Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 402


__ADS_3

Bi inem lalu mengelengkan kepala sambil berpikir sebentar


" Astagfirullah kok aku mikir gitu sih , ya sudah lah kerja aja ngapain juga di pikirin mudahan ngak ada masalah dirumah ini


" kata bi Inem Yang trauma karna majikan nya bercerai dan ia berhentikan kerja padahal ia masih butuh perkerjaan itu. Dan untungnya ia bertemu Bayu yang mencari pembantu ketika ia ingin pulang kampung. hari ini.


" Mudahan semua berjalan baik baik saja " kata bi inem Lalu membereskan meja bekas memasaknya Untuk istirahat kekamarnya .Dan mandi juga sholat ashar .


Sedang kan Caca baru saja selesai sholat dan melipat mukenanya . Lalu menatap bayinya yang masih terlelap .


"' Sehat ya nak jadi anak yang sholeh ya sayang " kata Caca mencium pipi putranya . Yang kini hidup bahagia bersama Bayu walau Bayu bukan ayah biologisnya . Tapi Bayu bertangungjawab sepenuh nya padanya . Dan mengangap


putra Caca putra kandungnya.


*******"


Di kamar Nur . Nur baru saja selesai menyusui Azzam . Yang kini terlelap


"' Anak pintar sudah tahu waktunya umi istirahat ya " kata Nur Yang memang


ngantuk berat karna ia tidur larut tadi malam . Karna tamu baru pulang jam 10 malam dan lagi ia tak bisa tidur bila tidak dipeluk suaminya.


"' Bismillah " kata Nur merebahkan tubuhnya dan tidur disebelah bayinya. Sedangkan Bima tadi pamit ke kantor Lee group .Untuk melaporkan berkas kerja nya.


"' Bi apa Nur dikamar " tanya Atiqah.


" Iya non katanya tadi mau tidur " kata


Atiqah melihat hadiah buat keponakan nya itu penuh dikamar tamu Dan Nur belum membukanya satu pun .


" Ya Allah betapa bahagia nya Nur . Pasti


Dia sangat bahagia punya suami yang tampan sholeh tajir dan seorang pengusaha. Ya ampun serba plus plus " kata Atiqah yang merasa iri dengan kehidupan adik iparnya yang serba kecukupan.


Padahal dulu Nur gadis yang cupu dan pendiam Juga jarang bergaul Namun siapapun setelah berteman dengan Amel Nur banyak berubah .....jadi rajin belajar tapi sedikit pintar dan norak .Tapi Nur banyak protes dan juga tak mau melanjut kan sekolah guru agama . Malahan memilih


jurusan lain .


" Non kok ngelamun " kata bi Jum menegur Atiqah yang melamun


" Ah iya bi , maaf tadi lagi memikirkan ini pintu yang tak dikunci .Takut ada yang mengambil hadiahnya " kata Atiqah.


" Ngak usah khawatir non itu memang ngak dikunci Karna den Bima bilang ngak apa apa. " kata bi jum


" Ngak papa gimana kalo kadonya hilang bagaimana , Nur belum membuka nya dan tahu apa isinya " kata Atiqah .

__ADS_1


" Ya ampun ngak pa pa mba. Nur masih istirahat Makanya ngak dikunci biar gampang bila mau menaruh hadiah lagi


" kata bi jum


" Ya sudah terserah kalian " kata Atiqah merasa tak enak hati .


Yang berlalu begitu saja. Karna merasa


takut nanti banyak kado hilang dan ia di salahkan. Padahal tak ada orang yang akan menyalahkan nya. Dan Nur juga ngak akan berpikir macam macam .. Karna itu hanya sebuah kado.


Sedangkan di Nur kaget mendengar suara orang berisik dari luar. Namun kembali terpejam karna mengantuk


Bersamaan Bima yang masuk kamar dan langkah pelan membuka pintu.


" Rupanya tertidur " kata Bima yang lalu melepaskan pakaiannya dan ikut tiduran karna mengantuk dan juga lelah setelah


beberapa hari ini sibuk.


