
" Trimakasih reader yang sudah mau mampir membaca karya ku yang jauh dari sempurna yang masih tahap belajar. Semoga kalian sehat slalu dan tak bosan membacanya Salam dariku" Slamat membaca .......
Tuan Choi Lee kakek Ryan 73 tahun.
" Bagaimana Tan apa menantuku baik baik saja " kata mami .Yang ikut panik mendengar Maya pingsan didapur. Sehabis minum teh hijau.
" Nona Lee baik baik saja bibi, Ini karna efek lelah dan tehnya saja " kata Dokter Tan tersenyum.
" Apa ada masalah Tan " tanya tuan Choi menatap dokter Tan lekat
" Tidak tuan cuma Tuan muda Lee harus banyak menahan diri dulu untuk meniduri nona Lee " kata Tan menatap Lee sahabat kecilnya itu.
" Hei....kau ini apa hubungannya dengan itu " Kata Ryan menatap tajam dokter Tan.
" Selamat kau akan jadi seorang Papi Jadi kau harus menahan diri , karna istrimu sedang hamil muda " kata dokter Tan.
" Hamil..... Jadi aku akan menambah cicit lagi" Kata tuan besar choi terkekeh senang.
" Alhamdulilah " kata Ryan yang lalu mengelus rambut istrinya dan menciumnya.
" Hah......bukan Ryan baru menikah kenapa menambah cicit " kata dokter Tan heran.
" Astaga Tan maaf bibi lupa kalo Kalo Ryan sudan menikah setahun , dan Aska sini sayang " kata Mami yang menyuruh Nia membawa Aska masuk. Yang tadi menunggu didepan pintu karna Aska takut. Melihat mamahnya pingsan.
" Hah... sialan kau Lee....kenapa cepat sekali membuatnya " umpat Tan pada Ryan. Yang membuat tuan Choi tertawa.
" Mamah " kata Aska yang menujuk sang mamahnya masih pingsan.
" Mamah mu cuma capek sayang , ngak apa apa Aska pasti senang mau punya teman main " kata Mami mencium pipi cucunya itu.
" Apa dia masih lama terbangunnya Tan ?" tanya Ryan menatap sahabatnya itu.
" Sebentar lagi. Dia hanya lemas apa kau melakukan tiap malam sampai dia kelelahan " kata Tan menatap Ryan. Yang membuat tuan Choi dan mami ikut menatap pria tampan itu.
" Mhem....." jawab Ryan.
" Kau ini , apa kau tidak ingat waktu " kata mami dengan mata terbelalak.
Sedang kan tuan Choi hanya tersenyum . Karna tahu .Ia pun dulu seperti itu. Sayang sang istri meninggal ketika hamil anak kedua.Saat mereka mengalami kecelakaan.
__ADS_1
" Astaga kau Lee, mulai sekarang ingat istrimu sedang hamil. Jangan terlalu sering melakukannya dan lakukan dengan pelan . Karna itu akan mempengaruhi janinnya " Kata Tan menatap sahabatnya itu.
" Cih kau ini kaya kau tidak saja " kata Ryan berdecak pelan.
" Ryan antar Tan kedepan, Trimakasih Tan sudah datang " kata mami Lily yang lalu mendekati Maya bersama Aska di gendongannya
" Sama sama bibi " kata Tan yang lalu memasukan kembali peralatan dokternya .Dan berdiri sambil berpamitan.
Lalu Ryan pun berdiri dan mengantar dokter Tan keluar. Sedangkan opa dan maminya masih dikamar .
" Syukurlah nak , kau memberikan banyak kebahagian dirumah ini ' kata Mami yang mengelus kepala Maya pelan.
Mengingat putranya itu tak pernah mau dijodohkan. Dan apalagi Ryan senang bermain wanita yang dulu sempat membuat nya shock dan sering mengelus dada. Setiap mendengar laporan dari orang terdekatnya. Dan sekarang Lily merasa lega. Ada wanita yang bisa membuat takluk anak tunggalnya itu. Mengingat. Ryan yang berubah semenjak putus cinta dan menjadi petualang cinta satu malam.
" Rumah ini akan menjadi ramai Ly .papi senang bisa melihat cicit cicit papi. Dia gadis yang hebat .Bisa membuat Ryan berubah " Kata tuan Choi yang menatap cucu menantunya itu.Mengingat Apa yang cucunya lakukan diluar sana. Mengingat berapa banyak wanita yang dulu Ryan tiduri. Karna kecewa pada cindy kekasihnya..
" Semoga mereka bahagia sampai menua pi " Kata mami Lily yang mencium Aska. sang cucu dan memeluknya erat.
