
Maya menatap bi Marni sejenak .Mencoba untuk mengingatnya Namun ia masih belum . bisa mengingat Tapi ia seperti mengenal bi Marni
" Sayang ini bi Marni yang akan menemani mu di sini , kalian bisa belanja dan masak bersama " kata Ryan.
" Iya bang " kata May tersenyum. Sedang kan Evan melengos seakan tidak senang.
" Kan sudah ada bi Suti kenapa masih membawa pelayan lain " kata Evan. dengan wajah masam.
" Memangnya kenapa kan bi Suti hanya sampai sore , bi Marni akan menginap disini biar bisa menjaga Maya " kata Ryan.
" Cih .... tuan Lee tuan Lee, kau terlalu khawatir. Jasmine ngak akan kemana mana. aku tahu dia wanita rumahan ." kata Evan.
" Bagus lah kalo kau tahu , Tapi aku juga ingin dia keluar sekali kali " kata Ryan melirik bi Marni.
" Sayang bisakah kau mengantar bi Marni kekamarnya biar abang sarapan dulu " kata Ryan .
" Iya bang ayo bi " kata Maya ramah. membawa bi Marni ke kamar dekat dapur.
Sebenarnya Ryan ingin membawa Nia. Tapi Nia harus mengawasi anak anaknya bersama Weni. Jadi akhirnya bi Marni yang menemani agar Maya juga pulih lebih cepat. karna bi Marni dekat dengan istrinya itu.
" Bi ini kamarnya , maaf tidak terlalu besar " kata Maya .
" Ngak pa pa non " kata bi Marni yang menatap Maya dengan mata berkaca kaca.
" Non Maya sehat kan boleh bibi meluk non sebentar " kata bi Marni.
" Kenapa enggak bibi boleh memelukku bibi ku anggap sama seperti ibu ku " kata Maya tersenyum. lalu memeluk bi Marni.
Maya merasakan bahwa ia dekat dengan bi Marni walau ia tak bisa mengingatnya. Namun Maya dapat merasakan jelas. Kalo ia pernah mengenal wanita paruh baya itu.
Sedangkan Ryan dan Evan menyantap sarapannya dengan lahap..
" Ini enak bagaimana bisa Maya memasak dengan rasa yang enak di lidah " kata Evan memuji.
" Kau tahu Maya adalah wanita spesial . Dia lebih dulu memperhatikan seleraku. Jadi cari lah wanita yang bisa memanjakan perutmu. jadi kau tak akan mencari yang lain di luar " kata Ryan.
" Oh ya pantas saja tuan Lee jarang makan diluar rupanya berhemat " kata Evan .
" Tak maslah tuh uangnya juga untuk nya " kata Ryan cuek. Karna ia memang berhemat Karna semua kartunya dipegang oleh Maya Entah kemana. Maya menyimpannya Ryan tidak tahu Tapi ia berharap tak ada orang yang tahu pin nya. Dan menyalahkan gunakannya.
__ADS_1
" Ya .....ya...... ku akui Maya memang pintar membuat makanan yang enak. " kata Evan. Yang lalu melap bibirnya dengan serbet makan
" Ok tuaan Lee aku sudah selesai dan mandi dulu lalu kekantor " kata Evan yang beranjak dari kursinya.
" Ya slamat bekerja " kata Ryan yang melahap sarapannya dengan santai.
************
Sedangkan di apartemen Evan Sinta baru bangun. Evan sudah tak ada di samping nya
" Kemana dia " kata Sinta yang merasa tiap pagi buta Evan sudah pergi. Entah kemana Sinta tidak tahu.
" Apa dia pergi kerumah wanita itu " kata Sinta yang beranjak dari tempat tidurnya dan menuju dapur. Dan membuat segelas kopi untuk dirinya.
" Aku akan kerumah Bella kaka Evan " kata Sinta lalu menyesap kopinya habis dan lalu kembali kekamar untuk mandi dan bersiap pergi.
Selesai berdandan Sinta pun lalu memanggil taxi online untuk menjemput nya . Lalu pergi kerumah Bella kakak perempuan Evan yang dulu pernah beberapa kali sempat bertemu Ketika Evan mengajaknya untuk mengantar oleh oleh buat sang kakak.
