Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 181 Keributan kecil


__ADS_3

Desi dan Vani selonjoran di karpet sambil lesehan ketika kekenyangan .Sambil melihat Maya yang masih menikmati salad.


" May lho ngak hamil lagi kan ?" tanya Desi.


" Emang kalo makan banyak hamil gitu ?" kata Maya balik bertanya.


" Ya kali aja " kata Desi


" Sudah cukup Des, empat aja sudah bikin gue pusing. mungkin ngak nambah lagi . Kalo bikin nya sih iya " kata Maya tersenyum.


" Kalo gitu mah gue juga hayo May ..., enak sih " kata Vani jujur.


" Cih , dulunya aja ngak mau sama Didi jual mahal eh giliran sudah ngerasain betah main jungkat jungkit " kata Desi mencibir.


" Hadeh kaya lho engak aja Des, malah menurut gue lho yang paling nafsu diantara kita bertiga " kata Vani .


" Hahaha........emang lho tahu Van, ngintip ya " Ledek Maya tertawa.


" Tahu tuh May, kok tahu tahunya aja gue nafsu . Kalo gue nafsu juga ngak masalahkan sama laki gue ini.asal ngak laki orang " kata Desi santai.


" Ya emang ngak ada masalah, gue cuma bilang .Diantara kita bertiga ini . Lho Des yang paling sering ngelakuin. Apalagi pas lagi pengen main sosor aja tuh. mentang mentang lakinya kuat " kata Vani.


" Dih ngak juga Vani. cuma waktu itu gue lagi hamil jadi ya bawaannya pengen gituan aja .pengen dimanja manja juga " jelas Desi.


" Kalo menurutku sih wajar mungkin bawaan bayi .Kan lahirnya cowok. Nah Vani kan standar karna bayi cewek. Nah pas gue hamil Bang Ryan juga nafsu tinggi . Tapi masih ngak tega lihat gue bawa perut besar ya harus hati hati " kata Maya.


" Tapi waktu itu juga suami lho kan katanya lumpuh May, gimana main ya " kata Desi bertanya.


" Woi lumpuh kakinya Des , itu nya sih ngak , gimana sih lho Des. Lho aja kalo sakit kepala pusing . Tapi giliran yang bawah pengen tancap gas kan " ledek Vani terkekeh.


" Sudah ngak usah dibahas. Toh sama saja, kita semua sudah punya suami ya maklum. Ibarat makan kalo pengen ya nambah kalo puas ya sudah. Toh halal ini , ngak usah malu minta sama suami. Apalagi suami kita sendiri " kata Maya.


" Iya nih Vani. Kaya dia ngak pernah minta nambah aja, gue sih ngaku aja .Pas pengen gue langsung godaan aja si Alex toh dia juga ngak bakal nolak " kata Desi jujur.


" Lho gitu juga May ?" tanya Vani.

__ADS_1


" Kalo pas pengen ya gitu , tapi kadang bang Ryan belum diminta aja sudah jahil sendiri dia" kata Maya tersenyum.


" Kalo gue sih standar. Lihat sikon mas Didi capek ngak, Kalo ngak ya sudah kadang gue yang mau tapi malu malu." Kata Vani jujur.


" Hahaha.....cie malu malu meong tapi nagih " Ledek Desi membuat Maya dan Vani akhirnya tertawa.


Sedangkan di dalam ruang bermain para krucil heboh rebutan mainan. Namun Aska yang paling besar jadi penengah karna tak mau melihat adik adiknya ribut.


" Ni unya ku, agan ambil " kata Tan.


" Jam ueen jam " rengek Queen pada sang kakak.


" Tan kasih buat ade ,Tan yang ini aja .Barengan sama Kelvin. Galah ya sama ade " kata Aska memberitahukan Tan agar mengalah.


Namun Tan tak perduli dan tetap cuek . walau sudah dinasehati sang kakak.


" Tah nanti ade nangis. gantian " kata Aska pelan. Namun Tan tetap kekeh dengan pendiriannya. Sampai akhirnya Queen menangis yang membuat . Weni , Sela dan Nia kelabakan mendiamkan ratu keluarga Lee itu.


" Hua ......hua aka ahat , akal .....omelnya sambil menangis. Dan mengamuk pada Tan.


