Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 363


__ADS_3

" Hehehe.... maaf kaget ya sayang" kata Ryan


" Abang kenapa bikin kaget sih ?" kata Maya terkejut


" Siapa suruh ngelamun sendiri mana sudah magrib nanti Kesambet setan lewat lho " kata Ryan yang lalu merangkul Maya.


" Itu bang orang tua Nur kecelakaan " kata Maya.


"' Hah...... kapan? bagaimana May bisa tahu.?" kata Ryan kaget.


" Barusan Bima ngajak Nur kesana Makanya Maya bingung mikir apa kita nyusul kesana sekarang bang ?" kata Maya


" Besok saja malam ini mungkin lagi diurus keluargga . Kita besok pagi aja . Sekarang kita sholat dulu ya " kata Ryan


" Ya bang ayo...." kata Maya Yang mengandeng tangan suaminya dan mereka pun masuk kekamar. Untuk bersiap siap sholat.


*******


Dikamar villa Sinta baru saja selesai sholat Ada rasa tenang dihatinya . Ketika ia belajar sholat . Karna sudah lama ia meninggal kan nya dari sejak menjadi model dan Sinta tak pernah lagi sholat dan mengaji.


Hingar bingar dunia membuatnya lupa . Apalagi sejak ia sering keluar negri dan tinggal di Jerman membuatnya lupa dengan urusan akherat.


" Ya allah ampuni aku masih mau kah. kau menerima taubat hamba mu ini..Aku meminta belas kasih mu ya rabb karna kini aku sadar banyak dosa yang sudah ku buat " kata Sinta yang berdoa khusuk. Sambil menangis tersedu sedu. Mengingat masa lalu nya yang kelam. Untungnya masih ada teman yang kini berbaik hati padanya Dan menampung nya ketika ia tak punya apa apa. lagi. Hanya tinggal tabungan yang menipis. Apalagi kini ia tak bisa bekerja sebagai model lagi. Karna banyaknya model model baru. dan juga lebih cantik darinya.


Lama Sinta berdoa sampai ia tertidur di atas sajadahnya. hampir satu jam Dan Sinta terbangun merasakan tubuhnya keram .


" Ya allah aku ketiduran disini " kata Sinta yang lalu bangkit dari sujudnya dan lalu melepas mukenanya dan naik keatas ranjang. Lalu ia pun mengambil ponselnya . Untuk melihat jam.


" Ya ampun Evan meneleponku ada apa ya " guman Maya Yang melihat sudah jam 10 Malam .


" Apa aku telpon balik saja " kata Sinta Lalu menelpon Evan Namun tak di angkat.


" Mungkin dia sudah tidur..aku akan bicara padanya besok " kata Sinta lalu meletakan kembali ponselnya diatas meja. Dan Sinta pun lalu menarik selimut dan berdoa lalu memejamkan mata nya


********


Dirumah Ustad Rahman Nur menangis melihat jasad uminya yang tak selamat.


Sedangkan abi nya masih dirumah sakit Dalam keadaan koma . Padahal beberapa hari yang lalu besan mereka juga tertimpa musibah kecelakaan.. Yang membuat Nur shock dan sempat pingsan . Hingga Nur

__ADS_1


dibawa kekamarnya.


" Bang...... siapa yang menunggu abi di rumah sakit ?" tanya Bima yang duduk disebelah Salman. ketika Nur sudah sadar ditemani Amel dan Mala sahabat nya di kamar setelah dikabari Bima.


" Bang Altaf , tadi mau kesini Tapi karna abang minta tolong nungguin abi Akhirnya bang altaf mengurungkan niatnya " kata Salman.


" Syukur lah. Kalo Bima yang nunggu juga ngak pa pa bang " kata Bima.


" Ya Bim besok saja , setelah umi di makam kan " kata Salman.


Sedang kan di kamar Nur baru saja ,selesai sholat isya . Setelah tadi belum sempat sholat dan menangis lama.


" Nur yang sabar ya " kata Amel.


" Iya Nur kita juga kaget dengar kabar umi kecelakaan " kata Mala.


