
Evan terdiam sesaat lalu bangkit dari atas tubuh Sinta dan masuk kekamar mandi. Sedang Sinta terdiam. merasakan kecewa bahwa kini ia tahu bahwa Evan benar mencintai wanita lain .
" Jadi namanya Jasmine " guman Sinta lalu menarik selimut menutupi tubuhnya.
Evan keluar dengan rambut basah dan lalu berpakaian rapi ..Sinta yang melihat itupun bertanya.
" Kau mau kemana lagi sayang ?" kata Sinta
" Kekantor siap siap lah nanti aku akan menjemputmu " kata Evan . Yang ingin orang tuanya menilai sejauh mana tanggapan mereka tentang Sinta.
Evan memang player tapi untuk menikah ia butuh restu kedua orang tuanya terutama maminya .Karna Evan berjanji bila ia menikah ia akan fokus dengan pekerjaan dan keluargganya itu janjinya pada sang mami.
*********
Sedangkan Maya langsung tidur siang setelah diantar Evan pulang. Walau sudah mengenal orang tua Evan Maya masih ragu kalo Evan suaminya. Apalagi tadi mereka baru minta restu. dan Evan mengatakan mereka sudah menikah sirih..
"'Tapi kok aku merasa tidak nyaman ya . berbeda dengan bang Ryan. walau terkesan cuek tapi dia memperlakukan sangat spesial " kata Maya. yang memang merasa Ryan lah suaminya .
" Ya allah yakinkan hatiku , agar aku bisa melihat siapa suamiku yang sebenarnya " kata Maya yang mencoba mengingat. tapi kepalanya terasa berat dan pusing. Lalu ia pun tertidur.
*********
Ryan baru pulang menjelang magrib ia membawa sekotak coklat dan bunga untuk Maya.
Tok.....tok....tok......
" Apa dia tidur " kata Ryan yang mengetuk kamar cukup lama namun tak dibuka Lalu ia pun beranjak pergi. Namun belum lima langkah berjalan
Ceklek. ...
" Bang....." panggil Maya.
Ryan pun berbalik " hai maaf apa abang menganggu " tanya Ryan.
" Ngak maaf tadi May baru sholat " kata Maya tersenyum.
" Oh ya ngak pa pa, ini untuk May abang mau bersih bersih dulu dan sholat ya " kata Ryan yang memberikan bunga dan kotak coklat.
" Wah cantik trimakasih ya bang " kata Maya.
" Sama sama , abang masuk ya " kata Ryan.
" Ya bang nanti May tunggu dimeja makan ya " kata Maya sumringah ketika mendapat kan hadiah dari Ryan.
" Ok ....May " kata Ryan lalu buru buru masuk kamar. untuk membersihkan diri. dan sholat.
__ADS_1
Maya pun masuk kekamar untuk menaruh hadiah dan bunga pemberian Ryan . Sambil tersenyum ia keluar kamar dan menuju dapur dan meng hangat kan makanan tadi siang yang belum terjamah sama sekali . Karna ia makan bersama keluargga Evan..
******
Ryan duduk dimeja makan ketika Maya menyiapkan piring. dan mengisinya ..
" trimakasih sayang, oh ya sayang besok abang mau ajak May jalan jalan apa May mau ?" tanya Ryan yang ingin mengajak Maya ketaman belakang rumah utama. agar Maya bisa mengingat sedikit tentang kehidupan mereka. agar anak anaknya juga bisa melihat mamah mereka sebelum berangkat liburan. Sesuai permintaan Aska dan trio kembar . Yang ingin melihat mamah mereka masih hidup.
" Bang mau tambah lagi " kata Maya yang membuyarkan lamunan Ryan.
" Oh cukup sayang , trus bagaimana Maya mau kan ?" tanya Ryan.
" Iya bang May mau "kata Maya tersenyum.
Lalu keduanya makan malam romantis. yang
membuat Ryan tak lepas menatap istrinya itu. Seakan mengalami puber kedua. ya ..jatuh cinta untuk. kedua kalinya tapi dengan istrinya sendiri .
***********
Dirumah keluargga Triadi semua keluargga berkumpul termasuk Yuda yang datang bersama sang istri. Karna mereka akan makan malam bersama.
