Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 332


__ADS_3

Keempat nya tersenyum ramah pada Maya. karna memang mereka ingin bertemu Mamah mereka sebelum Mereka berangkat liburan ke taiwan.


" Hai apa kalian bekerja disini " kata Maya tersenyum manis.


" Iya kami pelayan spesial nona hari ini " kata Aska dengan mata berkaca kaca . Karna bahagia bisa melihat mamahnya masih hidup setelah kecelakaan .


"' Kalian anak yang tampan dan cantik " kata Maya memuji


" Trimakasih " kata keempatnya kompak.


" Bang apa Mine boleh memeluk mereka " kata Maya yang beranjak dari kursi.


" Oh dengan senang hati mereka juga pasti sangat senang kau peluk sayang " kata Ryan menatap Maya. Lalu menatap keempat anak anaknya Dan Ryan mengangguk kepala nya memberi isyarat.


Maya pun memeluk Aska dengan erat yang yang membuatnya merasa bahagia begitu juga dengan Aska yang terisak dipeluk Maya.


" Hei kenapa menangis " tanya Maya.


" Oh tidak nona, Aska cuma terharu " kata Aska yang lalu kembali memeluk sang mamah. Begitu juga dengan Tan dan juga Rey. Yang membuat mata mereka berkaca Setelah Maya menciumi mereka satu persatu.


" Ini siapa namanya ya " kata Maya ketika berlutut sejajar dengan Queen.


" Queen nona " kata Queen yang sudah hampir menangis .


" Sini sayang biar aunty peluk " kata Maya yang lalu memeluk Queen . Queen pun menangis di bahu Maya. Karna mendapat pelukan dari Maya. Yang melihat semua orang yang mengintip ikut terharu melihat pertemuan Maya dan anak anaknya.


" Kenapa menangis , nanti cantiknya hilang lho " kata Maya yang menghapus air mata Queen. Yang membuat Ryan lega. Melihat sikap Istrinya itu tak berubah sama sekali.


" Aunty menganggap kalian seperti anak anak aunty ya kan bang " kata Maya


" Ya bila perlu mereka juga bisa tinggal bersama kita " kata Ryan menawarkan.


" Sungguh tapi mine ngak punya uang untuk menyekolahkan mereka bang " kata Maya mengusap kepala Aska.


" Ngak masalah nanti abang yang membayar semuanya " kata Ryan .


" Ya. bang ..terima kasih bang , Tapi kita harus tanyakan dulu pada orang tua mereka Apa kita boleh membawa mereka " kata Maya .

__ADS_1


" Pastilah boleh. ya kan kalian mau " kata Ryan pada anak anak nya.


" Mau om kami mau " kata keempatnya kompak dan senang


Lalu Maya pun mengajak keempatnya makan untuk menemaninya makan siang bersama Ryan. Yang membuat Aska dan adik adiknya sangat senang


Bima dan Nur nyonya Lily dan bu Lastri tersenyum melihat keluarga kecil itu bahagia. Mereka mengintip dari balik pintu. Karna penasaran Bagaimana sikap Maya pada keempat anaknya .


" Sepertinya Maya bisa sembuh lebih cepat bu . kalo mereka bisa berkumpul bersama " kata bi Marni. bicara pada bu Lastri.


" Mudah mudahan saja bi, karna kami ingin Maya sembuh dan berkumpul bersama kita seperti dulu " kata bu Lastri.


" Iya bi, kami ingin Ryan bisa menjaganya dengan baik . Jangan lengah lagi ..Aku tak mau punya menantu yang lain " kata nyonya Lily penuh penekanan . Karna ia tahu pengorbanan Maya menantunya itu.


" Iya nyonya besok saya akan menemani nona Maya disana biar disini dijaga bi inah " kata bi Marni yang sempat tak enak badan Ketika mendengar berita Maya meninggal. Karna slama ini Maya tak pernah bersikap kasar Dan menganggap bi Marni seperti ibunya sendiri.


" Iya bi biar bibi bisa mengawasinya selama anak anak bersama saya " kata Nyonya Lily.


Lalu meeka pun kembali melihat interaksi Maya . Yang sangat penyayang . dan bercanda pada keempat anaknya. Tadinya mereka hanya ingin melihat mamah mereka dari jauh . Namun Nur memberikan ide berlian untuk bisa mendekati sang mamah dengan menjadi pelayan kecil. Yang akhirnya membuat mereka mendapat pelukan hangat dari Maya. Yang membawa mereka bisa makan siang bersama.


