Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 459


__ADS_3

Ryan cukup kaget dengan pengakuan Lim Yang mengatakan Bahwa Leon menyukai putrinya..Dan kalo pun nanti Tian menyia yia kan nya Leon tetap mau menikahinya.


" Tidak Lim Kemaren Leon baru saja bilang ingin melamar Zia didepan ku bersama Kim . Ini ngak usah dibahas lagi akan ada Yang sakit hati nanti " kata Ryan Yang tak ingin keponakannya terluka. Dan lagi Leon sudah terlambat .Untuk jujur pada sang papi .


" Baiklah kita tak akan membahasnya " kata Lim kecewa karna putranya itu kini melamar Zia tampa mengatakan apapun padanya.


" Ya aku tak akan membahas ini lagi . Maaf itu sudah terlambat Kau simpan semua ini baik baik jangan sampai Kim tahu .Aku yakin ia tak akan mau menerima Leon kalo tahu Leon menyukai ......."


" Leon menyukai siapa ?" kata Kim yang mendadak muncul.


" Oh itu ....Leon menyukai Zia kim,, aku baru membahasnya. iya kan Lim " kata Ryan menatap Lim.


" Iya aku baru tahu kalo Leon menyukai Zia .Apa ia bilang akan melamar Zia " kata Lim .Yang mengalihkan pembicaraan.


" Iya kemaren dia bilang sudah melamar Zia Tapi belum untuk resminya " kata Kim


" Baiklah sesampai nya dirumah kita bahas


Agar bisa cepat menikah " kata Lim .


" Ya ..... itu lebih baik dari pada menunda nya terlalu Lama " kata Ryan Yang ingin Leon tak menganggu pernikahan putri nya Karna Queen terlihat sangat mencinta Tian begitu juga Tian ..Dan selama ini keduanya Baik baik saja .


"Ya kurasa begitu itu " kata Kim.


" Ya nanti kita bahas setelah kumpul mumpung Kita bertemu Mischa " kata Lim


Yang ingin istrinya juga tahu kalo Leon dan Leo akan menikah. Karna Leo juga ingin meminang Via .


" Ya sudah, nanti kita bahas lagi aku lapar mau makan dulu " kata Ryan Yang beranjak dari tempat duduknya Dan meminta makanan pada sang istri. Yang memang sedang menyiap kan makanan diatas meja.


" lagi apa cuma segini " kata Maya


"'Cukup , mana yang lain ?" " kata Ryan


" Biasa bang lagi tiduran " kata Maya


Yang memberikan piring pada Ryan .lalu Maya pun ikut makan dan duduk di sebelah Ryan .


********


Dini hari mereka sampai .Dan mereka langsung istirahat dan tidur lagi dikamar. Yang sudah disiapkan Lim .Rumah Lim Yang berada dipinggiran kota new York

__ADS_1


itu cukup sepi dan nyaman .Untuk masa tuanya . Yang membuat Ryan cukup kagum.


Pada selera Lim yang juga bisa membeli rumah besar . Yamg cukup nyaman dan Tak terlalu bising dari hingar bingar kota.


Rumah tingkat dan megah itu mempunyai 20 kamar .Untuk sebagian pria yang lajang mengalah tidur di sofa .Hanya yang berpasangan saja mendapat kamar karna tempat nya terbatas .


Mereka pun istirahat . setelah mendapatkan masing masing .Dan bangun setelah siang hari . waktu setempat.


"' Sayang apa kita mengunjungi mami tempatnya tak jauh dari sini " kata Tian yang mengenal baik wilayah New york


" Kau yakin ayo . Mumpung semua lagi istirahat " kata Queen.


" Iya kita pamit dulu sama om Lim dan papah " kata Tian .


" Iya ayo " kata Queen


Kedua nya pun berpamitan karna Tian dan Queen sepanjang di pesawat hanya tidur jadi mereka bisa jalan jalan sementara yang lain istirahat.


" Trimakasih om , pah kami pergi dulu " kata Tian


" Ya hati hati dijalan " kata Ryan.


Lim .Yang lumayan banyak nongkrong di garasi rumahnya ..Lalu meminta alamat rumah sang mamah lewat serlok .