" Papi juga berharap begitu " kata tuan choi yang lalu duduk di kursi .Ketika bi Ying dan Lau membawa makanan untuk kedua tuannya itu.
..............................
" Dia lebih muda 7 tahu dari ku kenapa ?" jawab Ryan yang mengernyitkan alisnya.
" Cih.....apa dia bisa bertahan dengan keganasan itu ?" tanya Tan memanyunkan bibirnya.
" Aih kau ini , buasnya aku masih tahu waktu tak mungkin aku berbuat kasar. " ucap Ryan santai.
" Tapi ingat dia sedang hamil sekarang, kau harus bisa menahan diri . Bagai mana bisa kau memproduksi anak Setahun 2x " cibir Tan.
" Lah mending , apa Shena sudah kau buat hamil " jawab Ryan cuek.
" Kami sudah punya kim , dan 2 tahun lagi baru akan menambahnya. Tidak seperti kau asal buat saja " kata Tan menyindir.
" Cih sok tahu. ..harusnya kau senang aku bisa membuat bayi lebih cepat " kata Ryan cuek.
" Aish kau ini apa kau tak kasihan melihat istrimu lelah Lee, Ingat dia istrimu bukan wanita malam mu. Tapi apa kau sudah sembuh total ??" tanya Tan menatap sahabatnya itu penuh curiga . Karna di dunia bisnis Lee sangat terkenal digilai wanita dan juga meniduri banyak wanita.
" Menurutmu !!" kata Ryan menaikan kedua alisnya. Menatap Tan serius
" Cih,....aku harap dia wanita terakhirmu Lee, Tapi ngomong ngomong dia cukup cantik" Kata Tan tersenyum penuh arti.
__ADS_1
" Yah.....jangan kau bilang kau pun tertarik aku bisa membuat mu jadi gelandangan di jalan " Kata Ryan sinis. mengeluarkan ancamannya.
" Hahaha ......Kau tak berubah Lee. hasrat mu itu luar biasa. Aku takut dia tak bisa mengimbangi mu yang liar itu. " kata Tan tertawa mengejek.
" Ck.......sok tahu kau Tan, pergi dan pulang lah " kata Ryan manyun.
" Hahaha.....baiklah tapi ingat malam ini kau harus puasa, kalau kau tak ingin istrimu sakit parah " kata Tan tersenyum mengejek Ryan sambil berlalu meninggalkan sahabatnya itu
" Ck .....Dasar dokter mesum , apa dia ngak .Bagaimana bisa Shena kuat bertahan dengannya " kata Ryan yang mengomel .Lalu kembali masuk kedalam. Setelah mobil Tan menjauh dari pintu utama
Ryan pun kembali masuk menuju kamarnya. disana Maya sudah duduk sambil bersandar di kepala ranjang sambil makan bubur yang disuapin Nia.
" Bang .... " kata Maya yang melihat Ryan kembali ke kamar .
" Kau sudah baikan " tanya Ryan yang lalu duduk didekat Maya.
" Maya baik baik saja bang" kara Maya tersenyum.
" Mulai sekarang kau banyak istirahat ya , ada adik Aska disini " kata Ryan yang mengelus perut Maya yang masih rata.
" Iya bang " kata Maya tersenyum. karna mimpinya menjadi kenyataan .Kini ia hamil lagi dan buah cintanya bersama Ryan yang membuat Maya sangat bahagia.
" Nia berikan mangkoknya " kata Ryan
" Tapi ....tuan " jawab Nia bingung.
" Nia kau bawa Aska bermain ya, apa kau sudah sarapan ?" tanya Mami Lily pada Nia.
" Sudah nyonya., kalo begitu biar den Aska saya bawa ke kekamarnya bermain " kata Nia.Yang memang sudah sarapan bersama para pelayan.
" Iya , biar tuan mu menyuapi istrinya . Sambil memberikan Aska pada Nia. " kata Mami yang membiarkan putranya itu memperhatikan istrinya.
" Kalo begitu saya permisi nyonya , tuan "
Kata Nia yang hendak beranjak pergi.
" Mamah " tunjuk Aska pada Maya.
" Iya den Aska mau pamit " kata Nia yang tahu Aska sudah bisa pamit. Lalu menyodorkan Aska pada sang mamah. dan Maya memeluk putranya itu penuh rasa bahagia. Begitu juga Ryan yang mendapat ciuman dari Aska yang pamit untuk bermain.
Membuat tuan Choi dan mami Lily tersenyum bahagia melihat keluarga kecil itu Bisa saling menyayangi satu sama lain.
__ADS_1