
Sinta hanya bisa mengelengkan kepalanya
Dan lalu ia pun membersihkan rumah karna nanti ia ada janji dengan Desi dan Vani untuk pergi kerumah Maya Lagi.
Sinta sudah berpakaian rapi ketika ia keluar dan .....
" Sinta ........"
" Mau apa datang kesini " kata Sinta menatap Evan
" Aku......
" Aku sudah bilang jangan datang mencari ku Bila kau tak berniat menikahi ku " kata Sinta bersikap acuh.
" Sin aku masih mencintai mu " kata Evan.
" Oh ya bukanya kau bilang kau mencintai Jasmine Apa dia menolak mu hingga kau datang kesini " kata Sinta ketus. Karna merasa sakit hati Dengan sikap Evan padanya. Tempo hari.
" Maaf bila membuat mu kecewa , tapi aku masih sayang padamu Sin " kata Evan . Yang membuat hati Sinta meleleh Namun Sinta bersikap tak perduli Agar Evan menyadari kesalahannya. Yaitu mencampak kannya begitu saja tampa berpikir dua kali.
" Aku tidak percaya , maaf aku harus pergi aku ada urusan " kata Sinta. masih acuh.
" Sinta , dengar kan aku, aku minta maaf sudah menyakitimu " kata Evan lirih.
" Percaya lah padaku , aku masih sayang padamu dan aku ingin kita kembali seperti dulu lagi " kata Evan.
" Maaf van, bukan nya aku sudah bilang Apabila kau datang kesini kau harus menikahi ku .Dan sungguh sungguh serius Aku tak mau tinggal seatap lagi jadi pelampiasan nafsumu Karna aku sudah sadar dan mau berubah menjadi orang yang baik " kata Sinta dengan mata berkaca kaca. Menahan sesak didadanya.
"' Tapi Sin aku belum siap " kata Evan
" Kalo begitu pergilah, bukannya aku bilang kau harus menerimaku apa adanya. Begitu juga dengan ku. Tak masalah kita menikah sederhana tapi sah di mata hukum dan agama " kata Sinta . Yang lalu melangkah pergi meninggal kan Evan .Yang masih berdiri mematung . Melihat Sinta hilang dari pandangannya
Evan menyugar rambutnya kasar karna tak mungkin ia membawa Sinta kerumah sedangkan orang tuanya meminta Jasmine. yang jadi menantunya.
__ADS_1
" Ah.. sial kenapa jadi begini , Mana Maya tak bisa ditemui " kata Evan kesal.
Evan pun lalu melangkah kembali ke mobilnya Dan duduk merenung sebentar. Kalo ia nekat ia akan hancur Karna pastinya Lee tak segan segan menghancur kan perusahaan nya yang ia bangun mulai dari nol sampai sekarang.
" Sekarang aku harus bagaimana ? " kata Evan bingung .
" Sinta mengacuhkan ku dan Maya aku tidak tahu dimana dia sekarang. " Kata Evan Yang lalu menghidupkan mesin mobilnya Meninggalkan parkiran dan kembali menuju kantornya.
********
Sedangkan di mobil Sinta hanya diam mengingat Evan. ingin sekali ia memeluk pria itu tadi Tapi ia menahan diri agar Evan tahu rasanya kecewa . Ya..... dia harus bisa membuat Evan menikahinya seperti saran Bella kakak Evan. Karna sudah cukup baginya melakukan dosa. Tampa ikatan pernikahan dan itu sangat merugikannya sebagai seorang wanita. Apalagi Maya dan Desi juga Vani mendukungnya .
" Sinta kenapa sedih tegur Desi ketika melihat wajah Santi terlihat murung.
" Tadi Evan menemui ku dia mau kita balikan " kata Sinta.
" Cih.. laki laki ya kalo sudah dapat manisnya sepah dibuang Enak saja dia minta kembali jangan mau Sin. " kata Vani ketus.
" Iya Des, aku minta dia menikahi walau sederhana kalo dia mau serius " kata Sinta.
