
Maya pun membuat kan minuman untuk para tamu sang mertua.Sedang bayu pergi berangkat kerja. Karna sudah cukup terlambat.
Maya terpaksa menunggu para tamu sang mertua pulang .karna tak sopan bagi nya bila ia pergi ketika yang mertua sedang ngobrol.
Hampir dua jam ia menunggu.Akhirnya para tamu pun pulang. Lalu Maya pun hendak pamitan pulang ke rumah Desi.
" Mami Maya pergi dulu ya mi" kata Maya sopan pada sang mertua.karna ibunya mengajarkan bahwa ia harus menghormati yang lebih tua.
" Lagian siapa yang suruh kamu datang kesini bukannya kamu sudah pergi" kata mami kasar.
Deg......
Maya pun diam tak menjawab.karna tak ingin bermasalah dengan sang mertua.
" Tuh bawa dulu gelas dan piring kebelakang " perintah mami pada Maya.
" Iya mi " kata Maya yang lalu membersihkan meja .Lalu membawakan gelas dan piring bekas para tamu ke belakang.
" Sekalian dicuci " kata mami ketika Maya meletakkannya di wastafel.
Maya pun lalu menuruti perintah mertuanya agar bisa cepat pulang mumpung Bayu berangkat kerja.
" Mi sudah selesai Maya pamit ya" kata Maya berpamitan.
" Ya sana pergi, ngak usah datang datang kesini lagi ,mami jijik melihatmu " kata mami kasar.
" Mi kak Bayu yang memaksa saya datang kesini, Sebenarnya Maya tak ada niat kemari" kata Maya pelan.
Byurr........
Mami menyiram Maya dengan air teh yang ada di teko sisa para tamu yang membuat Maya kaget setengah mati.
" Kamu ya perempuan kampung rendahan slalu menyalahkan Bayu.Sudah mandul bodoh, dan ngak punya otak.
" Miskin aja banyak tingkah, lagian mami ngak sudi punya menantu kaya kamu itu, kamu itu ngak pantas buat Bayu" maki mami marah.
Maya yang basah kuyup pun langsung berlalu dengan mata berkaca kaca. Pergi meninggal kan rumah itu dengan hati yang terluka.
" Hiks... hiks ....hiks tangis Maya yang berjalan cepat dan lalu menyetop taksi dan masuk kedalamnya.
" Pa ke jalan xx ya " kata Maya yang terisak.
menangis karna perlakuan sang mertua yang kasar.
__ADS_1
" Ya Allah apa salah dan dosaku" kata Maya yang terisak pilu menangis sesenggukan di dalam taksi.
Sedangkan sopir taksi hanya diam saja melihat penumpangnya.Lalu memberikan beberapa helai tissue untuk Maya.
" Makasih pa " kata Maya lirih.
" Putus sama pacar ya mba, ngak usah dipikir mba. Masih banyak pria yang lain yang lebih baik " kata pa sopir taxi
" Iya pa " kata Maya .yang hanya mengiyakan saya perkataan sang sopir.
Setelah sampai Maya pun bergegas turun dan membayar taxi.Lalu masuk kedalam rumah dan menangis sejadi jadinya dikamar.
Entah mengapa hatinya terasa sakit Atas semua tekanan dan hinaan sang mertua dan sikap Bayu yang kasar. Membuat Maya trauma bertemu mereka.Yang membuat Maya
tertekan.Padahal selama ini ia yang terzolimi
Sungguh miris nasipnya.mempunyai suami yang tak pernah menafkahinya .Bahkan bersikap kasar dan pembohong. juga berselingkuh didepan matanya. Membuat Maya tertekan dan merasa malu.Bahkan sampai sekarang ia belum bercerita pada sang ibu .Karna tak ingin sang ibu malu dikampung.Atas perilaku sang suami.
Mertua yang dikiranya nya baik.Ternyata lebih parah..Hanya bersikap manis didepan para tamu dan tetangga saja. Setiap Maya melakukan sedikit saja kesalahan . Pasti cacian dan makian yang ia dapatkan.Dan parahnya lagi ia mengangap Maya wanita mandul padahal selama ini Maya menunda kehamilan atas permintaan suaminya sendiri.
