
Damar menatap Zia lalu menatap wajah keluargga nya satu persatu.
" Pah mah Damar tu jaga keamanan barengan semua sama teman teman Damar satu sasana Jadi Zia ngak tahu apa apa.
Dan lagian Damar juga ngak tahu kalo yang nikah itu kakak sepupunya Zia . Karna Sudah 3 bulan yang lalu di rebug " jelas Damar
" Lah kok Zia ngak ngasih tahu emang " kata Reni
" Kita kenalnya juga baru 1 bulan kak " kata Zia jujur ..karna ia memang baru mengenal Damar.
" Ngak salah mar " kata Yuda menatap Damar.
" Iya " kata Damar mengiyakan Karna ngak mungkin ia menceritakan menyimpan rasa Pada Zia selama ini didepan keluargganya.
" Astaga. jadi kalian baru kenal beberapa bulan terus nikah gitu Alhamdulilah ....." kata Mamah menepuk jidat .
" Ih mamah apaan sih " kata Reni
" Ya Alhamdulilah kan baru kenal jatuh cinta trus ngajak nikah kan Alhamdulilah
ya kan pah " kata Mamah menatap papah.
" Ya tapi apa ini ngak terlalu cepat Mar " kata papah Yang juga kaget kalo Zia mengatakan mereka baru kenal sebulan
" Ngak pah " kata Damar ayo Zi kak Damar Antar pulang nanti kemalaman " kata Damar Yang ngak mau Zia tambah bingung karna pertanyaan keluarganya
" Iya kak " kak Zia yang lalu menyalami papah dan mamah Damar . juga kakak kakak iparnya.
"' Pah mah Damar ngantar Zia dulu ya " pamit Damar
" Ya nak salam ya buat ayah dan bunda Zia Dan hati hati di jalan " kata mamah. mengingatkan keduanya
Damar pun mengantar Zia sampai butik setelah bertemu Ken Damar pun langsung pulang . Sedangkan Fatimah sedih menatap suaminya itu Mengandeng mesra wanita lain di halaman butik. Sedangkan ia mencoba gaun yang sudah jadi di pesan.
" Apa dia kekasihnya " guman Fatimah dengan mata berkaca atau dia ...." kata Fatimah lirih
Fatimah takut membayangkan suami nya itu berpoligami karna Beberapa hari ini Ken Hanya 3 hari atau 2 hari baru pulang kerumahnya.
" Mba ini gaun nya sudah pas. oh ya ini milik nona Zia " kata karyawan butik itu pada Fatimah .
" Maksud mba gaun ini bukan punya saya " kata Fatimah bingung
" Ini punya nona Fatimah Dan ini Nona Zia Tuh orangnya sudah datang . Kata pelayan menunjukan gaun yang sama yang membuat Fatimah shock
Sedangkan di luar Zia dan Ken baru saja melepas Damar pergi
"' Ayo kak oh ya kakak ipar mana ?" kata Zia yang mengandeng tangan Ken .
__ADS_1
" Di dalam ayo " kata Ken merangkul sang adik mesra. Dan melangkah dengan tersenyum
Sesampai nya didalam Ken dan Zia terpaku melihat Fatimah menangis.
" Astaga ada apa " kata Ken yang melihat Istrinya itu duduk sambil terisak . Dan berurai air mata.
" Kenapa dengan istri saya mba ?"tanya Ken .
" Saya tidak tahu mas " kata karyawan butik itu. juga bingung saat ia kembali Fatimah sudah menangis sendiri
" Hai kakak ipar , kanapa menangis " kata Zia menyapa Fatimah .
" Hah....... kakak ipar " kata Fatimah kaget
Lalu menatap Ken lekat
" Fat kenapa sayang " kata Ken menghapus air mata istrinya itu .
" Dia .....siapa ?" kata Fatimah tergagap .
" Aku Zia kak , adik kak Ken . Kakak ipar ngak pa pa kan " kata Zia tersenyum memperkenalkan diri.
Fatimah tak menjawab Tapi menatap Ken seakan minta penjelasan ..
" Zia adik kandungku .adik ku satu satunya nama nya Zia " jelas Ken yang lalu menghapus sisa air mata Fatimah.
" Kak, ayo apa kakak sudah mencoba gaunnya " kata Zia yang memang terakhir baru mengambilnya . Karna yang lain sudah selesai . Bahkan Sebulan yang lalu. Karna Zia repot Dan Ken menambah gaun untuk Fatimah dengan contoh gaun Zia karna kecil badan mereka hampir mirip.
