
Setelah menceritakan semua nya Bima merasa tenang. Karna tak ada lagi beban dihatinya. Ia hanya menunggu apa reaksi sang ibu.
" Sekarang istirahatlah . Dan kau bisa pulang nanti malam..Kasihan istrimu sendirian.pasti ia menunggu mu pulang " kata Maya.
" Ya kak " jawab Bima.
Bima pun lalu beranjak dari tempat duduknya .Keluar dari kamar kakaknya. Kini perasaaan nya sudah lega. Karna sudah menceritakannya pada sang kakak. Dan kakaknya bisa menerima semuanya dengan berlapang dada.
Bima pun masuk kekamarnya. Dan berbaring diatas ranjang .Untuk menghilangkan rasa penat di tubuhnya. Dan memejamkan matanya sebentar . Sebelum pulang nanti selepas magrib..
Sedangkan di sebuah rumah kontrakan .Nur dan Amel sedang memasak bersama. Karna Nur ingin belajar memasak .Agar bisa melayani sang suami.
" Tara.......sudah jadi gampang kan. Apa lagi sudah ada bumbu instan akan lebih mudah Nur. " kata Amel.
" Iya, ya mel kok gampang, aku ngak kepikiran pake bumbu instan. " kata Nur. Yang lalu melihat masakan kearah meja yang sudah jadi.
":Coba cicipi Nur enak ngak " kata Amel.
Nur pun lalu mencoba mencicipi dengan sendok. Dan merasakan masakan hasil kolaborasi mereka berdua.
" Gimana ? enak ngak " kata Amel.
" Enak mel padahal bumbu asli cuma dikit ya " kata Nur yang menguyah rendang .
" Nah tinggal makan sudah ada sambal ijo dan goreng tempe juga rendang dan balado telur. " kata Amel.
" Yuk makan ,sebentar biar di bagi dua dulu buat bapa suami " kata Nur.
" Cie ....cie ... bapa suami " goda Amel.
" Gimana rasa nya menikah Nur ? ada rasa deg degan ngak , lagi pas gitu " kata Amel menatap Nur.
" Apaan gitu " kata Nur bingung.
" Lah ya gituan lah, orang sudah suami istri jelas ada gituannya. kan sudah halal . Lagian mau gaya apa juga ngak masalah " kata Amel.
Deg.......
Ada sedikit rasa aneh di hati Nur. karna selama ini Bima tak meminta apapun .Selain tidur. Padahal sudah seminggu lebih mereka bersama.
" Nur......Nur.......kenapa?" tanya Amel.
" Ngak pa pa Mel, memang kalo sudan menikah harus yang mel begituan trus kalo cuma satu kali bisa hamil ya mel ?" tanya Nur. pada Amel ingin tahu.
" Ya pas masa subur. ya pasti. Tapi kalo menunda kehamilan juga ngak papa Nur. Asal lho izin aja sama suami. Bilang masih ingin berdua manja manja cantik " goda Amel.
__ADS_1
" Ish apaan sih " kata Nur dengan wajah merona
" Cie malu gimana ? enak ngak. kalo sama suami itu berkah dan dapat pahala Nur kan kita sudah belajar dari ustadzah " kata Amel.
" Iya Mel " kata Nur . Nggak enak hati.Karna dia slama ini belum bisa melayani Bima. Dan Bima pun tak pernah meminta haknya.
" Sudah mel ayo makan." kata Nur.
" Nur aku bungkus aja deh. Buat bawa pulang sudah kenyang banget nih. Banyak yang dicicipi. Lagian kamu harus nunggu Bima pulangkan makan bareng suami itu serasa nikmat " kata Amel.
" Bisa aja lho Mel " kata Nur tersenyum.
" Iya lah aku sudah kenyang nih lihat perutku, sudah minum jus juga. Ini bisa ta hangatkan buat besok . Buat sarapan pagi ketimbang beli " kata Amel.
" Terserah deh ,trimakasih ya mel. Kapan kapan kita masak masak lagi "kata Nur.
" Ok.....santai ..." kata Amel.
" Ya sudah itu dibungkus aja , nasinya juga. Tadi kan masak banyak. Biar lho besok tinggal makan " kata Nur .
" Makasih Nur, lho teman baik ku yang paling baik sedunia.....Mudahan pernikahan lho berdua bahagia " kata Amel .
" Aamiin terimakasih mel " kata Nur .
Lalu keduanya pun ngobrol diruang tamu. Setelah itu amel menumpang mandi dan meminjam baju Nur. Begitu juga Nur yang sudah terlihat cantik. Karna risih dengan baju yang bau bumbu. Jadi keduanya pun bersantai setelah mandi.
