Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 305


__ADS_3

Ryan baru saja sampai dikantornya ketika ponselnya bergetar .


Drt.....drt......


Ryan lalu melihat siapa yang menelponnya..Terlihat nama Rara Calling yang memanggil. Ryan lalu membiarkannya. Sambil sibuk memeriksa berkas.


" Maaf ra, aku tak ingin menyakiti May. karna aku mencintainya " kata Ryan dalam hati yang merasa bersalah pada Maya .


Namun ponsel kembali lagi berdering dan nama yang sama muncul . Ryan yang melihatnya hanya mendiamkannya saja. Karna ingat janjinya pada Maya. Namun rupanya Rara tak berhenti ia masih kembali menelpon Ryan..Yang membuat Ryan menyugar rambutnya kasar. Karna Rara masih menelponnya


Mau tak.mau ia mengangkatnya


" Iya ra ada apa ?" kata Ryan setelah memencet warna hijau tanda terima .


" Yan tolong aku dong aku mau kedokter aku ngak bisa bawa mobil lagi sakit perut " kata Rara dari sebrang sana


"'Baiklah ku suruh sopir mengantar mu .ya , Karna aku tak bisa .karna ada meeting " kata Ryan yang tak mau berurusan . Tapi ia tetap mau menolong Rara. Lalu menyuruh Kim untuk ke apartemen Rara untuk kerumah sakit Yang membuat Kim kaget.


" Cih...... apa lagi maunya " kata Kim membuang nafas kasar


" Oh ya Kim bilang aku meeting .Dan antar lagi ia pulang " kata Ryan sebelum menutup telponnya.


" Baik tuan " kata Kim dengan berat hati . Karna Sebenarnya ia malas bertemu dengan Rara.Yang licik. Namun terpaksa ia tetap harus berangkat .karna perintah tuannya.


" Kenapa juga repot repot ngurusin orang lain " bathin Kim kesal.


******


Tok ....tok ...tok........


Ceklek........


" Lho ngapain kesini " kata Rara menatap tajam Kim.


" Tuan menyuruh saya mengantar anda sekarang kerumah sakit jadi saya akan menunggu di bawah " kata Kim.


" Tidak tidak jadi kamu pulang saja. Biar saya panggil taxi saja " kata Rara.


" ****....... " maki Kim pelan sambil mengepalkan tangannya.


Kim hendak melangkahkan kakinya pergi namun Rara memanggilnya

__ADS_1


"'Tunggu .....kau tunggu dibawah aku berganti pakaian dulu " kata Rara. Yang setelah itu menutup pintu. Sedangkan Kim kembali ke mobil nya untuk menunggu Rara


Sedang Rara bersiap siap sambil menelpon seseorang..Setelah memutuskan sambungan ia pun keluar dari apartemennya dengan memakai pakai seksi.


Tok...tok... jendela mobil pun diketuk


Kim pun langsung menurunkan kaca jendela mobil . " ada apa " kata Kim.


" Seharusnya kau melayaniku dengan baik kenapa kau tak membukakan pintu " kata Rara sinis


"' Maaf aku aku hanya bertugas mengantar bukan melayani mu khusus " kata Kim


" Hei aku calon nyonya mu , kalo kau sopirku sudah aku pecat karna brani kurang ajar " kata Rara.


" Kau mau diantar atau tidak " kata Kim menatap Rara .


" Cih ..sopir sombong kau lihat saja nanti " kata Rara sambil mengepal tangannya


Lalu masuk kedalam.mobil duduk disebelah Kim . Dengan wajah merah menahan marah.


Mobil melaju menuju rumah sakit . Dan sampai parkiran rumah sakit . Kim pun berhenti .Dan menyuruh Rara turun.


"'Aku akan menunggu disini " Kata Kim .


" Bisakah kau menolongku melepaskan sambuk pengamannya " kata Rara..


" Kenapa tak melepaskannya sendiri saja " jawab Kim saya duduk tenang.


" Hei tolong lah aku susah bergerak ini perutku terasa sakit lagi " kata Rara.


