
Rasa malu luar biasa . Serasa menampar wajah kakek Nur keluarga termasuk sang umi. Yang slama ini menilai rendah Bima.
Namun faktanya berbalik..Orang yang mereka hina kan 5 kali lebih baik.Dari apa yang mereka banggakan
" Tuan Lee mari silahkan duduk " kata Altaf .Ketika suasana sudah tenang.
Radit dan kakek Nur langsung pulang setelah dipermalukan di depan umum. Bagaimana tidak mereka sendiri yang mencari masalah.
" Maaf kan kami tuan atas kejadian yang memalukan ini " kata Altaf yang di temani abi Rahman dan Salman.
" Tidak apa apa pa Altaf . " kata Ryan tenang.
" Tuan Lee senang bertemu anda lagi " Sapa ustad Abdullah yang mendekati Ryan.
" Ustad.....wah senang juga bisa bertemu lagi. Bagaimana kabarnya ustad " kata Ryan basa basi
" Alhamdulilah sehat . Ustad Rahman ini adik kelas saya dulu di mesir. jadi kami masih menjalin silahturahmi " kata Ustad Abdullah menjelaskan.
" Masyaallah ya ya ..ustad saya paham monggo mampir kekantor saya kalo berkenan " kata Ryan basa basi.
" Insyaallah tuan Lee kalo ada waktu " kata Ustad Abdullah tersenyum..
Semua tetua pun berkumpul dan ikut bergabung untuk ngobrol . Apalagi kehadiran Ryan menjadi perhatian banyak orang.
Sedangkan Nur sedang berada dikamar nya menemani kakak iparnya .Bersama Amel dan juga Mila.
" Nur alhamdulilah de, kamu bisa hadir ,kakak senang sekali. " kata Atikah.
" Nur juga senang kak, sekarang kita menjadi keluargga " kata Nur yang mengagumi Atikah sejak lama. Dan doanya ingin menyatukan kakaknya di ijabah Allah.
" Kenapa ngak cerita sama kakak kalo kamu sudah menikah Nur ..... masa tega " kata Atikah manyun .Padahal mereka sangat akrab.
" Maaf kak, Nur belum bisa cerita.Karna saat itu Nur juga banyak masalah. Dan baru bisa pulang sekarang. " kara Nur.
" Jangankan sama kakak ,sama Amel aja dia ngak cerita " sindir Amel.
" Iya tuh, malah kita tahu nya pas dia pindah ke Dubai . Eh dia sudah nikah " kata Mila.
" Ya maaf tapi itu jalan terbaik. untuk ku dan juga Bima. Karna kami ingin hidup tenang " kata Nur.
" Syukurlah. tapi kalian baik baik saja kan disana." tanya Atikah
" Alhamduliliah kak , oh ya kadonya tuh dibuka kak .yang dari Nur sudah Nur taruh di kamar kak Salman " kata Nur.
" Trimakasih de, oh ya suamimu mana ? kakak belum kenal orangnya ganteng ngak ? " kata Atikah mengoda
" Ganteng kak, manis dan keren ....bahkan tajir . Nur....gitu. Diam diam menghanyutkan. " kata Amel .
__ADS_1
" Kok bisa mel ? tanya Mila.
" Lah bisa lah., orang aku ajak kenalan sama Bima dia bilang malu. Eh tahu nya dia sudah nikah sembunyi sembunyi.." kata Amel cemberut.
" Hahaha ......wah Berarti Nur nikung Mel " ledek Mila.
" Ngak nikung lagi Mil aku serobot " kata Nur jujur .
" Tuh baru ngaku kan dia Mil , main serobot ngak pake rem lagi " kata Amel.
" Hahaha........bisa aja kalian ini. Ya sudah yuk kita makan tuh kasihan makanannya dianggurin dari tadi " kata Atikah yang memang disiapkan santriwati
................................
Sedangkan umi Syifa menangis dikamarnya . Menyesali semua apa yang ia lakukan pada Nur. dan juga menyakiti putrinya.
" Sudah de, ngak usah menangis lagi. Toh semuanya sudah berlalu " kata Umi Rabiah.
" Aku salah kak, sudah berdosa pada Nur dan menzalimi nya bersama suaminya . Dan juga sudah membuat fitnah " kata Umi Syifa menyesal.
