
Ryan menatap ketiga bayinya dengan sangat takjub. Seakan tak percaya kini ia mempunyai 4 orang anak. Dengan satu orang putri cantik.Rasa bahagia itu pun tak bisa ia ungkapkan ketika mendapat bonus satu orang putri cantik yang ia kira hanya kembar dua anak laki laki.
" Ya allah trimakasih, atas nikmat dan berkah yang sungguh luar biasa ini ya rabb " kata Ryan menatap.ketika bayi mungil itu.Dengan mata berkaca kaca.
" Papah sangat senang kau muncul ditengah kakak kakakmu sayang " kata Ryan yang tak menduga begitu juga Maya. yang hanya mengira kembar laki laki. Lalu tangan Ryan menyentuh tangan mungil putri bungsunya itu yang sebagai pelengkap kebahagiaannya.
Bayi bayi mungil yang mengemaskan.
" Bang " kata Maya yang melihat suaminya itu berdiri lama di depan boks bayi.
" Apa sayang kau butuh sesuatu " kata Ryan yang mendekati Maya lalu mengecup kening istrinya.
" Apa abang tak memberinya selimut di sini hawanya dingin " kata Maya mengingatkan.
" Oh iya abang lupa " kata Ryan yang lalu mengambil selimut tebal dan menyelimuti anak anaknya itu. Dengan tersenyum sumringah.
" Abang sangat bahagia May " kata Ryan yang kembali mendekati Maya dan duduk di sisi ranjang.
" Bang istirahat, ini sudah larut malam. Mereka juga butuh istirahat setelah kenyang " Kata Maya yang belum keluar Asi nya. Dokter menyarankan susu formula bayi sementara menunggu Asi nya keluar.
" Iya tidur lah lebih dulu, kalo kau lelah. Abang akan menunggu mereka sebentar karna abang belum mengantuk. " Kata Ryan yang menarik selimut ke dada Maya.
" Ya sudah ,nanti bangun kan Maya ya bang kalo mereka rewel " kata Maya menatap wajah suaminya itu.
" Iya tidur lah kau pasti lelah " kata Ryan lalu mengecup bibir Maya dan mengusap kepala Maya
Maya pun memejamkan matanya. Ryan pun tersenyum melihat wajah cantik istrinya itu.
Lalu kembali lagi. Untuk melihat ketiga bayi mungilnya . Ada rasa tak percaya bagi Ryan kini ia memiliki 3 anak kadung sekaligus. Tampa ia sangka sangka . Bahkan bersamaan dengan kesembuhannya. Bisa berjalan normal lagi seperti semula.
Setelah puas Ryan pun ikut berbaring di atas ranjang . Sambil memeluk Maya . Rasa cintanya semakin bertambah ketika melihat istrinya itu berjuang melahirkan anak anaknya. Yang membuat Ryan kagum atas perjuangan Maya yang luar biasa.
...........................
__ADS_1
Sedang dibelahan bumi lain seorang wanita baya sedang merapikan pakaiannya didalam.koper.
" Apa kita akan lama disana nak " kata opa yang tak lain tuan besar Choi.
" Ya terserah papi , kita akan pulang bila papi bosan " kata mami Lily tersenyum.
" Sepertinya kau bahagia sekali apa cucu mantuku itu sudah melahirkan " tanya tuan Choi.
" Iya pi , dia baru saja mengabarinya. cicit cicit papi sangat mengemaskan. Makanya Lily ingin cepat kesana untuk melihatnya." Kata mami Lily.
" Benarkah kalo begitu kita berangkat besok saja " kata tuan Choi.
" Tidak pi, kita harus menunggu Lim. Karna ia harus bertemu Steve dulu. Agar semuanya aman ketika kita tinggalkan " kata Lily.
" Lagian besok Lily ingin membeli hadiah buat cicit cicit papi dan juga Aska " kata mami Lily seraya tersenyum. Apalagi kini ia sudah mempunya 4 cucu sekaligus.
" Baik lah aku harus sabar, padahal aku ingin cepat cepat saja kesana .Untuk melihat cicit cicit ku itu. Pasti mereka sangat tampan " Kata tuan Choi.