Disisi lain seorang wanita paru baya sedang asyik membuat cake kesukaan sang putra. ketika pagi tadi Tian mengatakan akan menemuinya .Namun sampai sekarang Tian belum muncul


" Apa kau serius akan kesini nak " kata Sania yang rindu pada putra semata wayang nya itu . karna sudah beberapa bulan ini mereka tak bertemu


Rumah besar sederhana itu cukup nyaman


ditinggali. Sania tinggal dengan 3 pelayan nya dan dua orang satpam dengan mengandalkan butik nya dan toko bunga . Lumayan cukup bagi Sania Dam ia juga bisa menabung untuk bertahan hidup Yang tak jauh dari tempat ia tinggal.


Sania duduk menatap nanar makanan yang terhidang di meja . Jam sudah menunjukan angka 03 02 sore . Yang buat Sania makan seorang diri dengan menatap makanan yang ia masak dari jam 10 pagi


" Mami rindu. ..Tapi kau keterlaluan bercanda. Padahal mami sudah memasak sebanyak ini " guman Sania lirih ..Lalu menutupnya lalu Dan meninggalkan nya . Melangkah masuk kedalam kamar.


" Nyonya ada tamu " kata pelayan yang menghampiri Sania yang sudah ingin berbaring di tempat tidur nya karna kecewa karna ia pikir Tian hanya mengodanya.


" Siapa bi " kata Sania


" Mami ......." kata Tian yang berdiri didepan pintu . Yang membuat Sania langung menangis menghampirinya. Dan memeluk putra semata wayang nya itu .

__ADS_1


" Tian..... mami rindu nak " kata Sania Terisak memeluk Tian erat dan menciumi seluruh wajah putra kesayangan itu. Karna ia sangat merindukan Tian Yang hampir 4 bulan lebih tak bertemu.


Sedangkan Queen mematung Berdiri melihat ibu dan anak itu . Yang saling berpelukan membuat Queen menetes kan air matanya.


Karna ikut terharu membayangkan dirinya Yang juga rindu pada sang mamah sebab itu lah ia tak pernah tinggal jauh.


" Tian juga rindu mami oh ya itu menantu mami " kata Tian menunjuk Queen yang berdiri tak jauh dari mereka Tersenyum ketika Sania melihatnya


" Ya Tuhan..... kau sangat cantik nak " kata Sania yang lalu menghampiri Queen dan memeluknya erat . Lama kedua nya berpelukan dan ketika mami Sania mengurai nya ia menangkup wajah Queen dan mencium kening menantunya itu.


" Apa kalia sudah makan ?" kata Mami Sania. Yang membawa menantunya keruang tamu.


" Sudah mi , oh ya itu oleh oleh buat mami dari kami " kata Tian ketika mereka ke ruang tamu. Setelah drama berpelukan rindunya selesai..


" Ya ampun banyak sekali nak "kata mami


Yang melihat banyak oleh oleh


" Ini oleh oleh dari dubai mi , yang ini Tian beli disini .Ketika tadi Tian dan Win mampir untuk mengisi bensin.


" Trimakasih sayang ini banyak sekali " kata Mami Sania Yang bahagia merangkul putra nya dan menantu.nya.


" Kau sangat cantik nak , Tian beruntung mendapatkan mu " kata Sania yang melihat kecantikan alami Queen .


" Iya mi Tian sangat beruntung bisa punya istri seperti win Dan Tian akan menjaga nya seumur hidup Tian Dengan nyawa Tian taruhan nya " kata Tian yang merangkul Queen dan mencium pucuk rambut Queen berkali kali Yang membuat Mami Sania bahagia melihat anak dan menantu itu. Apalagi Queen mau menerima Tian apa adanya. yang tak punya apa apa


" Apa kalian ke Dubai " kata mami


" Iya mi kami menghadiri acara resepsi pernikahan abang Aska kakak Queen mi


Oh ya Kami punya kabar baik untuk mami


"' Apa ? apa Queen sudah hamil sayang " kata mami tersenyum sumringah yang membuat Tian dan Queen saling pandang .


" Belum mi , win masih harus menyelesai kan kuliah dulu . Paling setahun lagi..." kata Queen tersenyum


" Lalu " kata mami Sania bingung


" Tian akan tinggal disini sama mami "kata Tian tersenyum.


" Hah.....Tian serius nak ngak bercanda kan ? " kata mami menatap keduanya dengan penuh tanda tanya.

__ADS_1


__ADS_2