Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 45 Bercerita.


__ADS_3

Maya berteriak untuk melepaskan semua beban hidupnya. Yang selama ini slalu menghantuinya..Setelah puas berteriak ia pun duduk sebentar. Memandangi senja yang semakin hilang berganti malam.


Lalu berjalan diatas pasir .Untuk melangkah pulang ke villa.Maya langsung masuk kekamarnya .Dan membersihkan diri setelah tadi pakaiannya kotor membantu bi Marni.


Selesai mandi Maya pun menyisir rambutnya sambil duduk di depan cermin .Menatap kaca dengan tersenyum.


" Tok ...tok...tok.....


" Nona sudah ditunggu tuan " kata bi Marni.


" Iya bi duluan nanti Maya susul " kata Maya yang lalu meletakkan sisir dan bergegas keluar. Karna tak mungkin ia membiarkan Ryan. Untuk menunggunya terlalu lama.


" Maaf membuat bang Ryan menunggu " kata Maya. Lalu duduk dengan tenang.


" Sini biar Maya ambilkan " kata Maya ketika Tyan hendak berdiri.


" Ryan pun memberikan piringnya pada Maya.Maya dengan telaten melayaninya.


Ada rasa senang dihati Ryan. Ketika ia merasa ada orang yang mau melayaninya dengan tulus. Apalagi tadi bi Marni mengatakan Maya lah yang membuat kan sambal. Yang membuat nafsu makan Ryan bertambah.


" Ayo makan " kata Ryan. Yang melihat Maya diam.Seperti komat kamit membaca sesuatu.


" Iya bang tadi lagi berdoa " kata Maya polos.


Deg.......


Ryan lupa kalo Maya berbeda keyakinan dengannya. Karna ia sendiri tak pernah ke gereja atau pun pura dan klenteng.Slama ini Ryan tak pernah perduli dengan semua itu. Setelah papinya meninggal ia lebih banyak bekerja dan bekerja tampa perduli dengan yang lainnya.


Keduanya makan dengan lahap.menikmati sayur asam, ikan goreng sambal dan salad. Juga puding buatan Maya. Yang tadi tak sengaja ia buat untuk penutup mulut.


" Masakan mu enak May " puji Ryan di sela sela makan.


" Abang bisa aja itu cuma masakan desa" kata Maya merendah.


" Tapi menggugah selera." kata Ryan jujur. lalu menambah lagi nasinya.


" Syukurlah kalo abang suka besok Maya ikut bantu bi Marni lagi untuk masak " kata Maya tersenyum.


" Apa kau cuti bekerja " tanya Ryan menatap Maya.


" Iya bang Maya cuti melahirkan jadi bisa bebas menikmati masa liburan disini.Itu pun kalo abang ngak keberatan " kata Maya.

__ADS_1


" Oh tidak sama sekali, abang malah senang punya teman ngobrol " kata Ryan tersenyum. Entah mengapa ia merasa berat kalo Maya pergi meninggalkannya.


Padahal ia baru mengenal Maya beberapa hari .Tapi .entah mengapa ia merasa nyaman dekat dengan wanita itu.


Setelah selesai makan keduanya pun ngobrol diteras sambil mendengarkan deburan ombak dan suara semilir angin malam.


" Besok abang kekantor Maya mau nitip apa biar abang belikan " tawar Ryan pada Maya.


Deg ........


Maya terdiam lalu menatap Ryan lekat.ia baru beberapa hari mengenal Ryan. Tapi pria itu sudah menawarkan sesuatu dan mengizinkan Maya tinggal dirumahnya.Sedangkan suami nya sendiri tak pernah menawarkan sesuatu untuknya.Yang membuat Maya terharu mendengar kan perkataan Ryan.


" Maya....kenapa diam " tanya Ryan.


" A...anu..... apa saja bang yang penting enak " Kata Maya yang memang selama hamil tak pilih pilih makanan.Semua ia makan asalkan enak.


" Baiklah , apa kau butuh susu hamil " kata Ryan lagi bertanya.


" Oh susu Formula xxx bang ,tapi nanti uangnya Maya ganti ya " kata Maya karna merasa tak enak hati. Karna sudah menumpang dan tinggal di rumah Ryan.


" Ngak usah May, Maya ganti dengan masakin abang saja itu sudah cukup " kata Ryan tersenyum manis.


Otomatis Ryan yang mendengar kan ucapan Maya pun tergelak .Karma kepolosan bumil itu.


