Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 114 Kumpul lagi.


__ADS_3

Maya sudah tampil cantik ketika mengantar suaminya kekantor .Sampai depan teras ia melepaskan Ryan naik mobil. Setelah Ryan berangkat ia pun masuk dan duduk manis diruang tengah. Menunggu dua sahabatnya datang. Karna ia berjanji akan membagikan oleh oleh. Untuk Desi dan Vani dan para pelayan. Karna tadi malam belum sempat. Karna masih malas untuk bongkar bongkar barang.


" Non Maya nungguin non Desi dan non Vani " tanya bi Marni yang membawakan jamu herbal pesanan Maya.


" Iya bi, oh ya suruh Mumun dan bibi Inah bawakan koper yang dikamar kesini bi. Biar Maya bagikan oleh olehnya " kata Maya pada bi Marni.


" Siap non, berarti bibi juga dapat nih " tanya bi Marni mengoda.


" Pasti dong bi, semuanya dapat kok " kata Maya tersenyum.


" Baiklah bibi panggil Mumun dan bi Inah dulu ya non " kata bi Marni . Yang berlalu ke belakang meninggalkan Maya.


Maya pun duduk tenang disofa sambil menyesap jamu buatan bi Marni untuk nafsu makan dan kebugaran tubuhnya. Yang memang lelah karna mengurusi kepulangannya.


" Maya ......we are coming " kata Desi dan Vani yang datang lansung menghampiri Maya yang lagi duduk santai.


" Hai....sudah gue tungguin dari tadi juga , kok lama amat " kata Maya.


" Ya kan gue jemput Vani dulu nih, tadi pake nungguin dia buang hajat dulu lagi " kata Desi yang langsung duduk di sofa.


" Buset dah ngapain lho ceritain segala tuh, nanti baunya ngikut " kata Vani manyun .Karna Desi curhat ke Maya.


" Lah emang fakta ngapain harus bohong, Maya juga bakal gerti kok" kata Desi cuek.


" Ya tapi ngak sedetail itu juga Des, malu gue sama Maya " kata Vani protes.


" Hahaha......udah ngak usah dibahas , tuh kopernya sudah siap dibongkar " kata Maya .Ketika mumun dan bi inah membawa koper ke ruang tengah.


" Sini mun dekat ibu" kata Maya yang lalu mengambil koper dan membuka nya dan memilah milah isinya.


" Nah ini buat lho berdua " kata Maya yang menyodorkan tas yang dibungkus rapi pada Desi dan Vani.


" Dan ini buat bi Marni , bi inah dan mumun " kata Maya yang membagi oleh olehnya Dan tidak lupa yang lain.


Mata Desi dan Vani melihat tas pemberian Maya ..Yang masih ada lebel harganya. Hermes model lama namun sangat bagus dan cantik.


" Ya allah , rezeki anak sholeh " kata Desi senang .Bisa dapat hadiah tas branded bagus.

__ADS_1


" Ya allah ini berapa duit May, pasti mahal banget " kata Vani yang menghitung lebel harga ke rupiah.


" Ya ampun " kata Desi yang menelan salivanya. Yang browsing harga hermes miliknya. Seharga 170 juta.


" Ish ish ini Des " kata Vani yang menunjukan harga 180 juta dari label 0harga tasnya.


" Ya allah bagis Des, gue mimpi apa kemaren bisa beli tas gini " kata Vani.


" Iya gue juga " kata Desi . Yang berbisik pelan. Karna Maya masih membagikan oleh oleh pada para pelayannya .


" Yang ini buat bi Sri dan bi mimin ya bi " kata Maya pada bi Marni.


" Iya non, nanti biar bibi yang ngasih." kata bi Marni. Yang juga dapat baju dan dompet dan juga tas walau ngak mahal namun itu sudah sangat mahal bagi seorang pelayan.


" Makasih banget non, ini bagus banget " kata bi inah. Yang senang banget dapat hadiah mahal untuk pertama kalinya.


