
" Hai guys terimakasih dukungannya selama baca karya ku ya. jangan bosan. Author baru aja dapat kontrak .Alhamdulilah biar semangat nulis. semoga kalian slalu sehat walafiat dalam lindungan Allah SWT. heppy reading " .......salam manis semua buat kalian.
******
Cukup lama Salman bicara dengan Nur entah apa yang mereka bicarakan .Bima hanya menunggu dengan sabar . Duduk termenung di pojok masjid. Menunggu Nur yang kini sudah sah menjadi istrinya.
" Jaga dirimu baik baik, Kakak tak bisa mengawasi mu setiap waktu " kata Salman mengengam tangan Nur. Adik yang sangat ia sayangi selama ini. Tapi kini ujian hidup sedang menderanya.
" Trimakasih kak, Nur janji akan selalu jaga diri " isak Nur parau.
" Maafkan Nur tak bisa membahagiakan umi dan Abi " kata Nur lirih.
" Tidak apa apa mungkin Allah sedang menguji Nur, mudahan Nur bisa sabar dan berbesar hati. Nur sudah bukan tanggungan abi dan kakak lagi . Jadi bersikap baik lah padanya. Kakak berharap dia bisa jadi Imam yang baik buat Nur. " kata Salman menasehati sang adik.
" Iya kak. insyaallah " kata Nur.
" Ya sudah kakak harus melihat keadaan abi dan umi. Mereka masih shock atas kejadian ini. Jadi maaf kan mereka ya de " kata Nur.
" Iya kak, Nur mengerti. Sampaikan pada abi dan umi. Nur belum bisa membuat mereka bangga malah kini Nur menghancurkan mereka. Maafkan Nur kak " kata Nur sedih.
" Sudah jangan menangis. Pulang lah besok biar suamimu yang mengambil buku nikah kalian " kata Salman.
" Iya Kak " jawab Nur.
Salman pun memeluk adiknya. Walau ada sedikit rasa kecewa pada Nur. Tapi takdir hidup harus ia terima. Karna tak selamanya manusia itu sempurna. Kadang Allah ingin memberikan ujian yang berat pada umatnya. Dengan merendahkannya dulu. .Lalu mengangkat lagi derajatnya. Agar lebih tinggi.
Lalu Salman pun mengandeng Nur untuk berdiri lalu melangkah mendekati Bima yang sedari tadi menunggu keduanya. Terlihat jelas wajah memar Bima. Bekas pukulan Salman. Yang membuat Nur menunduk. Tak berani menatap pria yang sudah menjadi suaminya itu.
" Aku titip Nur padamu, tolong jaga dia dan perlakukan dia dengan baik. jangan kau sakiti hati dan fisiknya. Bila kau tak bisa menerimanya tolong kembalikan dia padaku. " kata Salman tegas penuh penekanan.
" Insyaallah. selama dia bersikap baik dan memenuhi kewajibannya sebagai istri. Saya akan berusaha menjaganya. Trimakasih sudah memberikan restunya kak. " kata Bima
" Baik lah sekarang bawalah dia pulang. Dan jaga istrimu yang sedang mengandung. Aku tak bisa mengawasi kalian .Yang bisa kulakukan hanya merestui kalian. Agar tak ada fitnah dan tak melakukan dosa lagi " kata Salman.
" Iya kak " kata Bima .Yang menunduk .
Lalu Salman pun berpamitan. Karna ingin menemui orang tuannya dirumah sakit. Sedangkan Bima lalu mengantar Nur pulang ke kostan nya.
__ADS_1
" Untuk sementara kita berpisah dulu, besok aku akan mencari rumah untuk kita tinggali, Kau sudah menjadi tanggung jawabku " kata Bima. Ketika Nur turun dari boncengan Bima.
" Iya maafkan kak Salman yang sudah menyakitimu " kata Nur lirih.
" Tidak apa apa, sekarang masuk lah " kata Bima.
" Ya assalamualaikum" kata Nur .Sambil berlalu meninggalkan Bima .
" Walaikum salam." kata Bima .Lalu pergi membawa motornya . Meninggalkan kostan Nur. Membaur di jalan untuk pulang ke kostan
Sedang Nur mengintip dari balik pintu. Sampai Bima menghilang dari pandangan.
" Ya Allah ampuni hamba mu ini, yang membuatnya tersakiti " kata Nur dalam hati. Lalu melangkah masuk kekamarnya.Dengan perasaan sedih.
.........................
Sedangkan di kamar kost. Bima sedang berbaring ditempat tidur . Sambil memikirkan tangung jawabnya. Yang baru saja akan ia mulai bersama nur.