" Pa berhenti di depan sana ya pa " kata Sinta .Yang masih ingat rumah Bella
" Ya mba " kata sopir taxi
Sejenak Sinta menatap rumah besar itu dan lalu memasuki teranya.
" Permisi " katanya ketika ada seorang wanita yang bersih bersih di halaman .
" Oh iya non ada apa ya non mau mencari siapa ?" kata pelayan wanita itu.
" Mb Bella nya ada ? " kata Sinta
" Oh ibu ada , apa nona mau bertemu " kata pelayan itu .
" Iya bi " kata Sinta.
" Baik tunggu sebentar ya non" kata pelayan itu bergegas masuk dan lalu kembali lagi menemui Sinta.
" Bagaimana bi " kata Sinta.
" Oh silahkan masuk dulu non " kata Pelayan itu membawa Sinta masuk keruang tamu dan mempersilahkan nya duduk .
__ADS_1
" Tinggu ya non, nanti ibu keluar saya mau melanjutkan pekerjaan " kata pelayan itu .
" Iya bi terimakasih " kata Sinta yang lalu duduk diam sambil memperhatikan rumah kakak perempuan Evan.
" Ada tamu siapa ya " kata Bella yang keluar dengan membawa bayi di .gendongannya.
" Pagi kak, saya Sinta masih ingat ngak saya kekasihnya Evan " kata Sinta yang berdiri ketika melihat wanita berhijab mengedong bayi di tangannya
" Oh Sinta... ya silahkan duduk. ada apa kok tumben kesini ngak bersama Evan " kata Bella.
" Maaf kak saya mau bertanya apa Evan pernah mengajak kekasih barunya kesini " kata Sinta bertanya. Yang membuat Bella kaget mendengarnya.
" Apa aku tak salah dengar tadi kau bilang Evan punya kekasih lagi " kata Bella bertanya
" Iya kak " kata Sinta .
" Tidak ia jarang kesini bahkan belakang ini. Apa kalian sudah putus " tanya Bella.
" Tidak kak, tapi Evan punya wanita lain selain Sinta Dan ia ingin menikahi Jasmine dan saya hanya jadi yang kedua " kata Sinta
" Astagfirullah .......itu ngak bohong kan . Bagaimana bisa Evan berpoligami kalo ia belum bisa bersikap adil. coba ceritakan dulu apa yang terjadi dengan kalian " kata Bella.
Sinta pun lalu menceritakan semuanya . Tentang kehidupannya dengan Evan selama di jerman dan juga selama tinggal di sini kumpul serumah tampa ikatan.
" Ya Allah kenapa kau mau saja Di tiduri Evan tampa ikatan ..Itu dosa besar Aku memang tak dekat dengannya tapi sebagai wanita kau salah. Karna kau membuat dirimu seperti wanita murahan
Yang mau saja di tiduri Evan kapan pun Padahal kalian belum menikah " kata Bella yang juga kecewa dengan sang adik.
" Lalu aku harus bagaimana kak " kata Sinta. lirih .Karna malu pada Bella.
" Bicara lah baik baik dengan Evan dan juga temui wanita yang jadi kekasihnya Dan bicaralah baik baik padanya. Kalo Evan memang masih jodohmu kalian bisa menikah dengan baik baik. Tapi kalo wanita itu juga mencintai Evan kuharap kau bisa merelakan Evan padanya " kata Bella menasehati Sinta. .
Sinta pun terdiam . Apa yang dikata kan Bella benar . Dia harus iklas kalo Evan mencintai Jasmine . Karna ia tak mungkin sanggup jadi istri yang kedua.
" Maaf de Sinta aku tak bermaksud membela siapa pun . Karna ketika Evan mencintai wanita itu. Aku yakin dia akan mengabaikan mu. Kecuali wanita itu menolah Evan kau punya kesempatan untuk memperbaiki hubungan kalian.. sekarang pulang lah . Tanya kan Evan baik baik dan bicarakan semuanya dengan kepala dingin " kata Bella.
Sinta pun mengangguk . Lalu pamit pulang. Bella yang melihat punggung Sinta menghilang hanya menggelengkan kepala.
" Ya Allah kenapa bisa mereka terjerumus seperti itu dalam pergaulan bebas " bathin Bella. Lalu masuk kedalam.rumah
__ADS_1
.