Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 108 Maya mengadu.


__ADS_3

Maya baru saja terbangun ketika Nia dan Aska membangunkannya.


" Mah.... mah...gun " kata Aska yang mencium pipi sang mamah.


" Ugh....... lenguh maya ,maaf mamah ketiduran " kata Maya yang merasakan Aska yang menciumnya.


Lalu memeluk Aska dan membalas ciuman Aska .Dan perlahan bangun


" Maaf bu, tadi Aska meminta kekamar ibu " kata Nia yang merasa tak enak


" Tidak apa Ni, toh ibu juga lupa tadi ingin main dengan Aska malah ketiduran " kata Maya yang lalu memeluk putra pertamanya itu. Maya merasa senang berada dirumah bisa bermain bersama anak nya. Ketimbang shoping dan kumpul wanita sosialta yang tak berfaedah. Karna keluarga nya adalah harta yang paling berharga.


" Ya sudah bu saya keluar dulu " kata Nia.


" Ya " kata Maya . Yang lalu mencium Aska dan memeluknya.


Sedangkan Nia keluar dari kamar untuk bergegas mandi sebelum Aska mencarinya.


" Apa Aska mau jalan jalan sama mamah dan papah ?" tanya Maya .


" Mau ......" kata Aska mengangguk. yang kadang jelas dan kadang cadel menjawab pertanyaan setiap lawan bicaranya.


" Ok ayo kita mandi " kata Maya yang senang bisa mandikan anak pertamanya itu.


Maya pun lalu mengendong Aska turun dari tempat tidur dan mengandengnya. Lalu keduanya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Selesai mandi Maya lalu memasang pakaian Aska. Dan membiarkannya bermain sendiri. Sementara ia memasang pakaiannya.Lalu setelah selesai . Maya mengajak Aska untuk kedapur mencari makanan untuk bersantai di Taman belakang.


....................................


Maya masuk kekamarnya setelah sholat dari kamar Aska. Dan lalu berbaring sambil menunggu suaminya pulang. Sambil memejamkan matanya.


" Ah........lenguh Maya ketika membuka matanya.Suaminya itu sudah memeluknya seraya memegang dua asetnya di dadanya.


" Abang kapan pulang " tanya Maya menatap manik mata Ryan lalu mengelus wajah tampan suaminya itu.


" Baru saja, tumben sudah tidur apa sangat mengantuk " tanya Ryan sambil mengecup bibir mungil istrinya itu.


" Tadi Maya menemani Aska bermain bang, trus ingin berbaring sebentar menunggu abang eh malah ketiduran " kata Maya tersenyum lalu mengalungkan tangan nya pada leher sang suaminya.


" Mungkin kau lelah, apa kau tadi pergi .kata mami kau berteman dengan Mey ying." tanya Ryan tersenyum.


" Iya tapi aku tak mau berteman dengannya . dia curang " kata Maya mengadu.

__ADS_1


" Kok bisa kenapa?" tanya Ryan kepo.


" Dia mengerjai ku, dia menyuruhku membayar semua makanan yang dimakan teman temannya direstoran mahal. Lalu mengajakku ke toko tas branded. Tapi aku meninggalkan nya. Karna dia memanfaatkan ku untuk membayar semua belanjaan teman temannya " kata Maya cemberut


" Enak saja, ....dia pikir aku bodoh " omel Maya mengadu


" Oh ya rupanya dia tidak tahu kalo istriku ini pintar dan tak mau diakali " kata Ryan tersenyum.


" Iyalah mending uangnya buat beli susu Aska, apa dia tidak tahu kalo abang bersusah payah bekerja untuk menghasilkan uang " Kata Maya.


" Iya dia bodoh dia pikir suaminya pabrik duit " kata Ryan menambahi.


" Iya bang lagian juga beli tas mahal mahal percuma ngak ada uangnya. Mending tas sederhana tapi uangnya banyak ya kan bang " Kata Maya sambil menoel hidung Ryan.


" Yup......istri pintar.... " puji Ryan lalu mencium bibir mungil Maya.


" Apa abang sudah mandi " tanya Maya yang mencium bau wangi suaminya itu


" Iyalah masa abang mau nengok si kembar bau kecut " kata Ryan tersenyum penuh arti.


" Dih kok gitu " kata Maya mengerucutkan bibirnya.


