
Neti diam terpaku menatap wanita yang terlihat cantik di atas tempat tidur
" Saya Neti mb calon istri tuan Diaz " kata Neti tergagap.
" Duduklah disini " kata Rara ramah.
" Iya mb " kata Neti yang lalu mendekati Rara yang terlihat pucat
" Mba senang kau mau jadi istri Diaz kau mau kan nanti merawat anak kami . Anggap saja dia anak mu mungkin 3 bulan lagi sudah lahir " kata Rara yang mengusap perutnya yang tak terlalu besar.
" Ya mb insyallah " kata Neti Yang cukup kaget karna Rara tampa sedikit pun terlihat marah dan bahkan terlihat ramah.
"' Tolong jaga Diaz untuk mb ya juga maaf bila merepotkan mu menitip anak mb " kata Rara.
" Ngak pa pa mb ,saya janji akan merawat bayinya dan akan merawatnya seperti anak saya sendiri. " kata Neti
" Trimakasih Net, mba senang kau mau merawat anak mb dan mudahan saja Diaz bisa mencintaimu . Dia pria yang sulit jatuh cinta. Tapi bila ia mau menikahi mu berarti dia punya hati untuk mu " kata Rara
" Trimakasih mb " kata Neti. Sedang Diaz hanya diam sambil sibuk dengan ponselnya.
**********"
Di rumah ustad Rahman . Para tamu berdatangan setelah pagi tadi berbagi bubur sumsum untuk para santri. Yang membawa para tetangga berdatangan . Karna penasaran Nur melahirkan dirumah. .
" Ya Allah mi , tuh ade dikasih kelambu biar ngak di toel toel tuh pipi nya kasihan baru sehari lahir " kata Bima yang lalu menutup bayi nya dengan kelambu . Karna takut terusik orang yang melihatnya.
" Ya by maaf tadi umi lupa " kata Nur yang duduk dekat bayi azzam.
" Umi ngak salah aby cuma mengingatkan Agar azzam aman mereka cukup mengintip saja " kata Bima. Karna takut banyak tangan yang menjamah anak nya.
Tak lama para tetangga pun datang . dan melihat Nur di kamar dan melihat bayinya.
Nur. Namun karna tidur memakai kelambu mereka pun hanya mengintip saja. Tampa menyentuhnya.
" Masyaallah ganteng nya kaya aby nya ya " kata seorang tamu mengintip bayi azzam
" Iya bu lebih mirip aby ya " kata Nur tersenyum
" Iya Nur mirip banget " kata ibu ibu tetangga yang tak lama setelah itu mereka pun pulang Setelah melihat Nur dan bayinya. .Karna harus bergantian dengan yang lain . Sedang kan Bima sedang duduk di teras ditemani seorang santri Yang menunggu sang ibu datang .
__ADS_1
Tak lama menunggu sebuah mobil datang dan berhenti didepan rumah. Lalu Bima berdiri menyambutnya ..Ketika sang ibu keluar membawa hadiah untuk cucunya.
" Assalamualaikum " . kata bu Lastri memberi salam
" Walaikumsalam bu bi Mani mak dan bi Nah " kata Bima Yang lalu menyuruh Yusuf membawakan bingkisan kekamar Nur.
" Mari masuk bu " kata Bima yang lalu mengajak Ibu bersama yang lain kekamar Nur. yang sedang duduk memangku bayinya
" Ibu " kata Nur senang melihat ibu mertuanya. datang
"' Iya nak .maaf ibu tak bisa menemani mu " kata bu Lastri
" Ngak pa pa bu semuanya baik baik saja dan lahir normal . Dan aby yang menyambutnya . bu " kata Nur.
" Hah...... bagaimana bisa den Bima yang menyambutnya " kata bi Inah terkejut Yang tak.percaya mendengarnya
" Dia seperti almarhum bapa nya bi dulu bapanya juga menyambut Bima ketika lahir jadi wajar jika sekarang ia juga menyambut anaknya sendiri " kata bu Lastri tersenyum.
