
Maya hanya diam mendengar omelan Jhon dan Nia. Karna dia tak punya hak melarang mereka. Setelah itu Maya membawa nampan roti yang sudah dipilihnya. Untuk dibayar di meja kasir.
" Totalnya 300rb mba, apa ada yang lain " kata pelayan kasur.
" Oh ya roti yang dibuang nona tadi biar saya bayar sekalian mba" kata Maya .Yang membuat Jhon dan Nia yang mendengarnya kaget.
" Oh tapi itu .......
" Ngak pa pa mba biar dihitung semua " kata Maya sambil mengeluarkan platinum card nya.
" Tapi nona , itu bukan salah nona " kata Jhon
" Iya bu harusnya wanita ular itu bertangung jawab masa merusak makanan orang lain " kata Nia
Manajer yang mendengarkan nya pun mendekati Maya .
" Maaf nyonya biar kami saja yang bayar , lagian nona ngak salah " kata Manajer itu ngak enak hati karna Maya memang tak bersalah.
" Tidak pa pa mas, nanti kalo gaji kalian di potong .Kasihan yang dirumah mas. Kebetulan saya punya rezeki. Roti rotinya hanya remuk kan. Masih bisa untuk dimakan berikan saja pada pemulung yang lewat "
" Biar saya saja yang bayar dan rotinya jangan dibuang biar dikasihkan pada orang yang butuh " kata Maya.
" Baik lah nyonya trimakasih " kata manajer itu yang merasa terharu dengan perkataan lembut Maya.
Jhon dan Nia pun terdiam. Kagum dengan sifat Maya yang baik. Maya memang tak.mau para karyawan roti itu dipecat, atau dipotong gaji .Karna dulu semasa kerja di cafe . Maya pun pernah merasakan ulah pelangan nakal yang imbasnya berdampak pada karyawan..
" Trimakasih nyonya. Trimakasih sudah berbaik hati menganti rugi roti ini .Mudahan anda sehat slalu " kata Manajer toko roti. Yang merasa senang karna ia tak jadi menganti rugi ulah pelanggan.
" Sama sama " kata Maya.
Lalu pelayan kasir pun menghitung total roti Cindy yang hampir 350 ribu itu. Tapi itu bukan masalah bagi Maya.
Setelah itu Maya mengajak Nia dan Jhon meninggal tempat itu. Dengan senyuman termanisnya. Yang membuat para karyawan roti menunduk hormat dan kagum.
Jhon langsung membuka kan pintu mobil. sedangkan Nia masuk sendiri. Setelah itu mobil pun melaju menuju sekolah Paud dan TK tempat anak anak Maya bersekolah.
" Nyonya baik banget harusnya tuh perempuan di laporkan aja ke polisi " kata Nia yang masih kesal dengan Cindy.
" Sudah ngak usah dipikirkan Ni, Tuhan itu tidak tidur dan buta. Orang yang zalim pada orang lain itu akan berbalik pada dirinya.Kita ngak perlu dendam, santai saja. Kalo kita terpancing berarti kita tak lebih baik dari dia , lagian anggap saja ibu lagi beramal " kata Maya santai.
__ADS_1
" Iya bu maaf, Nia emosi . Habisnya dia jahat banget kelihatannya. Masa model terkenal kaya gitu menindas orang kecil " kata Nia.
" Nia dia itu model terkenal tap gajinya lebih halal gaji mu. Maka nya kelakuannya kaya setan .Sering makan uang yang ngak benar " kata Jhon menimpali dari depan.
" Sudah ngak usah dibahas lagi. Biarkan saja. toh dia tak selamanya hidup diatas .Suatu hari Roda akan berputar kebawah " kata Maya.
" Iya bu, mudahan aja dia kelides roda yang ada tahi ayam nya " kata Nia jengkel.
" Hahaha.....bisa aja kamu Ni, kesal ya kesal ngak pake mengumpat juga kali " kata Jhon tertawa
" Habisnya jengkel bang " kata Nia
Sedang kan Maya hanya tersenyum .Namun tak bersuara.. Maya tahu gejolak anak muda yang emosi pasti lah meledak ledak. Dan Maya membiarkan Nia untuk mengeluarkan uneg uneg nya.Dan itu hiburan tersendiri bagi Maya. Yang tahu emosi Nia.
...................................