Hahahaha........


" Kau ini bisa saja May, membuat bang Ryan tersanjung " kata Ryan tersenyum.


" Tapi kenyataannya memang begitu bang " kata Maya jujur. Karna memang begitu apa adanya


" Trimakasih May, abang senang mendengarnya " kata Ryan tersenyum menatap Maya


Kedua manik mata mereka pun bertemu .Membuat Maya salah tingkah dan tersipu malu.Karna Ryan menatapnya intens.


Ryan pun lalu tersenyum. Selama ini bila dia bersama wanita. Wanita itulah yang meluncurkan aksinya untuk merayu Ryan dengan rayuan maut. Tapi kali ini ia dikagumi seorang wanita yang polos dan sederhana. yang hanya bisa tersipu malu. Bahkan pipi Maya merona merah karna dipandang oleh Ryan.


Lama keduanya terdiam.Lalu kembali ngobrol tentang pekerjaan Maya. Maya pun bercerita banyak. Tentang sula dukanya bekerja selama bekerja dicafe dan juga di kantor.


Ryan mendengarkan semua cerita Maya dengan tenang. tampa bertanya atau pun menyela. Setelah Maya mengantuk Ryan pun mengajak Maya untuk masuk kedalam villa.


" Terimakasih bang sudah mendengarkan curhat Maya ,selamat malam bang " kata Maya ketika hendak masuk kamar ketika Ryan mengantarnya.

__ADS_1


"Tidurlah dengan nyenyak besok pagi abang akan kekota " kata Ryan tersenyum melambaikan tanganya dengan tersenyum.


" He...he...he" kekeh Maya yang tertawa gemas melihat tingkah Ryan


" Slamat malam bang kalo Maya belum bangun besok pagi abang hati hati dijalan ya " kata Maya.


" Ya " kata Ryan singkat lalu meninggalkan kamar Maya.


Maya masuk dan bersandar di belakang pintu. Entah kenapa hatinya serasa bahagia .Tidak seperti dulu ketika dengan Bayu. Maya tak merasa kan apapun. Seperti yang ia rasakan sekarang ini.


" Astaga apa ini yang namanya jatuh cinta " guman Maya pelan. Padahal ia belum bercerai dengan Bayu ayah dari Bayi nya.


Maya pun lalu melangkah menuju ranjang dan membaringkan tubuhnya. Sambil tersenyum bahagia mengingat beberapa hari ia tinggal disini. Ia bisa tertawa lepas dan merasa hidup lagi .Setelah semua apa yang ia alami belakang ini.


....................................


Maya terbangun ketika hampir jam 6 pagi dan bergegas sholat .Karna ia kesiangan karna lupa menyetel alarm seperti biasanya .


Lalu bergegas menuju dapur.Namun terlambat bi Marni sudah selesai Karna bi Marni sedang membereskan bekas piring piring kotor.


" Nona Maya baru bangun ya " tanya bi Marni.


" Iya bi maaf terlambat ngak bantuin bi Marni " Kata Maya merasa bersalah


" Ngak pa pa non , tadi tuan muda melarang bibi membangunkan non Maya biar tidurnya ngak terganggu " kata bi Marni tersenyum.


" Yah bibi , Maya jadi ngak enak " kata Maya cemberut. sambil duduk di dekat meja makan bi Marni.


" Non Maya mau sarapan biar bibi siapin " kata bi Marni.


" Mau tapi disini aja bareng bi Marni ya, nggak enak ngak ada temannya " kata Maya.


" Masa makan sama bibi, kan enak dimeja besar " kata bi Marni yang merasa rikuh.


" Sama saja bi bentar ya bi, Maya ambil makanan dulu kita makan bareng " kata Maya. .Lalu melangkah keruang makan dan mengambil makanan. Lalu kembali dan duduk didekat bi Marni dan makan bersama.


bi Marni .


Bi Marni tersenyum melihat Maya yang makan dengan lahap . Dia baru sekali ini mengenal wanita yang dibawa tuan mudanya ke villa.


Selama ini tak pernah ada wanita yang dibawa Ryan kesini. Karna villa ini adalah tempat Ryan menyendiri. Dan bi Marni jarang datang kesini .Tapi sekarang tuan mudanya memintanya untuk menemani Maya. Selama Maya disini. Dan juga menjaganya.

__ADS_1


__ADS_2