Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 69 Dikira Membual


__ADS_3

Maya menikmati hari nya dengan rasa bahagia. Sebagai nyonya baru Ryan. Hanya para pelayan yang mengenal Maya. Karna Ryan tak ingin kehidupan pribadinya di usik.


" Abang kerja dulu ya,.nanti kalo mau pergi minta Didi yang mengantar kan " kata Ryan .


" Iya bang ' kata Maya yang lalu mencium takjim tangan suaminya itu.


Ryan merasa terharu ketika Maya menghormati nya sebagai suami dan mengurusnya dengan baik .Yang membuat Ryan bahagia.


" Kim bila Didi tak bisa datang antar nyonya mu keluar " kata Ryan.


" Baik tuan " kata Kim menunduk hormat pada tuan mudanya itu.


-" Abang berangkat dulu ya sayang " kata Ryan yang lalu mengecup bibir istrinya itu


" Iya bang " kata Maya. Yang lalu melambaikan tangannya. Ketika Ryan masuk ke mobilnya. Yang di bawa Didi .Lalu menjauh meninggalkan rumah utama Lee.


Maya pun melangkah kembali masuk setelah mobil menghilang dari pandangannya. Sedangkan para pengawal yang berjaga menunduk hormat Pada Maya. Ketika nyonya baru mereka itu lewat.


" Sudah berangkat non" tanya bi Marni. Merapikan Kamar utama.


" Sudah bi, apa Aska sudah mandi ?" tanya Maya.


" Sudah non lagi sama mumun di taman " Kata bi Marni. Yang sedang membereskan barang barang Maya kemaren belum sempat ditata di lemari.


Karna bi Marni lah kepercayaan Ryan yang boleh masuk kamarnya. Apalagi sekarang Maya sangat dekat dengan bi Marni. Kepala pelayannya itu. Yang sudah bekerja dari Ryan masih kecil. Ketika mendiang papinya masih hidup.


.................................


" Lho menghilang kemana lee, gue hubungi tuh ponsel ngak aktif selama dua hari " kata Gee menatap sepupunya itu.


" Cih ....apa kau tak bisa mengurusnya sambil harus menungguku." jawab Ryan sambil bersantai disofa.


" Apa kau tidak tahu, kemaren Angela dan Cindy mencari mu kekantor ku " kata Frans


" Bukannya aku sudah menyuruh Alex untuk menolaknya.Untuk masalah Cindy aku juga sudah mengatakan padamu. aku tak ingin bertemu dengannya lagian aku sudah punya yang istimewa " kata Ryan.


" Cih paling sekali pake kau buang kan , kapan kau menikah Lee, apa kau tak ingin punya keturunan .Kasihan aunty yang ingin punya cucu " kata Frans.


" Cih sok tahu , aku sudah punya buntut dirumah dan sekarang lagi produksi lagi " jawab Ryan santai.


" Produksi apaan, anak kodok hah, menikah aja belum sudah ngaku punya buntut " kata Frans mencibir


" Cih sok tahu lho Frans, kau aja yang sudah menikah lima tahu baru brojol satu sombong " cibir Ryan.


" Lah mending ketimbang lho kecebong aja belum " kata Frans balik mencibir.


" Sombong lihat saja nanti aku bisa bikin banyak " kata Ryan tak mau kalah.

__ADS_1


" Lah lawan mu siapa , bikin saja sana sini ngak beres " kata Frans yang tak percaya dan menganggap Ryan membual.


" Huh tenang saja Frans, kau tak perlu khawatir tunggu saja waktunya kita lihat hasilnya " kata Ryan kesal karna Frans yang tak mau kalah.


" Akan kutunggu " kata Frans cuek.


" Ya tunggulah " kata Ryan .Lalu membaringkan tubuhnya disofa sambil menelpon Maya.


Tut......tut.. .tut.


" Hai sayang lagi apa?" tanya Ryan tersenyum ketika vc dengan istrinya itu


Sedangkan Frans duduk sambil memeriksa email di laptopnya. Dan sambil mendengarkan sepupunya itu menelpon seseorang .Yang Frans tidak tahu siapa.


" Abang ngak kerja kok tiduran disofa" tanya Maya disebrang sana yang terdengar jelas ditelinga Frans.


" Abang istirahat sebentar sayang , Abang kangen " kata Ryan merayu Maya.