Sedangkan di sebuah Mansion Rara sedang merencanakan sesuatu untuk bisa mendekati Ryan kembali.


" Kau mau kemana?" tanya Diaz pada Rara.


" Aku mau pulang sayang , aku ingin bertemu tanteku " kata Rara.


" Tidak kau tak boleh pergi, kalo kau pergi maka jangan pernah datang kemari lagi. Dan semua fasilitas yang kau dapat akan aku cabut " kata Diaz . Yang membuat Rara terkejut mendengar perkataan Diaz.


" Hah......ya ampun sayang kenapa begitu kan aku hanya pergi untuk menemui keluargga ku " kata Rara.


" Apa kau yakin atau kau berpura pura saja. Agar aku percaya pada mu " kata Diaz menatap tajam Rara. Yang membuat nyali Rara ciut seketika. Karna Diaz bisa membaca pikirannya.


" Tidak sayang , aku tak mungkin begitu . Aku mencintaimu " kata Rara. Yang lalu duduk di pangkuan Diaz untuk menenangkan pria itu


" Aku harus membuatnya tenang . Dan percaya pada ku.Karna dia adalah tambang emasku saat ini " kata Rara dalam hati. Karna tak mungkin ia Melepaskan Diaz yang memberikan Uang dan semua kemewahannya padanya. Karna ia belum berhasil mengoda Ryan. Tambang emas terbesarnya..


" Jangan berbohong padaku , kalo kau berani berbohong sedikit saja aku akan melenyapkan mu " kata Diaz mengacam Rara. Yang membuat Rara terdiam tak berkutik .

__ADS_1


" Iya sayang, pasti kau lelah hari ini . Biar aku memijit mu ya " kata Rara yang mencoba mengalihkan perhatian Diaz hanya padanya. Sambil memijat bahu Diaz.


********


Dikantor Evan baru saja menyelesaikan pekerjaannya ketika Yuda masuk keruangannya. " Ada perlu apa bang " tanya Evan menatap Yuda yang duduk di depannya.


" Apa kau tahu tuan Lee menunda kerjasama kita. " kata Yuda dengan mimik serius.


" Hah bagaimana bisa bukan nya semuanya sudah berjalan. dan kita tinggal menghitung hasil" kata Evan.


" Kau kira dia bodoh, yang mudah kau tipu hah.... Ryan menyetujui semua berjalan tapi itu baru 30 persen sebelum ia menyurvei ulang. Bukannya kau sudah tahu tentang perjanjiannya " kata Yuda.


" Huh........... kacau " kata Evan yang meraup kasar wajahnya.


" Jadi keuntungan masuk hanya dua persen. Belum seluruhnya. Padahal kita butuh investor profesional " kata Evan


" Kau yang mengacaukannya. Maka dari itulah ia menundanya. Karna kau berani mengaku ngaku Maya sebagai istrinya " kata Yuda kesal.


" Astaga bang ini masalah perkerjaan. Kenapa dia membawa bawa bisnis. dalam hubungan pribadi." kata Evan.


"Ck.......harus nya kau tahu diri van , kau yang salah malah menyalahkan orang . Kalo aku yang berada di posisi tuan Lee. Aku pun pasti melakukan hal yang sama " kata Irvan yang muncul tiba tiba.


" Cih..... kalian ini.,kenapa ngak mengerti sih kalo aku serius jatuh cinta " kata Evan berdecak kesal.


" Kau serius atau terobsesi saja van, bukannya sekarang Sinta sudah tahu. Trus bagaimana tanggapannya" kata Yuda


" Dia bilang ia mau jadi istri kedua .Kalo aku menikahi Maya


" Hah ....kau gila serakah amat bro " kata Yuda . yang tak habis pikir dengan sepupunya itu.


" Cih ..... sombong , apa kau pikir gampang punya dua istri .Satu aja bikin stres tambah lagi satu. Malah bisa kacau hidup lho van " kata Irvan.


"'Tapi aku enjoy aja kan . Jasmine tak menuntut dan Sinta juga aman " kata Evan .


" Mungkin belum van, coba aja nanti bila ketemu kalo ngak pusing kepala lho . ini baru dua hari. jadi masih aman. tapi lama lama kau akan stres sendiri " kata Yuda.


" Yah itu lihat nanti " kata Evan cuek Lalu membereskan mejanya.

__ADS_1


__ADS_2