
Maya baru saja menelpon butik . Untuk memesan dua gaun pengantin buat Vani dan Desi. Walau Dulu ia tak membuat Pesta pernikahannya. Namun Maya cukup senang bisa melihat kedua temannya itu menikah. Dan mendapatkan pria yang baik.
Karna dua sahabatnya itulah yang Maya punya .Ketika dia berada di titik terendah hidupnya. Dimana ibu dan adiknya jauh dikampung. Dan Maya pun ingin membalas kebaikan dua sahabatnya itu dengan caranya sendiri.
Karna kini ia sudah mempunyai segalanya. Dan Maya juga menyuruh ibu dan Bima untuk datang dengan dijemput oleh bi Marni dan Kim. Sekalian Bima yang akan masuk sekolah Asrama dikota Agar bisa mandiri dan sang ibu akan menemaninya dirumah.
" Bi apa semuanya siap " kata Maya yang mengecek lagi semua persiapan.
" Sudah non, bibi tinggal jemput ibu nanti sama Kim di terminal sebentar lagi tuan muda pulang" kata bi Marni.
" Oh ya kalo begitu Maya luluran dulu ya bi " kata Maya yang ingin dipijat bi Maryam.
" Ya non, mumpung den Aska masih tidur " Kata bi Marni.
" Iya bi nanti kalo ada orang butik yang mengantar gaun langsung suruh kebelakang aja ya bi " kata Maya.
" Siap Non " kata bi Marni tersenyum.
" Kok bi Marni senyum.senyum bi tumben " Kata Maya Yang tak biasanya melihat bi Marni tersenyum
" Senang aja non , Didi bisa nikah sama non Vani ketimbang sama tuh mak lampir " kata bi Marni yang tahu Kania sering membohongi Didi keponakannya itu.
" Iya bi, mungkin jodohnya. Maya berharap mereka bahagia Dan mas Didi menyadarinya kesalahannya " kata Maya yang juga tahu siapa teman masa kuliahnya itu.
" Ya sudah bi Maya kebelakang dulu takut bi Maryam sudah menunggu " kata Maya
" Iya non, biar bibi yang ngecek kateringnya nanti " kata Bi Marni.
Maya pun lalu menuju villa belakang untuk ikut luluran .Karna sudah jadwalnya ia luluran .Untuk merilekskan tubuhnya yang lelah. Mengurus suami dan anaknya.
Maya sedang berbaring dipijat bi Maryam ketika seorang pelayan mengantar baju pengantin untuk Desi dan Vani.
" Des, Van, tuh lihat buat kalian mana yang cocok kalian pake " kata Maya yang masih dipijat.
" Lho pesan gaun May buat kita" tanya Desi kaget.
" Iyalah anggap saja hadiah dari ku buat kalian " kata Maya tersenyum.
" Astaga May, lho repot banget. Kita sudah luluran gini dan diadakan pesta aja sudah senang kok May . kok pake baju pengantin segala " kata Vani yang tak enak karna Maya terlalu baik pada mereka berdua.
" Kan ngak tiap hari Van, Des Pakai aja nanti para periasnya magrib akan datang kok" kata Maya santai.
__ADS_1
" Makasih May udah slalu ngerepotin lho " Kata Desi
" Iya May, kita sering banget nyusahin lho " Kata Vani Yang menganggap sahabatnya itu sudah seperti saudarinya.
" Ngak usah dipikir lihat aja dulu " kata Maya.
Yang masih pijatan. Untuk luluran dan juga melancarkan darahnya. Dari pada ke salon
lebih baik tradisional. Sambil mengawasi Aska bermain dirumah.
gaun utuk Vani
Gaun untuk Desi
Desi dan Vani pun lalu melihat gaun yang akan mereka pake .Yang membuat mereka senang apalagi gratis .Dari sahabat mereka yang membuat Desi dan Vani merasa sangat bahagia
" Ya allah mimpi apa gue Des, bisa nikah serba gratis .Dan dapat jodoh lumayan tajir walau cuma asisten " kata Vani
" Iya Van gue juga tuh Maya baiknya kelewatan.kita aja kemaren ngak bisa datang pas dia nikah " kata Desi yang terharu mengingat kebaikan sahabatnya itu.
...............................
Sedangkan Maya setelah luluran kembali kekamar karna takut Aska bangun.
