
Maya tersenyum setelah sampai rumah .Dia merasa senang bisa mengerjai Mey ying.
" Gila aja dia, emang dia pikir aku senang berteman dengannya. biasa aja kali " kata Maya bicara sendiri.
" Dia kira gue mau dibodohi , Mending duitnya buat shoping sama Desi dan Vani " kata Maya lagi. Yang tak pernah meragukan ketulusan teman temannya. Walau mereka sedikit matre tapi masih punya batasan.Dan juga masih perduli dengan dirinya. Dan itu masih dalam batas wajar bagi Maya.
Lalu Maya pun istirahat sebentar Memejamkan matanya. Karna sedikit pusing. mungkin karna kehamilannya yang masih muda membuatnya moodnya gampang lelah.
.................................
Sedangkan disisi lain Mey ying sedang kesal .Karna hari ini uangnya habis banyak Untuk mentraktir teman temannya. Yang tadi niatnya ingin memanfaatkan Maya tapi gagal .Akhirnya ia Kena batu nya sendirinya. Uangnya terkuras habis . Untuk teman temannya belanja. Karna sok kaya dan pamer.
" Sayang bisa transfer uang ke rekening ku " Kata Mey ying yang merayu Frans. Yang baru masuk ruangannya sehabis meeting.Karna Mey ying mendatangi kantor suaminya itu.
" Bukannya baru tadi pagi aku sudah transfer ke rekening mu " Kata Frans. Yang duduk di kursi kerjanya.
" Tapi uang nya sudah habis sayang " kata Mey ying merayu suaminya itu dengan mencium pipinya.
" Astaga Mey, uang 3 m itu banyak bagaimana kau bisa menghabiskan dalam sehari " kata Frans menatap istrinya itu lekat.
" Bukannya aku pelit kau tahukan perusahaan lagi ada masalah " kata Frans menatap Mey ying.
" Bukan kah aku sudah menuruti semua kemauan mu , jadi kenapa aku ngak boleh minta lebih " kata Mey ying yang lalu duduk dipangkuan Frans.
Frans membuang nafas kasar. Karna tak mungkin ia menarik ucapannya.
" Tapi sayang uang nya sudah ku lebih kan 1 m untukmu .jadi mengertilah " kata Frans. Yang memberi pengertian pada istrinya itu
" Tadi aku habis mentraktir teman temanku , jadi uangku habis " kata Mey ying. Yang membuat Frans mengelus dada.
" Uangku sudah habis ,tinggal untuk kita pulang ke indonesia. Bila kau boros kita akan jatuh miskin .Mana gaji mu sebagai model . Pake lah itu dulu " kata Frans yang tak ingin menambah masalah.Karna memang pendapatan lagi menurun.
" Yah ....uang gaji ku untuk beli kosmetik tiap bulan,. Dan juga perhiasan. itupun sudah habis " kata Mey ying berbohong padahal kartunya semua kosong . Uangnya habis untuk bersenang senang.
__ADS_1
" Harusnya kau berpikir sebelum belanja kebutuhan yang tak penting. Apalagi beli tas branded untuk teman temanmu. Apa kau tak rugi " kata Frans menatap Mey ying.
" Tadi mereka memaksaku, karna tak enak ya sudah ku belikan saja . Tapi lain kali tidak lagi " Kata Mey ying memberi alasan .
Frans hanya diam saja. Karna tahu memang Mey ying yang sudah terbiasa hidup mewah. Dan ia tahu persis kebiasaan istrinya yang senang membeli barang mewah dan branded.
" Aku akan memberi mu uang besok lusa, sekarang uangku sudah habis " kata Fans yang memang hanya memakai seperlunya saja. Karna ia tak ingin istrinya itu hidup boros.
" Yah trus aku harus bagaimana " kata Mey ying menatap suaminya itu.
" Kau pake uang yang ada dulu " kata Frans menatap manik mata Mey ying.
" Bukan kau seorang direktur ,kan bisa memakai uang dengan bebas "Kata Mey ying.
" Perusahaan ku kecil tidak seperti punya Lee yang besar dan hanya dapat warisan seorang diri. Sedang aku harus berbagi dengan koh Bram dan ci Ana. Bukankah aku sudah memberitahukan mu sebelumnya. " Kata Frans menghela nafas gusar.