" Sudah de, lupakan semua. Yang penting sekarang .Minta maaflah pada mereka berdua. Toh semua orang pasti pernah melakukan kesalahan . Tergantung kita bisa sadar atau melewati batas. Kurasa Nur pasti sudah memaafkan uminya. Karna tak mungkin ia hadir sekarang ini. " kata Umi Rabiah menasehati adik iparnya itu.
" Iya kak " kata umi syifa yang masih terisak. Karna dia sadar. Ia salah dalam menilai seseorang. Karna terhasut sang papi.
.................................
" Iya bang terimakasih sudah datang " kata Bima .
" Ya Ya sudah abang pergi. " kata Ryan lalu juga berpamitan pada para ustad.
" Trimakasih tuan Lee sudah berkenan hadir " kata Salman ketika tuan Lee memberi selamat. Dan kini mereka kerabat.
" Sama sama ustad . slamat malam pertama " bisik Ryan ke telinga Salman. Yang membuat Salman tersenyum.
Ryan juga berpamitan dengan Altaf yang di temani Ahmad. Lalu dengan ustad Abdullah dan ustad Rahman.
" Bim, ayo makan de " kata Salman yang merangkul Bima.
" Ya kak " kata Bima .karna mereka memang belum makan.
"Min , dra Ayo makan " kata Bima Memanggil keduanya yang asyik ngobrol .
" Ok bos.... sikat ... kemana para wanita nya." tanya Amin mencari Amel.
" Paling di kamar de, nemani pengantin wanita " kata Salman .Sambil mengambil nasi piringnya. Karna tamu sudah mulai bubar.
" Itu pasti . Karna disini ngak aman " kata Andra yang banyak melihat santri.
__ADS_1
" Hahaha..... bisa aja lho dra. " kata Amin.
" Lah kan besok sudah halal . akan lebih aman lagi Min " kata Salman .
" Akh kak Salman ini ngak usah dibahas kali jadi kebelet nanti" kata Andra terkekeh.
" Iya kan kan Salman juga sudah halal tuh tinggal kunci kamar habis ini " goda Amin.
" Mana bisa min ,masih banyak tamu kedengaran " kata Bima menimpali.
" Cie....cie yang sudah pengelaman. Pasti nya nyari yang sepi dan aman kan Bim"
" Pastilah Dra makanya di lari ke Dubai takut lho intip di kontrakan " goda Amin.
Hahahaha .......keempat pria itu pun tertawa.
Sambil menikmati makan siang yang terlambat .Karna tamu tak diundang. Yang sempat membuat heboh para santri dan santriwati yang ikut melihat keributan yang berakhir 2-1 itu. hingga musuhnya merasa malu dan bergegas pulang.
" Apa kalian akan menginap disini Bim?" tanya Salman
" Sepertinya tidak kak, maaf lain kali saja. Karna besok kami akan ziarah ke makam Ayah di kampung . Sekalian sowan ke paman. Dan memperkenalkan Nur ke keluarga " kata Bima
" Yah tapi sebelum pulang , menginap lah disini barang sehari saja ya " kata Salman . Yang ingin membuat syukuran untuk Nur.
" Insyaallah kak nanti Bima kabari kalo sudah pulang dari kampung " kata Bima.
" Wah berarti lho pulang berduaan Bim kesana ?" tanya Amin.
" Tidak sama kakak ku juga. Karna ingin ziarah " kata Bima
" Oh gitu " ya salam buat ibu mu ya Bim" kata Andra.
" Ya dra nanti akan ku sampaikan " kata Bima.
.....................................
Sedang kan dikamar Nur. Umi Syifa menangis memeluk Nur erat.
" Maafkan umi ya nak, yang sudah jahat sama Nur dan juga suami Nur." kata Umi terisak.
" Umi...Nur sudah memaafkan umi juga Bima. kami tidak menyalahkan umi. Ini sudah takdir umi. Ini pelajaran bagi kita semua. " kata Nur yang tak pernah sudah maafkan uminya. Walau dulu pernah sakit hati dan trauma.
" Tapi Umi berdosa pada Nur " kata Umi menangis tersedu sedu.
" Asal umi ngak mengulanginya lagi .Pasti Allah mengampuni umi. Umi harus cukup membuka mata dan hati. Bahwa semua ini ada hikmahnya " kata Nur
Nur pun menangis haru. atas permintaan maaf sang umi. Yang kini membuatnya tenang dan bahagia . Bisa berkumpul lagi seperti dahulu. bersama umi dan abi nya juga sang kakak. Yang kini sudah menemukan tambatan hati.
__ADS_1