" Itulah sebabnya papi harus sabar, karna Lim masih harus mengurus semuanya bersama Steve." kata mami Lily menjelaskan.
Sedangkan disisi lain Desi dan Vani sedang bersiap siap. Sudah mengepak baju baju mereka untuk menengok Maya .Kini keduanya sudah tinggal dirumah masing masing .Dan bertetangga di sebuah perumahan elit.
" Sama Des, tapi ngomong ngomong bayimu Cowok kan ?" tanya Vani.
" Iya Van, padahal aku pengen cewek biar bisa dijodohin sama Aska. " kata Desi.
" Heh berarti gue dong yang beruntung " kata Vani mengoda Desi.
" Curang lho Vani, kenapa bikin anak cewek ngak ngajak ngajak kan kita bisa dijodohin. sana si kembar " kata Desi cemberut.
" Dih sewot kan besok kalo sudah lahir bikin lagi sana yang cewek tancap gas " ledek.Vani tersenyum.
" Mana bisa Van, ngak mungkinlah gue hamil lagi yang ini aja belum lahir masa suruh cepat lahir dan bikin lagi. " kata Desi protes .
" Hahaha.........tuh tahu, kenapa sewot. sudah takdirnya cowok ya syukuri aja Des. " kata Vani.
__ADS_1
" Iya.....tapi sebenar nya gue pengen anak cewek karna bisa beli baju cewek yang lucu lucu gitu dan juga dikasih pita pita cantik " Kata Desi
" Sama dong. tapi ngomong ngomong kita kesana kapan, atau Maya pulang kerumah tuan Lee Des?" tanya Vani.
" Kata bang Alex kita gantian kesana. ngak bisa bareng karna kantor belum bisa di tinggal " kata Desi.
" Yah ngak seru dong Des padahal gue kangen banget kita bisa ngumpul." kata Vani.
" Iya gue juga, pengen curhat sana Maya. bercanda dan tertawa bersama.Ngerujak bareng makan bareng , tuh gara gara orang jahat kita ngak bisa ngumpul gue doain dia celaka deh. Dan dapat karma sudah jahat sama tuan Lee." kata Desi.
" Iya tuh apa dia ngak takut karma ya Des, jahat sama orang seperti tuh keluargga si kak Bayu akhirnya ibu meninggal mengenaskan. " Kata Vani. Mengingat mertuanya Maya.
" Iya mereka ngak sadar dosa dan azab kali Van, sampai bisa berbuat jahat gitu. Mungkin mereka kira bisa hidup selamanya di dunia ini.
" Tahu mungkin juga kena hasut setan Des, makanya jadi jahat gitu." kata Vani
" Bukan kena hasut setan emang setan gila mereka. makanya mereka punya hati jahat seperti setan cuma berwujud manusia " kata Desi sambil manyun.
" Lantas kenapa tuh mulut manyun manyun " tanya Vani.
" Bete gue , yuk cari makan yuk bosan tinggal dirumah terus " kata Desi.
" Ok kita makan bakso aja Des, gue lagi pengen banget nih" kata Vani
" Yuk.....Gue ganti baju dulu ya setelah itu gue balik kesini lagi " kata Desi.
" Ok, gue juga mau siap siap " kata Vani yang lalu berdiri ketika Desi yang bergegas pulang.
Lalu Vani pun masuk ke kamar untuk siap siap.karena mereka akan keluar mencari makan untuk mencari udara segar disiang hari.
Sedang Maya baru saja menyusui bayi nya yang haus. Karena susunya baru bisa diisap setelah tadi malam sempat bengkak.
" Auw pelan pelan de ,sabar dikit " kata Maya yang merasakan putranya itu menyesap putingnya dengan tak sabar.
" Pelan pelan de, kasihan mamah. papah ngak bakal ngambil kok " kata Ryan yang membuat mata Maya mendelik pada Ryan.
__ADS_1
" Hahaha......abang bercanda sayang " kata Ryan yang duduk disamping istrinya itu. Sambil memperhatikan putranya bergantian menyusu bersama putri kecilnya.