Setelah adzan ashar berkumandang Nur bangun bersama Bima Dan sholat ashar bersama . Lalu ngobrol .


" Apa Nur tadi ngak makan siang Nur " kata Bima


" Sudah kenyang by tadi Nur mengemil roti dan cake yang masih ada dan menghabiskan nya by . " kata Nur yang menunjuk dua dus kue


" Aby juga ketiduran ya ?" tanya Nur


" Iya sayang tadi malam tidur larut dan banyak tamu juga sedikit ngantuk ya.... akhir aby tertidur " kata Bima yang tersenyum.


Lalu Bima bercerita tentang banyak nya


para tamu yang datang ber kunjung dan juga mengunjungi abi Nur. Dan menanyakan tentang Azzam putranya. Yang membuat kagum . Bahwa Nur juga di kenal .para tamu abi Rahman.


Nur pun tersenyum karna memang ia dulu anak yang pintar dan berbakat Hanya sayang ketika kuliah ia tak memilih tidak menjadi ustazah tapi ingin menjadi seorang desainer . Yang membuat sang ibu menentang nya . Takut Nur salah langkah


Tapi Nut tetap kekeh bertahan sampai ia bertemu Bima dan menikah. Walau terpaksa. Namun sejak pertama Nur sudah kagum pada Bima.


" O jadi Nur dulu belum kenal aby " tanya Bima.


" Belum tapi Nur sering lihat di perpus " kata Nur terkekeh.


" Ih curang berarti Nur sering memperhatikan aby ya " goda Bima


" Ngak cuma Nur menganggap aby pria yang suka baca ya kutu buku gitu sih " kata Nur .


" Ok.... iya juga sih aby dulu suka baca karna malas jadi perhatian orang apa lagi wanita Yang membuat Bima menghabiskan kan waktunya di perpus kampus.

__ADS_1


Setelah puas bercerita Bima pun lalu


mengatakan akan membuka kado kado


Hadiah para tamu buat Azzam .


" Besok aja bi lagian ini sudah sore nanggung " kata Nur.


"'',Ya terserah deh yang penting Nur jangan beraktivitas yang berat ya sayang . " kata Bima.


" Ya by " kata Nur. Yang bahagia karna Bima sekarang lebih perhatian dan sayang dengan dirinya juga Azzam putranya.


." Oek..... oek....." tangis Azzam


" Wah ikut bangun by lapar kaya nya " kata Nur yang mengambil Azzam dan membawanya keranjang dan menyusuinya.


"' Ya ampun anak aby kok pintar ya tahu aja aby umi ngantuk ngak bangun eh sudah lapar baru bangun. Pengertian banget " kata Bima sambil mengelus pipi Azzam dan mencium pipinya


" Teimakasih ya allah kau berikan kami anak yang sehat dan juga baik dan pengertian pada aby dan uminya " kata Bima .Yang lalu ikut berbaring sambil memperhatikan putranya menyusu


" Mhem.....enaknya" goda Bima Yang membuat Nur tersenyum karna mengingat dua benda itu dulu menjadi favoritnya.


Namun kini beralih fungsi " bathin Bima


Nur yang melihat Bima tersenyum pun ikut tersenyum bahagia melihat suami nya itu tersenyum Karna ia pun tahu Dan merasa bersyukur bisa hidup bahagia.


" Ya Allah teimakasih atas semua nikmat mu pada ku " kata Nur dalam hati .Sambil mengusap pelan kepala Azzam dengan lembut


Tok....tok .....tok


Bima pun beranjak bangun dan membuka pintu.


" Abi " kata Bima


" Apa kalian baik baik saja ?" kata abi menatap Bima. Karna tadi Bima tak ke masjid .


" Baik baik saja bi. Maaf tadi kami ketiduran " kata Bima yang melirik Nur


" Iya bi , karna tadi malam kami tidur larut malam " kata Nur.


" Ya sudah abi hanya khawatir saja kalian tidak keluar. " kata abi


Nur hanya tersenyum dengan Bima .Saling pandang menyiratkan mereka baik baik saja. Karna sang abi khawatir


.

__ADS_1


__ADS_2