" Mb Nia Aska belum bangun ?" tanya Maya yang kekamar Aska. melihat putranya itu masih terlelap.
" Belum non , mungkin tadi capek banget " kata Nia baby sister nya Aska.
" Ya sudah ibu kekamar dulu ya " kata Maya
" iya bu " kata Nia yang kembali berbaring sambil main ponselnya. karna sambil menjaga Aska.
Maya pun masuk kekamarnya. Dan hendak menuju ranjang .Ketika sebuah tangan kekar menarik tubuhnya.
" Abang " kata Maya yang kaget ketika tubuhnya dipeluk Ryan.
" Kok bau wangi " kata Ryan yang mengecup bibir mungil Maya.
__ADS_1
" Tadi Maya habis pijatan bang ." kata Maya sambil menatap manik mata suaminya itu.
" Oh ya , berarti gantian dong." kata Ryan tersenyum manis .Lalu mengecup lagi bibir Maya. Entah mengapa Ryan tak pernah bosan melakukannya.
" Hah....apa abang mau luluran juga " tanya Maya heran.
" Mau .tapi luluran nya sama kamu saja sayang yang pijitin abang " kata Ryan memeluk istrinya itu dengan erat.
" Ais itu mang pijat plus plus bang " kata Maya terkekeh . karna jebakan betmen sang suami mesum.
" Kan sama saja sayang " kata Ryan yang lalu mengecup bibir Maya lagi.
" Dih mana ada cowok luluran bang, modus kali " kata Maya tersenyum .Lalu balik mencium bibir suaminya itu.
" Ya sudah abang mau olahraga dulu aja sayang " kata Ryan yang mengigit pelan telinga Maya yang sudah membuat Maya gelagapan.
" Apa abang ngak capek " kata Maya. Yang tersenyum manis pada suaminya itu.
" Capeknya hilang bila sudah bertemu istri abang yang seksi ini " bisik Ryan. yang membuat Wajah Maya bersemu merah.
" Bau wangi tubuh Maya bikin abang bergairah " kata Ryan lagi .Sambil membuka pelan resleting gaun yang dipakai Maya.
" Bang " kata Maya pelan.
" Kenapa sayang " kata Ryan. Lalu mengangkat tubuh Maya ke atas ranjang
Dan mulai dengan aksinya .
Maya hanya bisa melayani hasrat suaminya itu. Karna itu sudah menjadi kewajibannya sebagai seorang istri.Apalagi selama ini Ryan sudah memberikan segalanya untuknya.
" Kau wangi sekali sayang . aromanya membuat abang ketagihan " kata Ryan .Setelah beberapa kali pelepasan dan berbaring lemas disamping sang istri.
" Apa abang mau lagi " tantang Maya. yang mengecup bibir suaminya itu
" Kau menantang ku " kata Ryan yang memeluk tubuh polos Maya.
" Tidak cuma takut abang belum puas " kata Maya yang menatap manik mata suaminya itu.
" Nanti lagi ya, abang mau tidur sebentar " kata Ryan yang lalu mengecup bibir Maya dan memeluknya dalam dekapannya.
Maya hanya tersenyum dan membalas pelukan Ryan.Tak ada kebahagian yang ia rasakan kini .Selain bisa memberikan dan menyenangkan suaminya dengan servis terbaiknya. Yang slalu menyayangi dan menuruti semua kemauannya. Dan Maya pun sudah cukup bahagia kini suaminya itu lah satu satu pusat terindah dunianya.
__ADS_1
Bagaimana tidak .dulu Maya merasa terabaikan dan terpuruk serta bekerja keras. Tapi kini ia punya segalanya. Bahkan suami yang sangat menyayanginya Yang hanya Maya lakukan sekarang adalah .bisa melihat suaminya berada di pelukannya tiap Malam.
Tampa ada wanita lain yang bisa mengodanya Dan Maya rela untuk bisa memuaskan segala hasrat suaminya itu. Selama Ryan slalu mencukupinya dan menyayanginya sepenuh hati. Sebagai balasan cinta nya sebagai seorang istri yang berbakti. Maya yakin semua wanita akan berbuat sama seperti dirinya .Bila seorang suami yang berjuang bekerja keras untuk sang istri yang slalu setia menanti pulang.