" Aku sudah mencoba nya silakan de Zia mencoba gaun nya " kata Fatimah tergagap .
Lalu Zia pun mencoba gaun nya Sedang kan Ken menatap wajah Fatimah . Dan menelisik wajah istrinya itu penuh tanda tanya .
" Tadi kenapa menangis , ada apa ?" tanya Ken penasaran.
" Maaf tadi Fat terlalu senang lihat gaun nya jadi ingat Ayah " kata Fatimah lalu mengengam tangan Ken
" Tidak karna yang lain kan " kata Ken
" Tidak " kata Fatimah berbohong. Karna dia malu pada dirinya sendiri Karna berburuk sangka dengan suaminya itu.
" Kak Fat kak Ken pas kan " kata Zia Yang memutar badannya.
" Pas de ayo pulang kalo sudah selesai " kata Ken Yang tadi juga sempat membeli kan beberapa gaun lagi untuk Fatimah.
" Ok ....apa kak Fatimah ngak memilih gaun yang lain " kata Zi.
" Sudah de tadi sebelum de Zia datang " kata Fatimah menunduk . Karna merasa ngak enak dengan adik iparnya itu.
__ADS_1
" Ya mba tolong dibungkus ya " kata Zia yang lalu melihat beberapa gaun Tapi tak ada yang model baru.
" De tak ada tambahan kan" Kata Ken . menawarkan Zia .
" Ngak Kak ngak ada model baru sih lain kali aja ." kata Zia.
Setelah selesai Ketiganya pun pulang menuju rumah utama Lee. .Fatimah yang tak tahu dibawa kemana hanya diam Tak banyak bertanya . Karna takut ia salah paham lagi
"' Ayo turun kak " kata Zia tersenyum mengandeng kakak iparnya itu.
" Bawa kakak ipar mu masuk dulu de, kak Ken main menaruh mobil di garasi " kata Ken .
" Ok " kata Zia yamg lalu membawa Fatimah masuk Dan di ruang tamu sedang ramai orang berkumpul .
" Zia siapa " kata Ima melihat Zia mengandeng Fatimah yang tersenyum manis
" Ini menantu bunda " kata Zia memperkenalkan Fatimah.
" Fatimah " kata Aisyah Yang mengenal Fatimah sebagai anak pondok juga adik tingkatnya dikampus .
" Kak Aisyah ,ustad ustazah " kata Fatimah kaget . Melihat Aisyah bersama keluargganya ada disitu.
"' Masyaallah ini menantu ayah " kata Kim menatap Fatimah .
" Iya ayah , kak Fat itu ayah dan bunda juga mamah dan papah dan saudara saudara Zi. Nah itu kak Aisyah dan Kak Rey . Pasti kakak kenal kan " kata Zia
" Ya" kata Fatimah yang menyalami para perempuannya Dan menangkup kan tangan pada para prianya . Dan ketika Ken datang Ken menjelaskan tentang keluargga dan kerabatnya pada Fatimah Dan Ken juga menceritakan penikahannya dengan Fatimah yang mendadak ketika sang ayah sekarat malam itu.
" Inalilahi wainalilahi rojiun " kata semua orang serempak Ketika Ken menceritakan Kalo Fatimah sebatang kara.
Maya ima Desi Vani dan Bella juga yang lain ikut bersedih mendengar semua cerita Ken . Sedang Fatimah mengenggam erat tangan Zi.. Karna hatinya teringat dengan ibu dan ayahnya yang sudah tak ada lagi. Dan tak bisa bertemu dengan besan dan keluargga suaminya.
" Sini nak dekat bunda " kata Ima. Dengan mata berkaca kaca memeluk menantunya itu. Yang membuat hatinya terasa ter cubit Merasakan penderitaan menantunya tu.
" Sudah kalian istirahat ini sudah malam . Ken bawa istrimu istirahat .. Ayo Aisyah ingat ngak boleh capek ya " kata Maya
" Iya biar kami Yang tua bergadang " kata Desi terkekeh.
" Aish kau ini Des " kata Vani .
" Sudah mb Bel dan ustad kalian menginap disini saja . Kamar Bima dan Nur bersih kok . Pulangnya besok saja " kata Maya
" Penuh dong May, besok besan Dubai datang taruh di mana May " kata Vani.
" Di hotel lah , disana biar aman dan dilayani langsung para pelayan hotel Ngak perlu repot repot " kata Didi. Yang
sudah membantu mengatur semuanya Dan tinggal menunggu hari H nya saja
__ADS_1