
Nur terdiam tak menjawab pertanyaan Amel.Dia hanya menunduk. Sampai akhirnya Amel melihat Amin dan Bima yang duduk ngobrol tak jauh dari tempat Amel dan Nur berdiri.
" Lho bukannya itu Bima sama Amin " kata Amel. Yang memastikan matanya tidak salah lihat orang.
" Ngak tahu, masih lama ngak martabaknya " kata Nur mengalihkan perhatian Amel . Yang pura pura tak melihat Bima yang sedang ngobrol.
" Bim , senggol Amin . bukannya itu Amel sama Nur " kata Amin .Yang matanya mengarah kedua gadis yang berdiri di dekat gerobak martabak.
Bima pun menoleh.Dan benar saja itu Nur dan Amel sedang berdiri disana. Di dekat motor di pinggir jalan.Lalu Bima pun bangkit dan mendekati Amel dan Nur.
" Nur apa beli martabak juga " tanya Bima ketika mendekati Nur dan Amel.
" Hai.....Bim iya nih , aku beli martabak buat kita berdua. Nur sangat suka martabak asin " kata Amel sumringah . Tak menyangka Bima menghampiri mereka berdua.
Nur hanya diam tak menjawab. Berbeda dengan Amel yang senang bisa dekat dengan Bima.
" Sudah pesan ?" tanya Bima pada Amel.
" Sudah , kalian beli juga ?" jawab Amel .dan juga balik bertanya. Dan bersamaan Amin ikut bergabung.
" Hei mel ......beli martabak juga nih " tanya Amin.
" Ya tumben ngak bawa gebetan " tanya Amel basa basi.
" Gue sih ngak, Kalo Bima iya " kata Amin.
" Hah mana tuh yang lagi duduk disana ya .wah pacar Bima cantik " kata Amel penasaran.
" Hah ....bukan itu mah pacar yang duduk disebelahnya " kata Amin yang sudah tahu. Karna tadi Bima sudah memperkenalkan Nia.Sebagai pacarnya Nanda.
" Trus mana ? " kata Amel penasaran. karna ia juga menyukai Bima.
" Tuh didepan lho " kata Amin menunjukkan dengan mulutnya kearah Nur.
" Hah........" kata Amel kaget.
Nur yang diam sedari tadi..Ikut kaget mendengar ucapan Amin.Sedangkan Bima hanya diam. Seraya menatap Nur.
" Nur boleh kita bicara sebentar " kata Bima .Yang melihat kearah Nur.
Nur pun lalu menatap Bima. Kedua mata mereka saling tatap.
" Mau bicara apa " kata Nur pelan sambil tergagap.
"Tapi tidak sekarang ,nanti pas pesanannya sudah selesai .Ketika mau pulang " kata Bima.
" Ya baiklah " kata Nur .Yang sempat salah paham.
" Mhem...sejak kapan jadiannya Nur, kok ngak bilang kalian sudah jadian " kata Amel yang menatap Nur penuh selidik.
__ADS_1
" Maaf " kata Nur tertunduk.
Amin pun mendekati Bima dan berbisik pelan. Bima pun mengangguk. Yang membuat Amel menatap curiga pada keduanya.
" Mas nih martabaknya sudah semua " kata Penjual martabak pada Nanda . Yang membuat Bima menoleh.
" Bang yang buat teman saya sudah belum ?" tanya Bima mendekati penjual martabak.
" Ini tinggal nunggu sebentar ya" kata si abang penjual martabak.
" Ya sekalian di hitung sama yang dipesan tadi ya bang " kata Bima.
" Oh semua nya digabung ya mas, oh ya sudah sebentar saya hitung dulu. " kata si abang.
" Mb Nia , mas Nanda ini sudah selesai " kata Bima. Yang membuat Nanda dan Nia mendekat gerobak martabak.
" Semuanya 450 mas , ini yang manis dan ini yang asin " kata si abang penjual .
" Bang ini yang empat berikan mas yang itu ya dua asin dua manis " kata Nia.sambil menyodorkan uang pembayaran martabak
" Oh iya ini satunya belum ." kata abang martabak . Lalu memberikan 4 kantong pada Bima. karna yang satu masih menunggu.
" Makasih mba Nia ,mas Nanda. Salam buat kak May ya. bilang makasih martabaknya " kata Bima.
" Ya mas Bim . kami pulang dulu ya " kata Nanda yang lalu naik keatas motornya.
Sedangkan Amel dan Nur juga Amin hanya diam. Lalu menyodorkan empat kantong plastik ke pada Amin.
