Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 47 Kangen.


__ADS_3

Ryan Pergi dari kantor setelah urusannya beres. Lalu langsung menuju perusahaannya Untuk memeriksa kerja para asistennya.


Setelah merasa semuanya beres . Ryan pun ke mall untuk belanja pelengkapan villa. Dan membeli susu untuk Maya .Dan makanan ringan juga stok Makanan.


Tidak lama setelah selesai Ryan pun mampir untuk makan siang bersama Didi. Disebuah restoran mewah.


" Di kita makan siang dulu" kata Ryan setelah masuk mobil dan memasukkan barang barang belanjaannya.


" Iya tuan muda " kata Didi.


Lalu setelah sampai di restoran yang dituju .Ryan turun dan masuk kedalam dan mencari tempat yang nyaman.Di ikuti oleh sang sopir merangkap asistennya.



" Tuan apa setelah ini kita akan kembali ke Villa " tanya Didi pelan.


" Iya kita pulang kesana" kata Ryan tersenyum.Entah mengapa ia merasa kangen dengan senyum Maya.


Tapi tadi tuan Wira ingin bertemu tuan muda di rumah utama" kata Didi mengingatkan Ryan yang ada tamu.


" Suruh datang ke rumah utama sekarang. Setelah makan kita kesana. Lalu pulang ke villa " kata Ryan datar.


" Baik tuan muda " kata Didi lalu beranjak dari kursi untuk menelpon seseorang.


......................................


Sedang Maya asyik tiduran di kamarnya. Setelah habis membersihkan kamar.Lalu duduk santai.menunggu jam istirahat untuk menelpon Vani atau Desi. Karna kemaren ia belum sempat menelpon kedua temannya itu.


" Ya ampun kok Villa sebesar cuma buat sendiri " guman Maya melihat sekeliling villa Ryan.


" Kok aku jadi kangen melihat dia sih, apa karna bawaan bayi. ya allah mudahan bayi ku tampan seperti bang Ryan " kata Maya bicara sendiri.


Entah mengapa ia betah tinggal di villa Ryan dan tak ingin pulang. Rasanya ia menemukan kedamaian disini .Ketimbang dirumah sepi sendiri. Menunggu Vani dan Desi pulang.


Di sini Maya bisa ngobrol dengan bi Marni. Dan kalo bosan bisa bermain Air di pantai .Sambil menikmati indahnya pandangan sekitar.


" Non ayo makan siang " kata bi Marni yang melihat Maya sedang duduk diteras .


" Bentar bi " kata Maya yang tadi memang tinggal menunggu nasi matang karna bi Marni lupa menanak nasi.


Lalu setelah puas memandang sekelilingnya .Maya pun menuju dapur dan makan siang bersama bi Marni.

__ADS_1


Bi Marni tersenyum melihat bumil yang ada didepannya.Jarang ada wanita karier mau berteman dengan seorang pembantu apalagi ngobrol .Seperti kebanyakan wanita yang silih berganti mengandeng tuan mudanya. Mereka hanya mau di layani dan dihormati.


" Non Maya ngak risih berteman dan makan sama bibi " kata bi Marni bertanya.


" Ada apa bi?,Kenapa memangnya ? toh ngak masalah buat saya bi " kata Maya yang heran dengan pertanyaan bibi Marni.


" Ya siap tahu non Maya risih , bibi disini hanya seorang pelayan non" Kata bi Marni tersenyum sambil makan.


" Kita sama sama manusia bi, hanya hati manusia yang dibedakan , bukan status dan hartanya. Toh suatu hari nanti kita mati ngak bawa harta dan pangkat bi " kata Maya.


" Iya non " kata bi Marni yang terharu dengan ucapan Maya. Karna gadis itu tak pernah membedakan status seseorang.


" Non baik sekali , hanya orang bodoh yang menyia yia kan non Maya " kata bi Marni


" Tapi tidak semua orang berpikir sama bi, kadang mereka menilai orang lain hanya angin lalu dan tak berarti " kata Maya getir.