" Ih abang kangennya dirumah saja " kata Maya yang memang baru pulang dari belanja bersama bi Marni.


" Benar ya nanti abang pulang langsung siap 8 ronde " kata Ryan merayu.


" Astaga bang , lima ronde saya May sudah tepar .Sudah ya ngak ngomong gitu dikantor nanti kedengaran orang " kata Maya.


" Ngak ada yang dengar, kalo pun ada biarin biar pengen " kata Ryan sambil menyindir Frans.


" Ih......sudah bang malu, bicara nya dikamar saja . May mau ganti baju dulu " kata Maya yang ingin menutup ponselnya.


" Baiklah , sudah ya bang May mau ganti baju dulu " kata Maya diseberang sana yang menutup ponselnya.


" Cih wanita mana lagi yang kau kencani tuan Lee " kata Frans bertanya.Sambil menatap sepupunya itu.


" Dia istriku Frans " kata Ryan datar.


" Oh ya kapan kau menikah?" kata frans mengejek. Karna tak percaya Ryan menikah.


" Kau tahu kenapa hp ku tak aktif , aku sedang bulan madu bersama istriku . Jadi maaf aku pulang duluan ya mau bercinta . Sampai nanti malam ketemu di pesta " Kata Ryan beranjak dari sofa dan menuju pintu keluar.


Brakk....


" Aish.......dasar tukang membual , bilang sudah menikah tapi ngak ada buktinya " kata Frans mengelengkan kepalanya.


...........................


Maya baru saja menganti pakaian dan menyisir rambutnya . Setelah tadi sempat ke salon. Untuk memotong rambutnya. sedikit yang membuat Maya terlihat cantik .dan seperti anak abg.


" Non Maya cantik , pasti tuan muda pangling melihatnya " kata bi Marni yang masuk membawa Aska.

__ADS_1


" Ih bibi bisa aja. " kata Maya yang malu dipuji.


" Benar non, kalo pake poni begitu makin tambah cantik dan seperti anak kuliah." kata bi Marni.


" Sudah bi, nanti Maya jadi ge er di puji terus " Kata Maya.


" Tapi memang kenyataannya ,kan biasanya polos tapi pas dandan tambah cantik non " kata bi Marni.


" Bi ini memang Maya dandan mau buat nemani bang Ryan ke pesta nanti bi, biar ngak bikin malu abang .Biar terkesan fresh dan imut " Kata Maya tersenyum.


" Siapa yang imut ?" kata Ryan yang mendadak muncul .


" Abang kok sudah pulang " kata Maya.e



Penampilan baru Maya.


.Ryan pun terkejut melihat Maya yang penampilannya berubah.


" Kenapa rambutnya dipotong " kata Ryan.Yang lalu mendekati istrinya itu.


" Sedikit bang ngak pa pa kan " kata Maya.seraya menatap wajah tampan sang suami .Yang pangling melihat istrinya itu.


" Terlalu cantik bikin abang cemburu , bakal banyak yang terpesona " kata Ryan.


" Hehehe....tapi kan lebih baik tuan muda non Maya seperti anak kuliah " kata bi Marni.


" Ok ngak masalah abang suka , lalu mencium Maya didepan bi Marni.


" Ih abang malu di lihat bi Marni " kata Maya Malu.


" Ngapain Malu , bi Marni aja yang lihat ngak malu " kata Ryan.


" Ya sudah tuan muda, non bibi bawa Aska lagi bermain . ngak usah malu sudah biasa juga bibi lihatnya " kata bi Marni yang berlalu menuju pintu.


Ryan pun pergi ke pintu dan mengunci nya.


Lalu kembali lagi untuk memeluk istrinya lagi. Tadinya Maya ingin menghindar Namun Ryan segera menangkapnya fan mengendongnya


" Bang apa ngak capek " kata Maya yang mencoba sedikit berontak.


" Ngak " kata Ryan yang lalu mengangkat Maya keatas Ranjang.


"'Ih abang kenapa ngak ada bosannya sih." protes Maya yang tak bisa menolak pesona suaminya itu.


" Mana bisa itu kebutuhan abang " kata Ryan Yang lalu mulai memperdaya istrinya itu. Dan Maya pun hanya bisa memberikan hak dan keinginan suaminya . Seberapa ia mampu membahagiakan kan Ryan. Untuk memberikan servis terbaiknya.

__ADS_1



Reaksi ketika kaget melihat perubahan Maya.


__ADS_2