" Sini Nur biar ibu gendong " kata ibu . Yang lalu menyerahkan bayi azzam pada sang mertua dengan sangat hati hati
" Subhanallah .... tampan banget bi lihat ya allah kamu mirip ayah mu nak " kata ibu tersenyum begitu juga bi Marni , Inah dan mak Sanah Yang ikut senang melihat bayi Azzam.
akan ada bubur yang di kirim kakak mu untuk dibagi bagikan " kata Ibu.
" Tapi pagi tadi sudah bu " kata Nur.
" Ngak pa pa nak , buat syukuran Azzam dari kak May mu dan Ibu " kata bu Lastri Yang lalu mencium cucunya dan membaca doa dan meniup ubun ubun bayi Azzam
" Iya bu " kata Nur. tersenyum
" Bim apa aqiqah akan diadakan disini besok ." tanya ibu.
" Ya bu besok Bima akan mencari kambing nya sendiri untuk aqiqah nya biar Bima bisa mencari yang lebih besar dan sehat .Dan lagi sekalian mencari beberapa kambing untuk menjamu tamu biar ngak kurang bu " kata Bima
" Terserah Bima nak Yang penting ngak kekurangan bagus lagi kalo lebih " kata ibu..
Lalu mereka pun ngobrol banyak bercerita tentang pengalaman Bima dan Nur yang panik ketika melahirkan Tapi untungnya Bima bisa melakukannya dengan tenang tampa panik yang berlebihan.
" Hehehe ......... untunglah Nur melahirkan normal nanti biar bibi bikin kah jamu " kata bi Marni.
__ADS_1
" Hah...... jamu apa bi " kata Nur.
" Jamu sari rapat Nur biar Bima ketagihan " bisik bi Marni pelan . Namun Nur yang mendengar terlihat malu.
" Hahaha ...... bi Marni bercanda sayang biasanya kalo bikin jamu Kak May yang langganan " kata Bima tergelak
" Oh gitu ya berarti Nur boleh minum juga ya bi " kata Nur tersenyum.
" Iya lah itu untuk kesehatan " kata Bima
Tersenyum . karna dia juga biasa minum jamu buatan bi Marni.
******,*
Sedangkan dirumah utama Ryan baru saja bangun .Sambil melihat kiri kanan mencari istrinya. " ya ampun sudah jam 8 lewat" Kata Ryan .
Ryan pun lalu beranjak dari ranjang dan menuju kamar mandi .setelah 15 menit Ryan pun selesai dan lalu makai jasnya. Karna Maya sudah menyiapkan pakaiannya.
" Mungkin lagi di dapur " kata Ryan yang sudah rapi. Lalu menuju meja makan
Benar saja ketika kemeja makan Maya tersenyum sambil menyodorkan omelet kesukaan Ryan didepannya
" Ini buat abang makanan kesukaan abang Yang May bikin kan spesial " kata Mata
" Oh ya kalo begitu abang nambah nih oh ya Apa tadi anak anak menanyakan abang " tanya Ryan
"' Iya bang tapi May sudah menjelaskan, oh ya nanti May . nanti mau besuk Nur ya bang " kata Maya .
" Apa Nur sakit " tanya Ryan menatap Maya lekat. karna belum tahu Nur melahirkan.
" May mau menengok Maya karena Nur sudah melahir kan " kata Maya tersenyum.
."Hah bagaimana bisa kam masih seminggu lagi " kata Ryan karna Bima yang bercerita
" Iya tapi tadi malam sudah lahiran karna Maya tak menyangka kalo Ryan juga belum tahu kalo Nur sudah melahirkan Bayinya
" Oh ya berarti Nur sudah melahirkan dan di mana mereka sekarang " tanya Ryan
" Nur melahirkan dirumah bang dan melahirkan durumah mertuanya " kata ibu karna ibu yang mendapat kabar dari Bima. langsung
__ADS_1
" Oh begitu abang pikir melahirkan di rumah sakit " kata Ryan yang tak percaya Nur bisa melahirkan dirumah .