" Hush ...non Maya harus optimis, jangan pesimis. percaya sama Allah pasti masih ada yang tulus suatu hari nanti mencintai non Maya " kata bi Marni.


" Trimakasih bi " kata Maya.


Keduanya pun makan dengan lahap. Sambil bercerita tentang masakan.Setelah selesai keduanya pun. bersantai .sambil membuat puding untuk nanti malam.


" Bi apa bang Ryan nanti malam pulang "?" tanya Maya.


" Ih bibi cuma nanya aja kok " kata Maya yang tersipu malu karna digoda bi Marni.


" Siapa yang kangen saya bi ?" kata sebuah suara bariton. Yang mengejutkan Maya dan bi Marni yang duduk santai.


" Eh tuan muda sudah pulang" kata bi Marni menoleh kaget .


" Eh bang maaf Maya ngak tahu kalo bang Ryan sudah pulang " kata Maya yang cukup terkejut .Apalagi tadi sempat digoda bi Marni. Eh.....malah orangnya sudah muncul aja


" Iya karna urusannya sudah selesai semua " kata Ryan .


" Oh ya bi , tadi saya belanja itu si Didi sedang menurunkan barang belanjaan mau ditaruh dimana" kata Ryan.


" Oh iya tuan muda biar saya bereskan " kata bi Marni bergegas pergi .


Dan Maya pun hendak ikut menyusul bi Marni keluar Namun tangan Ryan sudah menahan tangan Maya untuk tidak pergi.


" Kau disini saja , tak baik mengangkat barang bagi ibu hamil " kata Ryan tersenyum. Entah kenapa ia rindu melihat wajah Maya.

__ADS_1


" Baik bang " kata Maya lalu kembali duduk dikursi. Dan Ryan pun menemani Maya sambil ngobrol seadanya.


" Bang Ryan sudah makan " kata Maya bertanya


" Sudah apa kau sudah makan "kata Ryan balik bertanya.


" Sudah bang " kata Maya tersenyum. Dan itu dinikmati Ryan. Entah mengapa hatinya. merasa tenang melihat senyum wanita yang duduk disebelahnya.


Lalu keduanya pun bercanda sambil tertawa bercerita tentang kisah lucu orang lain.


" Nanti sore abang ajak jalan jalan ke sebelah sana .Disana sangat bagus pemandangannya " Kata Ryan


" Oh ya Maya mau bang " kata Maya bersemangat.


" Ok tapi sekarang kita istirahat dulu. Karna abang cukup lelah " kata Ryan .


" Iya bang nanti sore Maya tunggu ya " kata Maya senang. Karna selama ini ia kurang hiburan Dan ini lah kesempatannya Untuk bersenang senang Sebelum kembali pulang kerumah.


Lalu Ryan dan Maya pun Masuk kedalam. Untuk beristirahat.Sedangkan bi Marni dan mas Didi sibuk mengurus belanjaan Ryan Yang cukup banyak dan menatanya di lemari stok.


" Mas Didi tumben tuan muda banyak sekali belanjanya " kata bi Marni.


" Iya bi buat stok tapi ngak kaya biasanya " Kata Didi yang juga heran.


" Iya kan sekarang ada non Maya di, kamu lupa " kata bi Marni.


" Oh Iya bi , maaf ta pikir non, Maya cuma sebentar disini " kata Didi.


" Tapi kayanya bakalan lama " jawab bi Marni.Sambil menata barang belanjaan.


" Hah kok bisa , berarti Tian muda bakal lama menginap disini" kata Didi.


" Sepertinya begitu di " kata bi marni sambil tersenyum.


" Yah alamat ngak bisa kencan nih " kata Didi yang bingung ta bisa menemui sang pacar.


" Hahaha ....... tinggal telpon di, kok pake ribet sih kan sudan enak ngak pake surat suratan kaya bibi jaman baheula" kata bi Marni tertawa. Menertawakan sang keponakannya. Yang tak bisa kencan malam minggu bersama sang pacar.


Sedang Didi hanya bisa memasang wajah muram karna lemas. tak bisa bertemu dengan kekasih hati.


__ADS_1


kamar Maya di villa.


__ADS_2