Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 119 Gelisah Kangen.


__ADS_3

Maya menyuruh bi Marni untuk tidur. Karna ia sudah mengantuk. Tapi sepeninggalan bi Marni . Maya masih belum bisa tidur juga dan gelisah menunggu suaminya pulang.


Maya pun lalu mengambil buku untuk membaca .Lalu mengambil kaca mata bacanya . Untuk membaca buku diatas tempat tidur. Obat menghilangkan rasa gelisah nya.


Ceklek......pintu pun terbuka Maya langsung melihat kearah pintu.


" Belum tidur " tanya Ryan yang menutup pintu dan menguncinya. Yang melihat istrinya itu sedang membaca buku.


" Belum nungguin abang " jawab Maya.



" Jangan tidur malam malam " kata Ryan yang lalu meraih buku ditangan istrinya dan melepas kacamatanya.


Cup.....


Sebuah kecupan mendarat di kening Maya.Dan itu sudah biasa bagi Maya yang tahu suaminya itu sangat perhatian.


" Maya hanya belum bisa tidur bang, gimana dengan Didi apa ia baik baik saja " kata Maya bertanya.


" Dia baik baik saja, hanya luka sobek sedikit .Ngak sampe ke jantung " kata Ryan.


" Ih abang ...aku pikir ke jantung benaran " kata Maya cemberut.


" Sudah tidur , tak baik buat baby malam malam tidurnya. " kata Ryan yang menaruh buku dan kacamata di nakas lalu memeluk istrinya.


" Biasanya juga abang ngajak bergadang kok" kata Maya protes.


" Ish itu bukan bergadang sayang tapi olahraga malam " kata Ryan yang lalu mengecup bibir Maya


" Cepat tidur atau abang .......


" Apa " kata Maya memotong perkataan Ryan. Dan menatap manik wajah suaminya itu.


Ryan bukannya menjawab tapi malah menyusupkan kepala nya ke dada Maya.


" Abang katanya mau tidur malah usil nih " kata Maya yang menahan geli sambil merasakan apa yang Ryan lakukan.


" Katanya kau belum ngatuk , jadi abang pengen bermain dulu " kata Ryan yang lalu melepas pengait bra Maya dan memasukan kepalanya kedalam kaos.


" Akh........abang " kata Maya yang mulai mendesah tak karuan. Ada saja polah suaminya itu bila ia belum tidur. Namun maya juga menyukainya. Dan menikmati alur permainan sembunyi dalam selimut. Maya hanya bisa gelisah tapi mendesah. Ikut bermain cantik untuk ibadah


.......................................

__ADS_1


Sedangkan disisi lain. Seorang wanita mengepal.erat tangannya , Karna tahu orang suruhannya gagal.


" Nih uangnya cepat kau pulang ke kampung mu. Kenapa sampai salah orang harusnya wanita itu yang kau tusuk " kata Wanita itu mengomel.


" Maaf non, karna banyak orang saya jadi tak fokus " jawabnya.


" Cepat pergi aku ngak mau sampai kamu tertangkap dan aku terseret " kata Wanita itu kesal.


" Baik non, trimakasih " kata pria itu lalu pergi begitu saja meninggalkan rumah wanita itu.


" Sialan Kamu Van kamu bisa lolos hari ini, besok ngak bakal " katanya marah sambil mengepalkan tangannya.


.....................................


Subuh Maya sudah mandi bersih bersama Ryan. Maya langsung keluar menuju kamar Aska setelah selesai sholat. Sedang kan Ryan duduk santai di atas ranjang sambil memeriksa ponselnya.


" Hai sudah bangun nih " tanya Maya menatap putranya itu di tempat tidur.


" Asih ngantuk mah " kata Aska.


" Oh ya capek ya main bola kemaren ?" tanya Maya tersenyum.


" Iya " angguk Aska.


" Mau api di umah aja " Celoteh Aska tampa ingin bangun dari tempat tidurnya.


" Ya sudah kita siapkan besok ya ,Aska mau dibikin kan apa " tanya Maya sambil mengusap wajah Aska.


" Cake, uwah yang ayak " kata Aska. Sambil berpikir apa yang ia inginkan.


" Ok besok berarti kita bikin di taman dekat kolam ya sayang " kata Maya


" Okeh, di aman bial rame rame seru " celoteh Aska tersenyum senang.