" Ya mel , la trimakasih kalian sudah mau datang " kata Nur lirih.


Kret..........


" Wah pulang juga akhirnya kamu Nur....tega ya sama umi sendiri kamu lupa " kata seorang wanita .Yang tak lain nenek Nur ibu dari uminya yang ditemani sang tante.


" Apa maksud nenek " kata Nur bingung.


kaya sombong . Baru kaya sedikit lupa sama orang tua Apalagi sudah kaya raya.


" kata Nenek Nur tajam. Membuat Nur kaget.


" Ada apa ini nek " kata Atiqah yang datang mendengar suara ribut ribut.


" Lihat adik ipar mu itu setelah umi nya meninggal baru mau pulang " Kata sang tante nya ikut bicara.


" Maaf nek tante, jangan cari masalah


Masih banyak tamu di luar dan lagi pula Nur juga baru pulang " kata Atiqah yang tahu adik nya itu habis pingsan . Dan berusaha menenangkan sang nenek


" Kalian sama saja tak perduli dengan anakku " Kata nenek Nur yang langsung menangis meraung-raung begitu saja.


" Astagfirullah nek nenek kenapa" kata Nur Yang mendekati sang nenek lalu didorong oleh sang tante. Yang membuat Nur hampir jatuh . Untung Amel menahan nya.

__ADS_1


" Astagfirullah , tante keterlaluan ya pake dorong dorong Apa ngak lihat Nur sedang hamil ." kata Amel jengkel.


" Heh......siapa kamu ikut campur urusan kami. Dia memang pantas di perlakukan


begitu " kata Nenek Nur


" Ada apa ini kok ribut disini " kata Salman .yang datang bersama Bima.


" Ini bang Nur ......


" Ngak bang cuma salah paham " kata Nur.


" Salah paham apa kamu itu memang anak tak tahu diri .Ngak pernah nengok orang tua seenaknya dan kenapa sekarang pulang " kata Nenek Nur yang menjadi perhatian semua orang .


" Astagfirullah maaf nek, Nur sudah pulang kesini seminggu yang lalu tapi kami sedang menengok orang tua Atiqah. jadi ngak sempat ngabarin " kata Salman . Menjelaskan agar si nenek mengerti.


" Bela saja anak ngak tahu diri itu " kata Nenek mencibir dan lalu menjauh dari kamar Nur. Yang membuat Salman mengelengkan kepalanya.


" Nur sebaiknya Nur tidur di kamar abang ya , biar abang dan Bima tidur di sofa. Nanti biar tante sofia dan nenek tidur kamar Nur karna tadi sudah wanti wanti mau menempati kamar ini " kata Salman


Yang mungkin kesal dengan Nur karna ingin istirahat tapi ada Nur dikamarnya.


" Astagfirullah aladzim kenapa ngak ngomong baik baik bang Nur kan ngak tahu " kata Nur lirih.


" Sudah sekarang kalian pindah ke kamar abang sana. Nanti malah ribut lagi. " kata Salman.


" Ya bang" kata Nur yang tak mengerti dengan pikiran sang nenek Yang seharusnya bisa bicara baik baik dan jujur saja. Ngak perlu mengomel kalo ingin memakai kamar " bathin Nur kecewa.


Nur pun lalu mengajak Amel dan Mala kekamar abangnya .Disana Atiqah sudah menyiapkan kasur dibawah untuk lesehan Nur agar bisa beristirahat dengan nyaman.


" Maaf ya de , kasurnya kecil Masalah nenek jangan diambil hati Mungkin dia hanya sedih " kata Atiqah


.


" Ngak pa pa kak ini sudah cukup " kata Nur yang lalu rebahan bersama Mala dan Amel.


" Kenapa orang sedih jadi pemarah ya " kata Mala bingung.


" Entahlah " kata Amel .Yang berbaring di sebelah Nur. sambil menunggu jemputan Amin dan Andra.

__ADS_1


" Maaf ya Mel la aku jadi merasa ngak enak jadi nya sama kalian " kata Nur


" Ngak papa Nur kita bisa maklum kok kalo mereka bersikap begitu " kata Amel


__ADS_2