" Nih bawa, oh ya mel itu sudah sekalian dibayar. tinggal ambil " kata Bima.
" Hah....benaran Bim, trimakasih ya. " kata Amel senang.
" Dih yang bayar buka Bima tapi kakaknya. Nih kita aja dibayarin " kata Amin yang senang karna dapat makanan Banyak. Padahal baru habis makan tadi sehabis magrib.
" Ya sudah. Mel kamu boncengan sama Amin ya . kita duluan " kata Bima . Yang menarik tangan Nur untuk ikut dengannya.
" Yah main bawa aja tuh Bima, mau dibawa kemana tuh " kata Amel .
" Nanti kita nyusul . Kita tunggu martabak mu dulu matang " kata Amin .Yang menenteng plastik martabak.
.............................
Bima .membawa Nur ke rumah kontrakan. Yang tadi magrib baru ia terima kuncinya.Dan juga sudah ia bayar cash. Karna besok ia harus membawa Nur pindah. Dan kebetulan ia ketemu Nur. Sekalian aja ia mengajak Nur untuk melihat rumah kontrakannya.
" Kita mau kemana " kata Nur bertanya.
" Ke suatu tempat " kata Bima.
" Kemana?" kata Nur
__ADS_1
" Nanti juga kamu tahu " kata Bima. Yang fokus membawa motor.nya. Lalu tak lama mereka pun sampai .Dan Bima turun untuk membuka pagar rumah.
" Ayo masuk " kata Bima.
" Ini rumah siapa Bim?" tanya Nur.
" Rumah kontrakan kita, mulai besok kita tinggal disini " kata Bima yang membuka kunci pintu rumah. Lalu setelah pintu terbuka. Bima pun mengajak Nur masuk.
" Besok aku jemput kamu pake taxi, tapi sebelum itu bereskan dulu berang barang mu" kata Bima.
Deg....
Mata keduanya saling bertemu Namun Nur cepat mengalihkan pandangannya kearah lain. Bima pun diam. Dia tahu Nur masih malu dan juga cangung.
" Rumah ini cukup besar apa tidak mahal " kata Nur.
" Tidak , ini lumayan murah, dan aku tak sengaja mendapatkannya. Seminggu ini aku sudah mencari cari tapi belum ketemu. Untungnya tadi sore aku ketemu pemiliknya. Maaf aku belum sempat menelpon mu. Karna aku sibuk mencari rumah kontrakan untuk kita " kata Bima menjelaskan.
Membuat Nur malu pada dirinya sendiri. Karna sempat berprasangka yang bukan bukan. Bahkan ia sempat cemburu pada Wanita yang Nur lihat. Yang Nur kira kakaknya Bima.
" Nur......kenapa , ayo lihat lihat itu kamarnya dan dapurnya disana " kata Bima.
" Iya, maaf kalo aku merepotkan mu " kata Nur
" Tidak kamu tak merepotkan ku tapi ini sudah menjadi tanggung jawabku. Karna aku suami mu " kata Bima mengingatkan Nur.
" Maaf " kata Nur.
" Woi .......jahat lho Nur kenapa ngak cerita ke gue kalo lho berdua sudah menikah " kata Amel yang tiba tiba muncul .
" Maaf " kata Nur menunduk
Sedang Bima menatap Amin. Amin hanya mengangguk. Karna ia tak menjelaskan hal sebenarnya.Tapi hanya garis besarnya saja bahwa Nur dan Bima sudah menjadi suami istri.
" Slamat ya Nur, harusnya kamu cerita. Ngak perlu malu sama aku. Menikah itu ngak dosa kok " kata Amel yang lalu memeluk sahabatnya itu.
" Sudah jangan lama pelukannya yuk kedepan makan martabak. Yang itu dibawa pulang aja. Kita makan yang ini " kata Amin tersenyum sambil mengacung kan kantong plastik martabak.
" Jadi kalian pindah kesini nih besok Nur " tanya Amel.
" Iya Mel " kata Nur singkat.
" Iya Mel . Besok bantuin Nur beresin barang barangnya ya. Nanti siangnya aku jemput pake taxi " kata Bima.
" Ok berarti kita makan siang rame rame ya " kata Amel.
" Itu mah gampang mel , ada bos yang bakal menyokong dana nya. Kita santai saja " kata Amin. Yang melirik Bima. Karna ia tahu Bima punya tabungan banyak. Dan itu membuat Amin shock. Tak menduga sahabatnya itu punya uang banyak. Karna slama ini Bima hidup sederhana. Tapi dompetnya cukup tebal.
.
__ADS_1