" Kalo kau memaksa kau bisa mengajukan surat cerai pada ku " kata Frans tegas.
" Kau ini bagaimana bisa begitu " kata Mey ying kaget.Karna tak mungkin ia melepaskan Frans yang merupakan tambang emasnya.
" Baiklah" kata Frans yang lalu menghubungi asistennya .Untuk memesan makanan.
Lalu Frans kembali fokus pada pekerjaannya.
Dan membiarkan istrinya itu santai duduk disofa .Yang sedang menunggu makanan yang ia pesan.
.....................................
Sedangkan Ryan baru saja selesai meeting.Ketika Dias datang menghampirinya ke ruangannya..
" Bos untuk yang ini sudah dirinci dan mungkin saya akan kembali minggu depan " Kata Dias. Yang meletakkan berkas diatas meja.
" Bagus lah, aku ingin kau mengecek ulang semuanya sebelum berangkat. Dan aku tak mau mendengar ada kesalahan. Kalo kau bosan bekerja kau bisa resain " kata Ryan cuek.
__ADS_1
Deg.........
" Baik bos " kata Dias lesu.
Sedangkan Steve yang mendengar semuanya hanya diam. Dan tak berkomentar apapun. Dia sangat tahu siapa tuan mudanya itu. Walau Ryan senang bermain wanita selama ini .Namun untuk pekerjaan Ryan sangat teliti dan juga serius.
" Maaf bos apa kita makan diluar atau dikantor saja " kata Steve bertanya pada Ryan karna sudah waktunya makan siang
" Kita makan dikantor saja " kata Ryan tampa menoleh.
" Baik tuan muda " kata Steve yang lalu memesan makanan melalui sekretarisnya.
Sedangkan Dias hanya diam duduk disofa sambil membuka laptopnya. Untuk mengecek kembali pekerjaannya.Karna tak mungkin ia melepaskan pekerjaannya begitu saja. Yang sudah ia perjuangkan. Karna banyak orang yang ingin bekerja di posisinya. Apalagi dengan gaji yang lumayan besar.
Sedang Ryan masih fokus dengan setiap laporan yang masuk. Karna ia harus mengecek kembali dengan teliti apa lagi karna sepupu sang kakek. Sempat membuat kekacauan.
...................................
Sedang di sebuah markas rumah tua. Terlihat seorang pria mengamuk.
Prank.....prank.......buk....buk.....
" Bagaimana bisa mereka selamat dan menganti posisiku dengan Han.Awas kau Choi akan ku buat kau menyesal suatu hari nanti " katanya marah. Karna rencananya tak berhasil dan membuatnya dipecat dari perusahaan.
"Asan cari jo, bawa dia kedepan ku. hidup atau mati. Jangan beri ampun " kata pria tua itu yang tak lain tuan Lau sepupu Tuan Choi Lee.
" Baik tuan tapi bagaimana kalo dia sudah ditangkap anak buah tuan Choi " kata Asan yang ketakutan.
" Aku tak perduli. Cepat cari sebelum ia ditemukan oleh Lee " kata tuan Lau.
" Baik tuan " kata Asan yang lalu pergi meninggalkan tempat itu.
Sedangkan tuan Lau tak bisa berbuat apapun setelah di pecat oleh Choi karena korupsi uang kantor .Hingga membuatnya tak bisa berkutik di kantor. Ketika kemaren Choi memanggilnya kemaren lusa.
__ADS_1
Choi memang sudah tahu kebusukan sepupunya itu. Namun ia masih memberi kesempatan .Agar Lau bisa berubah. Dan menyadari kesalahannya. Yang sempat membahayakan nyawanya. Karna bagaimana pun Lau masih sepupunya.
Karna bagaimana pun keluarga tetap lah keluarga tak kan bisa di putus begitu saja. Namun kadang rasa iri dan dengki membuat orang kalap dan haus ingin mengambil hak orang lain.Tuan Choi hanya ingin Lau sadar . apabila ingin sukses harus bekerja keras dari nol. Karna semua usahanya adalah berkat kegigihannya. Bukan meminta atau mengambil milik orang lain. Yang ia wariskan pada sang cucu. Yang juga bekerja keras membantunya selama ini .Sejak sang menantu meninggal karna kecelakaan.