Tok....tok....tok......
" Masuk " kata Bima.
Dua pria langsung masuk kekamar Bima.Siapa lagi kalo bukan dua sahabatnya .Andra dan Amin.
" Masih terasa sakit Bim, gila juga tuh abangnya Nur . Asal main bogem aja. Kalo ngak lebih tua sudah aku tendang " kata Andra yang masih sedikit kesal.
" Sudah ngak usah dibahas dra, tuh orangnya lagi pusing. Nur sudah lho antar pulang Bim?" tanya Amin.
" Sudah " kata Bima .
" Sudah ngak usah terlalu dipikirin. Kan sudah lho nikahi Bim. Dan kamu juga sudah bertanggung jawab. Jadi jangan di jadikan beban. Jalani aja dulu." Kata Andra.
" Trus gimana kelanjutannya kalo nanti perut Nur sudah buncit, apa harus berhenti kuliah " tanya Amin.
" Ngak min, Nur tetap kuliah. Aku tak ingin mematahkan harapannya. Nanti kalo pun ia melahirkan bisa cuti dulu. Dan aku akan cari kerja . Untuk menghidupinya dan anakku " kata Bima lalu bangun dan duduk diatas ranjang.
" Lah gimana bisa kerja Bim, orang kuliah aja belum kelar " kata Andra.
__ADS_1
" Iya Bim , cari kerja susah jaman sekarang " kata Amin.
" Huh....iya aku tahu tapi aku bisa minta sama bang Ryan kakak ipar ku . Yang banyak punya proyekan " kata Bima
" Trus rencana mu kedepan gimana sama Nur Bim ?" tanya Andra.
" Besuk aku mau cari rumah kontrakan dekat kampus. Di wilayah perumahan " kata Bima.
" Hah .......lho punya duit Bim, kan sudah bayar kost " Kata Amin.
" Kamu bisa pake kamarku min, nanti kalo aku ngontrak . kan ini masih sisa 6 bulan " kata Bima. Karna Amin membayar kost bulanan . Sedangkan Bima pertahun dengan Andra.
" Serius Bim, alhamdulilah rezeki anak sholeh. Aku bisa ngirit dan menabung . Trimakasih Bim,,.Ok besok aku bantuin deh. cari rumah kontrak " kata Amin.
"'Cih.....senang yang dapat bonus kost gratis " kata Andra menyindir.
" Hehehe....kan orang tua lho duitnya lebih banyak dra dari orangtuaku yang petani " Kata Amin.
" Sudah ngak usah ribut tuh ambil makanan di kresek yang belum sempat ke buka tadi " kata Bima.
" Siap bos , pas kita butuh nih Bim " kata Amin yang lalu membawa kresek besar dari rumah sang kakak..Lalu dibongkar Amin dan Andra .
" Wah mantap ini. Min ambil nasi nih ada Ayam goreng sama sayur sama udang krispi juga " kata Andra lalu menata rapi dilantai.
" Ok tunggu ya aku ambil nasi buat kita " kata Amin yang bergegas pergi.
" Gercep banget tuh bocah, kalo urusan makan " kata Andra.
" Kaya kamu ngak dra, padahal sama " kata Bima tersenyum.
" Hahaha ....jadi malu Bim., kok banyak banget nih dibawain Bim. bisa buat makan malam juga. Apa kakak ipar lho kaya Bim. Tiap pulang lho. slalu di bawain makanan enak enak " tanya Andra.
" Ya begitulah, tapi memang kakak ipar ku ngak pelit. dra Jadi setiap makanan ada kelebihan pasti dibagi bagikan dari pada mubasir. " kata Bima
" Wah berarti dia benaran orang kaya Bim. Kaya harta, ilmu, hati dan iman juga. Jarang ada orang baik kaya gitu. Langka. sekarang ini yang mau berbagi. Kaya lho juga. Apalagi pada sesama. Pasti dia orang yang baik." Kata Andra memuji. Sambil menepuk bahu Bima.
" Iya begitulah dra.. Dari itu lah aku bersyukur kakak ku bisa menikah dengannya . Dia sangat sayang pada istri dan juga anak anaknya dra.Dan aku berharap aku bisa seperti bang Ryan." kata Bima. Yang kagum pada sosok kakak iparnya itu
__ADS_1
" Insyaallah Bim, kita bisa mencontoh Rasulullah sebagai pegangan . Dan manusia hanya bisa meniru prilakunya dan kebaikannya .." kata Andra. Yang percaya masih banyak orang baik di dunia ini.
" Amin...... " jawab Bima mengamini.