Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 115 Makan Bersama.


__ADS_3

Lama Maya dan Desi juga Vani mengobrol. Hingga lupa sudah lewat jam 12 Siang.


" Astagfirullah.....sudah jam segini yuk sholat dulu baru makan " kata Maya.


" Iya nih keasyikan ngobrol sampe lupa diri " kata Desi


" Ya sudah sholat dulu , habis itu makan bareng rame rame di dapur " kata Vani.


Ketiga bumil itu pun sholat berjamaah .Lalu setelah itu makan bareng didapur mengelar karpet dekat taman belakang . Bersama para pelayan yang belum makan .Untuk makan bersama.


" Sini bi Marni, bi inah kita makan bareng." kata Maya. Yang membuat Aska senang yang datang bersama Nia dan juga mumun.


" Aska mau mau itut akan " celoteh Aska. Yang mendekati Maya.


" Sini kita makanan lesehan bareng bareng. Kalo makan rame rame gini kaya nya lebih nikmat deh ya ngak " kata Maya.


" Iya May, ingat waktu kita masih kerja di cafe walau hidangan tak enak akan menjadi nikmat " kata Desi.


" Iya lah kan biar rame sekalipun cuma lalap pete dan sambal , tapi kalo pas bareng sangat nikmat banget " kata Vani menimpali.


" Wah non Vani juga suka pete dan jengkol ya. kapan kapan kita beli. Disini tuan muda ngak pernah makan begituan takut bau.Jadi bibi ngak berani beli " kata bi Marni.


" Saya masih makan bi kalo dirumah, tapi disini jangan dulu deh takut suami ngak brani dekat dekat " kata Maya tersenyum.


" Nah lho....jangan bilang karna makan pete tuh tuan Lee pindah kamar May " goda Vani.


" Kalo pindah kamar masih serumah ngak masalah Van, kalo cari kamar yang lain di luar gimana coba" kata Desi ikut mengoda Maya.


" Hadeh kalian ini nyindir gue nih, selama aku gue ngak macam macam suami gue sih aman lagian pelayanan masih servis yang terbaik jadi ngak mungkin lah " kata Maya.


" Saya percaya non, lagian tuan muda sudah ngak begitu lagi setelah menikah sama non Maya " kata bi Marni.


" Yah kita juga percaya , tapi takut di luar godaannya semok Oey" kata Vani.


" Lah lho Van sengaja ngomong gitu emang laki lho ngak . Bayang kan kalo Mas Didi lho yang digoda gue yakin lho pasti kebakaran jenggot " kata Desi membela Maya

__ADS_1


" Gue bercanda Des, ya maaf sorry banget ya May, ada yang ngak terima nih .Pasang badan duluan dia " kata Vani terkekeh.


" Ia lah lho pake nyindir Maya.tahu ngak Vani orang hamil itu moodnya naik turun jangan bikin masalah " kata Desi.


" Sudah ngak usah ribut , nih sudah pada siap.ayo makan bareng bareng." kata Maya.


" Siap bu bos " kata Desi yang merapat duduk dekat Maya.


" Ayo makan sudah lapar nih " kata Vani yang lalu ikut mengambil nasi ke piring.


" Ayo Mun, Nia " kata bi Marni yang sedang melihat keduanya terdiam. Merasa ngak dan masih rikuh. Sedang kan bi Marni sudah biasa bersama bi Inah.


Mereka pun makan bersama menikmati suasana di dekat taman. Maya tak selalu makan di meja kalo sudah ada Desi dan Vani. Karna memang mereka adalah anak perantauan. Jadi makan ala kadarnya. Hanya karna beruntung saja yang menaikan status mereka. Namun ketiganya masih sadar diri karna hidup seperti roda berputar. Kadang diatas dan kadang dibawah. Tapi sejatinya kita harus pandai bersyukur.Dan tak lupa dari mana kita berasal.


...........................


Sedangkan Ryan baru saja selesai makan bersama Alex dan Didi dan juga Kim di sebuah rumah makan dekat kantornya.