" Ya memang harus begitu .biar ngak kena virus .Jadi abang mandi dulu " kata Ryan yang membuka kancing piyama Maya


" Mau nengok dede kembar " jawab Ryan tersenyum.


" Dih nengok apaan cuma diludahi sama abang kok " kata Maya protes.


" Lah kan biar cepat besar disiram " kata Ryan.


" Apaan mana ada , orang nutrisinya dari Maya masa dari abang " kata Maya protes lagi.


" Dari abang juga kan abang rajin nengok biar tahu abang sayang " kata Ryan terkekeh.


" Ih itu bukan sayang bang namanya malah kasih ingus " kata Maya terkekeh.


" Bodo amat yang penting abang tengok " kata Ryan tersenyum .Sambil tanganya bergerilya di seluruh tubuh Maya. Yang membuat Maya mulai mendesah tak karuan.


Hampir satu jam Ryan menengok si kembar. Hingga terkapar lemas berbaring di sebelah Maya dengan peluh membasahi tubuhnya


" Capek ya bang " bisik Maya pelan yang lalu memeluk suaminya itu dan mengusap punggung pria tampannyav itu


" Mhem......apa mau lagi " kata Ryan yang lalu memeluk istrinya itu.

__ADS_1


" Nanti lagi abang sudah lelah , lihat keringatnya saja seperti biji jagung " kata Maya pelan .


Yang membuat Ryan tersenyum lalu mengecup bibir istrinya itu dan menahan tengkuknya. Agar bisa mengecupnya dengan lama. Maya hanya pasrah dengan perlakuan suaminya itu yang membuatnya slalu terbuai.


Karna Ryan sangat lihai membuatnya tak berkutik. Dan hanya bisa menikmati dan membalas setiap permainan Ryan yang membuatnya ketagihan.


..........................................


Sedang ditempat lain Desi baru saja selesai memasak untuk sang suami. Ketika sebuah tangan kekar memeluknya.


" Abang kapan pulang kok Desi ngak tahu " Kata Desi terkejut.


" Baru saja , karna sibuk didapur abang pulang dicuekin " kata Alex yang mencium pipi Desi


" Kan Desi lagi nyiapin makanan buat abang makan malam." kata Desi tersenyum.


" Sana abang mandi dulu , Setelah ini kita makan lagian Desi mau sholat isya sekalian"Kata Desi.


" Ya sudah abang sholat dulu lalu mandi dan habis itu makan ok" kata Alex.


" Hah itu kebalik bang kan mandi dulu baru sholat " kata Desi bingung.


Alex pun tersenyum lalu melepaskan pelukannya Lalu pergi berwudhu dan sholat. Setelah itu mandi karna menunggu air hangat biar agak panas.Karna ingin sedikit rileks.


Desi baru saja masuk kekamar ketika suaminya itu bertelanjang dada..Sedang menyemprotkan parfum keseluruhan tubuhnya.


" Astaga abang " kata Desi yang terkesima melihat tubuh kekar Alex.


" Kenapa ?" Kata Alex heran.


" Ah tidak pa pa bang " kata Desi Yang wajahnya merona merah melihat tubuh suaminya itu. Karna ia sendiri jarang memperhatikan tubuh berotot Alex yang terpaut 7 tahun dengan Desi.


Desi ingin kembali keluar kamar, ketika Alex menarik tubuhnya dari belakang.


" Abang ayo berpakaian dulu kita makan malam " kata Desi yang merasakan bulu kuduknya berdiri.


" Makannya nanti saja, abang mau memakan mu lebih dulu " kata Alex yang menciumi tengkuk Desi. Dengan kedua tangan meremas dada Desi.


" Ah.....bang.....lenguhan Desi lolos dari mulutnya.


Membuat Alex yang hanya memakai handuk sepinggang. Langsung mengangkatnya ke ranjang. Dan mencumbui istrinya itu. Sebenarnya ia sudah menunggu dari tadi. Tapi karna Desi memasak ia menahannya. Karna tak ingin menganggu Desi memasak Apalagi buat energinya setelah bercinta. Yang membuat Alex lapar. Setelah beberapa kali pelepasan.Yang membuat Alex harus mengisi kembali tenaganya Sehabis dikuras Maya.Yang ingin cepat menghasilkan benih yang ia tanam untuk sang mami


__ADS_1


Abang Alex habis mandi.


__ADS_2