Maya meratapi kemalangan nya yang bertubi tubi. membuatnya kecewa teramat samgat.ada rasa kecewa yang membuatnya depresi dan tak kuat menahan semua beban yang ia rasakan.
Maya menangis sejadi jadinya .Sambil menelan sebotol obat tidur.Yang selama ini dikonsumsinya karna tak bisa tidur.Memikirkan semua masalah pernikahannya.
..........................
" Pa tunggu sebentar ya pa, ngak lama kok " Kata Desi.yang lalu masuk kedalam rumah. Untuk mengambil berkas.
"Lho Maya sudah pulang ya " kata Desi yang yang membuka pintu tak terkunci.
Desi pun bergegas mengambil berkas. Dan memasukannya dalam tas.Lalu mencari Maya dikamar.
" May "kata Desi yang melihat Maya tergeletak dilantai .Lalu mengoyang tubuh Maya yang tak bangun bangun.
" Maya.....Maya......May........" teriak Desi yang panik lalu berlari kedepan untuk memanggil sopir taksi untuk menolong Maya.
" May bangun" kata Desi berteriak histeris.
" Wah neng kita bawa kerumah sakit aja " kata sopir taksi yang lalu mengendong tubuh Maya. Keluar menuju taksi. Yang dikuti Desi yang bergegas membuka pintu mobil.
" Pa cepat pa " kata Desi yang menangis Melihat tubuh Maya yang tak bergerak.
Mobil pun melaju cepat kerumah sakit terdekat.Lalu Desi meneriaki para petugas medis.Yang langsung membawa Maya ke UGD.
__ADS_1
Desi pun lalu menunggu Maya yang ditindak .Dan berlari untuk membayar taksi
" Pa tinggal saja, Trimakasih sudah menolong teman saja " kata Desi yang memberikan uang lembaran ratusan buat 'sopir taksi.
"Ini kembaliannya neng " kata sopir taksi.
" Ngak usah pa " kata Desi yang buru buru meninggalkan taksi .Menuju ruangan di mana Maya tadi ditindak.
Desi menunggu dengan sabar, Sambil menelpon kantornya .Dan menelpon Vani yang sedang off kerja. Dan meminta Vani untuk datang kerumah sakit untuk menemani Maya.
Vani pun mengiyakan permintaan Desi .Karna Desi harus rapat mendadak.
.........................
" Gimana keadaannya " kata Vani yang datang tergopoh gopoh menemui Desi.
" Lagi ditindak Van" kata Desi yang khawatir.
" Maya kenapa sih sampai jadi begini" kata Vani yang penasaran.
" Nanti kita tanya apa yang Bayu lakukan " Kata Desi yang mondar mandir.
" Astaga rumah tangganya bermasalah Des? " Tanya Vani.
" Iya dasar kurang ajar tuh Bayu, kalo bertemu bakal gue bejak bejak tuh orang " kata Desi yang terlihat emosi.
" Astaga " kata Vani yang bingung.
" Ya sudah Van gue kekantor dulu ya, titip.Maya dulu nanti " kata Desi yang melihat jam tangannya.
" Ya Des hati hati " kata Vani yang juga ikut khawatir. Pada sahabatnya itu.
Lalu Desi pun bergegas kekantor untuk rapat.Karna tadi ia memang pulang intuk mengambil bekas dan tak sengaja melihat Maya yang tergeletak dilantai.
.............................
" Aku dimana " kata Maya yang baru sadar.
" Kita lagi dirumah sakit May " kata Vani yang iba melihat wajah Maya yang pucat.
" Kamu bodoh May, kenapa nekad begini .Apa tak kasihan sama bayi didalam perutmu" kata Vani yang duduk mengenggam tangan Maya.
" Hiks..hiks...hiks......Maya pun menangis tersedu sedu.Yang membuat Vani trenyuh melihat sahabatnya itu.
__ADS_1
" Menangis lah May menangis lah sepuasnya agar beban yang ada dihati mu hilang " Kata Vani. Yang membiarkan sahabatnya itu menangis.