" Jadi malam ini Evan membawa Sinta bro bukan Jasmine " kata Yuda yang menyebut Maya. karna itu lah nama baru Maya
" Cih.....dasar bocah serakah semua pengen apa dia mampu , tapi ngomong ngomong istrinya tuan Lee sangat cantik dan juga masih muda .Pantasan si Evan bilang masih bohay " kata Yuda.
" Iyalah , orang tuan Lee menikahi nya pas baru lulus kuliah jelas masih asoy bro makanya si Evan tergiur " kata Irvan.
" Hehehe.......iyalah Sonya aja kalah seksinya. tapi apa Sinta tahu " kata Yuda.
" Entah lah " kata Irvan mengangkat kedua bahunya.
" Aku takut Sinta sakit hati .Lalu kabur dan si jasmine lolos ngak dapat dua duanya " kata Irvan .
" Cih jahat juga lho bro Masa sama adik sendiri gitu " kata Yuda
" Lah terus gue harus bilang wow gitu atau keren ..Mana bisa dia masih bini orang pasti masih di gondeli bro Dan ngak mungkin tuan Lee melepasnya begitu saja . Orang original dan langka gitu ." kata Irvan.
" Kau benar....Ir, Maya masih muda dan cantik walau dia bilang gadis desa tapi terlihat cantik alami dan anggun. Pantas saja selama ini tuan Lee menyembunyikannya. .Orang lengah dikit digondol kucing garong . Mana ngaku ngaku lagi " kata Yuda. terkekeh.
" Iyalah padahal dia satu kampus kenapa ngak dari dulu di ambil jadi.bini " kata irvan
" Dulu kan belum tahu Ir lihatnya batu kali maklum Belum punya pendirian. Jadi mungut kerikil dia nya. Lah giliran jadi bini orang baru lihat emasnya " kata Yuda .
" Hahaha .......... dasar payah tuh anak....jadi playboy tapi ngak bisa bedakan emas dan batu..kalo gue sih sudah gue embat dari dulu " kata Irvan.
__ADS_1
" Maklum terbuai rayuan , jadi ngak bisa bedain kak enak gratisan tapi murahan " kata Yuda.
" Hadeh .....capek deh " kata Irvan tergelak mengingat kelakuan adik bungsunya itu. sedang Bella tak bisa datang karna lagi hamil tua.
********
Sesuai janji nya Evan membawa Sinta kerumah orang tuanya dan memperkenalkan Sinta pada papi dan maminya . Juga pada sang kakak dan sepupunya.
" Jadi kamu seorang model " tanya Mami ketika mereka ngobrol setelah makan malam.selesai.
" Iya mi , tapi kalo kami menikah Sinta akan berhenti kerja sebagai model dan cukup mengurus rumah tangga saja " kata Sinta.
" Bagus lah " Kata mami yang menelisik Sinta dari atas sampai bawah karna penampilan Sinta serba glamor . Berbeda dengan Maya siang tadi yang tampil sederhana tapi elegant. dan juga anggun..
" Apa kau tak jenuh harus menunggu Evan pulang sedangkan dia sibuk dikantor " kata Mami.
" Kan Sinta bisa mengurus rumah dan shoping bila bosan mi " kata Sinta.
" Waduh....... kata Sonya yang keceplosan..
" Kenapa kak ?" tanya Sinta menatap istri kakak iparnya itu.
" Akh tidak..... apa kau bisa memasak Sin " tanya Sonya
" Sedikit kak, tapi kalo sudah menikah Sinta akan belajar memasak makanan kesukaan Evan " kata Sinta..
" Em...... apa kami juga " kata papi.
" Oh tentu pi, pasti Sinta masak buat papi dan mami juga " kata Sinta yang tersenyum dipaksakan
" Ah belun jadi istri sudah di interogasi begini " bathin Sinta.
Mami hanya tersenyum tipis , yang melihat perbedaan antara jasmine dan Sinta yang menyolok.
" Belun apa apa sudah mikir shoping apa dia tidak tahu susahnya mencari uang " bathin mami.
" Mi....apa Sinta cocok sama Evan " tanya Sonya menatap mami mertuanya.
" Terserah Evan kan dia yang menjalani pernikahannya. bukan mami yang mau " kata mami santai.
" Papi sih milih jasmine " kata papi keceplosan
" Hah.....Jasmine.......jadi Evan juga membawa Jasmine kesini " tanya Sinta kaget
Deg..........
__ADS_1