" Lex jangan lupa bereskan proyek yang di Jambi dan Riau. Aku ingin semuanya cepat kelar " kata Ryan sambil melap mulutnya dengan tissue.


" Bos tadi pa Burhan sempat menghubungi. Apa kasus yang di kalimatan harus memakai mba Gea atau Aldi. Karna kalo cuma Kevin kayanya masih kurang " kata Didi.


" Kalo memang perlu kau suruh Aldi saja jangan Gea. Karna tak baik bagi Gea pergi ke daerah yang rawan konflik" kata Ryan menatap Didi.


" Baik bos, nanti akan saya sampaikan pada pa Burhan " kata Didi.


" Oh ya kau sudah bereskan masalah yang di Batam di " tanya Ryan.


" Sudah bos , untuk itu besok saja harus menghubungi Dias .Tapi bos apa bos yakin menyuruh Dias yang kesana kan harusnya Lim " kata Didi yang sangat tahu karakter bosnya itu.


" Ada sesuatu yang mencurigakan dengan Dias, aku belum bisa percaya padanya sepenuhnya. Tapi dengan kehadirannya kesana aku ingin tahu banyak apa ia terlibat." kata Ryan yang curiga dengan asistennya itu yang berbisnis ilegal di luar pekerjaannya.


Karna Lim sempat mengatakan sesuatu padanya sebelum pulang. Memang itu bukan urusannya.Tapi kalo Dias dalam masalah .Otomatis ia pun akan menjadi sorotan.Jadi ia ingin orang orang yang bekerja dengannya bersih tak terlibat mafia atau pun pekerjaan ilegal.


" Saya akan segera kesana setelah semua urusan disini selesai bos " kata Didi.

__ADS_1


" Bagus lah tapi kau harus hati hati. Bawa Jeff bersama mu . Aku khawatir di sana ada banyak masalah yang belum kita ketahui " kata Ryan.


" Baik bos " kata Didi


Sedangkan Alex dan Kim hanya mendengarkan saja. Karna buka prioritas pekerjaan yang ia tangani. Ia hanya fokus pada kantor. Sedang Kim fokus pada keamanan tuan mudanya.


" Kim apa nona muda mu keluar hari ini ?" tanya Ryan yang melihat Kim banyak diam.


" Tidak tuan, nona muda tidak kemana mana. Menurut jhon ada nona Desi dan Nona Vani sedang menemani nona di rumah utama " Kata Kim menjelaskan.


" Baik lah kata kan pada Jhon untuk mengawasinya kalo keluar, selama dia dirumah ia aman . Aku hanya khawatir saja kalo ada orang yang tak senang padaku melampiaskannya pada istriku " kata Ryan datar.


" Naik tuan muda , kami akan lebih siaga lagi " Kata Kim.


Kim memang tahu tuan mudanya itu menjadi sorotan publik akhir akhir ini. Karna bisnisnya makin sukses. Jadi tidak aneh kalo ada orang yang ingin menjatuhkannya. Terutama lewat istri dan keluargganya.


" Setelah selesai kita langsung kembali ke kantor " kata Ryan lagi.


" Baik bos " kata Kim, juga Didi dan Alex.


.....................................


Ryan baru saja masuk ruangan. Belum lagi ia duduk Cindy dengan pakai seksi masuk ke dalam ruangannya.


" Ada perlu apa kau datang kesini ? "kataRyan kaget.


" Astaga sayang, kenapa sejak menikah kau sinis sekali denganku " kata Cindy manja.


" Pergilah aku sedang sibuk " kata Ryan yang duduk di kursi kebesarannya.


" Kenapa kau tega sayang, apa kau lupa masa masa indah kita dulu selagi pacaran " kata Cindy yang merangkul bahu Ryan. Lalu menciumnya bibir Ryan.


Dengan cepat Ryan mendorong tubuh Maya. Namun bukanya jatuh Maya malah memegang pinggang Ryan erat. Hanya dress nya melorot dan tampak dada montok terbuka jelas didepannya .Membuat Ryan menelan salivanya.......


" Kenapa ?" kata Cindy yang memang dadanya berada satu jengkal didepan wajah Ryan.

__ADS_1


__ADS_2