Sedangkan dibelahan bumi lain . Ryan baru saja selesai meeting dan memperbaiki susunan karyawannya dikantor. Agar mudah dipantau dan juga di beri kepercayaan.
"Lalu apa saya harus datang kesini tiap minggu tuan" tanya Lim.
" Tidak kau pantau saja dulu. Tiap akhir bulan kau bisa mengeceknya. akan akan menyiapkan orang untuk ditempatkan disini nantinya. " kata Ryan yang mencari seseorang yang tepat .Untuk menangani perusahaan sementara.Yang masih dalam pantauan Lim dan dirinya.
" Tuan apa sebaiknya tidak Alex saja yang menangani nya " kata Lim memberi kan saran.
" Saran yang bagus Lim, tapi Alex tak bisa berbahasa arabic. Ada seseorang yang cocok yang harus menangani ini .Tapi aku harus bicara dulu dengannya nanti " kata Ryan.
Ya Bima memang lulus pesantren ternama dan pintar.Dia juga menguasai bahasa. Makanya Bima bisa mendapat beasiswa di sebuah kampus ternama. Namun Ryan ingin memindahkan Bima kesini sambil kuliah Agar adik iparnya itu bisa membantunya . Mengawasi perusahaan.
" Baiklah tuan, terserah tuan muda saja. Tapi jangan terlalu lama .Karna saya juga harus mengawasi yang di Miami " kata Lim yang sudah membuka cabang baru di negara itu.
" Iya Lim , nanti aku akan menghubunginya " kata Ryan. Yang ingin perusahaannya tetap berjalan baik dan lancar.
.................................
Di sebuah kampus Bima baru saja keluar dari perpus. Dan ingin menuju parkiran.
" Bim nanti malam ada acara pelepasan mahasiswa yang mau wisuda. Datang ya kita kan diundang " kata Dedy teman Bima yang anggota Bem kampus.
" Insyaallah Ded, aku usahakan kalo ngak lupa " kata Bima.
__ADS_1
" Ok... ya sudah gue duluan " kata Dedy. Yang berlalu begitu saja.
" Woi.....ikut , pulang kan? " kata Amin yang juga baru mau pulang.
"'Kebiasaan kamu min bikin kaget orang " dumel Bima .Yang lalu memasukkan kunci motornya.
" Cie.....mulai ngak fokus nih, jangan jangan sudah punya incaran ya " goda Amin
" Ish tuh otak mulai deh, ngak usah macam macam fokus kuliah aja min, bakal di omel Ibu nanti pas pulang " kata Bima.
" Hehehe iya iya maaf bro cuma bercanda " kata Amin
Lalu Bima pun menghidupkan mesin motornya. Dan Amin pun naik di belakang. Lalu keduanya meninggalkan halaman kampus untuk pulang ke kost .Tak lama kemudian mereka pun sampai di kost Tempat mereka tinggal.
" Makasih bro, aku duluan " kata Amin ketika sudah sampai.
" Ya " kata Bima.Yang memarkir motornya.
Setelah itu Bima pun menuju pintu kamarnya dan membuka kunci pintu.Bima pun langsung masuk ke dalam dan meletakan tas. Lalu duduk untuk mengerjakan tugas kuliah. Karna tadi ia sempat meminjam buku di perpus untuk mencari bahan tugasnya. Agar tak lupa selama ingat.
Setelah selesai ia pun naik ketempat tidur untuk rebahan karna lelah. Namun tak lupa Bima mengunci pintu kamar lebih dulu.
Tok....tok....tok........
Bima mengerjapkan matanya. Ketika pintu kamarnya diketuk..Lalu duduk sebentar
" Bim....Bima ......" kata Andra dari luar kamar.
Bima pun lalu beranjak dati tempat tidur dan membuka pintu.
Ceklek.
" Apaan sih ganggu orang tidur " kata Bima yang kembali keatas ranjangnya.
" Sore hampir magrib juga. Tadi lho dicari bang Hafiz kata nya suruh datang nanti malam " kata Andra.
" Sudah tahu " kata Bima cuek.
" Lah merem lagi bangun , keburu magrib kita berangkat bareng. Di sana banyak makanan oey " kata Andra.
__ADS_1
Bima hanya diam. Sudah biasa baginya makan makan enak dirumah sang kakak. Membuatnya kangen pada keempat krucil keponakannya itu.Namun untuk menghargai seniornya. ia pun beranjak dari tempat tidur.