" Ya sudah bobo lagi aja , mamah mau menemani papah sarapan dulu ya. " kata Maya pada Aska.Yang di anggukan Aska.


" Ya " kata Aska. yang lalu melirik Nia yang baru masuk membawa susu botolnya. Karna sekarang Aska lebih banyak minum susu. Setelah berhenti menyusu


" Maaf bu, tadi saya tinggal .bikin susu dulu " kata Nia.


" Ngak pa pa Ni, Aska juga mau tidur lagi Sini berikan susunya " kata Maya yang meminta botol susu dari Nia lalu memberikan nya pada Aska. Dan Aska langsung mengambilnya dan mengisapnya. Sedang Maya membetulkan posisi bantal Aska agar tidak tersedak.


Nia hanya diam memperhatikan nyonyanya itu.Maya memang slalu rutin mengecek putranya itu tiap pagi. Walau hanya sebentar. Maya tak mau lengah pada buah hatinya Karna Bagai mana pun Aska putra pertamanya. Dan ia harus ikut aktif di masa masa pertumbuhan emas sang anak.

__ADS_1


Ibu nya bilang seorang anak butuh kasih sayang dari usia 0 sampai 5 tahun . Karna itu masa emas perkembangannya. Dan juga ia mencari perhatian di usia lanjutan sampai masa remajanya. Lalu setelah itu ia sibuk bermain dengan teman temannya. jadi hanya sedikit waktu untuk bisa dekat secara fisik dan emosionalnya. Dan itu tak ingin Maya sia sia kan.Selagi ada kesempatan ia ingin mengenal putranya itu dengan baik dan menjadikan nya pria yang baik juga ketika dewasa kelak. Karna sekolah pertama sang anak adalah ibunya sendiri. Dan ibu nya juga pondasi dari kepribadian anak itu untuk berkembang.


" Nia temani Aska ya ibu mau kedapur dulu " kata Maya.


" Iya bu " kata Nia tersenyum.


Maya pun mencium kening Aska. Lalu tersenyum mengusap pipinya putranya itu.


Dan beranjak pergi meninggalkan kamar Aska menuju dapur. Untuk melihat sarapan apa yang disiapkan bi Marni.


" Sudah siap bi " kata Maya yang membuat bi Marni kaget ketika Maya menepuk bahunya.


" Non, bibi kira siapa bikin kaget saja " kata bi Marni tersenyum.


" Tuh tuan minta roti tadi " kata bi Marni.


" Apa abang masih dikamar ?" tanya Maya. Yang tahu tiap pagi sebelum sarapan pasti suaminya itu slalu minta air putih hangat.


" Lagi ke taman tadi non, mungkin lagi berkeliling " kata bi Marni.


" Ya sudah Maya samperin dulu ya bi " kata Maya ingin melangkah pergi .


" Ya non, nanti hilang lho di gondol bidadari lewat " goda bi Marni.


" Dih mana ada bi, bidadari nyangkut kalo mau turun ke sini " kata Maya tertawa karna ledekan bi Marni.


" Lah kan bisa menghilang " kata bi Marni.


" Mana bisa sayapnya patah nanti. kalo sudah jadi manusia ngak bisa pake ilmu menghilang " kata Maya tersenyum.


" Oalah ngak bisa toh, berarti bidadari nya lewat pintu depan aja " goda bi Marni.


" Ish ish ....kalo lewat pintu depan bi, bakal Maya bejak bejak tuh bidadari nya . Sudah tahu suami orang nekad aja mau di cakar dia malu dong pulang ke khayangan rupanya jelek." seloroh Maya


" Hahaha.......waduh berarti bidadari perlu planning dulu ya. Sebelum mengoda tuan muda, masalahnya bodyguard galak kaya herder " kata bi Marni tergelak bersama bi inah .


" Jelas dong , masa Maya biarin suami Maya di culik gimana nasip anak anak Maya " kata Maya tersenyum .Lalu pergi menyusul Ryan yang sedang berada di taman belakang Untuk menghirup udara segar.



bagi dong sarapannya.......


" Readers athor kasih semangat dan komentar ya buat motivasinya please sampai bab segini masih kurang nih vote dan like nya.. jadi lemas jari gue......patah semangat menulis

__ADS_1


__ADS_2