Kim yang merasa tak nyaman pun lalu mendekati Rara dan mencoba melepaskan sabuk pengamannya namun " tolong..... tolong..... dia ingin memperkosa ku " teriak Rara yang berteriak nyaring membuat Kim kaget dan menutup mulut Rara....Namun ada seseorang membuka pintu dan berteriak tolong ......tolong.... ada yang mau memperkosa ..." kata wanita itu. yang membuat semua orang datang mendekati mobil .


" Hei kalian salah paham.saya hanya me mengantarnya " kata Kim membela diri.


" Cih...dasar sopir mesum ....." kata beberapa orang menatap kim . Sedangkan Rara pura pura menangis sambil memperlihatkan baju dalaman yang sobek


Kim menatap Rara yang menangis tersedu sedu, dengan air mata buayanya.


*******


Plak ........sebuah tamparan keras melayang dipipi kim. "'bagaimana kau bisa berbuat tak senonoh begitu aku hanya menyuruhmu mengantarnya " kata Ryan emosi.

__ADS_1


Kim menatap tajam Rara yang pura pura menangis di atas brankar .. " Sudah yan mungkin dia hanya tak dilayani istrinya makanya dia begitu. aku tak apa apa. aku sudah memaafkannya " Kata Rara Yang tersedu-sedu


Ngak tahu malu, sekarang pergi aku tak mau melihat mu kau ke pecat hari ini " ,kata Ryan marah.


" Baik jadi tuan muda lebih percaya padanya " kata Kim sambil menatap Rara tajam . dan memegang pipinya bekas tamparan Ryan. Dan melangkah pergi meninggalkan rumah sakit..


******


Kim langsung menuju kamarnya dan memanggil Ima yang sedang asyik memasak .


" Bereskan semua barang barang kita . kita pergi dari sini " kata Kim.Yang lalu mengambil.koper besar untuk menata pakaiannya.


" Ada apa kak , kata Ima yang kaget lalu melihat kearah pipi Kim yan lebam .


" ini kenapa kak ?" kata ima bingung .


" Nanti kak kim jelaskan . Sekarang kita pergi dulu demi keamanan nona May " kata Kim . Yang tak mau Maya tahu. Karna pastinya Maya akan membela mereka dan akan banyak masalah nantinya.


" Ima pun menurut dan merapikan semuanya kedalam tas dan koper. lalu membawa makanan yang tadi dimasaknya. Dan keluar melalui pintu samping villa dan Kim mengambil mobilnya. Lalu pergi dari villa lewat pintu belakang.


****


" Apa .....wanita gila " kata Alex mengumpat Didi yang mendengarnya pun ikut tengang. Karna hari ini mereka mendapat kerjaan tambahan .karna Ryan kerumah sakit untuk mengurus Rara.


" Baiklah kau hati hati . " kata Alex mutuskan pembicaraan nya dengan Kim.


" Kita harus hati hati Lex , dia bermain cantik dan sepertinya dia lebih pintar dari Cindy dan Mey ying " kata Didi.


" Huh.......ya kau benar. Seperti dia tak main main untuk melancarkan aksinya. " kata Alex membuang nafas kasarnya sambil memikirkan apa yang harus dilakukan.


" Aku sudah memperingati jhon , tapi aku heran bagaimana bisa dengan mudah ia membuat Ryan percaya dengannya " kata Alex heran.


" Kurasa dia tidak bermain sendiri Lex . Dia punya orang orang setia Lex , yang bisa membantu nya Dan itu jelas tampa sepengetahuan Kim " kata Didi .


" Bisa jadi. " kata Alex . Yang tak mengerti jalan pikirin bosnya itu. Padahal ia mengenal Kim sangat dekat .


" "Tapi di seharusnya ia bicara dulu dengan. Kim baik baik kenapa harus percaya begitu saja " kata Alex .


" Dia sedang panik dan malu lex , pastinya itu yang membuat nya emosi Dan juga itu dilakukan didepan umum yang mempertaruhkan nama baiknya. Mau tidak mau ia melakukan itu .Dan pastinya Rara sangat senang karna dia merasa menang telak " kata Didi


" Ya kurasa begitu, tapi apa kita harus bicara dengan bos. " tanya Alex.

__ADS_1


" Jangan biarkan saja. kita diam dan atur siasat dan awasi Rara. kalo kita ikut campur pastinya Rara makin menjadi " kata Didi


__ADS_2