" Hah......" kata Nur kaget. Yang tak pernah berpikir dari mana uang Bima selama ini.
" Aku ngak tahu mel, tapi ku harap itu uang halal " kata Nur.
" Iyalah masa ngasih istri uang haram ,Gila aja dia ngasih makan lho uang haram. " kata Amel. Yang lalu menatap Nur.
" Ya aku harap juga gitu , karna yang ku tahu dia sangat baik. Mungkin juga uang dari hasil nabung uang beasiswanya Mel " kata Nur
" Benar juga " kata Amel.. Yang lalu membuang nafas kasar.
Puas ngobrol . Menjelang magrib Amel pun berpamitan. Nur mengantar Amel sampai teras Lalu menghilang ditikungan jalan bersama motornya . Nur pun bergegas masuk dan mengunci pintu. Lalu masuk kamar duduk disisi ranjang. Sambil menunggu waktu sholat magrib.
.................................
Setelah magrib Nur pun mengaji sebentar. Sambil menunggu azan isya. Karna pastinya Bima juga akan sholat di masjid. Sebelum pulang ke rumah.
Setelah selesai sholat isya. Nur pun melipat sajadahnya. Lalu memeriksa ponselnya . Namun tak ada pesan yang masuk.
" Kok belum pulang ya , dia kemana ?" kata Nur .Yang mulai gelisah.Nur pun keluar dari kamar .Bersamaan dengan pintu depan di ketuk seseorang.
__ADS_1
" Assalamualaikum "
" Walaikum salam " kata Nur yang bergegas membuka pintu.
" Aby......" kata Nur yang melihat suaminya itu lalu langsung meraih tangan Bima dan menciumnya.
" Maaf tadi nanggung. Jadi aby pulang sehabis sholat isya " kata Bima.
" Ngak pa pa , Aby sudah makan. Tadi Nur sama Amel masak . Apa mau makan sekarang ?" tanya Nur.
" Trimakasih Nur, aby sudah makan tadi. Buat besok aja . Kan bisa di hangatin " kata Bima.
" Iya By . biar Nur masukan ke kulkas dulu" kata Nur. Yang bergegas kedapur untuk menyimpan makanan. Agar tak basi.
................................
Nur berbaring diranjang. Di sebelah Bima. Ketika jam menunjukan pukul 09 20.Karna
ia baru selesai mengerjakan tugas. Sedang Bima tak punya tugas. Ia hanya menemani istrinya saja.
" By....apa Nur jadi beban buat aby ?" tanya Nur pelan seraya melihat pungung Bima yang membelakanginya.
Bima yang mendapat pertanyaan itu pun berbalik .Menatap wajah cantik istrinya itu.Tampa hijab dan sangat cantik .Karna ini pertana kalinya Bima menatapnya dengan sangat dekat.Nur pun ikut menatap wajah Bima. Lama keduanya saling diam . Dan juga saling tatap.
" Aby tak pernah berpikir begitu, itu sudah menjadi tanggung jawab aby. Ada bayi didalam sini yang sudah hadir yang harus aby nafkahi Dan juga ibunya " kata Bima pelan.
Membuat Nur terharu. bahkan Nur tidak tahu sejak kapan ia mulai jatuh cinta pada suaminya itu. Yang begitu baik dan juga sikapnya lemah lembut selama ini
" Apa Nur menyesal menikah dengan Aby " tanya Bima menatap dalam manik mata Nur.
" Tidak.....tidak sama sekali by, Nur hanya......
" Hanya apa " tanya Bima yang masih menatap Nur yang bicara tergagap.
" Hanya ngak mau menyusahkan Aby " kata Nur polos.
Bima tersenyum mendengar apa yang dikata Nur. Karna bagaimana bisa Bima mengatakan Nur menyusahkan nya .Sedangkan Nur tidak meminta apapun. Padanya slama ini .Bahkan tentang mahar pernikahannya yang sangat sederhana.
" Ya sudah tidur lah " kata Bima yang mengusap rambut hitam Nur .
Namun Nur langsung menarik tangan Bima dan menggenggamnya erat .Lalu menaruhnya diatas perutnya. Yang masih terlihat rata.
" Pasti dia merindukan Aby " kata Nur.
Reflek tangan Bima pun mengusap perut Nur . Entah mengapa hawanya langsung terasa panas. Lama kelamaan tangan Bima masuk menyusup kedalam kemeja panjang Nur. Dan Nur pun membiarkan suaminya itu mengusap perutnya yang terasa hangat.
__ADS_1
"By........" kata Nur ketika tangan Bima naik ke dadanya.