" Makasih non, sudah bawakan kami oleh oleh yang banyak ini lebih dari cukup Semoga non Maya diberkahi rezeki berlimpah dan slalu sehat ." kata bi Marni senang.


" Sama sama bi , oh ya ini coklat dan jajanannya juga dibawa " kata Maya pada Mumun agar dibagikan.


" Buat ibu juga ada kan May, "tanya Desi.


" ini buat kita May " tanya Desi .ketika Maya menyodorkan dua gaun untuk sahabatnya itu. Yang tak terpakai karna mertuanya banyak membeli gaun.


" Iya itu masih ada lebel harganya kok masih baru dan gress " kata Maya.


" Ya allah May lho baik banget " kata Desi yang langsung mendekati Maya dan memeluknya.


Begitu juga dengan Vani yang ikut memeluknya. Sehingga mereka bertiga berpelukan bersama.


" Aku senang Des, Van busa kumpul lagi kaya gini " kata Maya senang.


" Iya May, kami juga senang dan kangen banget slama kamu disana ." kata Desi


" Iya May, ngak lengkap rasanya kalo kita ngak kumpul kaya gini " kata Vani yang bahagia bisa berkumpul bertiga saling curhat dan bercanda


" Iya gue juga, kangen kalian dan disana gue ngak punya teman . Dan aku senang bisa pulang kesini bisa kumpul kalian lagi juga bertemu ibu dan Bima.

__ADS_1


" Oh ya ibu sama Bima kapan kesini nya" tanya Vani.


"Ibu masih dijalan di jemput pa Ali. Sekalian jemput de Bima juga " kata Maya.


" Syukurlah , oh ya sudah nih bagi baginya " tanya Vani.


" Ya sudah lah tuh coklat dan cemilannya buat kalian dibagi ya, habis itu bantuin gue bawa nih koper kekamar " kata Maya.


" Oke bos , kami siap membantu " kata Desi dan Vani bersamaan . Yang membantu Maya memasukan beberapa oleh oleh untuk para satpam dan keamanan.


Lalu setelah selesai ketiganya pun bersantai di kamar Aska sambil bercerita dan curhat tentang kisah rumah tangga masing masing.


" Jadi sekarang lho hamil juga Des" kata Maya senang.


" Iya lah masa gue kalah dari kalian " kata Desi sumringah


" Bukan kalah Des, cuma menyusul biar bisa gantian jagain. Biar kita bisa saling menjaga pas lahiran " kata Vani.


" Biar antri gitu ya " kata Desi terkekeh.


" Iyalah Des, kan tuhan adil ngasih kita jarak biar ada waktu. Untuk bisa memberi pengelaman melahirkan. " kata Maya.


" Iya Des, tuh Maya sudah pengelaman .Jadi kita bisa belajar.Asal jangan masalah bikin yang dibahas " kata Vani prontal tertawa.


" Cih..... gaya mu Van, kemaren aja nanya nanya eh tahunya sudah jadi dari gue duluan" Kata Desi protes.


"Oalah ngiri aja lho Des, kan emang sudah waktunya gue hamil. kan Mas Didi rajin menyirami " kata Vani tersenyum


" Hadeh.....mulai deh" kata Maya.


" Alah May ngak usah munafik deh, lho aja pasti rajin banget jungkat jungkit kan makanya tuh perut cepat buncit " kata Desi meledek.


" Cie cie....yang rajin main jungkat jungkit " ledek Vani ikutan.


" Cih kalian ini katanya dulu pengen nikah. Sudah nikah malah berdalih ngak suka . Padahal menikmati " kata Maya sambil memainkan kedua alisnya.


" Siapa bilang berdalih May, cuma bercanda lagi, gue suka banget kok " kata Desi tersenyum .

__ADS_1


Sedangkan Vani hanya memutar matanya dan mengeleng kan kepalanya. Karna candaan absurb kedua temannya itu.Namun itu bagian seru bagi mereka bertiga. Untuk saling meledek satu sama lain.


__ADS_2