" Mantap..... beb jangan kendor , biar matanya ngak jelalatan lagi" kata Vani.
" Ya kudu gitu emang biar kapok tuh laki laki brengsek. Enak make ngak tangung jawab lagian lho mau aja sih Sin gue mah ogah " kata Desi menyindir
" Iya gue salah Des, makanya sekarang aku mencoba introspeksi diri sebelum terlambat " kata Sinta lirih .
" Mending terlambat Sin dari pada ngak sama sekali, lho sudah bagus insyaf sebelum mati. Dan juga dapat ganjaran didunia. Ketimbang di akherat malah nyemplung ke neraka jahanam langsung gosong beb " kata Vani
" Hush lho Van pake nakutin segala ,Sudah Sin jangan masukin ke hati omongan Vani. Yang penting lho sekarang sudah taubat Jadi jangan mau kalo Evan mau balik kumpul kebo lagi. Kecuali dia nikahin lho lebih dulu " kata Desi menasehati Sinta
" Iya Des " kata Sinta
" Dan ingat Sin tuh perkutut disunat aja kalo mau nyoba nyoba gratis lagi . Kalo ngak dipotong " kata Vani terkekeh.
__ADS_1
" Hahaha ....... ngawur lho Van ya ngak mungkin lagi Sinta mau " kata Desi ikut terkekeh .
" Bisa aja Sinta terbuai meleleh karna rayuannya Evan . Dan mau lagi di genjot gratis ya ngak Sin " kata Vani meledek.
" Ngak Van ogah sudah cukup" kata Sinta sambil menahan malu.
" Bagus Sin kalo lho sadar, jangan mau jadi wanita murahan biar miskin tapi punya prinsip ngak perlu cantik tapi harga diri kita ngak di injak injak laki laki " kata Vani.
" Mantap ..... itu harus iya kan Van tapi kok sama Didi lho kok klepek klepek Van " kata Desi terkekeh
" Iya lah sudah jadi laki gue , masa gue anggurin tuh perkutut mubasir Des " kata Vani frontal sambil manyun
Membuat Sinta dan Desi terkekeh geli mendengar pengakuan Vani yang asal ceplos bicara
" Hahaha......lah kok bisa mubasir " kata Desi memancing .
" Lah gue juga butuh , masa menolak kan kalo sudah sah mau gaya gimana aja aman Des. Kalo belum pasti perasaan nya galau Apalagi laki orang pasti nya tetap kepikiran ya ngak Sin " kata Vani minta pendapat.
.
" Iya aja deh Van masalahnya aku belum merasa dinikahi Evan Ya.. mau ngak mau harus bisa membuatnya jadi pria yang bertangung jawab Kalo ngak ya sudah aku ngak bisa maksa dia " kata Sinta jujur
" Makanya lho harus tegas. Dari sekarang
pastikan dia benar benar berubah. Jangan mewek apalagi tergoda Dengan rayuan nya Mau lho seumur hidup digantung " kalo gue mah ogah " kata Desi.
" Iya Des " kata Sinta menarik nafas dalam karna slama ini ia terlalu sayang pada Evan. Dan berharap banyak pada Evan Tapi Evan tak perduli padanya. Kini ia harus bisa bersikap tegas . Kalo memang Evan masih mencintai nya Pasti Evan akan kembali padanya. Dengan syarat menikahi nya dengan serius Dan Sinta akan merasa senang hati Walau dengan pernikahan sederhana.
Tak terasa ketiga nya sampai di rumah utama Lee Di dalam Ima dan Nur juga Maya sedang asyik membuat cake dan bakso tusuk serta rujak buah yang memang sengaja dibuat untuk kumpul bersama .
" Woi..... kok ngak ngajak ngajak sih " kata Vani yang sudah langsung kedapur bersama Desi dan Sinta.
" Yah nongol juga kalian sudah kita tungguin dari tadi juga " kata Maya Yang senang ketiga temannya itu datang
__ADS_1