bruk........


" Eh matanya kemana mba, taruh di kaki ya " kata wanita yang ditabrak menatap Desi.


Desi yang tadinya ingin minta maaf mengurungkan niatnya. setelah tahu siapa yang berdiri dihadapannya.

__ADS_1


" Oh si ular gatal pelakor ....tumben belanja habis malak siapa lagi i nih, atau digenjot dulu baru dibayar " kata Desi balik marah.


" Kau.... berani sekali , ngaca benalu liar saja sombong .


Mending lah jadi benalu timbang jadi wanita simpanan ,janda gatal " kata Vani ikut bicara sambil berpangku tangan


" Kalian ya beraninya main keroyokan. Harus satu lawan satu kali kalo. berani " kata wanita itu yang tak lain adalah Rara.


Tania Yang melihat Vani pun datang menghampiri mereka . " Eh yang pelakor itu lho buka dia sudah hamidun dulu baru nikah "Ejek Tania. membela Rara.


" Heh.... lho tuh perempuan gatal ngaku laki orang Lakinya mantan pacar aja sombong kan lho sediri yang mau ditiduri sama selingkuhan nya terus ketangkap basah amit amit jijik gue " kata Vani tak mau kalah.


" Heh jaga tuh mulut apa mau gue sobek sobek tuh mulut " kata Tania


" Waduh ... galak juga lho ya berdua tapi sayang duo pelakor gatal yang satu baru keluar hotel prodeo Yang satu kabur karna suaminya bangkrut kasihan deh lho . " kata Desi sambil mengacung kan jarinya.


" Kurang ajar kalian ya " kata Rara marah lalu mengambil beberapa barang di rak penjualan melempar nya kearah Desi dan Vani.


" Van kabur....... tolong ada orang gila ngamuk tolong ...... ada orang gila " teriak Desi yang mencari perhatian orang orang hingga dua orang satpam menghampiri mereka.


" Ada apa mba ?" tanya satpam.


" Itu pa ada orang gila ngamuk pa , lihat pa disana " kata Desi


Yang membuat Vani tersenyum " mampus tuh mereka berdua. " kata Vani


Sedang Kan Maya melongo melihat kedua temannya itu lari kedepan . " Ada apa sih " kata Maya yang lalu melihat dua satpam memarahi Rara dan Tania. Karna merusak barang barang supermarket. Lalu Maya langsung menghampiri Desi dan Vani.


" Kalian ribut " kata Maya


" Yoi tapi kita menang May, biar tahu rasa mereka " kata Vani. tersenyum senang.


" Ih kalian ini ada ada saja, sih yuk bayar trus pulang " kata Maya yang lalu berjalan menuju kasir. sedang kan Rara dan Tania tertahan berurusan dengan keamanan. Lalu setelah itu Ketiganya naik mobil menuju rumah.


" Hahaha..........ketiganya pun tertawa ketika mendengar cerita Desi . ketika mereka sudah didalam mobil.


"'Ada ada saja kalian ini untungnya mereka hilang akal jadi malu sendiri " kata Maya .


" Iyalah May ,makanya mereka jadi bar bar pas kena kartu as nya jadi hilang akal.nya mengamuk hahahaha " tawa Vani tergelak

__ADS_1


__ADS_2