Maya yang diberitahu Nia pun bergegas menuju ruang bermain bersama Desi dan Vani. Yang lalu memisahkan Tan dan Queen.Yang saling berebut mainan.


" Ya ampun sayang kenapa , Tan galah dong sama ade " kata Maya.


" Tan yang di nasehati pun langsung ngambek . Tan menangis keras karena tak terima. Di salahkan


" Hua....hua.. .mamah akal .Ade akal Tan nda salah " kata Tan sambil menangis membuat Maya langsung meraih puteranya itu dan memeluk keduanya.


" Sini Tan sama Queen di gedong mamah ya. Tan kan cuma pinjam ad nya,. ade juga ngak rebutan itu masih banyak. Jangan nangis nanti kalo papah pulang beli mainan lagi ya " Kata Maya merayu. Untuk mendiamkan dua bocah itu.


Sedangkan Desi dan Vani juga para pengasuhnya hanya diam. Karna hanya sang mamah yang bisa menenangkan si kembar.


" Api aka Tan akal " kata Queen terisak namun pelan.


" Ndak Tan nda akal, nda ambil itu punya Tan " Kata Tan yang tak mau mengalah.

__ADS_1


" Ya sudah kita makan es krim aja, ayo siapa yang mau " kata bi Marni yang baru. datang.Membawa cup cup es krim obat penenang si kembar


Mau .....mau..... teriak anak anak itu yang membuat Tan dan Queen pun terdiam.


" Hore ...bi Marni bawa es krim ayo bagi bagi " Kata Nia yang lalu membagikannya.


" Aduh enaknya Tan dan Queen mau ngak ?" tanya Maya . Menawarkan pada keduanya yang masih sesenggukan.


Tan langsung mengangguk. Sedangkan Queen langsung menatap sang mamah .


" Queen juga mau " tanya Maya. Yang tak dijawab tapi memeluk sang mamah.


Maya pun mengambilkan es krim buat Tan dan Queen.Yang membuat Queen tersenyum walau bocah itu tak bicara namun Maya sangat tahu putri kecilnya itu malu untuk meminta.


" Ayo sini kumpul makan bareng bareng " kata Desi yang menyuruh anak anaknya duduk tenang. Untuk makan es Krim.


Beda hal dengan Rey . Yang persis Aska yang jarang rewel dan manja. Karna ia lebih dekat pada sang kakak. Dan juga suka mengalah .


Tan dan Queen pun duduk dia di pangkuan Maya. Desi dan Vani hanya tersenyum melihat Maya cukup adil dengan anak anaknya. Karna memang harus begitu. Agar tak pilih kasih. Karna Tan dan Queen berbeda sifat dan wataknya. Tak seperti Rey yang lebih santai seperti sang kakak nya Sedangkan Tan cukup manja dan harus diperlakukan lembut sama seperti Queen.


" May, apa tiap ribut keduanya slalu begitu " tanya Vani Pelan.


" Yah begitulah. Karna Tan sedikit keras kepala sedangkan yang satunya manja. Jadi kadang dia ngak mau mengalah apalagi kalo sudah ia yang pegang duluan. " kata Maya menjelaskan pelan.


" Perasaan sifat papah dan mamahnya ngak gitu kok bisa warisan dari sifat siapa " tanya Vani.


" Ngak ada , cuma Memang begitulah sifat anak Van, beda beda. jadi kita harus sabar. Karna mereka baru belajar memperlihatkan ego masing masing. Asal kita slalu mengawasinya ngak akan jadi masalah. Itu hanya bentuk mempertahankan apa yang ia miliki. Jadi ada pro dan kontra yang mengakibatkan perseteruan kecil. Karna merasa terancam. " jelas Maya.


" Tapi itu bagus May. berarti dia pemberani." kata Desi.


" Iya kalo sama orang lain ,tapi kalo saudara sendiri. Kan dia harus mengalah apalagi sama adiknya Van. Tan memang sedikit keras tapi baik. Cuma Queen kadang terlalu manja. Dan itu membuat Tan memberi pelajaran keras. Seakan memberi tahu kan agar Queen jangan menangis. Tapi karna Queen memang manja akhirnya ya gitu " kata Maya. Yang sangat mengenal putra ketika nya itu.


" Tapi kok Rey beda " tanya Vani.


" Iya karna dia masa bodo " kata Desi tertawa.

__ADS_1


buat Vani dan Maya tersenyum.


__ADS_2